Tuhan Dalam PL Kejam?

DI 13082025

Bilangan 26:10
tetapi bumi membuka mulutnya dan menelan mereka bersama-sama dengan Korah, ketika kumpulan itu mati, ketika kedua ratus lima puluh orang itu dimakan api, sehingga mereka menjadi peringatan.

Mungkin timbul dlm pikiran kita, knpa Tuhan dlm PL terlihat kejam dan sadis, tapi dlm PB terlihat penuh kasih, apakah Tuhan berbeda sifatnya?

Yg perlu kita pahami adalah Tuhan baik dlm PL maupun PB adalah pribadi Tuhan yg tdk berbeda, lalu knpa terlihat sifat-Nya berbeda dan sangat besar perbedaannya? Dalam PL, Tuhan terlihat sadis, misalnya ketika bangsa Israel berperang, Dia memerintahkan supaya menghabisi semua lawan tanpa tersisa atau hidup: “Demikianlah Yosua mengalahkan seluruh negeri itu, Pegunungan, Tanah Negeb, Daerah Bukit dan Lereng Gunung, beserta semua raja mereka. Tidak seorang pun yang dibiarkannya lolos, tetapi ditumpasnya semua yang bernafas, seperti yang diperintahkan TUHAN, Allah Israel (Yosua 10:40). Dlm perang hanya ada 2 opsi yaitu ditaklukkan menjd budak atau menang menjd penguasa, jika tersisa sedikit yg hidup maka itu bs jd bibit timbulnya perlawanan & pemberontakan di masa depan. Kebinasaan dlm PL menjd satu bentuk hukuman Tuhan karena dosa, spt yg terjd pd Sodom-Gomora.

Dlm PB, bangsa Israel ada di bawah kendali jajahan Romawi, ada raja bagi org Israel yg diangkat oleh penguasa Romawi saat itu. Di sini terlihat jelas bhw nyaris tdk ada perang besar spt dlm PL. Jika dlm PL, fokus cerita pd bgmna Tuhan membentuk bangsa Israel hingga menjd sebuah kerajaan, maka di PB, fokus Tuhan adalah membentuk gereja-Nya hingga menyebar ke seluruh dunia. Kita tahu bhw ketika gereja awal berkembang, banyak aniaya yg terjd tapi tangan Tuhan menyertai hingga gereja tetap ada hingga saat ini. Dlm situasi perang tentu perlu ketegasan hingga berwujud pd kekejaman, membunuh musuh bukan berarti melanggar perintah utk jangan membunuh, ini beda situasinya. Dlm PB, kita diajar utk mengedepankan kasih, fokus bkn hidup di dunia saja, tetapi pd hidup kekal yg nantinya setiap dr kita akan alami. Jd bukan Tuhan berubah sifat, tp karena fokus-Nya di PL dan PB itu berbeda.

Tuhan tdk mentolelir dosa, dlm PL Tuhan jg terlihat memberi kemurahan pertobatan, tp kalau manusianya menolak bertobat, maka hukuman Tuhan turun, dlm PB jelas bahwa upah dosa adalah maut, kematian kekal.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.