DI 28072025
1 Yohanes 3:2-3
Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
Kemana kita setelah kematian tubuh kita? Di dlm Alkitab jelas diberitahukan bhw sbg org yg percaya, memiliki keyakinan penuh bahwa kita nantinya akan menjadi sama spt Kristus.
Bukan berarti nanti kita berubah dr manusia menjd Tuhan, tapi roh kita keadaannya nanti akan sama spt Kristus. Maksudnya bhw kita nantinya setelah mati, tubuh memang akan mati, tetapi pd saatnya kita sama spt Kristus yg telah bangkit dari kematian, mengenakan tubuh yg biasa disebut dgn tubuh kemuliaan yg kekal sifatnya. Pengharapan ini ditemukan dlm: “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara (Roma 8:29). Jadi jelas ya, bukannya nanti kita berubah jadi Tuhan, itu penafsiran yg salah. Apa ciri org-org yg percaya dan dgn semangat menantikan pengharapan ini jadi kenyataan? Mereka menyucikan dirinya sama spt Kristus adalah suci. Menyucikan diri akan menjd tanda bagi org-org yg percaya tentang kemuliaan hidup setelah kematian tubuh, ada suatu keadaan yg mulia nantinya, penyucian diri menjadi suatu persiapan utk menghadapi ini semua.
Pikiran yg menghantui banyak org ialah suatu pertanyaan: bisakah seseorg itu hidup suci di zaman skrg ini? Hidup suci seringkali dicoba pahami sbg hidup tanpa dosa, tanpa cela dan sempurna. Kita akan punya kemungkinan utk berbuat dosa hingga nantinya kita meninggal dunia, lalu apakah itu berarti bhw kita menjd mustahil utk hidup suci? Kata suci dlm bhsa Yunani adalah hagnizō yang berarti membuat bersih, menguduskan baik secara seremonial atau moral. Mudahnya kita pahami sbg satu kehidupan yg dikhususkan bagi Tuhan. Kita hidup bukan utk mengejar yg duniawi, tetapi yg rohani, bukan berarti mengabaikan tubuh jasmani dan segala kebutuhannya, tapi fokus hidup bukan pd yg fana di dunia ini, tetapi pd yg kekal sesuai pengharapan kita pd Kristus. Dosa mgkin masih bs kita lakukan nantinya, tetapi bukan berarti bebas berbuat dosa, tapi memahami bhw dosa itu pelanggaran kepada perintah Tuhan dan dosa hrs diselesaikan dg pengampunan dosa yg Tuhan sediakan bagi mereka yg bertobat: “Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa” (1 Yohanes 1;7).
Kita yg percaya pd pengharapan kekal harus menyucikan diri kita, saat Tuhan menyatakan diri-Nya kelak, biarlah kita kedapatan sebagai org benar dan dimuliakan.