Tetap Ada Batasan Tuhan

DI 30102024

Ayub 2:5-6
Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah tulang dan dagingnya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.”
Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya.”

Memang akan timbul pertanyaan: Iblis dlm kisah ini terlihat begitu mudah berbicara dgn Tuhan, bukankah Tuhan itu Kudus? Ini perlu suatu pendalaman khusus, itu bukan fokus dari apa yg akan kita renungkan.

Dari apa yg dialami Ayub sbg ujian dr Tuhan, kita bs pelajari bhw Tuhan bs gunakan ‘iblis’ utk menguji kita, dan iblis taat pada apa yg Tuhan firmankan: sayangi nyawa Ayub. Jadi pahami bhw iblis itu tidaklah lebih besar dan tdk lebih berkuasanya drpd Tuhan, iblis wajib tunduk pd apa yg Tuhan firmankan. Dasar ini yg perlu kita ingat bhw iblis wajib tunduk dan taat pd firman Tuhan! Dlm kisah Ayub ini, yg dia alami sbg ujian kedua dr Tuhan ialah dlm hal sakit penyakitnya yang akan memancing emosinya, agak parah tp tdk membawa pd kematian, tp tujuannya utk menguji apakah Ayub dgn mulutnya akan mengutuki Tuhan atau tdk? Itulah batasan yg Tuhan tetapkan saat Dia mengizinkan iblis utk mencobai & mematahkan pujian Tuhan terhadap Ayub. Di dlm hidup kita jg, ada saatnya ujian Tuhan itu datang menghampiri kita, wujudnya bisa berupa musibah atau malapetaka, yang sdh dipelihara dgn baik, dlm sekejap runtuh dan tak bersisa sama sekali.

Kalau ternyata yg Tuhan uji adalah dalam hal kesehatan jasmani kita, pasti tujuannya utk sesuatu yg Tuhan inginkan. Harus paham di dlm sakit penyakit, ada penyakit yg sumber dan penyebabnya adalah dr iblis. Tidak bisa ditengking atau digagalkan karena memang itu bagian dr ujian Tuhan terhadap kita. Yang harus kita tunjukkan adalah respon terhadap apa yg sedang kita derita, jgn sampai semua itu memancing emosi kita sehingga nantinya kita berdosa dlm ucapan. Memang sulit saat sakit kita hrs menahan diri utk mengeluh, tp dgn kekuatan yg dr Tuhan, kita mampu untuk melewati semuanya itu. Setiap ujian yg kita hadapi, pasti ada waktu berakhirnya, apakah kita bs menggunakan waktu yg ada dengan bijak sehingga kita didapati lulus ujian dgn hasil yg memuaskan Tuhan. Menguasai diri sepenuhnya adalah kunci kita lulus dr ujian Tuhan dgn hasil yg spt Tuhan inginkan. Kita dimampukan oleh Tuhan utk itu.

Tak mudah membedakan antara cobaan dr iblis ataukah ujian dr Tuhan, namun yg harus kita lakukan adalah tetap mengucap syukur dan perkuat iman kita semakin teguh.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.