Tanggung Jawab Pemimpin

DI 18052022

Matius 26:40
Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?

Kisah Yesus berdoa di Taman Getsemani sblum akhirnya Dia ditangkap dan kemudian dihukum mati dgn disalibkan, sebenarnya sangat menarik utk kita pelajari.

Dlm ayat ini misalnya, Yesus mengajak 3 murid utk menemani Dia berdoa, namun didapati mrka tertidur karena lelahnya, tp kenapa Yesus hanya bicara pd Petrus? Mestinya bukan ‘kamu’ tetapi ‘kalian’ karena mereka itu 3 org. Bnyk tafsiran yg bisa digunakan, namun saya pribadi melihat hal ini sebagai sebuah teguran Yesus utk Petrus di dlm kapasitasnya sbg pemimpin dari para murid lainnya, ibaratnya spt ‘ketua kelas’ di sekolah. 3 murid tertidur, pemimpinnya yg ditegur, tentu ini hal yg penting utk kita cermati. Dlm dunia kerja misalnya, spesifik lagi dlm kepolisian, jika anak buah melakukan pelanggaran, komandannya bs saja dicopot bahkan diberhentikan dengan tidak hormat, pdhal anak buahnya yg melakukan, bkn dia. Pemimpin yg baik bukan cuma bs menjadi 1 contoh yang diteladani, tapi punya kemampuan utk memantau dan mengatur gerak-gerik orang yg dipimpinnya, karena sbg pemimpin diberikan tugas dan juga hak tertentu. Jika orang yang dia pimpin berbuat salah, berarti sbg pemimpin, dia gagal menjalankan tugasnya dan dia harus dgn keberanian untuk mempertanggung jawabkan kepemimpinannya dgn segala resiko dan akibat yg nanti akan ditanggungnya.

Tidak peduli apakah kita menjd seorg pemimpin krna ‘didorong’ pemimpin di atas kita, ketika kita akhirnya mengambil peran sbg seorg pemimpin, di mata Tuhan, kita diperlakukan selayaknya sbg seorg pemimpin. Jgn mengambil tanggung jwb sbg seorg pemimpin hanya karena desakan org lain yg menilai kita punya kemampuan untuk itu, apalg karena tidak ada org yg mau, ini seringkali terjadi dan justru membebani hidup kita. Kita bs jadi orang yg munafik, karena kita dituntut untuk selalu tampil sempurna, pantas diteladani, tidak boleh emosional, hrs memendam sesuatu sndri, dan masih banyak lagi tuntutan lainnya. Sampai kpn kita sanggup utk bertahan? Sampai saatnya ‘topeng’ kita terbuka dan org bnyk terkejut saat mengetahuinya. Rasa hormat dan kagum saat itu berubah menjd cemoohan dan penghakiman, belum lg nanti kita dihakimi oleh Tuhan sendiri, berani ambil tanggung jawab berarti berani utk bertanggung jwb. Musa bs menjd contoh untuk kita pelajari sbg seorg pemimpin, di akhir hidup justru gagal masuk Tanah Perjanjian, walaupun Tuhan yg memilih Musa, namun dia gagal untuk mengendalikan emosinya akibat perbuatan dari bangsa Israel yang bersungut-sungut sepanjang perjalanan.

Profesi apapun, akan ada 2 hasil yg terlihat, jadi sukses atau gagal, pemimpin yg sukses adalah mrka yg menjalankan kepemimpinannya secara konsisten, tidak kompromi dan tegas, bukannya malah ‘nurut’ dgn kemauan org yg dipimpinnya.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.