Nabi Palsu Berbulu Domba

DI 19112025

Matius 7:15 ILT3
“Namun, waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dalam pakaian bulu domba, tetapi di dalamnya mereka adalah serigala yang buas.

Kalau kita membaca dgn teliti dan hati yg murni, ada banyak salah tafsir mengenai ayat ini, nabi palsu seringkali diarahkan pd figur hamba Tuhan, tp ternyata bukan itu.

Mari jujur ya: gembala kambing domba itu seorg manusia, kambing domba itu ternak hewan, jd berbeda, di sini dikatakan bahwa serigala buas datang ke kawanan domba, jd karena serigala itu hewan, sama seperti domba, maka nabi-nabi palsu ini ternyata bukan para hamba Tuhan yg digambarkan sbg seorg gembala kambing domba, tetapi nabi palsu ini adalah jemaat iblis yg masuk dlm kawanan jemaat yg adalah domba. Jd ini sebenarnya para nabi palsu: mereka yg adalah jemaat iblis (serigala buas), datang masuk dalam lingkungan jemaat (kawanan domba) dgn memakai ‘pakaian domba’, ya mereka berpura-pura sbg jemaat Tuhan & berusaha menyesatkan jemaat Tuhan. Kita terlalu ‘polos’, ketika mengartikan seorang nabi palsu itu org yg berdiri di mimbar, yg mengajarkan pengajaran sesat saja, tetapi kita tdk waspada melindungi jemaat.

Ini bkn hanya soal pengajaran sesat, tetapi bgmna opini antar jemaat di bwh mimbar, yaitu kehidupan sehari-hari. Tanpa sadar di dlm hidup kekristenan kita, sdh terjd bnyk pergeseran dr kebenaran firman Tuhan, ini bs terlihat dlm pecahnya opini jemaat ttg perceraian, ttg cara penguburan vs kremasi dan masih bnyk lagi. Setiap org, kelompok kecil pd akhirnya punya dogma tersendiri, yg bs sama atau mgkin berbeda dr doktrin yabg dianut sinode gereja lokalnya. Dahulu sebagian besar org sepakat utk tidak pakai cara kremasi, tetapi skrg ini itu dianggap sbg pilihan keluarga yg berduka, dihormati dan tidak boleh dilarang jika keluarga ingin melakukannya. Kita tdk sedang membahas ttg doktrin, tp bahaya para nabi palsu yang perlu kita waspadai adalah bhw mereka dg bebasnya masuk dlm lingkungan jemaat & menggeser kebenaran yg dianut jemaat itu sesuai kemauan mereka.

Waspadai gerakan nabi palsu di zaman ini, para gembala gereja hrs mengawasi dgn seksama pembahasan ttg kebenaran dlm lingkungan para jemaat, jgn sampai terjadi pergeseran kebenaran dr yg benar.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.