Si Pemalas

DI 19062025

Amsal 22:13
Si pemalas berkata: “Ada singa di luar, aku akan dibunuh di tengah jalan.”

Menyusun sebuah rencana pasti butuh satu pola pikir yang benar, dlm menjalankannya pasti ada tantangan, hambatan, dan sesuatu yang tidak terduga bs saja terjadi.

Penulis amsal ini menggambarkan org yang malas sbg org yang terlalu banyak bengong dan takut oleh pikiran bodohnya sendiri. Ada singa di jalan? Belum juga melihat atau jalan keluar, sudah bilang ada singa di jalan. Bnyk cari alasan yg aneh-aneh, mungkin ini tepat ditujukan utk org yg malas. Belum berusaha atau mencoba tp sudah berpikir pasti gagal atau banyak hambatan. Ketakutan memang he’s disingkirkan dari pikiran jika ingin nanti berhasil pd akhirnya. Kadang ada org yang tdk lagi sanggup membedakan antara yang khayalan atau kenyataan. Org yg malas pasti banyak melewati waktu dgn percuma, tidur terus menerus, jadinya bermimpi yang tanpa makna. Biasanya jd malas karena masih ada org tempat dia bergantung, misalnya orgtua yang kaya, pasangan hidup yg mudah dirayu, atau punya kebiasaan berhutang tp tdk mau bayar hutangnya.

Kemalasan hrs dilawan dengan kerajinan, ini awalnya hrs sengaja memaksa diri utk cepat bertindak, tdk diam saja, mgkin harus alami satu peristiwa yg membuatnya tersentak yg membuatnya sadar bhw kemalasan itu tidak baik utk masa depannya. Hidup di zaman ini yg sedang mengalami krisis ekonomi global tentunya kita hrs menyesuaikan diri bekerja atau berbisnis lebih cerdik dan tekun. Yang tetap malas nantinya akan mengalami satu keadaan buruk ke depannya. Untuk jangan sampai itu terjadi, kemalasan hrs dibuang & mulailah rajin dlm mengerjakan apa yg bisa dikerjakan dgn otak dan tangan kita. Hidup jgn jadi beban utk org lain, tetapi jadi berkat bagi sesama, karena itulah hrs juga memiliki finansial yg bebas dari batasan, artinya akan selalu ada pemasukan yg trs menerus, shga kita bs bertahan di tengah krisis dan banyak menolong org lain yg kesulitan.

Jangan sampai kemalasan menguasai diri kita, betsemangatlah mengerjakan apa yang masih Tuhan percayakan utk kita kelola dan nikmati saat ini.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.