DI 30092025
2 Timotius 2:4
Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.
Ada penderitaan yg hrs kita tanggung sbg seorg pengikut Kristus, sajah satunya dgn menjd spt seorg prajurit terhadap org yang jadi komandannya.
Hal yg disinggung rasul Paulus dr seorang prajurit adalah tdk memusingkan dirinya dg soal-soal penghidupannya atau urusan yg berkaitan dgn kehidupan. Pada umumnya urusan yg berkaitan dgn kehidupan adalah urusan keluarga (membiayai hidup, bgmna membangun keluarga yang harmonis), lalu urusan keuangan (memiliki penghasilan yg tetap, menyiapkan masa depan serta dana utk hal-hal yg tak terduga), serta urusan yg berkaitan dgn hidup keseharian. Orang yg memusingkan sesuatu itu fokusnya bukan pd yg seharusnya, seorg prajurit hrs fokus hanya pd komando atasannya, apalagi dlm situasi perang, tdk penting bgmna urusan keluarga dan lainnya, fokus kepada bgmna memenangkan peperangan sesuai strategi dan instruksi yg diperintahkan komandan.
Seorg prajurit beda dgn profesi sekuler pd umumnya, dia telah menjd ‘milik negara’ yg bertugas mengamankan kedaulatan. Kalau profesi lain spt petani, karyawan, dsbnya, dirinya tetaplah bukan ‘milik negara’, shga kepatuhannya tdk setinggi yg dituntut pada seorang prajurit atau tentara. Fokus bukan berarti mengabaikan hal yg lain, tetapi tdk berpikir berlebihan pd hal lain. Sesuatu yg dipusingkan itu biasanya ada masalah yg sedang terjd di dalamnya, membuat otak trs memikirkannya shga fokus kita menjadi bergeser dr yg seharusnya. Melakukan dgn tdk fokus maka hasilnya tdk maksimal dan mungkin jg keliru, sangat berbahaya resiko yg ditimbulkannya. Kita perlu belajar untuk fokus pd hal yg benar, fokus pd perintah dr ‘komandan’ Agung kita yaitu Tuhan, hal yg berkaitan dgn urusan kehidupan itu tidak perlu memusingkan kita.
Tuhan sdh atur kehidupan kita dgn sangat sempurna, ikuti instruksi-Nya dengan tepat, taat pada perintah-Nya, maka kemenangan akan kita alami dlm kehidupan ini.