Menjadi Musuh Terdekat

DI 03012026

Matius 10:36-37 ILT3
Dan musuh seseorang, adalah seisi rumahnya.
Siapa yang mengasihi ayah atau ibunya lebih daripada-Ku, tidaklah layak bagi-Ku; dan siapa yang mengasihi anak laki-laki atau anak perempuannya lebih daripada-Ku tidaklah layak bagi-Ku.

Prinsip ini terlihat sangat tegas, dlm suatu situasi tertentu, hrs mengasihi Tuhan lebih drpd mengasihi orgtua dan anak, tapi perlu kita ketahui konteksnya.

Hal mengikut Yesus pd zaman Yesus hidup di dunia sedikit berbeda dg zaman skrg ini, zaman Yesus hidup, mengikut Dia berarti benar-benar hingga meninggalkan keluarga secara fisik, meskipun anggota keluarga itu keberatan, hrs memilih mana yg diikuti dan mana yg ditinggal. Pd level yg lebih ringan, pihak keluarga mgkin akan memusuhi org itu karena berbeda prinsip antara ajaran di dalam Taurat dan perkataan Yesus waktu itu sbg nabi. Kita tahu bbrpa tindakan yang Yesus lakukan, misalnya menyembuhkan org di hari Sabat, mengecam para Farisi & ahli Taurat dipandang tdk pantas, memicu kemarahan yg dikecam, shga kalau berani dgn terang-terangan mengaku sbg orang yg mengikut Yesus, bs turut kena getahnya dan kalau nanti Yesus disalibkan, org itu jg mgkin ikut disalibkan, itulah makna dr arti memikul salib setiap hari. Ikut Yesus bisa nyawa terancam.

Pengikut Yesus itu pembawa damai, tetapi sampai pd level taat pd Tuhan, keluarga bs menjd ‘musuh’ terdekat, musuh di sini dlm pengertian org-org yg menentang, yg ingin kita tdk taat pd Tuhan, bahkan ingin cepat membunuh kita demi alasan ‘ibadah’ pada Tuhan: Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua org oleh karena nama-Ku (Lukas 21:16-17). Di zaman skrg ini mgkin yg jadi masalahnya adalah perbedaan doktrin dlm 1 keluarga karena mgkin saja dlm 1 keluarga itu ada yg ke gereja A, B, C, yg doktrinnya berbeda, ini bs jd pemicu perpecahan. Walau zaman skrg ini jarang terjd keributan karena beda doktrin dlm 1 keluarga, biarlah semuanya saling menghormati doktrin yg dianut oleh masing-masing anggota keluarga.

Mengikut Yesus kadang hrs meninggalkan yg lain, lebih mengasihi Yesus drpd semua yg kita kasihi, pilihan ada di tangan kita, yg mana yg lebih kita kasihi?

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.