DI 04062022
Yohanes 3:27-28
Jawab Yohanes: “Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.
Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.
Yohanes Pembaptis tetap jujur mengakui bahwa dia bukanlah Mesias yg akan datang, ini sesuatu yang jarang dimiliki oleh ‘hamba Tuhan’ zaman skrg yg justru menikmati fasilitas yg disediakan berkaitan dgn pelayanannya.
Kuasa dr Tuhan, mujizat Tuhan yg lakukan, tapi yg menikmati ketenaran adalah si hamba Tuhan, yg dipuji-puji ya si hamba Tuhan, bukankah yang seharusnya dilakukan adalah yg sering didengar yaitu ‘jangan mencuri kemuliaan Tuhan’? Di level jemaatpun jg sering terjd hal yg disebutkan tadi. Lho, kan jemaat, tdk terlibat pelayanan, tdk buat mujizat, dsbnya. Coba renungkan ini: di saat kita sedang beribadah di gereja, kita bernyanyi untuk siapa? Bukankah utk Tuhan? Memuji Tuhan, itu jawaban rohaninya. Jadi harusnya yg menikmati pujian itu: Tuhan atau kita? Tapi jujurlah, kalau lagunya bukan lagu yg kita suka, apa kita masih dgn penuh semangat menyanyikannya? Justru saat lagu yang dipilih adalah lagu kesukaan kita, terlihat beda sekali cara kita bernyanyi, sambil melompat, joget-joget, kelihatan energik sekali. Lho, jd kita yang menikmati pujiannya kan? Apa kita peduli dgn persembahan pujian yang kita berikan untuk Tuhan, Dia suka atau tdk dengan cara kita memuji Dia? Padahal esensi ibadah itu adalah menyenangkan hati Tuhan dan apa yang kita bawa sbg ‘korban persembahan’ diterima krna berkenan di hadapan Tuhan. Jemaat jg bs ‘mencuri kemuliaan Tuhan’.
Kalau yang kita lakukan itu berkenan di hadapan Tuhan, maka Dia akan membawa kita masuk ke dalam apa yg disebut ‘turut dalam kebahagiaan’ spt dalam perumpamaan talenta dlm Matius 25. Wujudnya bs dlm bentuk damai sejahtera, harta, keamanan, perlindungan Tuhan, hingga masuk ke dlm surga. Artinya senangkan Tuhan dulu, br kita diajak Tuhan utk menikmati sukacita yg Dia sediakan bagi kita. Jgn ambil yg adalah hak-Nya Tuhan, itu mencuri namanya, utamakan utk bisa mendapatkan perkenankan Tuhan dulu, jangan justru memanipulasi demi kenikmatan pribadi & mendapatkan kehormatan dr manusia. Jangan salah mengerti, bukan berarti kita harus menjadi org yg penuh penderitaan, bukan itu, tapi orang yg paham bhw untuk mendapatkan sesuatu, kita hrs lebih dulu melakukan sesuatu. Mental seorg pelayan di hadapan Tuhan itu yg hrs selalu ada dlm hidup kita, tdk mengharapkan popularitas, tidak mengharapkan diperlakukan spt layaknya ‘raja’, tp meneladani Yesus yg datang bukan utk dilayani tetapi utk melayani. Jadilah ‘pelayan’ yg baik bagi sesama kalau ingin menjadi pemimpin dan yang terbesar di antara sesama kita (Matius 20:26-27).
Berikan pada Tuhan apa yang memang menjadi hak-Nya Tuhan, jangan sentuh dengan keinginan duniawi kita, dapatkan perkenanan Tuhan, nanti kita akan menikmati sukacita yg Dia sediakan.