Lakukan Perkataan Yesus

DI 12012026

Lukas 6:46
“Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?

Pertanyaan menggunakan kata ‘mengapa’ biasanya bertujuan ingin mengetahui satu penyebab knpa terjadi sesuatu yg di luar dr yg biasanya benar.

Apa sebabnya org berseru pd Yesus tetapi tdk melakukan perkataan-Nya? Berarti ada yg salah di dalamnya. Jika kita ditanyakan hal yg sama sbg seorg karyawan, artinya kita cm ingin gajian tp malas bekerja, tidak melakukan yg jadi tugas pekerjaan kita. Ini bs diartikan sbg suatu sikap ‘mau enaknya tp tdk mau susahnya’. Utk mendapatkan yg jadi hak kita, kadang butuh perjuangan yg tdk ringan. Misalkan tadi, sbg karyawan yg bekerja, tentunya harus lebih awal bangun pagi, berangkat supaya tidak telat absensi, menunjukkan kinerja yg baik barulah kita pantas bicara ttg gaji kita. Kalau realita yg terjadi, kita sering telat, pulang lebih awal, menghilang saat rapat, bisakah kita dgn kepala tegak menuntut pembayaran gaji di tiap bulannya tepat waktu? Maka alasan yg mgkin tepat adalah: org hanya ingin hidup nyaman tp meremehkan Yesus.

Jawaban Yesus berupa gambaran tentang membangun rumah di atas pondasi, tentu saja ini bicara ttg kehidupan kita. Rumah bs merupakan gambaran itulah hidup dari setiap kita, pondasi jelas adalah ketaatan kita melakukan firman Tuhan. Ini bukan ttg status org Kristen atau bukan, karena pada kenyataannya, ada org yg hanya beragama Kristen di KTP, jarang ibadah di gereja, tdk pernah membaca Alkitab, percaya ramalan dsbnya, tp ini ttg org yg mendengar firman dan melanjutkan dgn melakukannya dalam hidup kesehariannya. Tdk melakukan bisa diartikan kurang atau bahkan tdk percaya pd firman Tuhan. Maka yg penting itu bkn status kita sbg org Kristen, tp apakah kita ini pelaku firman atau bukan. Badai hidup pasti datang ke semua org, tp mereka yg pondasinya kuat, hidupnya tdk akan ‘roboh’ diterjang badai hidup, tetap tegak.

Jgn hanya mendengar firman, tp harus jd palaku firman, bukan koleksi hamba Tuhan favorit, suka khotbah kemakmuran tp tdk suka khotbah ttg pertobatan.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.