DI 26042025
Roma 14:1
Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya.
Org yg lemah imannya, bisa diartikan 2 jenis yaitu orang yg baru bertumbuh imannya, jadi imannya masih lemah, atau org yg imannya sudah kuat, tetapi karena sesuatu hal menjd lemah imannya.
Keadaan org yg imannya lemah karena baru bertumbuh, biasanya terlalu berlebihan dlm mendeklarasikan imannya, semua dianggap mungkin, mujizat Tuhan selalu tersedia bagi dia, Tuhan sangat sayang sekali dengan dia, dunia seakan milik dia dan Tuhan saja. Orang ini biasanya mudah menghakimi orang lain & berani berpendapat ttg sesuatu tanpa dasar firman Tuhan yg cukup. Istilahnya: sok pintar dan merasa yg paling tahu, dan terkadang yg dia katakan itu bs menimbulkan perdebatan yg berakhir dgn pertengkaran. Org umumnya mengatakan orang ini punya ‘roh perpecahan’ yg merugikan kepentingan sesama. Ingatlah firman ini: “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; (Yakobus 1:19). Petobat baru harus dibimbing, kalau tdk maka dia menjadi liar dlm pemikiran dan pendapatnya, jangan diberikan banyak bicara saat membahas hal yg mendalam sifatnya.
Kemudian org yg kuat imannya tp sementara menjd kemah karena sesuatu keadaan. Tidak semua org sanggup menerima orang spt ini, org cenderung menganggap org yg imannya kuat tak mgkin jadi lemah, ini salah besar. Di dlm Alkitab, Yesus juga bergumul di malam sblum Dia ditangkap dan disalibkan, dengan jujurnya Dia mohon pd Bapa kalau mgkin utk melakukan cawan penderitaan yang hrs Dia jalani. Apakah itu kelemahan Yesus? Tdk spt itu kita memahaminya, Dia itu Roh Tuhan yg tinggal dlm tubuh jasmani manusia, Roh Dia tetaplah kuat, tetapi daging atau tubuh-Nya yg lemah karena tahu apa yg nanti dihadapi, karena itulah Dia berkata: “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Matius 26:41). Yg bisa membuat org lemah imannya adalah hal yg berkenaan dgn dagingnya. Jadi jangan kita menjauhi org yg lemah imannya, justru kita hrs membantu dia kembali menguatkan diri dan imannya sehingga bs kembali hidup dgn normal.
Petobat baru dan org yg sedang bergumul dg masalahnya, keduanya hrs kita terima, jangan justru dihakimi dan dijauhi, tolonglah mereka utk bertumbuh dlm imannya.