({}) Ketika Aku Telanjang *party*
DI 21042015
Matius 25:43
ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.
Kalau kita berpikir melihat org yg telanjang hanya di pinggir jalan dan org itu ternyata ‘gila’, maka kita akan kehilangan makna ayat ini.
Apa itu ‘telanjang’? Bisa diartikan tanpa penutup, tdk mengenakan apa-apa, semuanya kelihatan. Keterlanjangan itu sebuah situasi yg memalukan.
Kejadian 9:22-23
Maka Ham, bapa Kanaan itu, melihat aurat ayahnya, lalu diceritakannya kepada kedua saudaranya di luar.
Sesudah itu Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan membentangkannya pada bahu mereka berdua, lalu mereka berjalan mundur; mereka menutupi aurat ayahnya sambil berpaling muka, sehingga mereka tidak melihat aurat ayahnya.
Kutuk menjd bagian Ham krna tdk menutupi ketelanjangan ayahnya, Nuh. Jd ini bkn sekedar menutupi ketelanjangan fisik tp mengembalikan kemuliaan seseorg.
Seseorg yg ‘telanjang’ bcra ttg org yg menceritakan segala sesuatunya tanpa ditutupi demi sebuah pertolongan. Terpaksa menceritakan ‘aib’ yg seharusnya org lain tdk perlu tahu. Tp seringkali org cm bertindak spt Ham, tdk menutupi ‘ketelanjangan’, tp menceritakan ke org lain. Tahu tp tdk bertindak apa-apa.
Di mulut kita berkata semua yg kita pny itu milik Tuhan. Rohani sekali. Tp ketika kita diperhadapkan dg org yg mengalami kesukaran, sdh ‘telanjang’, kita masih ‘menahan’ tangan kita utk menutupi ‘ketelanjangan’nya. Kalau semua pny Tuhan, terserah Tuhan mau diapakan yg Dia punya, tp kita masih berpikir itu punya kita, jgn salah org atau jgn tertipu. Memang mesti berhati-hati.
Pertolongan kita bs menghindari seseorg kecewa pd Tuhan dan kecewa pd org Kristen. Kalau kita diam, bgmna Tuhan bs menolongnya, krna di tangan kitalah Tuhan ‘menitipkan’ pertolongan-Nya utk org itu. Jgn ‘rampok’ milik org lain krn kita menahan pertolongan dr Tuhan utk org itu.