Anak-Anak Perlu Didoakan

DI 10112025

Matius 19:13, 15 (TB)
Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

Entah alasan apa yabg ada di pikiran para murid Yesus, mereka menganggap semua orgtua yg membawa anak-anak pd Yesus ini bs menjd gangguan terhadap Yesus.

Apa karena alasan kecapean karna sudah sekian waktu mendampingi Yesus hari itu? Kalau ditambah sesi mendoakan banyak anak, durasi pelayanan menjd bertambah & mgkin semakin melelahkan. Atau krna TDK tertib para orgtua itu dlm membawa para anaknya pd Yesus? Ini hanya dugaan, tapi yg kita baca adalah para murid Yesus dgn marahnya terlihat tdk senang dgn hal itu. Kadang kita tanpa sadar bertindak sangat arogan seolah-olah tindakan kita itu telah mewakili Tuhan, kita yakin Tuhan juga akan bertindak sama spt kita, pd kenyataannya justru sikap Tuhan berbeda dr yg ada dlm pemikiran kita. Para murid merasa punya hak khusus karena mereka itu murid dari org yg sedang jadi sorotan di hari-hari itu, sehingga merasa memiliki Yesus, org lain tdk boleh melakukan sesuatu pd Yesus.

Merasa dekat dgn Tuhan, intim dgn Tuhan, hal ini biasanya terjd pd mereka yg punya pikiran bhw Tuhan sering ‘bicara’ melalui mereka. Senang dipuja puji sbg orang yang intim dgn Tuhan, Tuhan pakai karunia yang dimiliki, dsbnya. Kalau org lain bicara satu pesan Tuhan, tdk mau percaya, pokoknya kalau Tuhan tdk bicara hal yg sama pada dirinya, itu dianggap pesan Tuhan palsu. Mgkin mereka perlu baca Alkitab dengan lebih berhikmat, nabi Elisa saja tdk marah kalau Tuhan tdk bicara sesuatu pd dia. Ini bs kita lihat dlm: Dan sesudah ia sampai ke gunung itu, dipegangnyalah kaki abdi Allah itu, tetapi Gehazi mendekat hendak mengusir dia. Lalu berkatalah abdi Allah: “Biarkanlah dia, hatinya pedih! TUHAN menyembunyikan hal ini dari padaku, tidak memberitahukannya kpd aku (2 Raja-Raja 4:27).

Bawalah anak-anak pd Tuhan, mereka juga perlu dibangun rohaninya, jgn tunggu telah dewasa baru membangun kerohaniannya, bs jd itu sudah terlambat.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.