Pengendalian Diri

DI 29092025

2 Timotius 1:7 ILT3
Sebab Elohim tidak memberikan kepada kita roh ketakutan, melainkan kuasa dan kasih dan pengendalian diri.

Pengendalian diri itu berasal dr Tuhan atau diri masing-masing org? Dlm ayat ini jelas dikatakan bhw Tuhan yg memberikan satu pengendalian diri bagi setiap umat-Nya.

Secara logika, pengendalian diri hasil dari pribadi masing-masing org itu terlalu tidak konsisten dan lemah, buktinya adalah tiap org hingga hari ini masih melakukan dosa, tdk disiplin dan pikirannya kadang tidaklah ‘sehat’. Dlm pengendalian diri itu terdapat 2 unsur utama yaitu pikiran yang sehat dan disiplin. Tanpa satu unsur dari keduanya ini maka pengendalian dirinya menjadi kacau dan melemahkan diri kita. Misalnya ketika pikiran kita tidak ‘sehat’, berpikir didorong oleh pengaruh nafsu, berpikir kotor & najis, berpikir jahat, dsbnya, hal ini akan sangat mempengaruhi apa yg akan kita perbuat selanjutnya. Kita akhirnya berbuat sesuatu yg jahat, najis, kotor, merugikan orang lain, dsbnya. Kenapa kita gagal menahan untuk munculnya pikiran yg jahat? Karena mulai longgar disiplin kita dlm berpikir.

Kita mengalami sakit sebagian karena kita tdk disiplin dlm menjaga pola makan sehat sehingga kita makan berlebihan, apa saja disantap sehingga akibat sembarangan ini mengakibatkan kita terkena berbagai jenis penyakit mematikan. Gagal disiplin dalam mengontrol emosi, membuat kita jd ringan tangan dgn amarah meledak-ledak. Iseng mencoba apa yg sdh dilarang, tanpa sadar kita menjd ketagihan dan terikat olehnya. Jd kita butuh pengendalian diri yg asalnya dr Tuhan, bkn dr usaha kita sendiri. Dalam pengendalian diri dr Tuhan itu ada didikan dan hukuman, ini supaya kita sadar untuk tdk melakukan yg dilarang Tuhan supaya hidup kita aman dan bahagia. Kelihatannya spt tdk bebas, tetapi batasan yg Tuhan beri itu dampaknya baik utk hari ini dan masa depan kita. Inilah wujud penjagaan Tuhan yg sempurna dlm hidup kita.

Miliki pengendalian diri yg dari Tuhan, rela dibentuk Tuhan dan menjauhi larangan yg Dia tetapkan, jgn keluar dr batas penjagaan yg Tuhan tetapkan bagi kita.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.