Jangan Menoleh ke Belakang

DI 21052026

Kejadian 19:17
Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: “Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di mana pun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap.”

Jangan menoleh ke belakang, salah satu petunjuk yg diberikan ketika Lot beserta keluarganya diselamatkan dr kehancuran Sodom dan Gomora.

Knpa jgn menoleh ke belakang? Banyak khotbah mengartikannya dgn makna yang kelihatannya rohani. Tp mari kita belajar dr apa yg Alkitab tuliskan: supaya mereka ini tdk mati lenyap. Perintah jgn menoleh ke belakang, jg diikuti perintah utk jgn untuk berhenti di daerah Lembah Yordan, serta lari ke pegunungan. Ada 3 perintah untuk keluarga Lot ketika mereka diselamatkan, tp sayangnya istri Lot menoleh dan akhir hidupnya menjd tiang garam. Tdk ada arti rohani apapun sebenarnya, ini murni ttg ketidak taatan pd perintah, tdk perlu untuk dipanjang lebarkan cerita ilustrasinya, tapi kenapa istri Lot menoleh ke belakang? Ini yg tdk dijelaskan alasannya, apakah suatu spontanitas belaka atau ada pikiran lain di benak istri Lot.

Ketika Lot berpisah dgn Abraham, dia blm berkeluarga, jd kemungkinan istri Lot ialah org kota Sodom, jd ketika kota asalnya itu ditunggang balikkan Tuhan, kemungkinan dia teringat dgn orgtua dan saudaranya yg ikut dihukum Tuhan. Ini hanya satu pikiran yg masih berupa dugaan, sebab yg hanya selamat dari keluarga istri Lot hanya dia seorg. Mgkin Lot pernah bercerita tentang Tuhan yg dia sembah, tp keluarga istrinya tdk mau percaya. Ini spt apa yg terjd pada zaman ini: Injil diberitakan, ada yg percaya tp jg ada yg tdk percaya, hingga nanti tiba pd waktunya, penghukuman Tuhan terjadi, tdk ada lagi kesempatan utk bertobat, sdh terlambat dan kebinasaan yg hrs diterima sbg upah ketidak percayaan pd Injil Yesus Kristus.

Jgn melanggar perintah Tuhan walau itu kelihatannya sederhana, akibatnya justru berat dan membatalkan keselamatan yg seharusnya jd milik kita.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.