DI 08012026
Amsal 14:5 ILT3
Saksi yang setia tidak akan berdusta, tetapi saksi yang palsu menghembuskan kebohongan.
Ada saat di mana kita butuh kesaksian dari org yg tahu keadaan kita dan peristiwa yg sdg terjadi, namun realitanya tdk semua dr mereka yg bersedia utk menjd saksi.
Alasannya beragam, mulai dr tdk mau jadi terlibat dalam masalah kita, cari aman, kita dianggap tdk menguntungkan. Padahal dr kesaksian merekalah, kebenaran ttg yang telah terjd akan terungkap, sementara itu di pihak lain gencar melemparkan tuduhan dan kebohongan yg membuat org lain jadi percaya bhw kitalah yg salah dan berbuat yg jahat. Tentu pedih rasanya kalau orang yg menolak menjd saksi buat kita itu ialah org yg selama ini banyak menikmati yang baik dr kita, tdk tahu balas budi, tega dan bahkan spt berkhianat melawan kita. Tidak mau menjd saksi bagi kita itu sudah cukup menyakiti kita, apalagi mau bersaksi tetapi justru kesaksiannya itu bohong dan penuh dengan niat jahat terhadap kita. Keduanya tentu tdk kita harapkan ada di lingkaran dr persahabatan kita.
Lalu bgmna jika kita ada di pihak yg harus menjd saksi bagi org lain? Bersediakah utk jadi saksi? Atau kita pilih cari aman saja & membiarkan org itu mengalami hal buruk & fitnahan keji menimpanya? Ini kembali pd integritas diri kita masing-masing. Setiakah kita, atau kita hanya mencari keuntungan & memanfaatkan org lain demi kepentingan kita? Jgn jadi pengkhianat dan pengecut, di dalam persahabatan dan kekeluargaan, yg utama adalah kesetiaan mendampingi di masa-masa yg tdk nyaman. Kalau kita tdk ingin diperlakukan demikian, perlakukanlah org lain dengan benar. Suatu saat mungkin kita yang membutuhkan kesaksian mereka, tapi kalau kita dahulu menolak, jgn terkejut jika mereka sekarang menolak jg, ingatlah tabur tuai itu berlaku dlm kehidupan, suatu saat kita ‘memakan buah’ dr yg kita tabur.
Jadilah org yg berintegritas, setia kawan & dapat diandalkan, suatu saat kitalah yang butuh org lain, ingat hukum tabur tuai, ini pasti terjadi atas hidup kita.