Dosa Tidak Diperhitungkan

DI 14102022

Mazmur 32:2
Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!

Dosa adalah penghalang antara kita dgn Tuhan, akibatnya kalau dosa itu tdk dibereskan, apa yg harusnya kita terima dr Tuhan itu menjadi batal utk kita terima bahkan hubungan kita dgn Tuhan menjd semakin memburuk.

Kesalahan yg tidak diperhitungkan, apa maksud dr kalimat ini? Lebih mudahnya kita gambarkan spt saat kita makan di sebuah resto, lalu di sana kita bertemu teman lama yg ‘konglomerat’, lalu makan bersama. Saatnya untuk membayar, dia yg membayarnya. Artinya yg harus kita bayar itu dimasukkan ke dlm tagihan dia, jadi pihak resto tdk memperhitungkannya pd kita, tp dihitungkan kepada teman lama kita. Kurang lebih demikian gambarannya, kita menikmati keadaan hidup yg baik sekalipun kita masih berbuat dosa, tp krna dlm Tuhan ada pengampunan, dosa kita yg bnyk itu diampuni Tuhan, sehingga kita bisa hidup dg damai sejahtera. Itulah pendamaian yang Tuhan lakukan pd kita, oleh darah-Nya kita didamaikan dgn Tuhan sehingga kita bs datang menghadap Tuhan dlm keadaan yang layak krna dilayakkan oleh darah-Nya. Kesalahan dan dosa kita tidak diperhitungkan Tuhan, padahal sebelum kita dg merendahkan diri dan bertobat, memohon pada Tuhan utk bersedia mengampuni kita. Di sinilah kita mengerti bhw Tuhan sendiri mau hubungan kita dg Dia ada dlm keadaan damai, shga berkat yg Dia telah janjikan dan sediakan bs kita terima dan alami senantiasa dlm hidup kita.

Yang tidak berjiwa penipu, dlm terjemahan lain dikatakan: di dlm rohnya tdk ada tipu daya. Yang sifatnya kekal dalam diri manusia ialah rohnya, tubuh jasmani sifatnya fana, suatu saat terpisah dari roh kita, itulah kematian. Yang kita kerjakan sepanjang hidup kita di dunia itu tidak ‘melekat’ pd tubuh jasmani kita, tp pada roh kita. Di saat nanti kita menghadapi pengadilan Tuhan, apa yg kita pernah lakukan sejak kita lahir hingga mati, itu akan dihakimi oleh Tuhan. Roh yang tdk ada tipu daya, bisa dimaknai sbg roh yg ‘suci’, lebih tepatnya saat kita dikembalikan statusnya sbg org benar karena dibenarkan oleh Tuhan. Dalam Wahyu 7:14, kita melihat bahwa roh manusia itu terlihat mengenakan jubah yang dicuci di dalam darah Anak Domba: “Maka kataku kepadanya: “Tuanku, tuan mengetahuinya.” Lalu ia berkata kepadaku: “Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.” Roh yg dgn jubah putih adalah roh seseorg yg dosanya telah dihapus, tdk diperhitungkan Tuhan, shga rohnya dlm keadaan suci dan kudus, bebas dari segala yg jahat, termasuk tdk lagi ada tipu daya.

Jgn biarkan dosa terlalu lama dibiarkan tanpa adanya pemberesan dg Tuhan, dosa yg menjadi penghalang untuk kita mengalami yang baik dr Tuhan, segera berdamai dg Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Dosa Tidak Diperhitungkan

Tetap Percaya

DI 13102022

Mazmur 27:3
Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itu pun aku tetap percaya.

Kalau sekedar membacanya saja, mungkin kita tidak merasa perkataan Daud ini luar biasa, tapi cobalah utk membayangkan diri kita dikepung oleh puluhan org, apa yg kita rasakan?

Mental seorg tentara tentu lebih kuat drpd orang pd umumnya, tapi tetap saja setiap orang punya daya tahan mental yg ada batasnya. Daud juga adalah seorg tentara, bahkan seorang panglima, pasti jg punya rasa takut dan kegentaran, tp ada hal yg membuat dia tetap kuat menghadapi apa yg dia alami yaitu dia punya kepercayaan yang kuat pd Tuhannya. Dikepung bnyk tentara tentu saja resikonya adalah mati terbunuh, sekalipun di tangan memegang senjata perang, tp secara logika perlahan-lahan pasti akan kalah, namun Daud berkata bhw dia tetap percaya bahwa dia disertai oleh Tuhan, dia akan ditolong dan pada akhirnya dilepaskan dr tangan musuh. Situasi yg tidak baik biasanya akan membuat seseorg utk lebih menggunakan pikirannya sendiri terlebih dahulu drpd langsung mengaktifkan imannya pd Tuhan. Pola pikir yg umumnya dimiliki tiap org adalah pakai dulu kemampuan yg kita miliki, jika gagal, barulah minta pertolongan Tuhan. Di satu sisi tentu ada benarnya, kalau bisa kita kerjakan sendiri, ya kerjakan saja, itulah gunanya Tuhan memberikan kita otak utk berpikir, namun di sisi yg lain, jgn terlalu percaya diri berlebihan, ingat bahwa ada hal-hal yg di luar batas kemampuan pikiran kita, dan solusinya hanya ada pd Tuhan.

Kebiasaan yang Daud lakukan saat menghadapi peperangan adalah bertanya pd Tuhan, apa yg hrs dilakukan, walaupun dia pasti punya banyak anak buah yg mampu utk mengatur strategi dgn baik, tapi Daud lebih mengutamakan Tuhan dlm segala hal. Misalnya dlm keseharian kita, lebih menyakinkan konsultasi pada dokter sungguhan drpd bertanya pd org yg hanya tahu dr medsos ttg kesehatan. Ketika menghadapi suatu situasi yg seperti ‘mengepung’ kita, masihkah kita bisa tetap percaya pd Tuhan? Biasanya kita ingin yg cepat bs selesai, dan kadang kita berpikir bhw kalau memakai caranya Tuhan, pasti prosesnya memakan waktu lebih lama, shga kita memilih untuk mengandalkan Tuhan setelah semua cara yg kita pakai ternyata gagal menyelesaikan apa yg sedang kita hadapi, akibatnya justru wkt yang tersita jauh lebih lama dibandingkan kalau dari awalnya kita sudah mengandalkan Tuhan. Satu masalah belum selesai, lalu muncul masalah yg lain akibat dr gagalnya cara yang kita gunakan, apalagi kalau cara itu beresiko fatal, beban kita akan semakin berat dan membuat kita menjadi lebih pesimis dan putus asa.

Tetaplah percaya walau situasinya mgkin akan semakin memburuk, selama tidak ada hal yang menjadi penghalang antara kita dengan Tuhan, yakinlah Tuhan akan bertindak tepat pd waktu yg Dia telah tentukan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tetap Percaya

Mengajar Orang Berdosa

DI 12102022

Mazmur 25:8 KJV
Good and upright is the LORD: therefore will he teach sinners in the way.

Baik dan benar TUHAN itu, karenanya Dia akan mengajar para pendosa di jalan itu

Apa reaksi kita ketika kita tahu dosa seseorg itu terbongkar? Kalau sekedar kaget atau heran, ini masih dlm batas yg wajar, tp ketika kita berpikir bhw mereka tdk layak lagi ada di antara kita, ini sdh berlebihan.

Dihakimi sblum diadili, ini yang terjd dlm realita hidup kita sehari-hari ketika seseorg ketahuan berbuat dosa. Kita mengenal ada ‘sanksi sosial’ yg berarti org banyak sudah lebih dulu memberi hujatan, caci maki dan ‘hukuman’ psikologis, inti dr semuanya adalah membuat org itu tidak lagi pantas ada di tengah masyarakat. Sanksi yang benar itu tujuannya untuk membuat jera, pelaku supaya tdk berani lagi mengulangi perbuatan yg sama, tp memang ada saja org-org yg tidak mau jera sekalipun sudah menerima sanksi hukuman yg hrs dijalani. Tp kita hrs membedakan antara org yg disebut pendosa dgn org yg sekali waktu berbuat dosa. Tdk ada satupun org di dunia ini yg tdk pernah berbuat dosa, semua org pernah berbuat dosa. Ibaratnya, semua org pernah jadi ‘tahanan di penjara’, jd apa yg mau dibanggakan di hadapan bekas ‘tahanan’ lainnya? Manusia itu kurang adil, menggolongkan dosa ada yg besar dan kecil, dosa biasa dan luar biasa, dosa yang bisa diampuni dan dosa yg tdk bs diampuni, dan inilah yg membuat org yg melakukan dosa kecil merasa berhak menghakimi org yg dosanya itu besar. Secara hukum blm masuk pengadilan, tp sudah divonis oleh bnyk org dgn kejam.

Apakah Tuhan bersikap spt itu juga? Dari ayat di atas, ternyata Tuhan tdk membiarkan org yang berbuat dosa itu larut dalam keterikatannya oleh belenggu dosa, Dia mengajar org berdosa itu di jalan, artinya saat seseorg melakukan dosanya, Tuhan akan mengajar org itu dgn segera selama hati mereka masih terbuka bagi teguran Tuhan. Kondisinya adalah spt ini: sudah berbuat dosa, tapi menganggap dosa itu sesuatu yg wajar dan tidak meminta pengampunan dr Tuhan. Contoh dalam Alkitab adalah kasus Daud dan Batsyeba, bgmna Daud berzinah lalu membunuh Uria yang adalah suami sah dari Batsyeba. Menurut Daud, yg dia lakukan adalah wajar menurut pikirannya, dia seorg raja, berhak melakukan apapun demi mendapatkan apa yg dia mau, tp di mata Tuhan itu adalah sebuah dosa yg sangat besar. Daud tdk meminta pengampunan dr Tuhan, yg Tuhan lakukan adalah Dia ‘mengajar’ Daud lewat nabi Natan yg dtg utk menegur Daud, untunglah dia akhirnya mau bertobat. Inilah yg juga hrs menjd reaksi kita saat mengetahui seseorg yg kita tahu dan kenal melakukan perbuatan dosa, berikan teguran dan bimbing dia utk bertobat dan balik kembali pd Tuhan, bukan justru ‘membuangnya’.

Tanyakan pd diri kita sendiri: senang lihat orang lain masuk surga atau neraka? Membiarkan org lain tenggelam dlm dosanya sama saja dengan membiarkan dia berjalan di jalan yang menuju kebinasaan.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengajar Orang Berdosa

Yang Menerima Berkat Tuhan

DI 11102022

Mazmur 24:4-5
“Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.

Setiap org punya kesempatan yg sama dlm hal bisa menerima berkat Tuhan, tapi ada syarat yg hrs dipenuhi jika ingin memiliki hak menerima berkat itu.

Bisakah org yg bukan termasuk umat Tuhan itu diberkati Tuhan? Bisa saja kalau Tuhan yg mau melakukannya, itu kedaulatan Tuhan, namun ini tentu saja berbeda berkatnya dibandingkan dgn berkat yg Tuhan janjikan pd umat-Nya. Misalnya dlm bbrpa kisah dlm Alkitab, org yg bukan orang Israel pernah menikmati berkat Tuhan, Naaman, panglima raja Aram, sakit kusta di zaman Elisa, mengalami kesembuhan dari Tuhan, perempuan Siro Fenesia, yg adalah seorang Yunani, anaknya dibebaskan dari roh jahat oleh Yesus, dan masih bnyk lagi contoh lainnya. Berkat Tuhan itu bnyk sekali wujudnya, namun semua yg terbaik pasti diberikan bagi umat-Nya, bagi org yg percaya pd Tuhan, dan mereka yg hidup menyembah Tuhan. Sebagian bs kita lihat dlm Ulangan 28, tentu ini bs menjd gambaran betapa Tuhan sangat ingin umat-Nya diberkati dgn sangat berlimpah, tidak ingin umat-Nya hidup dlm kutuk yg mengerikan, membuat hidup sangat menderita, karena itulah Dia ingin kita dengar dan taat pd firman Tuhan, percaya pd Tuhan Yesus, sehingga kita memiliki kepastian bhw hidup kita akan penuh dg berkat Tuhan dan mengalami hidup yg bahagia.

Dlm ayat yg kita baca, ada bbrpa syarat utk kita bs menerima berkat Tuhan, pertama, hrs bersih tangannya, artinya perbuatan kita itu ‘bersih’, tdk melanggar aturan yg ada dan bs dipertanggung jwbkan di hadapan Tuhan dan manusia. Kedua, punya hati yg murni, hati yg bebas dr semua yg negatif dan buruk, punya motivasi yg murni dan dipenuhi dgn kasih Tuhan. Ketiga, tidak menipu, dlm terjemahan lain adalah tidak menyerahkan jiwanya kepada kesia-siaan, artinya paham apa yg menjd tujuan Tuhan utk hidupnya, mengasihi diri sndri sebagaimana seharusnya, tdk sengaja merusak hidup sendiri dan hidup org lain. Hidup ini hanya sekali saja di dunia, jgn disia-siakan & dipakai hanya utk mengejar kesenangan dunia, ingatlah bhw kita perlu membangun kerohanian demi mempersiapkan diri utk hidup kekal nanti bersama Tuhan, jgn sampai bahagia di dunia tp dalam kekekalan justru berakhir di neraka, tragis sekali tentunya. Keempat, tdk bersumpah palsu, artinya terbiasa utk mengatakan hal yang benar dan membela org yg benar, bkn membela orang yg justru bersalah. Keadilan hrs ditegakkan dan kita hrs berkata jujur apa adanya. Kesaksian kita dlm suatu perkara bs mempengaruhi hidup org lain, kalau kesaksian kita palsu, org yg bersalah akan bebas dan terus bertindak yg salah.

Menikmati yg baik dari Tuhan berarti hrs hidup benar di hadapan Tuhan dan memperlakukan sesama manusia dgn selayaknya, ingatlah bhw Tuhan mengawasi kita setiap saat.

Posted in Renungan | Comments Off on Yang Menerima Berkat Tuhan

Tuhan Adalah Gembalaku

DI 10102022

Mazmur 23:1
Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Sebelum menerima panggilan Tuhan utk menjd raja atas Israel, Daud hanyalah seorg pemuda yg menggembalakan kambing domba yang adalah milik ayahnya sndri (1 Samuel 16:11).

Menarik sekali bahwa Daud memandang Tuhan sebagai seorg gembala yang menggembalakan ternaknya, ini cara pengenalan akan Tuhan yang mungkin pas sekali untuk Daud, krna dia paham bgmna seorang gembala itu menggembalakan kambing dombanya sehingga mazmur yang dia tulis jelas sekali menjabarkan bgmna peranan Tuhan yang menggembalakan dirinya. Pertama, dia memposisikan dirinya sbg hewan yg punya seorang gembala, dibaringkan di padang yang berumput hijau, dibimbing ke air yg tenang dan menyegarkan jiwanya, lalu dituntun ke jalan yg benar dan sekalipun dalam lembah kekelaman, dia tidak takut bahaya karena ada penyertaan Tuhan, gada & tongkat Tuhan menghibur dirinya. Kedua, Daud mulai masuk dlm aplikasi peranan Tuhan sebagai Gembala dalam kehidupan yang nyata, bgmna Tuhan membuatnya menang atas musuh-musuhnya, digambarkan dg hidangan yg ada di hadapan para lawannya, dia diurapi dan pialanya penuh melimpah sbg tanda bhw Tuhan ada di pihaknya. Daud yakin kebajikan dan juga kemurahan Tuhan akan mengikutinya sepanjang umurnya dan dia akan diam dlm rumah Tuhan sepanjang masa.

Pola yg Daud terapkan utk mengenal Tuhan, ini bisa juga diterapkan pd masing-masing dr kita, misalnya mgkin kita adalah seorg boss, jd kita belajar mengenal Tuhan sebagai Boss kita, apa yg dia lakukan dlm hidup kita mgkin bisa sedikit banyak lebih mudah kita pahami. Atau misalkan kita seorang dokter, kita pahami Tuhan sebagai ‘Dokter’ dlm hidup kita. Tentu ini bukan pola yg sempurna karena tdk mgkin kita bisa mengenal Tuhan 100% karena Dia adalah Tuhan yang tidak terbatas, namun bkn berarti kita tidak perlu utk mengenal Tuhan lebih dalam. Banyak hal yang Tuhan perbuat dlm hidup kita yg kira sulit untuk memahaminya, apa alasan Tuhan dan tujuannya utk apa bagi kita, namun semakin dlm kita mau lebih mengenal Tuhan, Dia akan mempermudah kita utk bs memahami situasi yg sedang terjadi menurut sudut pandang Tuhan. Salah paham yg sering terjd adalah karena kita gagal utk mudah memahami situasi yg Tuhan izinkan terjd dalam hidup kita, pikiran negatiflah yg timbul sehingga kita menilai Tuhan secara keliru. Mulailah untuk belajar memahami Tuhan lebih dalam, bangun hubungan yg intim dgn Tuhan setiap hari.

Jgn lelah utk terus berusaha memahami Tuhan dlm kehidupan keseharian kita, situasi yang ada adalah alat yg Tuhan pakai utk mengajar setiap kita lebih mengenal Tuhan secara dekat.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Adalah Gembalaku

Masalah Demi Masalah

DI 08102022

1 Raja-raja 17:15-17
Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.
Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.
Sesudah itu anak dari perempuan pemilik rumah itu jatuh sakit dan sakitnya itu sangat keras sampai tidak ada nafasnya lagi.

Kisah janda di Sarfat ini menarik utk dipelajari, masalah yg dia hadapi dan bgmna Tuhan tetap menolongnya, ini bs menjd satu gamvaran bagi kita bhw hidup ini tdk selalu sesuai dg kemauan dan harapan kita.

Masalah yg satu sdh selesai: keuangan keluarga sdh mulai masuk fase berkecukupan, dulu soal makanan utk hari esok menjd beban pikiran yg membuat janda ini putus asa dan tdk tahu esok harus bagaimana, namun Tuhan mengutus nabi Elia utk menolongnya. Mujizat terjadi dan mulai situasi jd membaik. Namun satu saat anak dari janda di Sarfat ini sakit keras dan kemudian tdk bernafas lagi, artinya meninggal, ini menjadi hal yg mengiris hati si janda di Sarfat ini, logikanya mulai berjalan: apa bedanya anaknya mati saat dulu atau sekarang, kan mati juga walau hanya beda sekian waktu saja? Pny anak perempuan satu-satunya, anak tunggal, lalu mati, buat apa Tuhan biarkan dulu dia hidup? Tentu bagi yang pernah kehilangan anak tunggal pasti mengerti bgmna perasaan si janda di Sarfat ini, mujizat yg dulu rasanya menjadi sia-sia. Ada nabi Tuhan yg hebat tp knpa justru yg terjd adalah kematian anak tunggalnya? Memang di zaman itu jikalau seorg nabi datang pd seseorang, pasti ada satu pesan Tuhan yg hrs disampaikan pd org itu, bisa sesuatu yg baik, tp juga sebaliknya, bs sesuatu yg buruk. Bagi si janda di Sarfat ini, dia berpikir bhw kedatangan Elia sbnarnya membawa satu pesan yg buruk bagi dia.

Pernah mengalami mujizat bkn berarti masalah tdk akan terjadi lagi, bahkan mgkin saja hal yg terjd justru lebih besar dr yg sblumnya. Mujizat tdk bs diartikan bhw itu adalah akibat dari satu perkenanan Tuhan atas seseorg. Mujizat terjadi bs karena memang itu adalah kehendak Tuhan, Tuhan yg mau menolong seseorg, bs jg karena itu adalah wujud belas kasihan Tuhan, atau bisa jg itu adalah pengabulan doa seseorg yg Tuhan nilai itu pantas diberikan sbg jawaban. Mujizat yg kita alami bkn menjd bukti bhw kita ini orang yg kudus, suci, jd kita merasa bhw diri kita layak di hadapan Tuhan dan itu kita ‘pamerkan’ pada bnyk orang demi dihormati banyak org. Hati-hati dgn pola pikir spt itu, kalau mengalami mujizat, seharusnya itu mendorong kita utk semakin hari semakin merendahkan diri di hadapan Tuhan & sesama, biarlah nama Tuhan yg dimuliakan dan dipuji, jgn justru kita mengumbar kesaksian utk mendapatkan keuntungan ketika diundang utk bersaksi di banyak tempat. Masalah pasti akan ada sepanjang kita masih hidup di dunia ini, hrs siapkan diri jika tiba-tiba terjd sesuatu yg buruk di luar dugaan kita, tetap dekat dgn Tuhan tiap saat dan percayalah Tuhan tetap menyertai.

Muliakan Tuhan ketika mengalami mujizat, jgn menyombongkan diri tp tinggikanlah nama-Nya ketika kita bersaksi, sadarlah bhw masalah bisa dtg kapan saja di waktu yg tak terduga.

Posted in Renungan | Comments Off on Masalah Demi Masalah

Jangan Tutup Hatimu

DI 07102022

1 Yohanes 3:17
Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?

Dlm dunia ini, salah satu yang pegang peranan penting dlm hidup manusia adalah harta, punya sedikit atau banyak pasti ada pengaruhnya pada keberlangsungan hidup org yg memilikinya.

Sedangkan dlm hal rohaniah kita, yg memegang peranan penting dlm hidup kita adalah Tuhan yg berkuasa penuh atas hidup kita, yang kasih-Nya bs menetap dlm diri kita. Dari ayat yg kita baca ini, ternyata kasih Tuhan itu memerlukan suatu hal yg membuat kasih Tuhan itu bs terus tinggal dlm diri kita yaitu belas kasihan pd org yg suatu saat kita ketahui sedang dlm keadaan yg kurang baik, katakanlah kekurangan dlm hal keuangan atau sedang dlm kebutuhan akan sesuatu yang wujudnya tdk selalu dlm hal uang, tapi sesuatu yg hanya bisa kita saja yg melakukannya. Seorg dokter ahli bedah yg sengaja mengambil waktu utk cuti dan berlibur, ketika tiba-tiba mendapat telepon dr RS, ada pasien yg sangat genting dan perlu segera dioperasi, apakah si dokter ini akan menolong si pasien atau tetap menikmati waktu liburannya? Kadang kita tdk tahu kekurangan & kebutuhan seseorg mgkin berkaitan dgn nyawa dan keberlangsungan hidupnya. Kisah Elia yang datang ke janda di Sarfat menjd contoh bahwa kedatangan Elia itu tepat pd waktunya karena si janda ini tdk punya lagi bahan makanan yg bisa dimakan lagi utk esok harinya, mgkin akan mati keesokan harinya (1 Raja-Raja 17).

Menutup berarti tdk membiarkan masuk, tidak mengizinkan masuk, menutup hati berarti tidak mau kekurangan dan kebutuhan org lain menjd sesuatu yg menyentuh hati kita, bukankah tiap org punya kebutuhan masing-masing? Janda di Sarfat walau dirinya sendiri dlm keadaan susah, tapi tetap mau berbagi makanan dgn nabi Elia, hasilnya adalah dia mengalami mujizat Tuhan & bebas dr masalah kekurangannya. Tdk menutup hati tapi malah menunjukkan belas kasihan, itu adalah tanda bhw kasih Tuhan itu ‘hidup’ dalam diri seseorg. Kadang terjd konflik antara pikiran logika dgn suara hati nurani, hitung menghitung bgmna kalau melakukan itu, nanti kita bs begini atau begitu, mana yg akan kita ikuti? Pilihan yg kita pilih akan membawa dampak bagi kita dan org lain, dan itu juga menjd penilaian tersendiri bagi Tuhan utk kita. Keadaan org lain bs menjd sebuah ujian bagi kita, karena itu bertindaklah dgn bijak dan utamakan utk melakukan firman Tuhan di atas realistis pikiran dan logika kita. Ini sesuatu yg tdk mudah, karena berkaitan dg hati dan penilaian terhadap kita di hadapan Tuhan. Kadang ujian datang bukan saja di saat kita dlm kondisi berkelimpahan, tp bs jg saat kita ada di dlm situasi sulit spt yg dialami oleh janda dalam kisah di atas, ujian Tuhan justru menjd solusi yg menyelesaikan masalah yg sdg terjd.

Jgn menutup hati terhadap kondisi org lain, itu hanya membuat kasih Tuhan tdk lagi menetap di dlm diri kita, tunjukkanlah belas kasihan dan lakukan sesuatu dgn apa yg kita punya.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Tutup Hatimu

Sengaja Melarikan Diri

DI 06102022

Yunus 1:1-3
Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian:
“Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku.”
Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.

Yunus memilih melarikan diri dr tugas yg Tuhan berikan kepadanya, karena dia tdk setuju kalau Tuhan mengasihani bangsa Niniwe yg memang saat itu memiliki konflik dg bangsa Israel.

Perintah Tuhan yg menguntungkan pihak lawan atau org yg punya konflik dg kita, apakah masih bersedia kita mentaatinya? Ini pilihan yang sulit dan tentu saja secara logika seharusnya Tuhan jgn berfirman ttg hal itu, bukankah Dia harusnya berpihak hanya pada umat-Nya saja? Dlm bnyk kasus dlm sejarah bangsa Israel dlm PL, Tuhan memakai bangsa-bangsa lain sbg alat hukuman bagi bangsa Israel yg seringkali tidak taat dalam hal ibadahnya pd Tuhan, penyembahan berhala menjd satu hal yg berulang-ulang dilakukan dari generasi satu ke generasi berikutnya. Dan kalau keadaan sangat terjepit dan menderita, barulah bangsa Israel sungguh-sungguh mencari Tuhan dan memohon belas kasihan-Nya, melepaskan mereka dr bangsa yg memperbudak, namun ini hanya bersifat sementara, setelah keadaan jadi kembali membaik, bangsa Israel seringkali jadi mulai meninggalkan Tuhan dan menyembah lg berhala-berhala bangsa asing. Setiap kali Tuhan melihat ada peluang suatu bangsa bs bertobat, maka pasti Tuhan membuka kesempatan untuk itu, termasuk utk bangsa Niniwe, yg pd akhirnya mereka kemudian mendengarkan peringatan dr Tuhan melalui nabi Yunus dan bertobat.

Disuruh Tuhan utk melakukan sesuatu pd orang yg tdk kita sukai bahkan yg kita benci, apa yang jadi sikap kita? Apa tujuan Tuhan menyuruh kita utk melakukan sesuatu yg baik terhadap orang yang kita benci? Mari kita lihat ayat berikut ini: Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.” (1 Yohanes 3:15). Kebencian hanyalah akan menyeret kita menuju ke neraka! Benci hrs dilawan dgn mengasihi, jd inilah alasannya knpa Tuhan menyuruh mengasihi org yabg kita benci supaya kita nantinya tidak masuk neraka karena hati kita dikuasai oleh si jahat melalui celah rasa benci dan dendam. Kelihatannya memang tidak adil, Tuhan berpihak pd mereka, tapi bukankah memang Tuhan itu mengasihi org berdosa dan menginginkan pertobatan mereka? Kita juga org berdosa, bedanya mungkin kita sudah tahu jalan menuju pertobatan, tp mereka belum tahu. Jika kita ditanya Tuhan: senang lihat org masuk dlm surga atau neraka? Krna itulah kalau Tuhan dgn belas kasih-Nya menginginkan org yg kita benci utk bertobat, bukankah seharusnya kita senang bahkan mendukung niat Tuhan ini?

Pikiran kita kadang sulit memahami pikiran yg Tuhan tunjukkan pada kita, tp percayalah bahwa yg Tuhan kehendaki pasti membawa sesuatu yg mulia bagi kita maupun org lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Sengaja Melarikan Diri

Mengoyakkan Hati

DI 05102022

Yoel 2:13
Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya.

Mengoyakkan pakaian di zaman itu adalah satu perlambang seseorg yg dlm keadaan meratap, kesedihan yg amat sangat, penyesalan, dsbnya, ini ditunjukkan sbg bukti bahwa dirinya sedang dlm kondisi yg tidak baik-baik saja.

Pertobatan yg Tuhan standartkan adalah bukan tampilan luarnya seseorg, yaitu mengoyakkan pakaian, tp justru Tuhan ingin seseorg menyesal itu dgn ‘mengoyakkan hatinya’, ada sesuatu yg dilakukan pada hati, sbg bukti kesungguhan org itu akan pertobatannya. Ada org ysng mengaku menyesal dan bertobat, tapi kembali melakukan dosa dan kesalahan yg sama, itu pertanda bhw org itu belum sampai ‘mengoyakkan hati’, belum mau bersungguh-sungguh bertobat dan masih memberi ruang pd kedagingannya utk berkuasa atas dirinya, karena dosa memang mengandung unsur kenikmatan yg bikin ketagihan jika selalu dan berulang-ulang melakukannya. Org bs saja menipu sesamanya shga mrka percaya bahwa dirinya memang sungguh-sungguh bertobat, ini pun suatu saat akan terbongkar ketika berbuat dosa yg serupa di waktu yg berbeda. Pura-pura bertobat guna mendapat simpati dan kasihan dr org lain, ini namanya ‘manipulasi rohani’, tp pasti Tuhan tdk bs ditipu karena Dia tahu persis isi dr setiap hati manusia, tp tetap saja ada org yang berlaku munafik, di depan manusia kelihatannya sangat religius, tp ternyata bagian dalam dirinya penuh dgn kebusukan dan dosa.

Bereskan hati dahulu maka pikiran & perkataan kita akan ikut juga dibereskan. Jgn biarkan dosa yg trs mengendalikan hidup kita shga kita tanpa punya tenaga utk melawan keinginan dosa, trs menerus dibawa ke dlm hidup yg bergelimang dg dosa: perbuatan kita penuh dosa, perkataan kita jg penuh dosa, pikiran kita merancangkan apa yg jahat, dsbnya. Lama kelamaan suara hati nurani kita menjd redup dan ‘bisu’, tidak lg perlu mendengar suara Tuhan dan malah mengikuti apa yg dia anggap benar menurut jalan pikiran yg sesat. Koyakkan hati berarti membuat hati ini berguncang, ada kesadaran bhw selama ini apa yg dijalani dlm hidup hanyalah semu dan sia-sia belaka. Ada saatnya kita hrs tegas dgn hati kita sndri, buang semua yg bs merusak hati kita, jgn simpan sesuatu yg bs membuat hati kita sakit & membusuk. Ketegasan sangat perlu saat ingin bertobat secara sungguh-sungguh. Kompromi dg kelemahan pribadi tentu menjd celah terbuka bagi dosa utk terus memperhamba kita. Tuhan mau memberkati dan memulihkan asalkan ada pertobatan sejati dlm diri seseorg, hati yg remuk karena sadar akan dosa, dan tidak kembali pada hal-hal yg menggoda utk berbuat dosa lagi.

Bereskan hati, ini awal dr pemulihan dlm hidup kita, jaga tetap bersih dan murni, biarkan nurani kita menjd tempat di mana Tuhan berbicara dg kita tentang kebenaran-Nya setiap hari.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengoyakkan Hati

Tuhan Bertanggung Jawab

DI 04102022

Hosea 6:1-2
“Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita.
Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya.

Memahami kasih Tuhan itu harus dengan hati & pikiran yg jernih serta dewasa, karena wujud dr kasih Tuhan itu spt dlm ayat yg kita baca ini, Dia jg ‘menerkam’, ‘memukul’ serta ‘mematikan’.

Di satu sisi kita temukan bahwa Tuhan itu tegas, sehingga terlihat galak, kejam dan seperti tanpa belas kasihan sama sekali ketika Dia memberi hukuman terhadap umat-Nya: digambarkan spt binatang yg menerkam, spt org yg memukul dan jg yg membuat seseorg mati. Membuat seseorg jadi mati? Ya, bukankah ayatnya berkata bahwa Dia akan menghidupkan kita sesudah 2 hari dan membangkitkan kita pada hari yg ketiga? Seram bukan? Jadi jgn main-main dgn Tuhan, Dia yang memegang nyawa kita, kalau Dia berfirman kita sudah selesai di dunia ini, tak ada satu kuasa yg bs menahan Dia. Sering org berpendapat bahwa Tuhan di dlm Perjanjian Lama memang terlihat sangat tegas bahkan kejam, sedangkan Tuhan dlm Perjanjian Baru terlihat lebih ‘ramah’ karena lebih mengedepankan anugerah dan kasih-Nya. Sebenarnya tdk demikian, karakter dan sifat-Nya tdk mgkin berubah, yang Dia permudah bagi kita adalah bgmna kita bs menerima pengampunan dosa dgn cara yg lebih sederhana. Dulu hrs dgn menggunakan darah korban hewan, tp sekarang cukup dgn darah Anak Domba yg sdh tercurah bagi kita, mengakui pengorbanan Kristus, hidup dlm pertobatan dan meminta pengampunan dr Tuhan, maka dosa kita sudah diampuni.

Di sisi lain, selain Dia ‘menerkam’, Tuhan jg yang akan menyembuhkan kita. Hukuman Tuhan itu berkaitan dg keadilan Tuhan, dosa hrs dihukum, tapi setelahnya Dia menyatakan kasih-Nya dgn menyembuhkan ‘luka’ kita, memulihkan kita dari akibat hukuman Tuhan yg kita terima. Tuhan jg ‘memukul’ dan membalut kita, Dia ‘mematikan’ kita dan akan ‘membangkitkan’ kita pd hari yang ketiga. Yang Tuhan inginkan adalah pertobatan dan pemulihan. Utk membuat seseorg bertobat salah satunya dgn membuatnya dihukum Tuhan dan mengalami akibatnya, hukuman yg serius & berat shga sadar bhw dirinya salah dan hrs mau bertobat, kembali pd Tuhan, kalau perlu dibawa ke titik terendah dlm hidupnya yaitu detik-detik antara hidup dan mati, ketakutan manusia akan dunia setelah kematian seringkali berhasil untuk membuat seseorg sadar bhw dia perlu Tuhan & perlu membereskan hidup sebelum nanti masuk dlm alam kematian. Jadi memang Tuhan perlu gunakan cara-cara yg ‘kejam’ supaya org sadar bhw akibat dari dosa yg diperbuatnya sangatlah serius, bukan saja mempengaruhi masa depan hidup di dunia ini, tp jg masa depan hidup dalam kekekalan nantinya.

Kalau kita sedang dihukum Tuhan, bertobatlah, percayalah bahwa Tuhan juga akan memulihkan keadaan kita asalkan kita menunjukkan diri kita benar-benar bertobat dan kembali pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Bertanggung Jawab