Luruskan Jalan Bagi Kakimu

DI 02012023

Ibrani 12:13 ILT3
dan, luruskanlah jalan bagi kakimu, supaya yang pincang tidak sampai menyimpang, malah justru disembuhkan.

Hari ini adalah hari ke-2 di tahun 2023, hari-hari yg sebenarnya akan kita mulai dari hari ini, jika tanggal 1 Januari kemarin kita isi dg ibadah dan fellowship dgn keluarga dan sahabat, itu sebuah masa untuk kita melupakan sukacita.

Luruskan jalan bagi kakimu, supaya yg pincang jgn sampai menyimpang jalannya. Meluruskan jalan itu satu tindakan yg mengandung makna kita berjalan di jalur yg Tuhan tentukan. Iblis bs menyesatkan jalan kita dg mengubah ‘petunjuk jalan’ yg benar sehingga kalau kita mengikuti yg telah iblis ubah, kita menjadi tersesat. Luruskan jalan berarti berjalan menuju tujuan yabg benar, jd hrs punya pengetahuan yg cukup ttg jalan yg benar. Ibarat kita pernah pergi ke satu tempat, di saat lain kita mau pergi ke tempat itu kembali, di pikiran kita sdh ada memori ttg hrs melewati yg mana supaya sampai di tempat tujuan. Jika tdk tahu yg benar, maka kita menjd tersesat. Kaki yg pincang adalah gambaran hidup org yg tdk lagi normal, ada sesuatu yg terjd sehingga kaki yang awalnya normal menjd pincang, tadinya bs dgn mudah berlari, krna pincang menjd hanya bisa berjalan terseok-seok, dan ini memperlambat langkah menuju tujuan. Tahun 2022 lalu mgkin membuat sebagian org menjd ‘pincang’ secara rohani, hidup tdk lagi dlm keadaan normal, yang dulu cepat, skrg menjd lambat, maju tapi sangat pelan sekali, tertinggal jauh dgn hidup orang lain sehingga membuat org itu menjadi stress, hidup dlm kekecewaan bahkan kehilangan iman.

Cara supaya ‘kaki pincang’ itu menjadi ‘sembuh’ ternyata dgn trs berjalan di ‘jalan yg lurus’. Tentu memaksa kaki yg pincang utk berjalan lurus itu butuh kesabaran dan ketekunan, mgkin hrs dgn menahan rasa nyeri di kaki, tapi kalau kaki tidak dilatih utk berjalan, maka otot kaki akan menjadi lemah dan bisa tdk akan sembuh. Itulah kenapa perlu melakukan ‘terapi’ dlm dunia kesembuhan secara kedokteran, melatih otot-otot kaki. Mgkin Tuhan di tahun 2023 ini kembali melatih bbrpa org utk melewati peristiwa yg sama, yg pernah membawa trauma, membuat takut dan hampir kehilangan iman, supaya org itu ‘disembuhkan’ dr traumanya, dr kesalahannya, dr kelemahan, dan sebagainya. Kita yg hrs ‘meluruskan jalan’ artinya berjalan di jalan yg Tuhan tentukan utk kita lewati. Sebagian org menyimpang karena terlalu menikmati kelimpahan, karena tergoda oleh godaan iblis dan kedagingan. Semuanya itu hrs kita ‘luruskan’, hrs lurus ke arah Tuhan bukan segala yg kelihatannya lurus tp ujungnya adalah maut. Tahun 2023 ini jgn kita sampai salah jalan dlm melangkah, jgn tergoda untuk terlalu cepat ingin bs mendapatkan apa yg kita mau, bijaklah dlm berpikir, memilih, menentukan & bertindak.

Apakah jalan kita sudah ‘lurus’? Kalau belum, ini waktu yg tepat utk meluruskannya, supaya kita menjd ‘sembuh’ di tahun 2023 ini, tetap memiliki semangat dan harapan.

Posted in Renungan | Comments Off on Luruskan Jalan Bagi Kakimu

Memasuki Tahun 2023

DI 31122022

Ibrani 12:1
Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

Besok kita sudah masuk tahun yg baru, org bnyk menyambutnya dgn meriah dan tdk sedikit yang mengeluarkan jumlah uang yg banyak sebagai ‘syukuran’ untuk tahun 2022 yg bs dilewati.

Masing-masing gereja lokal kita akan memberi pengarahan ttg tema tahun 2023 yang diberikan Tuhan, kita hrs memperhatikannya dengan baik. Wajib bagi kita di tanggal 1 Januari 2023 besok yang bertepatan dgn hari Minggu, hari ibadah di gereja, biasanya bbrpa kalangan mengadakan Perjamuan Kudus dan pengurapan awal tahun utk jemaat, tentu ini jgn sampai terlewatkan. Di gereja beribadahlah dgn ucapan syukur dan jg hati yg terbuka utk firman Tuhan. Selain itu dari ayat yg kita baca, diingatkan bhw setiap tahun itu adalah masa-masa perlombaan yg wajib utk kita ikuti. Ada perlombaan tentu ada ketentuan dan jg hadiah yang disediakan, kalau kita sadar, maka apapun yabg akan terjd tahun 2023 nanti, kita hrs ikuti ketentuan Tuhan sehingga bs untuk mendapatkan ‘hadiah perlombaan’ yang Tuhan telah sediakan bagi kita. Ketika berlomba tentu jgn main-main, tdk fokus apalagi bermental yg yakin bhw tidak akan bs menang. Hrs berusaha semaksimal mungkin utk menang, kalau kalah maka kita tdk akan mendapat apa-apa, semua jadi sia-sia, itulah knpa org bs merasakan bhw hidupnya tdk ada artinya, karena dia ‘kalah’ dlm ‘perlombaan hidup’ ini.

Supaya menang, salah satunya hrs melepaskan beban dan dosa yg bgtu merintangi kita, ibarat org berlari dgn membawa beban yg berat, tentu sangat terganggu dan menghambat. Beban itu bs diartikan kesalahan masa lalu kita yg masih belum tuntas, masih hidup dlm masa lalu, dalam penyesalan dan tdk percaya diri, masih ada bnyk ganjalan dlm hubungan dgn org lain, semuanya ini perlu dituntaskan dan jgn dibawa ketika kita masuk di tahun 2023. Demikian juga dosa yang pernah kita lakukan, ada dampak utk masa dpn kita dan itu harus kita tanggung nantinya. Kedua hal ini yaitu beban masa lalu dan dosa, solusi yg kita cari tentunya adalah pengampunan dr org lain dan jg dr Tuhan tentunya. Masa lalu bukan utk didamaikan, tp dituntaskan, kalau dibiarkan akan sangat buruk akibatnya untuk masa depan kita nantinya. Masih ada waktu, mintalah maaf pd org-org yg pernah kita lakukan hal-hal yang merugikan mereka, mintalah jg pengampunan dr Tuhan utk semua dosa-dosa yg kita perbuat, hiduplah berdamai dgn Tuhan dan sesama, itu akan memperlancar hidup kita dlm banyak hal, hingga akhir tahun 2023 nanti, kita tampil jadi pemenang dlm perlombaan hidup’ ini.

Selamat Menyambut Tahun Baru 2023! Tuhan menyertai, melindungi dan menuntun langkah kita tetap di jalan yang benar, Dia menopang & menguatkan kita. Amin!

Posted in Renungan | Comments Off on Memasuki Tahun 2023

Kesempatan Terakhir

DI 30122022

Matius 3:1-2
Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan:
“Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”

Tuhan itu bekerja dgn sebuah pola, artinya sdh ada perencanaan dan tahapan yg nantinya akan dilaksanakan, dan biasanya Tuhan mengirimkan sebuah tanda sblum rencana-Nya dilaksanakan.

Misalnya kita lihat sblum Dia menghukum kota Sodom dan Gomora, Tuhan masih ingin hal yang baik terjd atas kedua kota itu, mengizinkan utk Abraham melakukan penawaran, jika terpenuhi ada 10 org benar di sana maka batallah rencana penghukuman itu (Kejadian 18:32). Di peristiwa lainnya, Tuhan mengutus nabi Yunus memberi peringatan pada penduduk Niniwe ttg apa yang Tuhan lakukan sebagai bentuk penghukuman (Yunus 3:4). Dari ayat yg kita baca jg, Yohanes Pembaptis menyerukan utk semua org bertobat sebelum Yesus memulai misi pelayanan-Nya di dunia ini. Ada pola yg sama sblum Tuhan mulai melakukan rencana-Nya, ada tanda yg diberikan utk mendahului pelaksanaan rencana-Nya. Krna itulah kita bs memahami bhw apa yg terjd skrg ini bisa jadi adalah tanda yang Tuhan tunjukkan, yg mendahului apa yg nantinya Dia akan segera lakukan. Tahun 2019 – 2022 ini pandemi mgkin adalah tanda yg mendahului apa yg akan terjadi di tahun 2023 nantinya, melihat bhw pandemi ini mulai menurun frekuensinya. Apa sebenarnya yg direncanakan Tuhan? Bacalah apa yg tertulis dlm kitab Wahyu dan bbrpa referensi ayat dalam kitab lainnya ttg akhir zaman.

Pertobatan, menjd sebuah pesan dr Tuhan yang Dia jadikan sbg kesempatan terakhir sblum pd akhirnya Dia melakukan penghukuman. Adalah lebih baik Tuhan melihat pertobatan drpd bnyk org yg mati binasa krna hukuman Tuhan. Tuhan menghendaki sebnyk mgkin org diselamatkan (1 Timotius 2:3-4). Pergantian tahun harus kita responi dgn 2 sisi: bersyukur atas penyertaan Tuhan 1 tahun lagi, di sisi lain kita diingatkan 1 tahun lagi kita makin dekat dgn penggenapan nubuatan ttg akhir zaman, hal-hal mengerikan yg sudah diberitahukan sejak dulu. Dunia sudah memprediksi akan terjd hal begini dan begitu di tahun 2023, kita hrs mempersiapkan diri dengan baik tapi tetap mengandalkan Tuhan, berjalan di dlm tuntunan Tuhan, sekalipun hrs melewati jln yg gelap, Tuhan memberikan terang pada jalan itu, sehingga kita bs melewatinya dan terhindar dr hal-hal yg bs merugikan kita. Ketakutan pasti terasa, namun jgn sampai itu menguasai roh & jiwa kita, dan kita jg punya tanggung jwb untuk saling mengingatkan satu sama lain, kalau ada kesanggupan, kita jg wajib menolong sesama, terutama sdr seiman kita yg lemah, menopang satu sama lainnya.

Tuhan sudah banyak menunjukkan tanda-tanda ttg akhir zaman, jgn kita lengah dan terpukau dg hal-hal yg fana, kejarlah apa yg kekal, yg sudah Tuhan sediakan utk kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Kesempatan Terakhir

Meminta Pengertian Pada Tuhan

DI 29122022

Daniel 10:12
Lalu katanya kepadaku: “Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu.

Daniel menerima penglihatan dr Tuhan, dan dia ingin memahami arti dr penglihatan itu, lalu dia berpuasa dan pada akhirnya Tuhan memberikan pengertian ttg penglihatan itu.

Tahun 2023 tinggal 3 hari lagi, banyak kabar & juga isu-isu ttg keadaan dunia secara globalnya akan terjd resesi di berbagai penjuru dunia. Apa reaksi kita sbg org percaya? Secara manusia ya pasti ada kekuatiran, separah apa keadaannya yg mgkin nanti akan terjd, bisakah kita lolos dari keadaan itu, ini dan itu, banyak pertanyaan yang hilir mudik dlm pikiran kita. Kebingungan dapat membuat kita ketakutan, dan bila ketakutan itu makin membesar dan menguasai kita, yang ada adalah kita bertindak berdasarkan dorongan dr emosi kita, bukan berdasarkan iman. Hasilnya tentu akan berbeda, mana yg akan kita pilih utk kita terapkan dlm hidup kita? Sebelum memilih sikap yg bagaimana, mulailah dgn yang seperti Daniel lakukan dlm ayat ini: meminta pengertian dr Tuhan ttg apa yg nanti akan terjd. Alasan yg tepat adalah krna Tuhan itu Mahatahu, jika ingin mendapatkan sesuatu yg jelas dan benar, harus bertanya pd pihak yg lebih tahu, informasinya bs dipercaya dan akurat tentunya. Atau justru ada org yg pergi bertanya pd paranormal krna ingin tahu nasibnya di tahun 2023 nanti, lebih cepat mendpt jawaban kalau bertanya pd paranormal drpd bertanya pd Tuhan, itu pikiran sebagian dr mereka yg lebih ingin cepat mendapat jawaban pdhal blm tentu benar dan akurat.

Berkaca dr tahun-tahun sebelumnya, bukankah kita bisa melewatinya hingga akhir? Walaupun mgkin sebagian org melewatinya dlm keadaan yg sangat prihatin, tp selama hidup masih oleh Tuhan Dia berikan pada kita, berarti masih ada kesempatan utk melihat kuasa dan kemuliaan Tuhan di dunia ini. Apa yg akan terjd 1 jam lagi saja kita tdk tahu, bgmna ttg tahun 2023? Krna itulah kita hrs bersandar pd pengertian yg dari Tuhan, bkn bersandar pd pengertian kita sndri. Hal yg buruk dan yg tdk diinginkan mungkin saja bisa terjadi tiba-tiba, tapi kalau dari awal mental kita sdh dipersiapkan dgn baik karena mendpt pengertian dr Tuhan, maka kita akan hadapi hal apapun dgn kepala yg tegak, bkn tertunduk lesu dan pasrah. Kita punya Tuhan yg kuasa-Nya tdk terbatas, sanggup melakukan yg mustahil dan membuat jalan yg sblumnya tdk ada. Kita punya Tuhan yg berjanji menyertai kita dalam keadaan apapun juga, dan Dia adalah Bapa Yangbaik, yg memelihara kita. Tapi bukan berarti kita luput dr apa yg akan terjd, gambarannya adalah kita spt org yg membawa payung saat turun hujan, bisa tetap berjalan di tengah hujan deras, tidak perlu berteduh menunggu hujan reda.

Tuhan melindungi dan menjaga kita, jgn biarkan tangan kita lepas dari pegangan tangan Tuhan, makin tunduk pd Tuhan dan hadapi semuanya bersama Tuhan sepanjang 2023 nanti.

Posted in Renungan | Comments Off on Meminta Pengertian Pada Tuhan

Bukan Tuhan Memperlambat

DI 28122022

Yakobus 5:17-18
Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan.
Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya.

Beberapa doa yang dinaikkan tokoh dlm Alkitab memang terlihat spektakuler, ada yg berdoa utk menahan matahari dan bulan tetap pd posisinya selama 1 harian (Yosua 10:12-13), jg Elia dalam ayat ini berdoa dgn doa yg spektakuler.

Rasul Yakobus menulis ayat ini dgn pandangan bhw Elia hanyalah manusia biasa sama seperti manusia yg lainnya, yg membedakannya adalah bhw Elia sungguh-sungguh berdoa. Tp mengapa ada org yg sungguh-sungguh berdoa, tp lambat sekali menerima jawaban Tuhan sehingga apa yg dia doakan itu terjadinya sangat lama setelah dia pertama kali berdoa. Tuhan menerangkan ini pd saya dgn menggunakan gambaran ttg bgmn smartphone itu dicharge, diisi baterainya hingga penuh. Kuasa Tuhan itu diumpamakan charger berdaya 200 Watt, ini charger yg saat sekarang disebut paling cepat utk mencharger baterai dr smartphone. Tapi nanti dulu, charger 200 Watt ini hanya akan berfungsi maksimal jika dipakai pd smartphone yg mendukung pengisian daya maksimalnya 200 Watt. Jadi kalau teknologi dr pengisian baterainya hanya 10 Watt, maka daya yg masuk saat dicharger tetap hanya maksimal 10 Watt saja meskipun menggunakan charger yg 200 Watt. Kalo smartphonenya berteknologi pengisian maksimal 33 Watt atau 68 Watt, daya yg masuk akan mengikuti teknologi yg ada, jadi lamanya mengisi baterai hingga penuh pasti jadi lebih lama dibandingkan dgn pengisian baterai smartphone yg mendukung pengisian daya 200 Watt.

Jd ini bicara ttg kapasitas doa yg kita miliki, jika besar kapasitasnya, kuasa Tuhan yang mengalir melalui kita akan semakin besar, tapi kalau kecil kapasitas kita, kuasa Tuhan jg mengalirnya kecil sehingga terlihat kita hanya mengalami hal yang biasa saja, tdk spektakuler. Para pendoa syafaat biasanya dinilai sbg orang-orang yang kapasitas berdoanya lebih besar dr jemaat umum, tp tetap saja kita semua hanyalah manusia biasa, yg hrs jadi perhatian kita adalah bgmna memperbesar kapasitas yang kita miliki sehingga kuasa Tuhan yg mengalir dlm hidup kita itu besar, mujizat bs terjd, kesembuhan ilahi, dsbnya. Doa kita jg tdk terlalu lama dijawab oleh Tuhan. Caranya? Kita hrs jd org yg dikasihi oleh Tuhan, spt nabi Daniel yg dikasihi Tuhan, begitu dia berpuasa & berdoa minta petunjuk dr Tuhan, maka Tuhan dg segera memberikan jawaban: Lalu katanya kepadaku: “Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu (Daniel 10:12). Boleh saja ikut seminar, diklat & pendalaman Alkitab, itu semua hanya bisa untuk menambah pengetahuan, tp kejarlah utk menjd org yg dikasihi Tuhan, itu satu-satunya cara utk dgn cepat memperbesar kapasitas kita dlm hal berdoa.

Hidup bergaul dgn Tuhan itu beda dgn ritual, jd hrs ikuti kehendak Tuhan dlm hidup kita, ketika perkenankan Tuhan turun atas hidup kita, maka Dia akan bekerja dlm hidup kita dgn kuasa yang lebih besar drpd yg sblumnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Tuhan Memperlambat

Yang Dilakukan Terakhir Kali

DI 27122022

Hakim-hakim 16:30
Berkatalah Simson: “Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini.” Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya.

Simson pernah ‘jatuh’ dan mengecewakan bnyk pihak, namun Tuhan masih memberinya sebuah kesempatan terakhir, kekuatannya pulih hingga dia merubuhkan rumah penyembahan berhala utk dewa Dagon yg disembah org Filistin.

Jumlah org Filistin yg mati karena peristiwa itu dicatat melebihi jumlah org Filistin yg dibunuh Simson sebelumnya. Yang terakhir justru lebih mengerikan dan dahsyat, itulah kalau Tuhan sdh turut bekerja dan menyatakan kuasa-Nya dalam diri seseorg. Tahun 2022 tersisa 5 hari lagi, jadi ada 5 hari terakhir sebelum pergantian tahun, tp sebagian org menganggap 5 hari terakhir 2922 ini hanya sekedar hari-hari biasa, cuma sebagai hari-hari menunggu pergantian tahun saja. Tapi sadarkah kita bhw di saat-saat terakhirpun bisa terjd sesuatu yang dampaknya sangat besar & menentukan nasib ke depannya? 5 menit akhir di pertandingan sepakbola misalnya, bila bisa menjebol gawang lawan, membuat gol, terjadi sebuah kemenangan yg tentu saja mengubah status dlm pertandingan. Setiap waktu adalah kesempatan, apakah itu di awal atau di akhir, bahkan org yg sekaratpun, bila dia bertobat dan memohon Tuhan mengampuni dosanya, itu dpt mempengaruhi nasibnya setelah kematian, yang harusnya binasa kekal berubah menjd hidup yg kekal. Kita seringkali gagal paham kapan Tuhan dgn waktu-Nya yg sempurna tetap bekerja dlm kehidupan kita.

5 hari terakhir di 2022 ini, apakah masih ada hal yg kita doakan dan blm dijawab Tuhan? Apakah kita sdh mulai ragu bahwa Tuhan akan memberi jawaban? Waktu Tuhan kadang di luar perkiraan kita, mungkin saja sebelum tahun 2022 berakhir, Dia akan menjawab dan melakukannya utk kita. Sebagian org kuatir ttg apa yg akan terjd tahun 2023 nantinya, mulailah dlm 5 hari ini menabur doa-doa kita pd Tuhan, doa yg bkn didasari oleh ketakutan, tp didasari oleh percaya bahwa kita tetap akan disertai Tuhan sepanjang tahun, juga kita mulai mengevaluasi diri, kesalahan yg kita pernah lakukan tahun 2022 ini jgn kita ulangi lg di tahun depan. Benahi diri dan tingkatkan mutu dan kualitas diri kita, perbaiki karakter buruk yg masih kita tunjukkan, belajar lebih bijak dalam berkata-kata, lakukan pengelolaan keuangan yg lebih bijak lagi, dsbnya. Kesehatan ialah modal utk kita bs beraktivitas utk meraih kesuksesan, lebih lagi memperhatikan kesehatan dgn pola hidup yg baik dan seimbang, jasmani dan rohani hrs saling melengkapi, tetap bangun hubungan yg baik dgn Tuhan dan sesama, bersemangatlah dan jgn putus asa.

Setiap waktu itu sangat berharga, gunakan utk membuat diri kita lebih siap menghadapi semua yg nantinya akan terjd, tetap dekat dgn Tuhan & banyaklah berbuat kebaikan pd sesama.

Posted in Renungan | Comments Off on Yang Dilakukan Terakhir Kali

Alasan Memuji Tuhan

DI 26122022

Mazmur 150:6
Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!

Memuji Tuhan bukan sekedar bagian dari liturgi ibadah, tapi adalah respon kita terhadap apa yg Tuhan lakukan dlm hidup setiap kita, sbg bukti bahwa Tuhan itu nyata dan hadir dlm hidup kita.

Memuji yg benar itu hrs ada sesuatu yg bernilai dan dikagumi, kalau hal yg biasa-biasa saja, tdk mgkin pujian itu keluar lewat perkataan. Memuji Tuhan berarti kita melihat lalu menemukan hal yg baik dlm diri Tuhan, apa yg telah Dia perbuat, dan karenanya kekaguman kita timbul. Mustahil kita memuji satu barang kalau kita tdk memberi perhatian khusus terhadap apa yg dimiliki oleh barang itu. Kita memuji sebuah masakan bukan hanya karena kelihatannya sedap, tp kita sudah merasakan rasanya, kalau hanya kelihatannya sedap tp rasanya buruk, pastinya bukan pujian yg akan kita katakan terhadap makanan itu, tapi justru penilaian negatif. Jadi memuji itu hasil dr sebuah penilaian. Bagaimana cara kita menilai Tuhan? Bagaimana kita bs mengatakan Tuhan itu baik kalau belum pernah melihat dan pernah merasakan kebaikan Tuhan? Dlm Mazmur 34:8 dikatakan begini: Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Jadi tdk cukup hanya dari kesaksian org atau karena kita membc Alkitab, tapi rasakan dan buktikan sendiri pengalaman pribadi dgn Tuhan dlm keseharian hidup kita.

Memuji Tuhan itu bs diwujudkan dgn bersaksi pd org lain ttg Tuhan dan apa yg Dia perbuat di dlm hidup kita. Sebagian org menciptakan lagu yg isinya pujian terhadap kebaikan Tuhan, ada yg berbagi cerita di medsos, atau bersaksi saat ibadah atau komsel. Dgn memuji Tuhan, iman kita semakin diteguhkan karena kita makin hari senakin yakin bhw apa yg tertulis dlm Alkitab ttg Tuhan itu benar adanya, sebuah pembuktian yg bs ikut menguatkan iman org yg sedang lemah dan membutuhkan kekuatan dr Tuhan. Kita tdk tahu, mgkin org yg mendengar kesaksian kita itu ada yabg sedang goyang imannya, meragukan Tuhan itu sebenarnya ada atau tidak, karena itu kita jgn menolak ketika diminta utk bersaksi ttg kebaikan Tuhan, tp tentu saat bersaksi kita jgn memamerkan apa yg kita punya, memamerkan kehebatan kita, tp ‘pamerkan’ ttg kuasa Tuhan & kebaikan-Nya, atur kalimatnya dgn baik supaya yg mendengar bs menangkap pesan yang ingin kita sampaikan ttg Tuhan. Selama kita bernafas, pujilah Tuhan di setiap waktu, memuji Tuhan itu bukan hanya menyanyikan lagu rohani, tapi juga menyatakan kebaikan Tuhan dalam kesempatan yg terbuka untuk itu.

Miliki pengalaman hidup pribadi dgn Tuhan, dan pujilah Tuhan senantiasa, jgn puas mendengar kesaksian org lain saja, tp alami sendiri hingga kita membuktikan bhw Tuhan itu nyata dan baik pada kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Alasan Memuji Tuhan

Kesusahan Demi Nubuatan

DI 24122022

Matius 2:15, 23
dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.”
Setibanya di sana ia pun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.

Kelahiran Yesus di zaman itu memiliki dampak yg kurang baik bagi beberapa kalangan, kalau di zaman skrg kelahiran Yesus dirayakan dg begitu meriah, di zaman itu kelahiran Yesus membuat kegemparan, anak-anak usia di bawah 2 tahun mengalami ancaman pembunuhan krna amarah raja Herodes yg merasa tertipu oleh para orang Majus, dan karena dia takut tersaingi, membuat Yusuf, Maria dan Yesus hrs mengungsi ke tanah Mesir hingga Herodes mati, dan ternyata ini dlm ayat yg kita baca, terjadi spya nubuatan Tuhan itu digenapi. Demikian jg saat mrka hrs tinggal di Nazaret, itu jg demi penggenapan nubuatan para nabi. Kesusahan ada demi penggenapan nubuatan, ini kadang sulit utk kita pahami apalg ketika kita mengalaminya sndri. Dari hidup yang nyaman penuh sukacita, tiba-tiba berubah krna banyak kesusahan yang muncul dan menyerang kita secara beruntun. Tinggal di Mesir dan harus terpisah dgn orangtua dan kerabat tentu sangat tidak mudah, apalagi Yusuf dan Maria masih hrs merawat Yesus yg saat itu mungkin masih umur di bawah 2 tahun, tinggal di negeri orang tentu tidak senyaman tinggal di daerah sendiri, namun demi menyelamatkan nyawa Yesus dari rencana pembunuhan oleh Herodes, mereka hrs pindah.

Tidak semua keadaan buruk yg kita alami ialah bentuk hukuman Tuhan terhadap dosa yang kita lakukan. Karena Herodes, Yusuf sekeluarga hrs pindah ke Mesir. Karena ulah orang lain, kadang kita mengalami bnyk penderitaan. Krna ceroboh dlm menyetir, seseorang bs merenggut nyawa 1 keluarga yg saat itu di jalan yg sama sdg pergi berlibur, terjd kecelakaan. Tapi kalau kesusahan itu terjd demi tergenapinya rencana Tuhan, tidak bs kita hindari dan kita hrs menjalaninya. Orang lain mgkin tdk bs memahaminya & menghakimi tanpa perasaan, bukannya menguatkan tetapi malah menjatuhkan. Kita seakan tidak berdaya dan malu dgn keadaan kita, tdk bs membela diri dan hanya bs menerima semuanya. Tapi ingat, Tuhan tdk meninggalkan kita, spt Yusuf yg lewat mimpi tetap dituntun Tuhan, Dia juga menuntun kita, memang tdk langsung membuka jalan atau memberikan kita solusinya, tapi pada waktu-Nya yg tepat, Dia akan mengeluarkan kita dr situasi itu dan memulihkan keadaan kita. Bertahan dan taat saja, sekalipun itu membuat kita kesulitan & tidak nyaman, namun pasti semuanya ada akhir yg baik yaitu kemuliaan Tuhan dinyatakan.

Demi tergenapinya rencana Tuhan, sabarlah dan tetap fokus taat pada Tuhan, semua hanya utk sementara, pada saatnya semua akan kembali dan menjadi lebih baik.

Selamat Menyambut dan Merayakan Natal 2022!

Posted in Renungan | Comments Off on Kesusahan Demi Nubuatan

Berikan Yang Pertama Untuk Tuhan

DI 23122022

Lukas 2:6-7
Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,
dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

Penulis kitab Lukas menulis secara detail bhw Yesus adalah anak jasmani Maria yg sulung, jd kita bs memahami bhw Yesus ternyata jg punya beberapa org adik lagi, anak dr Yusuf dan Maria.

Kelahiran anak pertama tentu menjd sesuatu yg baru bagi tiap wanita, blm ada pengalaman dan perlu bnyk belajar ttg situasi kehamilan seorang wanita. Kehamilan yg pertama bagi Maria tentu seharusnya terjd stlah masuk masa pernikahan, tp karena kehamilannya yg pertama ini adalah bagian dr rencana Tuhan, maka tentu perasaan yg dialami Maria bercampur aduk, mau tanya ttg kehamilan pd orgtua atau kerabatnya pasti akan menimbulkan tanda tanya, belum menikah, baru tunangan saja, kenapa bnyk bertanya? Bisa saja timbul kecurigaan bhw Maria hamil sblum nikah dan itu bs berakibat buruk bagi Maria karena dia akan dihakimi menurut hukum Taurat. Tuhan itu tahu perasaan Maria, karena itulah Dia memberi konfirmasi baik pd Maria dan jg calon suaminya yaitu Yusuf, sehingga semuanya boleh berjalan dgn baik. Memang tdk mudah jika kita ada dlm posisi Maria atau Yusuf, hrs bnyk berkorban dan tunduk pd kehendak Tuhan. Maria berkorban dg hrs hamil sblum dia dan Yusuf menikah, Yusuf jg berkorban, haknya sbg suami yaitu kesucian istrinya sbg seorg gadis, tdk bs dia peroleh krna sampai Maria melahirkan, mereka tdk layaknya suami istri berhubungan badan (Matius 1:24-25)

Dlm hukum Taurat, ada persembahan sulung yg diwajibkan untuk dipersembahkan pada Tuhan. Maria ‘mempersembahkan’ masa kehamilan yg pertamanya utk menjd bagian dr rencana Tuhan mendatangkan Juruselamat dan Mesias yg hrs lahir sbg manusia di dunia ini. Kitapun pasti jg pernah mengalami ketika Tuhan ‘meminta yang sulung’ dr hidup kita, jenisnya mgkin berbeda, tp yg sama adalah ada pengorbanan yg harus kita lakukan dgn kerelaan hati. Yang menjd hak kita dgn rela kita berikan utk Tuhan pakai sesuai dgn kehendak-Nya. Tentu ada saat-saat di mana ada pergumulan dlm diri kita, pikiran, perasaan dan hati kadang belum sama dan sepakat, timbul 1 rasa ketakutan apa yg nantinya akan terjd, tapi pastinya Tuhan akan meng-cover kita, Dia bukan Tuhan yg kejam dan bengis yg arogan sengaja mengambil hak kita tanpa tanggung jawab. Dia peduli dan sdh memperhitungkan semuanya dg sempurna, Dia bela kita. Jadilah spt Maria dan Yusuf yg sepakat menjalani tujuan Tuhan dalam hidup pernikahan mereka, menjalani semuanya sbg hamba-hamba yg taat dan setia, yg penting rencana dan kehendak Tuhan menjd nyata dan berdampak luas.

Apakah Tuhan sedang meminta hak kita? Mulai dg kerelaan hati dan sukacita, berkorban untuk kemuliaan Tuhan dinyatakan, Tuhan pasti bela & meng-cover kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Berikan Yang Pertama Untuk Tuhan

Makna Ulang Tahun

DI 22122022

Lukas 2:6-7
Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,
dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

Adakah perayaan hari ulang tahun di kalangan orang Israel? Dlm Alkitab sendiri tdk ada kisah org Israel yg merayakan hari ulang tahunnya, itu jg sebabnya tanggal hari kelahiran Yesus tidak tercatat di Alkitab.

Perayaan Natal bisa dilakukan sepanjang bulan Desember bahkan ada yg di bulan Januari juga, itu karena tidak ada catatan tanggal persisnya kapan Yesus dilahirkan. Beda dgn zaman skrg di Israel sudah ada perayaan hari ulang tahun, tapi tidak berlaku utk kalangan penganut Yudaisme Ortodoks. Justru yg diperingati adalah tanggal kematian seseorg setiap tahunnya. Ada makna yg bs kita ambil yaitu yang lebih penting adalah bgmn kita hidup hingga saatnya kita meninggal, kematian lebih penting dr kelahiran. Namun yg pasti, tetap ada gunanya kita memperingati hari ulang tahun, bukan saja bersukacita karna umur kita bertambah tiap tahunnya, tp yg hrs disadari juga bahwa setiap tahunnya jatah umur hidup di dunia ini berkurang satu tahun lg, tiap org pasti akan mati, jadi di satu sisi kita bersukacita bisa hidup satu lagi, tp di sisi lain kita hrs ingat bhw hidup di dunia ini hanya sementara, ada hal-hal yg perlu kita siapkan bila nanti tiba saatnya utk kita meninggalkan dunia ini, apa yg kita bawa ke hadapan Tuhan di pengadilan-Nya? Merayakan ulang tahun saja perlu persiapan, maka penting juga utk mempersiapkan diri bila saatnya untuk kita tiba menghadap Bapa di surga.

Ada yg bertambah dan jg ada yg berkurang bila kita membandingkan hidup kita di setiap umur yg kita jalani, ada yg bertambah kaya, ada jg yg berkurang hartanya, ada yang tambah anggota keluarga baru: punya anak, ipar, menantu, tapi ada jg yabg berkurang anggota keluarga karena meninggal dunia. Ada yg merasa makin dewasa dlm karakter dan sikap, ada jg yg merasa sdkit bodoh krna mengalami hal-hal yg tdk diinginkan dlm tahun itu. Tapi pertanyaan yg mendasarnya adalah apakah di usia yg sekarang ini, kita lebih berkenan di hadapan Tuhan atau tidak? Apakah kita makin serupa dgn Kristus? Apakah banyak kebaikan yg kita lakukan terhadap org lain? Ada bnyk hal yg bs jd bahan evaluasi kita setiap thn saat memperingati hari kelahiran kita. Jangan lupa utk bersyukur pd Tuhan karena penyertaan dan kasih Tuhan yg telah kita terima, semua bs kita lewati karena Tuhan menopang dan selalu menuntun kita di jalan-Nya. Berterima kasihlah pd keluarga yg sudah mewarnai hidup kita dan mengasihi kita, pd pasangan hidup yg dg penuh kerelaan mau menjalani hidup bersama dalam suka dan duka, pada para sahabat yg selalu ada di saat kita membutuhkan mereka, dan org-org yg berjasa dlm hidup kita, mereka semua adalah ‘berkat’ Tuhan yg terindah utk kita.

Perayaan yg ‘wah’ tentu sesuatu yg wajar, tapi di sisi lain ingatlah bahwa roda kehidupan ini terus berjalan maju, semakin mendekati garis akhir yg dimiliki hidup setiap org di dunia ini, bersiaplah supaya kita tdk menyesal dlm kekekalan.

Posted in Renungan | Comments Off on Makna Ulang Tahun