Pikiran Sia-Sia

DI 12032015

Mazmur 94:11 NKJV
The Lord  knows the thoughts of man, That they are futile.

Tuhan mengetahui pikiran-pikiran manusia, bahwa itu sia-sia.

Pikiran manusia itu sia-sia, apa maknanya? Bukankah semua perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan, pengobatan medis, dsbnya adalah hasil dr pikiran manusia?

Tentu saja jika pikiran manusia dibandingkan dg pikiran Tuhan sangat tdk sebanding. Namun kata ‘sia-sia’ bkn berarti meniadakan bukti bhw pikiran manusia telah menghasilkan bnyk hal yg menunjang kehidupan di dunia ini, namun ‘sia-sia’ di sini lebih menyinggung ttg pikiran ttg apa yg akan terjadi nantinya.

Pikiran yg kalut membuat rasa takut semakin besar shga membuat org menyerah dan gagal pdhal seringkali yg ditakutkan sbnarnya hal yg biasa, namun rasa takut itulah yg menguasai diri seseorg.

Prediksi manusia bs saja tepat namun bs jg salah. Jd pikiran tdk bs dijadikan dasar utk bertindak artinya kalau bertindak hanya berdasarkan apa yg dipikirkan saja, bs jd justru yg kita lakukan itu keliru dan menimbulkan dampak dan akibat yg tdk diinginkan.

Pikiran manusia itu sia-sia, tetap punya batas yg sanggup dipikirkan, berguna tp tdk mgkin bs menyelesaikan segala hal. Sbrapa bnyk penderita kanker yg tertolong oleh tindakan medis, tp sbrpa bnyk jg yg tdk bs disembuhkan, kemajuan ilmu kedokteran blm mampu menyembuhkan setiap penyakit.

Kita mgkin bs merencanakan ini dan itu tapi Tuhanlah yg ‘mengizinkan’ itu bisa diwujudkan atau tdk. Kita mgkin bs berpikir jauh ke depan, namun apakah yg kita pikirkan akan sama dg yg akan terjadi? Belum tentu. Jadi kita sadar bhw pikiran manusia ini penuh dg keterbatasan, pikiran manusia hanya bisa memperkirakan sesuatu, tdk bs memastikan segala sesuatu. Dan suatu saat manusia akan berhenti berpikir ketika dia mati. Selama dia hidup, pikirannya bekerja, tp tdk utk seterusnya. Itulah sebabnya kita hrs berpikir sbg org yg bijaksana, pikirkan apa yg baik, yg membawa faedah dan dampak baik.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.