Perasaan Cepat Berubah

DI 21072026

2 Samuel 13:14-15 ILT3
Namun dia tidak mau mendengarkan perkataannya. Dan Amnon lebih kuat daripada Tamar, lalu ia merendahkannya, serta berbaring dengannya.
Dan Amnon membencinya, dengan suatu kebencian yang sangat besar, sehingga rasa bencinya terhadap Tamar lebih besar daripada rasa cinta kepadanya. Dan Amnon berkata kepadanya, “Bangunlah dan pergilah!”

Perasaan manusia ternyata mudah berubah dan ini terlihat dr kisah Amnon dan Tamar, awalnya Amnon cinta pd Tamar, tp berubah jadi benci setelah menidurinya.

Amnon adalah anak sulung Daud, lahir dari Ahinoam (1 Tawarikh 3:1), Absalom adalah anak ketiga dari Maakha (1 Tawarikh 3:2). Lalu Tamar adalah adik Absalom. Jadi bisa dikatakan ini kisah ‘incest’, hubungan yang sedarah, masih 1 keluarga: 1 bapa tp beda ibu. Aturan ttg hubungan dlm keluarga bisa kita lihat dlm ayat ini: Mengenai aurat anak perempuan dari seorang isteri ayahmu, yang lahir pada ayahmu sendiri, janganlah kau singkapkan auratnya, karena ia sdr mu perempuan (Imamat 18:11). Jadi yg Amnon lakukan itu sangat melanggar aturan dalam hukum Taurat, dan jelas adalah dosa. Yang jd pertanyaan, apakah ini ada kaitannya dgn usaha mendapatkan tahta? Sbg yg sulung, Amnon punya kesempatan lebih besar drpd Absalom. Tetapi fokus kita bukan ttg politik kerajaan zaman itu.

Cinta model apa yg Amnon miliki terhadap Tamar? Mestinya dia tahu, hal ini melanggar aturan dlm hukum Taurat, tapi knp dia tetap pelihara rasa itu? Agaknya cinta Amnon ini hanya sebatas cinta nafsu, setelah berhasil memaksa Tamar tidur dgn dia, timbul suatu kebencian yg kadarnya melebihi rasa cinta yg ada. Kalau org sudah diperbudak nafsu, akibatnya serius: bisa ‘gelap mata’, arogan, ingin merusak hidup org lain, dsbnya. Kita perlu waspada, jgn sampai diperbudak oleh nafsu, kita bs melakukan yang di luar batas. Cinta jd benci, baik jd jahat, jujur jd curang, dsbnya. Akibat ulah Amnon, Absalom jadi dendam, kemudian jika kita trs baca kisah selanjutnya, terjadi banyak kematian dala
m keluarga Daud, dan ini ada kaitannya dgn dosa Daud terhadap Uria dan Batsyeba, ttg perkataan Tuhan bahwa pedang tidak akan menyingkir dari keturunan Daud (2 Samuel 12:10).

Hati-hati dgn nafsu yg ada dlm daging kita, hrs punya penguasaan diri yg kuat, disiplin diri yg konsisten, jgn sampai kita & keluarga mengalami hal yg memalukan.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.