Senang Dalam Penderitaan

DI 18082025

2 Korintus 12:10
Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Apakah kita ingin terus menerus mengalami keadaan yg penuh siksaan dan penderitaan? Rasul Paulus berkata justru dia senang dan rela, mengapa?

Normalnya org tdk mau berlama-lama dalam keadaan ditekan apalagi disiksa, menderita dan teraniaya, maka biasanya berteriak utk minta pertolongan Tuhan supaya lebih cepat datangnya. Apakah pola pikir Paulus ini tdk normal? Apakah karena terlalu banyak telah mengalami perlakuan buruk sehingga punya pandangan spt itu? Nanti dulu, dlm ayat ini perhatikan kata ‘oleh karena Kristus’, jadi kita hrs mengesampingkan penderitaan jenis yg lain, kita fokus pd penderitaan sbg seorang hamba Kristus, penderitaan sbg org Kristen. Memang ada penderitaan jenis lain, tapi itu bukan yg dimaksud Paulus dlm ayat di atas. Zaman gereja mula-mula, ada masa di mana jemaat Tuhan mengalami aniaya, jadi target, ini bs kita baca sejak Kisah Para Rasul 6 dan itu masih terjadi hingga sekarang di seluruh dunia, apalagi di tempat di mana org Kristen jumlahnya adalah minoritas, banyak sejarah yg menceritakan hal itu.

Menjd hamba Kristus, seorg Kristen hrs siap mengalami aniaya hingga kehilangan nyawa karena Kristus, para martir yang mati sudah dalam jumlah banyak dan Tuhan menunggu jumlah martir genap, barulah dimulai suatu bagian rangkaian akhir zaman: “Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka (Wahyu 6:9,11). Jadi ada perlakuan khusus Tuhan bagi org-org yang menderita terbunuh oleh karena Kristus, jadi ini mgkin penyebab mengapa Paulus senang dan rela menderita karena Kristus. Meskipun secara fisik akan melemah, tetapi roh menjadi kuat oleh karena semuanya itu. Tubuh bisa mati tetapi roh kekal adanya, menderita karena Kristus, itu sebuah kehormatan bagi seorang Kristen sejati.

Apakah kita ‘dianiaya’ karena kita pengikut Kristus? Tetaplah miliki roh yang kuat walau fisik kita makin melemah, ada upah Tuhan yg disediakan utk kita.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.