Tuhan Menguji?

DI 19092026

Mazmur 11:5
TUHAN menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan.

Tuhan menguji? Bukankah Dia Mahatahu? Lalu buat apa menguji? Dua hal ini terlihat saling bertentangan satu sama lain, bgmna kita memahaminya?

Menguji sesuatu itu utk mengetahui sebuah hasil, misalnya ketika satu produk diuji, yg ingin diketahui apakah hasil ujiannya sesuai tdk dgn keterangan yg ada, misalnya benar tidak ini anti pecah? Anti lengket? Kekuatan menimbangnya sesuai tdk? Tapi di sisi lain, kita berhadapan dgn kebenaran bhw Tuhan itu kan Mahatahu, utk apa Dia menguji? Hal ini perlu kita pahami, misalnya ttg produk yg ingin dijual, si penjual sdh tahu kualitas yg dimiliki produknya, tp yg ingin membelinya masih ragu, maka perlu dibuktikan lagi demi menyakinkan si pembeli ini. Jadi Tuhan sdh tahu hasil ujiannya sekalipun blm diuji, tapi demi menyakinkan pihak lain, ujian akhirnya dilakukan (lagi), demi pihak lain yakin pada apa yg Tuhan katakan. Ayub masih ada yg diragukan oleh iblis, maka Tuhan membuat ujian bagi dia dan mengizinkan iblis untuk melakukan yg sebatas izin Tuhan.

Jadi keduanya tdk bertentangan, di sisi lain kita mgkin menemukan jawaban lain, yaitu bhw kecenderungan manusia yg berubah seiring waktu dan keadaan. Sekali lagi, Dia pasti sdh tahu karena isi hati, pikiran, serta yg disembunyikan manusia, bs terlihat dgn jelas, tp demi menyadarkan manusia, ujian dilakukan. Misalnya, ketika Daud jadi buron istana raja Saul, dia punya 2 kesempatan di depan mata utk membunuh raja Saul, tetapi Dia tdk melakukannya (1 Samuel 24,26). Jd Daud diuji supaya raja Saul sadar bhw Daud tdk memusuhinya, baik sbg tentara dengan rajanya maupun sbg mantu dgn mertuanya. Ungkapan bhw: ujian itu dr Tuhan, cobaan itu dari iblis, benarkah? Ungkapan ini perlu suatu kajian yg dalam, karena hal buruk yg dialami org fasik, seringkali Tuhan sendiri yg melakukannya? Memahami ini sangat perlu kehati-harian supaya jgn salah tafsir.

Tuhan menguji org benar, Dia sdh tahu apa yg akan jadi hasilnya, tp pihak lain blm tahu apakah seseorg itu tetap setia atau mgkin sdh berubah.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.