Jangan Sombong

DI 22042015

Daniel 4:33
Pada saat itu juga terlaksanalah perkataan itu atas Nebukadnezar, dan ia dihalau dari antara manusia dan makan rumput seperti lembu, dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai rambutnya menjadi panjang seperti bulu burung rajawali dan kukunya seperti kuku burung.

Org yg kaya dan berstatus sosial tinggi seringkali merasa bhw semua yg dimiliki dan diraihnya adalah sesuatu yg patut dibanggakan, hasil pencapaian terhebatnya dan org hrs mengaguminya.

Raja Nebukadnezar menjd sombong walaupun dia telah melihat kekuasaan Tuhan dg matanya sndri. Suatu saat yg dia mimpikan jd kenyataan, dia dibuat Tuhan hidup spt binatang sampai dia bertobat dr kesombongannya.

Bnyk org Kristen ‘lupa’ dg Tuhan, dulu sedikit-sedikit bilang: “Puji Tuhan, haleluyah!”, setelah derajat hidupnya naik mulai lupa berkata: “Puji Tuhan, haleluyah!”. Penyakit ‘lupa’ ini biasanya bnyk diderita oleh org-org kaya sekali, yg menuntut org lain menghormatinya bahkan (maaf) meminta pihak gereja dan para pemimpinnya utk ‘tunduk’ pd kehendak pribadinya. Uang digunakan bkn utk memuliakan Tuhan, tp utk menonjolkan dirinya sndri.

Sombong itu bkn sifat anak Tuhan krna Tuhan tdk mendidik kita utk jd sombong, tp itu adalah sifat anak iblis krna iblislah yg dulu ingin menyamai Tuhan dan merasa hebat memimpin para malaikat di surga. Kalau kita mulai sombong, berarti iblis mulai mengendalikan hidup kita.

Memang menyenangkan mendpt hormat dr manusia, merasa berarti dan bangga. Tdk salah menjd org hebat dan kaya, tapi yg salah adalah ketika kita ‘menghapus’ peran Tuhan dlm kesuksesan yg kita raih. Tdk mengakui kuasa Tuhan sama artinya dg berani menantang Tuhan. Kesombongan berarti meremehkan Tuhan. Hati-hati!

Kesombongan dimulai dg menyukai sanjungan yg berlebihan. Enak didengar telinga, hati rasanya ‘terbang tinggi’ dan pikiran mulai mengingat-ingat hasil kerja keras kita. Mata mulai menyorot semua yg kita miliki. Jangan bangga berlebihan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.