Ada Maunya

DI 07112024

Matius 11:20
Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:

Tujuan Tuhan Yesus melakukan mujizat di banyak tempat, salah satunya adalah untuk membuat banyak org bertobat, namun tidak semua org meresponi panggilan pertobatan ini.

Ini seperti ‘dibaikin’ tapi tdk tahu balas budi, percuma jadinya. Cuma karena ada maunya, setelah dapat yang diinginkan, ya responnya spt patung, ‘dingin’ dan bahkan menghargai pun tidak. Yesus melakukan banyak mujizat tentu atas dasar kasih-Nya pd mereka yang menderita secara fisik maupun roh, mujizat kesembuhan, pengusiran roh jahat, bahkan membangkitkan org mati, semuanya belum cukup bagi penduduk kora-kota utk bertobat dan meresponi positif apa yg Yesus kerjakan di tempat mereka. Gambarannya spt seorg yg menderita, dibantu dan ditolong, tp malah ‘menyerang’ balik. Kasus yg sedang viral di waktu belakangan ini mengenai donatur dgn si penderita mata, bs sedikit menyadarkan kita bhw kebaikan tdklah selalu direspon dg positif, tapi sebaliknya justru menyudutkan pihak yg susah payah berniat menolong dgn tulus ikhlas.

Kalau ada maunya, baru cari Tuhan, kepepet dan putus asa, jajan sudah buntu, mustahil & hanya Tuhan yg bs tolong, sikap ini bukanlah sikap yg terpuji. Saat susah maupun senang, tetap cari Tuhan, berusaha mendapatkan yg diperkenan Tuhan, itu yg seharusnya, bukan sebaliknya. Kita pun akan merasa sangat tdk nyaman kalau orang mencari dan mendekati kita hanya saat mereka menginginkan yang mereka mau dari kita. Terkadang kita akan merasa spt ‘mesin ATM’, spt minimarket yg hanya didatangi jika mencari yg dibutuhkan. Kita pun jgn spt org-org demikian, kehadiran kita spt hantu yg menakutkan: kalau datang pasti ada maunya, kalau tdk dikasih, belum mau pergi juga. Kadang org spt itu layaknya seorg preman, terkadang memaksa minta sesuatu dgn ‘kekerasan’, mengata-ngatai dg perkataan kutuk, tdk ditolong malah marah & membuat fitnahan, sikap spt ini ada dan bisa kita temui dlm keluarga dan lingkungan kita berada.

Jangan jadi org yg menyusahkan orang lain, tapi jg jgn menjd org yg ‘kejam’, tdk berniat menolong org lain padahal kita mampu, jgn jadi org yg tdk tahu balas budi.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.