DI 23082025
Yunus 4:11 (ILT3)
Maka Aku, tidak patutkah Aku mengasihani Niniwe, kota yang besar itu, yang di dalamnya ada lebih dari seratus dua puluh ribu orang yang tidak tahu membedakan antara tangan kanannya dengan tangan kirinya dan banyak ternak?”
Mengapa Niniwe dikasihani Tuhan? Di dlm ayat ini, Tuhan menjelaskannya pd Yunus dgn membeberkan beberapa hal yang jadi pertimbangan-Nya.
Mari kita sedikit melebarkan pikiran, yang jadi kesamaan dan perbedaan dari 2 kisah ttg rencana penghancuran kota, pertama yaitu kota Sodom dan Gomora, kedua yaitu kota Niniwe. Persamaannya adalah kedua kota ini kejahatan mereka telah sampai ke hadapan Tuhan, sudah sangat parah, layak dihukum Tuhan dgn menghancurkan kedua tempat ini. Perbedaannya adalah yang satu tdk mau bertobat, tp yg lainnya mau untuk bertobat, merendahkan diri. Tuhan adalah Mahatahu, Dia tahu ada kemungkinan utk bertobat, karena itulah Dia mengutus org utk memperingatkan sblum penghancuran dilakukan, Yunus diutus ke Niniwe, tp untuk Sodom dan Gomora, Tuhan tdk mengutus siapapun, Dia hanya menyampaikannya ke Abraham, itupun karena Lot, keponakan dr Abraham, tinggal dekat Sodom & Gomora, jadi ini alasan pertama knpa Niniwe dapat kasihan dr Tuhan, Dia melihat ada peluang Niniwe mau bertobat.
Alasan kedua, terlihat dari ayat ini, disebut mengenai profil Niniwe sbg kota besar dgn penduduk 120.000 jiwa. Jumlah yg cukup besar utk sebuah kota di zaman itu, hal ini masuk dalam pertimbangan Tuhan, akan sangat baik jika sebuah kota berpenduduk 120.000 org akhirnya bertobat, berharga di mata Tuhan sebuah pertobatan yg benar & sungguh-sungguh, Tuhan tak perlu dengan amarah-Nya menghancurkan kota Niniwe. Alasan ketiga, Tuhan menjelaskan tentang keadaan pola pikir dr penduduk Niniwe yg dikatakan tak sanggup untuk membedakan antara tangan kanan dgn tangan kiri. Tentu ini bukan tangan secara fisik, tetapi tangan dipakai utk menjelaskan ttg perbuatan, lalu kanan dan kiri itu bicara ttg mulia dan tidak mulianya sebuah perbuatan. Jd penduduk kota Niniwe berbuat semaunya tanpa dgn pertimbangan hati nurani, belum dpt untuk membedakan mana perbuatan yg mulia & mana perbuatan yg tercela, sebuah kota yg tanpa punya hukum Tuhan.
Siapa yg ingin dikasihani Tuhan, pasti ada sesuatu yg Tuhan lihat dan dinilai ada yang pantas utk diselamatkan, yg penting ialah Tuhan selalu menginginkan pertobatan yg sungguh-sungguh.