Tetap Mengikuti Tuhan

DI 27082025

Yosua 14:14
Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati.

Kenapa kadang kita gagal menerima bukti dr apa yg Tuhan janjikan? Kaleb menerima Hebron sesuai dgn yg Musa janjikan, dan itu karena dia tetap setia mengikut Tuhan.

Jangka wkt 45 tahun sejak janji Musa pd Kaleb, bukanlah waktu yg sebentar. Dalam hal kesetiaan, bukan prestasi yg jd ukuran, tapi apakah tetap berada di posisi semula hingga sekarang. Kaleb tetap mengikuti & setia pd posisinya yaitu mengikut Tuhan dgn segenap hati. Jadi menerima wujud janji Tuhan itu bukan sekedar percaya, tp juga hrs setia, karena kapan waktunya utk janji itu diwujudkan, hanya Tuhan yg tahu dan mengaturnya. Ibarat tetap berada dlm antrian, jgn keluar darinya, karena posisi kita akan digantikan oleh org di belakang kita. Jika kita ingin kembali, hrs rela untuk mengantri ulang di posisi paling belakang dan tentunya butuh waktu lama lagi untuk sampai di posisi paling depan. Hal ini yg terkadang tdk kita sadari, mgkin kita sdh merasa berbuat ini dan itu, tapi kita tidak setia sampai akhir.

Iman bisa melemah, tp iman akan menjadi kuat kalau kita setia, melewati segala yg terjadi dgn kesetiaan, itu akan membawa kita kepada moment menerima wujud dari janji Tuhan. Butuh 45 tahun bagi Kaleb utk menerima apa yang Musa janjikan, ini dgn kondisi Kaleb setia mengikut Tuhan. Tidak perlu kita pamer apa yg sdh kita perbuat, Tuhan melihat dan mengingatnya. Suatu hal yg tdk semua org dapat melakukannya adalah setia hingga waktu Tuhan tiba. Di dalam Alkitab, raja Saul gagal menunggu kedatangan Samuel hingga akhirnya dgn sembrono dia mempersembahkan korban yg harusnya bukan kewenangannya. Saul akhirnya ditolak Tuhan sbg raja, sungguh suatu akibat yg fatal. Belajar utk dengan sabar menunggu kapan waktu Tuhan itu tiba, sekalipun butuh penantian panjang, tp percayalah bhw Dia pasti menggenapi semua janji-Nya.

Setia mengikut Tuhan, bukan hanya skrg, tapi seumur hidup kita, percayakah bahwa kita akan terima apa yg Dia janjikan, karna Diapun setia menepati janji-Nya.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.