DI 20072026
Matius 1:20
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Tuhan bicara pd sebagian org hanya lewat mimpi, tdk ditemui dan berkata langsung, ini tentu ada pertimbangan khusus yang hanya Tuhan yg tahu alasannya.
Masalahnya adalah banyak org bingung ttg mimpi yg dr Tuhan atau mimpi yg sekedar ‘bunga tidur’, bgmna membedakannya? Hal ini memang tdk mudah, sama spt nubuatan, mana yg dr Tuhan dan mana yg buatan dari manusia? Mgkin ini ada pengaruh faktor dr manusianya, nubuatan akan dipercaya spt sebuah ramalan masa depan bagi yg suka dgn ramalan, di sinilah akhirnya ada orang yg memanfaatkan celah ini dgn bernubuat palsu, yg menyenangkan telinga sehingga mudah dipercaya. Begitu jg dgn mimpi, org yg percaya bhw Tuhan bs bicara lewat satu atau lebih mimpi, dia akan mudah percaya bhw mimpi itu dr Tuhan. Mgkin saja Yusuf sdh pernah mengalami hal serupa, artinya pernah Tuhan bicara padanya lewat mimpi, dan yg dikatakan dlm mimpi itu kemudian nyata terjd, yg diperintahkan utk dilakukan ternyata benar.
Kemudian Tuhan bicara lagi pd Yusuf lewat mimpi: Setelah org-org majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dlm mimpi & berkata: “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia (Matius 2:13) Jadi memang khusus pd Yusuf, Tuhan lebih memilih berbicara lewat mimpi, dan ini hrs dihormati sbg kedaulatan Tuhan, Dia ingin bicara pd kita lewat cara apa, itu kedaulatan Tuhan sepenuhnya. Tak perlu iri dgn orang yg ditemui langsung oleh Tuhan, yg dengar suara Tuhan secara audible, atau dgn cara lain yg lebih ‘spektakuler’. Intinya adalah kita taat atau tdk pd yg Tuhan perintahkan untuk dilakukan saat Dia berbicara pd kita? Lebih penting ketaatan drpd pengalaman spiritual yg ‘wow’ tp tdk taat dan hanya mengejar yg fana: pujian manusia.
Bersyukurlah jika Tuhan masih bicara pada kita, drpd kita didiamkan, tdk dipedulikan, ini yg perlu kita pahami, bhw kedaulatan Tuhan memakai cara apa utk bicara pd kita.