Tentang Iman

DI 20012026

Ibrani 11:1
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Iman itu spt apa? Kadang beriman selalu dikaitkan dgn pertolongan Tuhan, percaya Tuhan berkuasa, tapi apakah hanya itu yg kita maknai dgn iman?

Pertama, iman adalah dasar dr segala apa yg kita harapkan, yg namanya berharap itu sesuatu yg diinginkan utk terjadi, artinya ini yg belum terjadi, bukan masa lalu, tapi kita yakin itu akan terjadi karena kita pny dasar utk berharap. Misalnya, seseorg yg sedang sakit parah dan bs ditangani dokter yg sdh terkenal ahli di bidangnya, stlah diperiksa, dikatakan pasti sembuh jika dioperasi, jadi si pasien ini punya dasar untuk berharap yg dikatakan dokter ahli itu layak dipercaya. Dlm dirinya ada keyakinan: pasti sembuh & nantinya hidup sehat kembali. Beriman itu hrs punya dasarnya yaitu apa yg dikatakan oleh Tuhan: apa yg tertulis dlm Alkitab, dan yg Tuhan katakan sendiri secara pribadi pd kita, ini kita kenal sebagai suara Tuhan. Jd beriman itu sederhananya: berharap pada Tuhan karena Dia punya kepastian dapat mewujudkan dan menggenapi firman-Nya.

Kedua, bukti dr segala sesuatu yg tdk kita lihat. Namanya bukti berarti bukan tentang yg belum terjadi atau waktu ke depan, tapi yg sdh terjd dan bs dibuktikan. Jadi ini ttg segala sesuatu yg telah ada, telah terjd dan layak dipercaya. Percaya bhw Tuhanlah yg menjadikan alam semesta, percaya firman Tuhan ya dan amin, percaya isi Alkitab itu benar adanya, bs dibuktikan bahkan oleh cara ilmiah maupun sejarah. Paling utama adalah percaya Tuhan itu ada dan memang nyata. Tuhan itu ada terbukti dr banyaknya kesaksian bgmna ditolong Tuhan, mujizat yg terjadi dan perjumpaan dgn Tuhan yang secara pribadi. Jadi beriman itu ttg hal yg diharapkan akan terjadi dan yakin tentang apa yg sdh terjadi karena dapat dibuktikan. Keduanya hrs ada sehingga dasar yg kita miliki utk mengimani sesuatu itu kuat.

Bgmna dgn kondisi iman kita? Menghadapi badai hidup ini, kita punya dasar utk dapat berharap Tuhan menggenapi firman-Nya, karena di waktu sebelumnya, Dia telah dgn nyata terus menerus menolong kita.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.