DI 29102024
Ayub 1:22
Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.
Tidak ada sesuatupun yg terjadi dlm hidup kita tanpa seizin Tuhan, termasuk peristiwa yg buruk dan mengerikan sekalipun, dan hal inilah yg disadari Ayub ketika mengalami yg buruk dlm hidupnya.
Seluruh anaknya mati, harta dan bisnis Ayub hancur, suatu kondisi yg sangat mengerikan, tapi Ayub tdk menuduh Tuhan yg membuat semuanya ini terjadi. Apakah berarti hanya peristiwa yg baik saja berasal dr Tuhan? Jd karena yg terjadi adalah hal yang buruk, itu berarti iblis yg melakukannya? Pola berpikir Ayub tidak spt itu, yg dia pahami bhw Tuhan yg punya hidupnya, yg punya hartanya, shga kalau Tuhan mengambil semuanya, apakah dgn tangan-Nya langsung, atau memakai org atau pihak lain, bahkan memakai alam juga, itu adalah hal yg normal terjadi dalam hidup manusia, bs terjd pada org lain, bs juga terjd pada dirinya sendiri. Ayub agaknya sadar, yg sedang terjd atas seizin Tuhan, karena itulah dia berkata “Tuhan yg memberi, Tuhan yang mengambil”, segala yg dia punya adakah dr Tuhan dan Tuhan berhak mengambilnya dgn cara apapun, kapan saja Dia mau. Sungguh suatu pemikiran yg jarang semua org punya dan itulah yg seharusnya kita miliki jg.
Org yg mengeluh akan beratnya tekanan dlm situasi yg dia alami, tak jarang punya pikiran yg menuduh bhw Tuhanlah yg merekayasa & membiarkan semuanya terjd. Belum lakukan evaluasi diri, sudah menuduh semuanya itu salah Tuhan dan org-org yang di sekitarnya. Org spt ini biasanya org yg pikirannya tidak dipakai, pikirannya dipakai sebatas utk bisa cari uang dan kekayaan saja, kalau soal cari uang, pikirannya ‘jalan’, tp kalau terjd sesuatu yg merugikan hartanya, pikirannya berubah jadi kecil dan sempit, salahkan org lain pdhal belum mengevaluasi dirinya sendiri. Jangan menjd org spt itu, sadariah bhw Tuhan yang kita sembah, bukan hanya mengizinkan hal baik utk terjd dlm hidup kita, tp juga hal yang buruk dan mengerikan, namun Dia memiliki alasan mengapa Dia biarkan kita mengalami dan menjalaninya. Ujian hidup pasti datang, bs berwujud peristiwa buruk yg terjadi, dan kita hrs bersiap utk itu.
Tuhan tdk pernah salah, Dia tidak ‘iseng’, tapi kadang Dia ‘diam’ dan membiarkan itu terjd karena itulah ujian iman yang harus kita lalui, setelah semuanya selesai, yg Dia ambil akan diberikan kembali pd kita.