3 Golongan Umat Tuhan

DI 03102022

Hosea 5:1
Dengarlah ini, hai para imam, perhatikanlah, hai kaum Israel, dan pasanglah telinga, hai keluarga raja! Sebab mengenai kamulah penghukuman itu, karena kamu telah menjadi perangkap bagi Mizpa, dan jaring yang dikembangkan di atas gunung Tabor,

Dari ayat yang kita baca, Tuhan menggolongkan umat-Nya ke dalam 3 golongan yaitu para imam, kaum Israel dan keluarga raja. Masing-masing ada perintah khusus yg Tuhan ingin mereka utk memperhatikannya.

Para imam adalah mereka yg melayani di dalam Bait Suci, kalau zaman sekarang ini adalah org yg terlibat dlm pelayanan, apakah di dlm gereja atau persekutuan lainnya. Utk para imam, Tuhan ingin mereka utk mendengar, hanya fokus untuk mendengar, menghentikan sementara aktivitas lalu fokus mendengarkan apa yang ingin Tuhan sampaikan. Pasti itu sesuatu yg penting, di sini kita diajar utk jgn hanya sibuk utk melayani tapi melupakan keintiman dgn Tuhan, artinya harus bs mengatur waktu, kapan melayani dan kapan berdiam diri di hadapan Tuhan utk mendengar suara-Nya. Setiap pelayanan pasti sudah diatur programnya, tapi suara Tuhan haruslah menjadi penuntun utama, artinya program bs saja untuk sementara digantikan dgn tuntunan Tuhan yang pd saat itu memang hrs dilakukan. Ini spt saat polisi lalu lintas sengaja menyuruh semua orang utk mengikuti arahannya sekalipun berlawanan dgn rambu lalu lintas yg biasanya berlaku. Kita jgn kaku dgn program ketika ada tuntunan-Nya yg memang saat itu hrs dilakukan. Tuhan punya alasan yg tepat ketika Dia minta kita untuk taat, jgn kita mengabaikannya.

Para kaum Israel adalah rakyat pada umumnya, kalau zaman skrg adalah para jemaat gereja & org Kristen pd umumnya, Tuhan mau untuk kita memperhatikan, ada sesuatu yg penting & butuh utk dgn seksama diberi perhatian. Apa yg paling penting sbg org Kristen utk diperhatikan? Tentu saja Firman Tuhan, baik yg tertulis yaitu Alkitab maupun yg secara ‘suara Tuhan’ yaitu pesan yg Tuhan berikan utk satu kondisi tertentu. Ketiga adalah keluarga raja, bs diartikan sbg org-org yg khusus dipilih Tuhan utk menjalankan otoritas tertentu yg Tuhan berikan. Tentu org yg lahir di dlm keluarga raja adalah ketentuan Tuhan, tidak ada manusia yg bs memilih mau dilahirkan dlm keluarga raja atau bukan. Jadi mereka yg Tuhan pilih utk menjalankan otoritas Tuhan: gembala jemaat bersama para pemimpin lainnya, ketua persekutuan, dsbnya, jg mereka yg scra khusus Tuhan berikan karunia yg besar pengaruhnya di dlm pelayanan yg mereka jalani. Tuhan mau utk mereka memasang telinga, artinya mau untuk mendengarkan yg lebih ‘rendah’ dr mereka, saat Tuhan menegur, mereka hrs terima walaupun yg menyampaikan adalah org-org biasa ataupun yg dalam struktur pelayanan ada di bawah mereka. Kisah Daud ditegur Tuhan melalui nabi Natan & Daud menerima teguran itu dan bertobat. Tapi ada jg raja yg ditegur oleh seorg nabi justru tdk mau terima hingga memenjarakan nabi itu atau bahkan membunuhnya dg sengaja.

3 golongan ini tetaplah sebagai ‘hamba’ di mata Tuhan, hrs merendahkan diri dan mendengarkan suara Tuhan, tetap berpegang pd kebenaran yg bersumber dr firman Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on 3 Golongan Umat Tuhan

Mulai Dari Awal Lagi

DI 01102022

Ayub 42:12-13
TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina.
Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan;

Ayub diberkati secara materi lebih dari sebelum mengalami ujian dr Tuhan, kembali mempunyai 7 anak laki-laki dan 3 anak perempuan, seperti saat sblum ke 10 anaknya mati pd awal ujian dr Tuhan itu datang menimpanya.

Kalau hanya membacanya, mgkin tdk istimewa dan biasa saja. Tapi coba gunakan logika kita, mulai dari kembali punya anak, tentu butuh wkt dan hrs merawat mereka satu persatu dr sejak dilahirkan hingga dewasa. Kita yg sdh memiliki anak pasti tahu suka dukanya merawat anak dr sejak lahir hingga dewasa, satu atau dua anak saja rasanya cukup melelahkan, apalagi sepuluh anak yg lahirnya satu persatu, anak yg lain sdh balita, anak selanjutnya baru lahir, begitu hingga anak yg ke-10 br berhenti. Tdk disebutkan brpa usia Ayub saat kembali memiliki anak ke-11 nya setelah 10 anaknya meninggal bersamaan krna datangnya ujian dr Tuhan. Jadi jumlah anak dari Ayub totalnya adalah 20, 14 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Walaupun kembali punya lagi 10 anak, scra manusia pasti tetap sedih dengan kematian 10 anak yg terdahulu, dan selanjutnya Ayub pasti ingin memperbaiki caranya mendidik anak-anaknya setelah paham bahwa 10 anak yg terdahulu agak ‘dimanja’ dan selalu dibela tanpa diterapkannya disiplin yg kuat, sehingga mereka hidup dlm kesenangan duniawi, tanpa memberi perhatian juga pada kehidupan rohani mereka (Ayub 1:3-5).

Selain harus dari awal lagi mengurus anak-anak, Ayub juga hrs dari awal lagi dlm memulai bisnis atau pekerjaannya, semua bisnis dan harta milik yg terdahulu sudah lenyap. Modal usaha yg ada hanyalah rumah dan uang serta cincin emas yg diberikan para sdr kandungnya dan bbrp teman lamanya (Ayub 42:11). Uang satu kesita mgkin setara dgn nilai 1 ekor domba (Kamus Alkitab). Ya, Ayub memulai dari lagi berbisnis ternak dan dia mengerjakannya dgn baik. Di sini kita harus belajar bhw ada saatnya kita hrs mengulang lagi sesuatu dr awal atau bahkan dr nol, butuh waktu dan ketekunan, hingga akhirnya semua yg kita kerjakan itu menghasilkan sesuatu yg jumlah & nilainya bahkan melebihi dari yang pernah kita miliki sebelumnya. Tuhan tetap menginginkan Ayub mengikuti prosedur bisnis yg ada, hrs kerja keras dan di sisi lain Tuhan memberkati dengan limpahnya. Entah butuh waktu berapa lama bagi Ayub utk memiliki harta yg lebih banyak itu, tapi kita jg membaca bhw Ayub hidup 140 tahun lagi setelah peristiwa ujian dr Tuhan. Diberkati scra materi, diberikan keturunan dan jg diberi umur panjang, itulah pemulihan yang Tuhan lakukan bagi mereka yg Dia uji.

Jalan Tuhan bukan jalan kita, kalau saat ini kita sedang diuji oleh Tuhan, sabar dan jalani semua dgn kerelaan hati, Tuhan ingin kita lulus dan jg kembali hidup dlm kelimpahan berkat-Nya.

Posted in Renungan | Comments Off on Mulai Dari Awal Lagi

Hati-Hati Dalam Berbicara

DI 30092022

Matius 12:37
Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.”

Kita bisa melihat dlm realita hidup di sekitar kita ataupun lewat medsos, brpa bnyk orang terjerat oleh kasus hukum karena perkataan ataupun jg dlm bentuk tulisan, diadukan oleh pihak tertentu yg merasa tdk nyaman karena ucapan maupun tulisan org lain.

Berkata yg benar itu penting, apalg di zaman yg memiliki ‘jejak digital’ yg berlimpah, hampir tiap org punya smartphone yang bs merekam video dan suara, itu bs menjd bukti ketika diperlukan dlm penyelidikan maupun saat di pengadilan. Ini satu hal yg perlu kita ingat, jgn berkata yg salah ttg seseorg, golongan dan institusi, berkomentar itu diperbolehkan bahkan merupakan hak setiap org yg hidup dlm sistem demokrasi. Godaan utk berkomentar memang sangat kuat apalagi jika kita merasa diri kita itu benar dan lebih pantas dibandingkan pihak lainnya. Tak jarang ucapan yg mengandung kutukan terhadap perbuatan yg dilakukan pihak tertentu, itu spontan keluar dari mulut maupun dlm bentuk tulisan. Menghujat jd satu hal yg dianggap normal jika ditujukan pada suatu perbuatan tercela yg dilakukan seseorang ataupun pihak tertentu. Kalau dianggap tulisan atau perkataan kita menyinggung, org itu dapat membuat pengaduan pd pihak yg berwajib dgn aduan pencemaran nama baik atau perbuatan yg tdk menyenangkan. Tentu merepotkan kalau hrs mengurusi dampak dr pelaporan ini, makan waktu dan jg perhatian kita, belum lg media yg ramai mengeksposnya.

Kalau manusia saja bisa ‘keberatan’ dgn ucapan kita, apalagi Tuhan. Tentu kita ingat Tuhan dlm kisah Ayub merasa keberatan dgn ucapan para teman Ayub yang berkata tidak benar ttg Tuhan: “… sebab kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub (Ayub 42:8). Kurang dlm membaca Alkitab membuat kita memiliki info yg kurang tepat ttg Tuhan, salah menafsir ayat juga bisa membuat kita salah memahami sifat yg Dia miliki, apalagi kalau salah menceritakan kisah di dlm Alkitab, itu bukan saja memalukan, tapi juga itu bs tergolong berkata yg salah ttg Tuhan. Dlm hidup yg penuh dg proses dan masalah, kita bs punya pemikiran yg salah ttg Tuhan, dan itu bisa menggiring kita pd pemahaman bhw Tuhan tdk lagi mengasihi kita dan tidak lagi peduli dg kita. Penting bagi mereka yang terbiasa memberikan nasehat dlm konseling utk memberikan nasehat dan pandangan yg berdasar pd kebenaran, bkn berdasar pd hikmat manusia semata. Ingatlah bhw semua ucapan kita suatu saat akan diminta pertanggung jawabannya oleh Tuhan, kita akan dihakimi sesuai dgn perkataan yang pernah kita ucapkan, apakah itu perkataan yg benar dan jg yg tdk benar.

Berpikir sebelum berbicara dan berani untuk dpt mempertanggung jawabkan perkataan kita jika diperlukan, katakan yg benar dan menyegarkan hati, hindari konflik yg disebabkan oleh ucapan yg ditujukan pd org lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Hati-Hati Dalam Berbicara

Bagus Sih, Tapi …

DI 29092022

Matius 23:28
Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.

Perkataan Yesus ini ditujukan utk para org Farisi dan para ahli Taurat, mereka yg terlihat sangat rohani, tahu bnyk ttg Kitab Suci, namun ternyata di dalam diri mereka tidak sebagus yg kelihatan dr luarnya.

Ahli dlm pengetahuan Kitab Suci belum tentu jg berarti punya pengenalan yang benar ttg Tuhan. Ini yg perlu kita ingatkan utk diri kita sendiri bhw sangatlah berbeda antara tahu bnyk isi Alkitab dengan mengenal Tuhan secara benar & pribadi dlm kehidupan seharian kita. Bnyk org yg bukan Kristenpun ada yg sengaja mempelajari Alkitab walaupun dgn tujuan yg hanya mengikuti naluri mereka sendiri, tp mengenal Tuhan scra pribadi itu tidak semudah mempelajari Alkitab, belajar bs dilakukan di mana saja, cari di Google, lihat video-video khotbah, dsbnya. Mengenal pribadi Tuhan itu butuh kerinduan yg dlm dan percaya bhw Yesus itu Tuhan dan Juruselamat. Di sinilah yg membedakan antara mereka yg non Kristen belajar ttg Alkitab, tapi mereka tidak mengakui bhw Yesus itu Tuhan dan Juruselamat, sehingga bnyk hal coba dicerna dgn logika shga muncul bnyk pertanyaan yg arahnya utk mencari celah dan kelemahan dr Alkitab. Tanpa mengakui bhw Yesus itu Tuhan membuat seseorg hanya dapat berpikir menggunakan logikanya saja, akibatnya bagi mereka Alkitab itu hanyalah satu buku yang biasa saja dan bisa disanggah isinya.

Ingin dihormati org banyak, itulah alasan kenapa para ahli Taurat dan orang Farisi sengaja tampil sangat rohani, gila hormat dan disegani banyak org, mendapat bnyk keuntungan dr status sosial yg mrka miliki. Tapi di mata Tuhan, yg terpenting adalah bagian ‘dalam’ dari diri seseorg, tampilan luar bisa ‘menipu’, tapi Tuhanlah yg menguji hati karena Dia tdk bs dibohongi, Dia tahu isi hati dr setiap manusia, apa yg dirahasiakan dr org lain tetap tidak bs disembunyikan dr Tuhan. 2 hal yg bs merusak kerohanian kita yaitu kemunafikan & kedurjanaan, kemunafikan itu berkaitan dg sikap sedangkan kedurjanaan itu berkaitan dg segala perbuatan yg berlawanan dgn larangan yg ada firman Tuhan, perbuatan yg bukan sekedar jahat tetapi juga sangat keji dan kejam. Seharusnya akibat dr mendalami Alkitab adalah org makin memiliki kasih yg murni, tdk munafik dan bnyk berbuat baik, menjd berkat bagi sesama. Kalau kita melakukannya hanya utk mendapatkan apa yg bs org banyak berikan: dihormati, dipuji-puji & dianggap religius, maka itu satu hal yang Tuhan tidak berkenan dan suatu saat Dia akan dengan tegasnya menghakimi kita, membuka aib kita di depan banyak org.

Semua org bisa menjd ‘ahli Alkitab’, namun tidak semua org punya pengenalan pribadi ttg Tuhan dan memiliki sikap tdk munafik dan perbuatan mereka adalah sesuai dgn apa yg mrka pelajari dr Alkitab.

Posted in Renungan | Comments Off on Bagus Sih, Tapi …

Jangan Untuk Manusia Saja

DI 28092022

Markus 14:3-5
Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.
Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: “Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini?
Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.” Lalu mereka memarahi perempuan itu.

Menolong org miskin tentu satu perbuatan yang baik dan terpuji, semua org pasti setuju dengan hal itu, namun masalahnya adalah apa yg harus diberikan pd Tuhan, jgn diberikan pada manusia dgn alasan demi perbuatan baik.

Ini ttg masalah bgmna kita memperlakukan dan menghormati Tuhan dgn selayaknya yg hrs kita berikan utk Tuhan. Tuhan layak menerima yang terbaik dr kita, dan itu harus tetap menjd ‘porsi’ yg hrs diberikan utk Tuhan, jgn kita berikan utk manusia, itu bs disamakan dgn ‘mencuri’ karena mengambil apa yg adalah milik-Nya Tuhan. Kita tentu jg ingat pernyataan Yesus ketika ditanya ttg membayar pajak pd Kaisar: Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” (Matius 22:21). Jd kita diajar utk menyediakan sesuatu bukan hanya utk manusia saja, tp juga utk Tuhan. Melakukan kebaikan pd sesama itu hal yg baik, tp kalau kita melalaikan utk taat pd firman Tuhan di bagian yang lain, itu sama saja kita belum taat sepenuhnya pd Tuhan dan kita seharusnya tdk boleh bersikap seperti itu. Mengasihi sesama itu baik, tapi mengasihi Tuhan hrs lebih drpd mengasihi manusia. Tentu tdk bisa dipersamakan mengasihi sesama dgn mengasihi Tuhan, ada ‘porsi’ masing-masing utk itu.

Ada hal-hal tertentu yg memang selayaknya kita lakukan utk Tuhan saja, misalnya dlm hal waktu yg kita khususkan utk Tuhan, waktu utk berdoa, beribadah, merenungkan firman Tuhan, itu harus tetap kita sediakan hanya utk Tuhan. Sekalipun kita beralasan misalnya, kita tdk beribadah krna harus menolong seseorg, memang kelihatannya dari sudut pandang manusia itu sesuatu yg bisa dimaklumi, tp kenyataannya adalah kita mencuri waktu yg sebenarnya itu utk Tuhan. Setelah kita menolong seseorg, usahakan di hari itu mencari tempat ibadah utk beribadah sekalipun bukan di gereja lokal kita. Kita pergi liburan akhir pekan, pulang dari liburan jgn sampai terlalu sore atau malam, supaya kita bisa mencari tempat ibadah utk beribadah pd Tuhan. Ingatlah bhw keadaan baik yg bs kita nikmati itu bukan hanya adalah hasil kerja keras kita, tp jg adalah pemberian dr Tuhan, jgn lupa utk bersyukur, tetapi datanglah pd Tuhan jika saatnya memang utk beribadah, berdoalah jika saatnya memang waktu yang kita khususkan bagi Tuhan utk berdoa. Jgn ada yang menjadi ‘berhala’ dlm kehidupan kita, kasihi Dia lebih dr hal apapun jg, dan berikan apa yang jadi milik Tuhan yg seharusnya.

Berbuat baik pd sesama itu wujud dr kasih kita pd Tuhan, tapi bukan berarti boleh dgn sengaja memberikan apa yang seharusnya adalah milik Tuhan kepada org lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Untuk Manusia Saja

Kenapa Yesus Mengutuk Pohon Ara?

DI 27092022

Markus 11:12-14
Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar.
Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.
Maka kata-Nya kepada pohon itu: “Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!” Dan murid-murid-Nya pun mendengarnya.

Kalau kita mau sedikit investigasi, sebenarnya apa salahnya pohon ara ini? Saat itu memang belum musim buah ara, artinya memang tidak akan banyak ditemukan buah ara di pohon itu.

Pohon ara yg berdaun lebat memang menurut ilmu pengetahuan akan bs ditemukan beberapa buahnya, tapi saat itu pohon ara itu tdk berbuah satupun juga. Tapi kalau kita mau sedikit teliti, maka kita bs menemukan satu pelajaran rohani yg sangat penting lewat kisah ini. Fakta pertama adalah Yesus merasa lapar saat itu, lapar butuh makanan untuk menghilangkan rasa lapar, lapar adalah satu kebutuhan, makanan termasuk satu kebutuhan yg primer bagi hidup manusia. Yesus itu Tuhan, jd Dia Mahatahu, isi hati manusia saja Dia tahu, apalagi hanya ada buah atau tidaknya pohon ara yg ada di jalan itu. Jadi sebenarnya Yesus sudah tahu di pohon itu tdk ada buahnya, lalu kenapa juga masih didatangi, diperiksa dan akhirnya dikutuk pohonnya? Ingat bhw Tuhan itu tidak ‘iseng’ berbuat sesuatu sekalipun Dia pny otoritas dan wewenang penuh untuk melakukan apapun yg Dia ingin lakukan. Knpa tidak justru membuat pohon itu berbuah lebat seketika? Itu kan lebih berguna drpd mengutuk pohon ara itu, ada buahnya shga bs menghilangkan rasa lapar dan situasipun jadi tenang. Jd apa alasan Yesus bertindak demikian?

Yesus menggunakan pohon ara ini utk memberi satu peringatan pd org yang membaca kisah ini, yaitu ketika Tuhan membutuhkan sesuatu, yang Dia inginkan adalah kita selalu siap kapanpun waktunya. Walaupun blm musim pohon ara, tapi setidaknya ada sedikit buah yg tumbuh dan bisa utk dimakan, itu normalnya. Ini gambaran yang ingin Tuhan sampaikan pada kita: sekalipun kita dlm keadaan yg tdk normal, bukan dlm keadaan ‘terbaik’ kita, kita harus tetap siap menjd saluran berkat Tuhan utk org lain. Menghilangkan rasa lapar itu hanya bs dgn cara makan sesuatu yang mengenyangkan. Seandainya saat itu Yesus tdk merasa lapar, pohon ara itu tentu masih hidup utk beberapa wkt ke dpn. Tuhan mau memakai kita kapan saja, tdk bergantung pd situasi yang sedang kita alami, baik atau buruk situasinya, yg hrs jd reaksi kita adalah siap sedia dipakai oleh Tuhan. Kalau kita menolak, nasib kita mgkin bs spt nasib pohon ara itu, ketika Tuhan butuh tapi tidak bisa menyediakan, ketika Tuhan ingin kita utk melakukan sesuatu, tp kita menolaknya, bisa jadi Tuhan akan membuat keadaan kita semakin memburuk dan sulit. Ketidaktaatan selalu akan memungkinkan munculnya kutuk dlm hidup kita dan ketaatan pasti mendatangkan berkat dalam hidup kita.

Baik atau buruk keadaan yg sedang kita alami, siap sedialah selalu ketika Tuhan membutuhkan kita utk melakukan sesuatu, jgn tidak taat apalg menolak Tuhan, itu mendatangkan kutuk dalam hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Kenapa Yesus Mengutuk Pohon Ara?

Pey Gimel 5783

DI 26092022

Matius 19:21
Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

Bagi sebagian kalangan Kristen, mereka sangat memperhatikan pergantian tahun Ibrani yg kita kenal dengan ‘Rosh Hashanah’ yg jatuh pd tgl 1 Tisheri tiap tahunnya, tahun 5783 dimulai sejak matahari terbenam di Israel hr Minggu, 25 Sept 2022.

Tahun 5783 disebut dgn ‘Pey Gimel’, makna yg bs kita ambil dr makna Pey (80) Gimel(3)’ ialah tahun utk kita mendeklarasikan dan berlari utk berbuat kebaikan pada yang membutuhkan. Pey yg punya makna ‘mulut’, salah satunya kita hrs mendeklarasikan bahwa Tuhan itu baik melalui perbuatan baik yg kita nyatakan pada mrka yg membutuhkan, bisa dlm hal materi (keuangan) ataupun dlm hal lainnya (pengetahuan, nasehat, perhatian, dsbnya). Bnyk org yg hancur hatinya dan hidupnya krna proses kehidupan yg mereka alami, ditambah lagi dgn dampak pandemi yang tahun ini masih kita rasakan bersama, mereka mulai meragukan kebaikan Tuhan, Tuhan itu ada atau tidak sebenarnya, kenapa org-org tidak ada yg peduli dan justru dr kalangan sdr seiman tdk peduli dan malah menghindar. Kalau tdk ada yg mulai berani mendeklarasikan kasih Tuhan itu masih ada dan nyata, mulai dgn limpahnya mau menunjukkan kasih Tuhan melalui apa yang bisa kita lakukan utk sesama, maka mereka yg mulai tawar hati dan kasihnya menjd dingin, imannya akan lumpuh dan tdk percaya Tuhan lagi. Inilah yg hrs kita semua pedulikan, jgn hidup hanya utk kesenangan diri sndri.

Gimel punya arti unta, kaki, kebanggaan/harga diri, kita memaknai Pey Gimel sbg tahun kita ini menjd pribadi yg tak hanya indah ucapannya, tp juga cepat utk membuktikan perkataan kita, ini yg kita kenal sbg ‘integritas’ yaitu tidak munafik, yang diucapkan terbukti lewat perbuatan, berlari dgn memanfaatkan kesempatan yg Tuhan buka utk kita menyatakan kebaikan Tuhan. Kaki yang terikat tdk akan pernah bs berlari, karena itulah memasuki tahun Pey Gimel 5783, kita hrs menjd pribadi yg merdeka, tidak terikat oleh belenggu daya tarik dunia sehingga kaki kita mampu utk berlari dgn cepat menuju sasaran yg Tuhan bagi setiap kita. Utk berbuat baik, tidak selalu mudah dan mgkin ada hambatan dr pihak lain yg tidak senang kita mempraktekkan firman Tuhan dan menyatakan kasih pd sesama. Knpa hrs berlari? Karena kita berlomba dgn waktu, terlambat bisa fatal akibatnya, kita tdk tahu apakah masih bisa melewati tahun Pey Gimel 5783 hingga selesai ataukah waktu kita sudah ‘habis’ dan kembali pd Bapa di surga, jgn sombong merasa umur kita masih panjang, apa yg akan terjd esok saja kita tidak tahu, lalu apa dasarnya kita bisa dgn yakin berkata umur kita masih panjang? Kalau Tuhan masih memberi umur panjang, jgn sia-siakan dg tdk menggunakan waktu yg ada utk hal-hal yang memuliakan nama Tuhan.

Setiap kalangan memaknai Pey Gimel 5783 dgn pesan Tuhan yg mereka terima, tapi persamaan yang bs kita lihat adalah bahwa Tuhan ingin kita utk menyatakan keberadaan Tuhan lewat hidup keseharian kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Pey Gimel 5783

Tidak Selalu Indah

DI 24092022

Filipi 4:12
Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.

Menjd seorg Kristen tentu tersedia berkat Tuhan yg berlimpah, hal-hal baik hingga keselamatan kekal, namun di sisi lainnya, ada jg situasi yang tidak mengenakkan, penderitaan, dsbnya.

Rasul Paulus sdh mengalami hal yg baik dan jg situasi yg buruk semenjak dia menerima Tuhan dan mengikuti panggilan-Nya spt dlm ayat yang kita baca, tapi itu semua tdk membuat dirinya berpikir utk mundur ataupun keluar dr panggilan Tuhan dlm hidupnya, dia tetap setia dan justru sering menguatkan org lain yg juga sedang dlm situasi sulit dan penderitaan krna nama Tuhan. Tentu hal ini tdk mudah, apalagi bagi orang yang sdh terbiasa hidup nyaman, penderitaan yg kecil saja bs cepat menggoyahkan imannya. Yg perlu utk kita ingat adalah bhw hidup dlm berkat dan penderitaan adalah 2 sisi kehidupan yg pastinya dialami oleh semua org Kristen, tentu dgn level yg Tuhan tetapkan masing-masing untuk setiap org. Yg enak dan enak, kemudahan & kesukaran, semuanya hrs diterima dg ucapan syukur, Tuhan izinkan kita mengalaminya pasti ada tujuannya, dan kadang tujuan Tuhan inilah yg tdk bisa kita pahami ketika sedang mengalami situasi buruk dan reaksi kita terkadang bukan reaksi yg Tuhan inginkan dr kita. Org yg dewasa rohaninya pasti memandang hidup ini dgn bijaksana, Tuhan itu selalu memberikan yg baik walaupun wujud dari apa yg kita alami adalah sesuatu yg tidak baik.

Kesetiaan kita pd Tuhan teruji oleh situasi buruk dan waktu, apakah tetap percaya pd janji Tuhan atau memilih utk memakai jln pikiran kita sndri. Org biasanya ingin hasil yg cepat dan terbaik, tp hasil yg terbaik butuh porsi waktu yg biasanya tdk sedikit atau pendek. Daya tahan tiap org itu berbeda-beda, dan Tuhan ingin kita dari hari ke hari makin kuat beriman pada Tuhan karena ada sesuatu yg besar di depan yang membutuhkan iman yg kuat dan besar. Misalnya, seorg tentara dilatih dgn berat dan penuh disiplin supaya saat nantinya dlm peperangan yg sbnarnya, dia bkn seorg tentara yg lemah, yg nyalinya ciut dan tdk pny kemampuan utk berperang. Kitapun dilatih Tuhan utk menjd pribadi yg kuat imannya, kuat rohaninya dan bs ‘berperang’ saat ‘musuh iman’ dtg menyerang kita lewat situasi yg sedang kita alami. Pelatihan pasti ada jangka waktunya, ada saatnya ujian datang dan apakah hasilnya nanti lulus atau tdk, itu bergantung pd bgmna setiap kita mempraktekkan semua yg kita dpt selama masa-masa ‘latihan’ yg kita pernah jalani. Dari apa yg kita alami sekarang, ada pelajaran yang bs kita dapat utk dipraktekkan ketika ujian dari Tuhan itu datang.

Baik atau buruknya situasi yg sedang kita alami, tetap belajar setia pd Tuhan, tetap ada dlm jalur yang Tuhan tetapkan utk kita, saatnya akan tiba, kita akan menerima upah yg Tuhan sediakan utk kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Selalu Indah

Masih Terikat Dengan Yang Lama

DI 23092022

Galatia 4:9-11
Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?
Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun.
Aku kuatir kalau-kalau susah payahku untuk kamu telah sia-sia.

Tidak semua org Kristen lahir dr keluarga yang Kristen turun temurun, sebagian dulu berasal dr kepercayaan yg lain, di mana ada bnyk aturan & pantangan yg berlaku di dalamnya.

Salah satunya mengenai ‘hari baik’ utk sesuatu yg ingin dilakukan atau dirayakan, pencarian yg dilakukan biasanya berkaitan dgn keyakinan yg berlaku turun temurun dr nenek moyang, dicari atau dihitung berdasarkan tgl lahir dan bintang zodiak, shio, dsbnya. Bgmna kita sbg org Kristen menyikapi hal ini? Yg kita yakini adalah semua hari itu baik, setiap jam dan menit jg baik, yang kita butuhkan adalah perkenanan Tuhan shga apa yg kita rencanakan bs berlangsung lancar dan jg memuliakan Tuhan. Namun ternyata ada jg sebagian kalangan yg menuntut hrs mencari ‘hari baik’ itu supaya ke depannya jgn terjadi yg buruk karena melanggar ‘pantangan’ dan aturan yg ada, malah ditambahi dgn supaya dpt berkah bukan bencana. Budaya dan kepercayaan lain tentu kita hrs hormati, org yg percaya dgn itu jg hrs kita hargai, tapi ingat bhw kita tdk boleh utk menduakan Tuhan, artinya hanya percaya pada apa yg Tuhan firmankan, sementara hal lainnya hanya perlu kita hormati sbg sesuatu yg banyak dipercaya oleh sekelompok atau golongan org. Ingatlah bhw kita jgn tunduk pd sesuatu yg tidak sesuai dgn kebenaran firman Tuhan.

Masalahnya jika dalam satu keluarga misalnya, tdk semuanya adalah org Kristen, masih tetap berpegang teguh pd adat dan budaya yg berlaku turun temurun, bgmna penyelesaiannya? Realita yg ada kebanyakan diambil jalan tengah, yaitu melakukan kedua-duanya, artinya secara Kristen maupun secara yg lain, apakah hal ini sesuai dg kebenaran firman Tuhan? Tentu selama hal-hal yg dilakukan tdk melanggar apa yg Tuhan larang ya bs dilakukan, tp kalau sudah melibatkan yang kita kenal sbg ‘berhala’, kuasa kegelapan, mistis, dsbnya, itu jelas sebuah penyembahan berhala yg dilarang Tuhan utk kita lakukan. Ingat akibat yg hrs kita tanggung ke depannya, karena dosa penyembahan berhala itu dampaknya hingga ke keturunan keempat: Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku (Keluaran 20:5). Pilihan mau taat atau tdk, ada di tangan kita, taat berarti berkat yg kita terima, tidak taat berarti kutuk yang kita terima nantinya. Jgn sampai tujuan awalnya utk terhindar dr hal buruk karena takut melanggar pantangan, justru berujung pd kutuk Tuhan yang terjd dlm hidup kita.

Kompromi mgkin menciptakan ketenangan yg sementara, demi tdk mengecewakan manusia, tapi jika Tuhan yg kita kecewakan, sanggupkah kita utk menanggung akibatnya?

Posted in Renungan | Comments Off on Masih Terikat Dengan Yang Lama

Selama Ada Kesempatan

DI 22092022

Galatia 6:10
Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

Tentu kita semua tahu ttg lagu rohani: Hidup ini adalah kesempatan, lagu yg sering dinyanyikan saat ibadah maupun moment-moment di ibadah penghiburan maupun pemakaman.

Apa itu kesempatan? Satu situasi di mana ada sesuatu yg bs kita perbuat utk diri sendiri atau org lain, apakah itu sesuatu yg baik atau malah yg buruk. Kalau ada niat tp tdk ada kesempatan, niat hanyalah tetap sebuah niat, tdk pernah bisa terwujud menjadi sebuah kenyataan. Jadi satu kesempatan itu sesuatu yang sangat berharga, bahkan ada kesempatan yg blm tentu terulang kembali, dan itu harus dpt dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dan yg hrs kita sadari bhw ada jangka waktu tertentu utk sebuah kesempatan itu bs dipergunakan, dlm bbrpa situasi bahkan hanya hitungan sekian detik saja, jadi perlu jeli utk melihat sebuah kesempatan dan harus juga berstrategi bgmna bs menggunakan waktu yang ada spya kesempatan ini tdk lewat begitu saja dan menjd sia-sia. Berbuat kebaikan juga perlu adanya kesempatan, ada yg sengaja membuat satu acara tertentu, misalnya baksos, ada juga yg datangnya tiba-tiba, tidak bs berpikir terlalu lama utk memutuskan apa yg hrs kita lakukan, itulah saat di mana hati nurani seseorg berperan penting mendorong seseorg utk bertindak dgn cepat utk hal-hal yg baik.

Masalah org-org di sekitar kita juga bs menjadi sebuah kesempatan utk kita berbuat baik, tapi tidak semua org mau menggunakan peluang yg ada dan memilih utk menghindar dan berperan spt org yg tdk tahu apa yg sdg terjadi. Berbuat baik memang jangan dipaksakan, hrs lahir dari hati nurani yg berbicara dan niat tulus, bkn utk supaya dilihat org atau pencitraan, bkn ingin utk mengambil keuntungan dr masalah org lain, tapi karena dorongan hati nurani yg murni. Apa yang kita lakukan sedikit banyak akan mempengaruhi penilaian org lain ttg ajaran keKristenan, orang akan memuliakan nama Tuhan atau sebaliknya mencemooh nama Tuhan krna perbuatan orang Kristen itu sendiri. Ketika kita berbuat baik, jgn berharap utk menerima balasan, karena balasan itu adalah urusan Tuhan, tapi bagian kita adalah menyatakan kasih Tuhan, menyatakan bhw ada Tuhan yg peduli dgn keadaan yg sdg org hadapi, dan ketika selesai melakukannya, ada rasa haru bhw kita masih dipercaya utk dipakai Tuhan jadi alat dan berkat-Nya bagi sesama, bkn sombong atau ingin dipuji-puji, tapi bersyukur bhw orang lain bs tertolong, dan kita terus terlatih utk tetap peduli dgn org-org di sekitar kita.

Kalau Tuhan masih beri kesempatan, gunakan sebaik-baiknya, lakukan dgn sukacita, usahakan berikan yg terbaik sesuai dgn kemampuan yang kita miliki, muliakan Tuhan dgn perbuatan baik kita bagi sesama.

Posted in Renungan | Comments Off on Selama Ada Kesempatan