Doa Dalam Kepura-Puraan

DI 12092024

Lukas 20:46-47 ILT3
“Waspadalah terhadap para ahli kitab, yang suka berjalan dengan jubah kebesaran dan menyukai penghormatan di pasar-pasar, dan tempat-tempat duduk yang terhormat di sinagoga-sinagoga, serta tempat-tempat terhormat dalam perjamuan,
yang melahap rumah-rumah para janda, dan berdoa panjang-panjang dalam kepura-puraan. Mereka ini akan menerima hukuman yang semakin berat.”

Sedikit banyak, golongan ahli Taurat di saat itu terlibat politik karena sebagian dr mereka menjabat sbg hakim di Mahkamah Agama, dan mereka dihormati rakyat.

Salah satu hal yang disebut Yesus mengenai mereka adalah ttg berdoa panjang-panjang dlm Kepura-puraan. Tujuannya supaya bisa terlihat oleh org banyak dan dihormati. Pada segala zaman, para rohaniwan selalu terima penghormatan yg lebih dr masyarakat umum dan dianggap lebih ‘dekat’ dgn Tuhan. Lalu apa yg dimaksud dgn doa panjang-panjang dlm kepura-puraan? Pertama kita pahami ttg doa panjang-panjang, apa kata Alkitab? Dlm ayat ini, kita dapati: Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN (Mazmur 139:4). Tuhan yg menyelidiki hati, Dia tahu semuanya, karena itulah berdoa dg yg sejujurnya. Ini bukan berarti doa itu cukup sesingkat-singkatnya, bedakan antara doa pribadi dgn doa bersama. Doa pribadi tentu bebas durasinya, namun yg menyangkut doa di depan umum, cukup durasi sewajarnya, yg penting poin atau materi doanya itu sampai ke hadapan Tuhan.

Kemudian doa dlm kepura-puraan, atau lebih mudahnya kita katakan sbg doa yg munafik, ini seperti suami istri yg berkonflik tapi tetap tampil harmonis di depan umum, tiba-tiba di kemudian hari terdengar kabar bhw mereka telah bercerai. Supaya dihormati org, namun berpura-pura, itulah kemunafikan yg masih sering kita jumpai dlm keseharian kita. Mulut berkata-kata pujian pd Tuhan, tp sebenarnya dlm hatinya tdk mengasihi Tuhan. Seorang karyawan tetap berusaha tampil sopan tapi sebenarnya sudah tdk betah bekerja di sana, semua dilakukan demi gaji atau uang. Tetap terlihat rohani supaya masih dijadwal dalam pelayanan, tetap datang ke gereja spya tidak dimarahi mertua, dsbnya. Tuhan tidak ingin kita hidup dlm kepura-puraan, manusia bisa ditipu, tetapi Tuhan tdk bs ditipu. Berdoalah yg tulus, dr dasar hati, tdk perlu berpanjang kata, sampaikan secara singkat tetapi jujur, inilah doa yg Tuhan inginkan.

Jgn miliki kemunafikan dlm diri kita, Tuhan tdk berkenan pd org munafik, Dia menyukai org yg tulus hati dan jujur, bukan orang yang hidup penuh kepura-puraan.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.