DI 28012026
Kejadian 3:12-13 (TB) Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kau tempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”
Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kau perbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”
Kebiasaan menimpakan kesalahan pd org lain ternyata pertama kali terjadi peristiwa kejatuhan manusia pertama dlm dosa, dan ini terus berlanjut hingga sekarang.
Adam menyalahkan Hawa, tp secara tidak langsung menyalahkan Tuhan jg, dia bilang ttg Hawa ialah perempuan yg ditempatkan Tuhan di sisinya. Seandainya tdk ada Hawa mgkin saja Adam berpikir dia tdk berdosa karena makan buah pohon yg dilarang oleh Tuhan. Kadang org jg berpikir: Tuhan pasti Mahatahu, Dia tahu Adam dan Hawa akan berdosa, kenapa Dia tidak mencegahnya? Hal ini kadang menjd bahan perdebatan di kalangan pecinta teologi, ujungnya selalu mengatakan bhw karena Tuhan beri satu kebebasan bagi manusia utk memilih dan melakukan apa yg dia mau. Manusia bkn robot, ada kehendak bebas (free will), tapi ini dr sisi manusia, tak ada yg tahu ttg apa yg Tuhan pikirkan saat itu hingga peristiwa itu terjd.
Setelah disalahkan Adam, Hawa memberi jawaban dgn menimpakan kesalahan pada si ular yg memperdaya dia. Di satu sisi dia akui dan tdk menyangkali bhw diaiah yang memberi makan buah itu pd suaminya, dia ingat ada ular yg bs ditimpakan kesalahan atas semua yg terjd. Hal serupa masih jg terjd hingga skrg, saat ketahuan bersalah, manusia menyalahkan org lain, situasi, ini dilakukan untuk sedikit membela diri atau supaya hukumannya diperingan. Jarang yg dgn berani mengakui kesalahannya tanpa menimpakan sebagian kesalahannya pada org lain. Mgkin dlm kesalahan yg dilakukan secara berkelompok, benar yg salah ialah sekelompok org itu, jadi nenang tergantung pd kasusnya. Tetapi jgn pernah berpikir utk menyalahkan Tuhan jg, karena Tuhan tidak pernah menginginkan kita berbuat salah & berdosa.
Akuilah kalau memang kita yg salah, berani berbuat ya berani jg bertanggung jawab, ini sebuah wujud perilaku org yg berintegritas tinggi, sebuah sikap kedewasaan rohani.