DI 29092023
Yohanes 21:11-12
Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.
Kata Yesus kepada mereka: “Marilah dan sarapanlah.” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: “Siapakah Engkau?” Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan.
Peristiwa yg sama terjd saat bbrpa murid utk pertama kalinya dipanggil oleh Yesus menjd murid-Nya, diberikan tangkapan ikan yg bnyk tapi kemudian beralih profesi menjadi murid Yesus (Lukas 5:1-11).
Kita bs sedikit membayangkan ttg suasana kejiwaan para murid Yesus setelah guru yg mereka ikuti ditangkap lalu disalibkan, tanpa harapan, tanpa arah dan lupa bhw guru mrka pernah berkata bhw Dia akan mati dan akan hidup kembali pd hari ke-3. Menjala ikan, ini menjd pilihan bbrpa murid untuk tetap hidup, apakah sekedar mencari ikan utk dimakan, ataukah mereka berpikir utk kembali bekerja sbg nelayan spt pd awalnya. Namun Yesus tdk membiarkan itu trs terjd, Dia kembali dgn mengingatkan mereka pd peristiwa saat Dia memanggil mereka utk mengikuti Dia menjd murid-murid-Nya. Peristiwa yg hampir sama dan itu memudahkan mereka utk sadar bhw itu adalah perbuatan Tuhan, Yesus yg telah bangkit. Mereka tdk berani berkata-kata, ini mgkin karena sangat terkejut, atau krna rasa malu karena berniat kembali menjd nelayan. Kemudian yg kita ketahui adalah mereka pd akhirnya menjd rasul-rasul bagi gereja stlah peristiwa Pentakosta.
Sesuatu mgkin terjadi di tengah perjalanan hidup kita, mgkin kita berpikir utk berputar arah balik, kembali pd profesi awal, atau kita ada dlm situasi yg membingungkan, mau trs maju atau bagaimana? Janji Tuhan terlihat sangat luar biasa, tp bisakah kita utk sampai di titik yang Tuhan tentukan? Mau maju atau mundur? Kebanyakan org kembali pd profesi awal, walaupun hanya bs utk bertahan hidup dan tdk jelas apakah itu akan menghasilkan dan bs menafkahi kita dan keluarga? Tuhan tdk akan mudah menyerah krna kelemahan yg kita miliki, tujuan mulia-Nya hrs terwujud, apapun hanbatannya, kasih dan kuasa-Nya jauh melebihi apapun. Mgkin Dia akan sama melakukannya terhadap kita spt dalam kisah ini, kembali menciptakan satu peristiwa yg sama persis dgn yg pernah kita alami. Yang ingin Dia sampaikan adalah bhw Dia selalu akan menyertai kita hingga tujuan mulia yg Dia percayakan pd kita itu terwujud.
Karena Tuhan tdk menyerah, kita jg hrs tetap bersemangat sekalipun situasi dan realita yg kita hadapi seakan ‘mengubur’ janji Tuhan yg Dia berikan pd kita.