Menggerakkan Hati Tuhan

DI 07122022

Lukas 7:12-14
Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”
Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”

Kehilangan suami tentu amat mendukakan hati, apalg ditambah kehilangan anak tunggal, suatu kehilangan yg terlalu pedih, yg diharapkan bisa untuk meneruskan garis keturunan, berakhir dgn terputusnya garis keturunan itu.

Kita saja yg mgkin pernah melihat org yg hampir sama mengalami hal serupa tentu terenyuh dan ikut sedih, apalah artinya hidup ini diteruskan & nantipun juga akan mati tanpa ada keturunan yg melanjutkan garis keturunannya. Apakah benar ada kutuk di dlm keluarga itu? Apakah ini bagian dr rencana Tuhan? Kalau iya, kenapa Tuhan bgtu tega membiarkan semuanya terjd? Manusia pun masih berbelas kasihan kalau ada narapidana yang divonis hukuman mati, diberi kesempatan utk berhubungan dgn istrinya supaya bs punya keturunan. Kalau membaca kisah dlm Alkitab, bnyk kisah tokoh-tokoh yg sulit kita pahami knp Tuhan sepertinya berlaku tdk adil: ada org buta sejak lahir (Yohanes 9:1-2) dan ternyata itu bkn karena dosa siapapun, tp krna kemuliaan Tuhan hrs dinyatakan. Ada org yang 38 tahun lumpuh di dekat kolam Betesda, baru setelah bertemu dgn Yesus, dia disembuhkan (Yohanes 5:5). Apa yg ada dlm pikiran kita yg berdasarkan pd logika tentu berpikir bhw ada yg negatif dlm diri orang yang mengalami keadaan spt itu. Tapi benarkah Tuhan tega? Dlm kisah yg kita baca, Yesus pada akhirnya membangkitkan anak yg mati itu.

Kalau ada org yg Tuhan jamah, ada jg yg Tuhan ‘diamkan’, tentu Tuhan punya alasannya, kita tdk mgkin bisa memahami semuanya, tapi pastinya hati Tuhan bukan hati yg keras, hati yg lembut & bs tersentuh dgn apa yg manusia alami. Kita tdk tahu pasti kenapa ibu dlm kisah ini bs membuat Yesus tergerak utk melakukan suatu mujizat yg besar yaitu membangkitkan org yg sudah mati, yg bs kita pahami adalah Tuhan itu melihat hati, dan saya pribadi yakin bhw ibu ini seorg yg baik hatinya di hadapan Tuhan. Ini bs terlihat jg dari banyaknya orang-orang yg menyertai ibu ini utk menghantar anaknya ke peristirahatan terakhir, agaknya ibu ini sangat dikasihi bnyk org walau mgkin org jg terenyuh dgn apa yg terjd. Hal yang luput dr perhatian kita adalah bkn kebetulan jika rombongan Yesus bs berpas-pasan dg ibu ini & rombongan org yg menghantar, kalau tdk, mgkin ceritanya akan berbeda, anak itu tetap mati dan si ibu ini tetap hidup dlm duka yang mendalam. Itulah bukti bhw hati Tuhan sebenarnya tdk tega melihat kedukaan yg dialami manusia, tp kalau sampai Dia mendiamkan situasi seseorg, pasti ada alasan yg kuat dan memang Tuhan hrs dgn ‘sengaja’ melakukannya.

Kalau kita sedang mengalami situasi yg prihatin dan mendukakan, pahamilah bahwa hati Tuhan juga terenyuh melihatnya, tp kalau Dia diamkan, pasti ada alasan kuat mengapa kita hrs mampu melewatinya.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.