Mati Dalam Dosa

DI 25032026

Yohanes 8:21
Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: “Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.”

Apa makna kalimat ‘mati dalam dosa’ dlm ayat ini? Tentu kita hrs melihat konteks dr perkataan ini supaya makna sebenarnya tdk terlewatkan.

Yesus sdg berbicara ttg merdeka dr dosa, siapa yg hidup dalam keadaan berdosa, ia sesungguhnya adalah hamba dosa. Kata hamba dlm konteks zaman itu adalah org yg tdk merdeka, tdk punya kebebasan dan menjd hak penuh bagi tuannya melakukan apa yg tuannya mau. Bahkan nyawa juga menjd milik tuannya. Org yg berbuat dosa trs menerus, digambarkan sbg hamba dari dosa itu sendiri. Tdk mampu menolak dari keinginan berbuat dosa, itulah sebabnya di sekitar kita banyak ditemukan org-org yang katanya ingin lepas dr dosa tapi tdk pernah bs terlepas. Utk kepemilikan bisa terjd, maka perlu ada penebusan: “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Korintus 6:20).

Melawan keinginan dosa itu perjuangan di sepanjang hidup kita, jgn berpikir sdh tua dan tubuh lemah berarti tdk bisa berbuat dosa lagi, karena pikiran kita trs bekerja & banyak dosa yg terjd diawali dr yang kita pikirkan. Belum lagi soal hati kita, jika bkn Tuhan yg menguasainya, hati kita pastinya dipenuhi dgn semua yg kotor dan najis. Di sinilah perlu kita pahami, dosa bukan saja ttg perbuatan, tp pikiran dan niat yg timbul dari itu. Tuhan sdh memerdekakan kita dr dosa, jgn kembali lagi utk dikuasainya, ini yg jadi bagian kita: “Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dr kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula (2 Petrus 2:20).

Pertahankan kemerdekaan kita dari dosa, jgn kembali menjadi hamba dosa, tetaplah berjuang sepanjang hidup kita utk menang melawan keinginan berbuat dosa.

Posted in Renungan | Comments Off on Mati Dalam Dosa

Meresponi Panggilan Tuhan

DI 24032026

Kisah Para Rasul 2:38-39
Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.”

Ternyata utk menerima keselamatan, ada panggilan dr Tuhan yg mendahuluinya, ini tentu mengundang pertanyaan: adakah yg tdk dipanggil Tuhan utk diselamatkan?

“Ketika Aku ada bersama mereka di dunia ini, Aku senantiasa memelihara mereka dalam Nama-Mu, yaitu mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, Aku telah menjaganya dan tidak seorang pun dari antara mereka yang binasa, kecuali anak kebinasaan itu, supaya kitab suci dapat digenapkan (Yohanes 17:12 ILT3). Dalam ayat ini disebutkan bhw ‘anak kebinasaan’, berarti memang ada pengecualian bbrpa kategori ttg siapa yg selamat dan yang tdk selamat. Tuhan tentu adil, menginginkan semua org diselamatkan, karna itu Tuhan memangilnya dahulu, tp kalau diabdikan, apalagi menolak, tentunya tidak selamat dan berakhir dgn kebinasaan. Ditawarkan utk diselamatkan tapi malah ditolak.

Meresponi panggilan Tuhan ini dibuktikan dgn memberi diri dibaptis, pengampunan dosa terjadi atas kita. Sblum dibaptis, kita hrs memiliki pertobatan yg sungguh, tidak lagi melihat ke belakang, dulu kita hamba dosa: “Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa” (Yohanes 8:34). Dosa lah yg menjd pemisah antara kita dgn Tuhan, melalui pengampunan dosa ini maka kita menjadi diperdamaikan dgn Tuhan, layak utk dapat diselamatkan, tidak binasa dan memiliki hidup kekal. Jadi tdk semua org, ada bbrp yg akhirnya binasa, ini karena dg sengaja menolak panggilan keselamatan yg Tuhan berikan, ujungnya adalah penyesalan yang tdk bs diubah lagi.

Kita yg meresponi panggilan keselamatan ini hrs dibuktikan dgn hidup benar, kudus, dan berkenan di hadapan Tuhan, jg terus memberitakan Injil bagi yg blm percaya pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Meresponi Panggilan Tuhan

Ibadah Hari Minggu

DI 23032026

Kisah Para Rasul 20:7
Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu berlangsung sampai tengah malam.

Kenapa org Kristen beribadah pd setiap hr Minggu? Bukankah Sabat itu di hr Sabtu? Bgmna kita menjwb hal ini bukan saja dgn sejarah, tapi juga dgn data dr Alkitab.

Dlm ayat ini, ketika para murid berkumpul utk memecah roti, ini dilakukan di hari yg pertama dlm minggu itu. Hari Minggu itu adalah hr pertama, sementara hr Sabat itu adalah hr Sabtu, hari ke-7. Tuhan di hari yg ke-7 berhenti dr penciptaan, hari Sabat ini jg dikuduskan (Kejadian 2:3). Kemudian di dlm 10 Perintah Tuhan, menguruskan hari Sabat menjd perintah ke-4 (Keluaran 20:8) dan dilakukan trs menerus hingga saat ini. Namun yg perlu diingat bhw orang Kristen tdk berpedoman pd hukum Taurat, karena Hukum Taurat itu Tuhan berikan hanya utk bangsa Israel, bukan utk semua bangsa. Di zaman gereja mula-mula, para rasulpun tidak menyuruh org Kristen pd zaman itu utk mengikuti hukum Taurat. Sederhana pengertiannya ialah ini: Yudaism dengan Kristen itu beda.

Yesus bangkit di hari pertama dr Minggu, artinya di hari Minggu. Ini yg jadi landasan bagi pelaksanaan ibadah gereja, sebagai peringatan bahwa Yesus bangkit pd hari pertama atau hr Minggu. Bila kita melihat gereja pada masa awal: “Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati (Kisah Para Rasul 2:46). Persekutuan dilakukan tiap hari, sesuatu yg mgkin sulit dialami gereja masa kini yg jemaatnya tentu perlu bekerja & berusaha utk memenuhi kebutuhan hidup. Realita bhw sebagian gereja beribadah hari Sabtu tentunya dihormati sbg doktrin intern, tapi tentunya jg beribadah di hr Minggu bukan sebuah kesalahan.

Yg penting bukan ibadah pd hari apa, tapi benarkah kita beribadah dgn segenap hati dan takut akan Tuhan? Jgn sampai hanya tubuh datang di gereja tp pikiran pelesir ke mana-mana.

Posted in Renungan | Comments Off on Ibadah Hari Minggu

Memikirkan Hal Yang Sama

DI 20032026

Filipi 4:2 ILT3
Aku menasihati Euodia, aku juga menasihati Sintikhe, agar memikirkan hal yang sama di dalam Tuhan.

Perbedaan pikiran dan perencanaan kerap kali terjd dlm dunia pelayanan, dlm ayat di atas, rasul Paulus menasehati 2 org yang tampaknya berbeda pandangan & pikiran ttg sesuatu.

Kedua wanita ini agaknya tergolong para pemimpin di gereja Filipi, mgkin sbg para diaken, dlm suatu kondisi, mereka timbul perdebatan yg sengit sehingga perlu bagi rasul Paulus utk menasehati mereka. Isi dari nasehat rasul Paulus adalah supaya mereka berpikiran yg sama di dlm Tuhan. Jadi ini masalah perbedaan pikiran yang mereka miliki masing-masing, merasa yg paling benar dan pikiran orang lain kurang tepat. Terlihat bhw mereka masih kuat di dlm memegang ego masing-masing, dlm hal berpikir masih mengandalkan logika & jalan pikiran masing-masing yg dianggap yg paling benar utk diterapkan. Nasihat ini meluruskan masalah yg ada bhw di dalam melayani, pikiran yg ada dlm Kristus yang hrs jadi pedoman.

Intinya adalah bgmna utk mewujudkan yg jadi maunya Tuhan, bukan maunya sndri, jadi lihatlah dgn cara pandang Tuhan, ini bkn sesuatu yg mudah. 2 org yg menonjol kadang sulit utk saling tenggang rasa, utk saling mengalah, apalagi mgkin ada para pelayan lain yg mendukung mereka, jadi ada kelompok atau kubu masing-masing sehingga bs menimbulkan perpecahan di ujungnya. Padahal keduanya amat sangat membantu Paulus dlm pelayanannya, jadi jgn sampai berakhir perpecahan, masalah di antara mereka hrs terselesaikan supaya pelayanan di Filipi tetap berlangsung baik. Kalau ada yg lebih baik, knpa tidak diakui dan dipakai saja idenya? Kepentingan utk bersama yg harusnya dikedepankan, bkn ego masing-masing.

Berpikirlah spt Tuhan berpikir, sesuatu yg tdk mudah tp itulah cara utk menengahi perbedaan pandangan serta pikiran dalam dunia pelayanan, supaya jgn terjd sesuatu yg berujung perpecahan.

Posted in Renungan | Comments Off on Memikirkan Hal Yang Sama

Seteru Salib Kristus

DI 19032026

Filipi 3:18-19 ILT3
Sebab banyak orang hidup –yang sering kukatakan kepadamu dan sekarang pun aku mengatakannya dengan menangis– sebagai musuh-musuh salib HaMashiakh,
yang kesudahannya: kebinasaan, yang ilahnya perut, dan kemuliaannya ada dalam aib mereka yang memikirkan hal-hal duniawi.

Ada bbrpa org yg hidupnya sbg seteru dari salib Kristus, artinya mereka tdk mengaku kebenaran ttg apa yg Yesus perbuat saat Dia disalibkan.

Penginjilan ttg Yesus Kristus di zaman itu memang masih sesuatu yg baru, kadang bagi sebagian golongan dianggap sesuatu materi perdebatan yg baru, tertarik untuk membicarakannya tetapi menolak untuk menerima dan mengakuinya sbg sebuah kebenaran. Bahayanya lagi ada jg timbul bbrpa pemahaman dan gaya hidup yg tdk sejalan dgn kekristenan yg seharusnya. Di zaman itu kadang kekristenan oleh bbrpa org dicampurkan dgn adat istiadat yg SDH ada sblumnya. Kristen tapi masih duniawi, ini yg jg masih terjd hingga saat ini. Lihat ciri-ciri yg rasul Paulus berikan ttg mereka dlm ayat ini: pertama, ilahnya adalah perut mereka, mereka hidup utk ‘perut’ saja, jadi bgmna supaya perut mereka selalu dalam keadaan kenyang, ini bs diartikan dg pesta pora, melakukan dosa dan kriminal demi keserakahan nafsu makan, dsbnya.

Kedua, kemuliaannya ada pd aib mereka, berarti mereka menganggap aib sebagai sesuatu yg membanggakan. Sudah tidak ada lagi ‘warning’ suara hati nurani, ketika berkumpul bersama, mereka adu siapa yg paling banyak aibnya, mereka tertawa dan menista org yg hidupnya benar. Tdk perlu berpikir ttg apa yg akan terjd setelah nanti mereka mati, surga dan neraka itu bohong bagi mereka, yg ada hanya jalani hidup dg berbuat apa yg mereka mau dan suka. Di ayat ini jelas dikatakan bhw upah mereka itu kebinasaan. Ketiga, memikirkan hal yg duniawi, tdk pernah mau berhubungan dg hal spiritual dgn Tuhan, tdk peduli dengan Tuhan, yg dlm pikiran mereka hanya soal hidup mewah dan kenikmatan hidup, yang lain itu sesuatu yg ‘receh’ saja baginya.

Kita jgn menjd seteru atau musuh Tuhan, hukuman-Nya sangat mengerikan, ketika tiba waktunya setiap org hrs menghadap Tuhan utk diadili, mereka tdk menerima pembelaan Yesus Kristus.

Posted in Renungan | Comments Off on Seteru Salib Kristus

Perlu Berlari

DI 18032026

Filipi 3:14
dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Mengapa rasul Paulus menjelaskan yang sedang dilakukannya itu dgn berlari-lari kepada tujuan atau sasaran? Kenapa tidak berjalan?

Dgn berlari maka kita bergerak lebih cepat drpd berjalan, memang energi yg terpakai jd lebih banyak, tetapi waktu utk sampai di tujuan itu jd lebih singkat. Jd mengapa hrs berlari karena waktu yg ada tdk banyak. Di dlm perlombaan atau pertandingan lari, yg jd penentu kemenangan ialah wkt tempuh dr awal start hingga garis finish. Kita pny waktu yaitu hidup kita, entah masih diberi brpa banyak waktu lagi, tak seorgpun yang tahu kapan ia akan selesai hidup di dunia ini. Rasul Paulus memahami itu, apalagi ia menjd sasaran akibat pemberitaan Injil, jd kematian mgkin bs terjd kapan saja serta di waktu yg dekat. Tak ada lagi waktu utk santai dan bersenang-senang, dia berpikir supaya dia mendapatkan ‘hadiah’ yg ingin dia dapati yaitu panggilan luhur surgawi.

Kita memandang hidup kita ini sbg apa? Ini menentukan apakah kita akan berlari atau hanya santai saja. Penonton di suatu pertandingan hanya duduk santai karena dia tdk bertanding, dan tidak ada ‘hadiah’ atau kemenangan yg ditargetkan, tp seorg atlit akan mempersiapkan dirinya dengan sungguh-sungguh supaya bs menang dlm pertandingan. Dia hrs berlari, tdk mungkin hanya diam menonton saja. Itulah kenapa kita melihat org-org yg berbeda, yang satu santai-santai saja, terlena oleh kekayaan & kenikmatan duniawi, yg lain begitu terlihat serius dan ‘repot’ melakukan banyak hal, spt sdg berlari. Tak ada waktu utk santai, karena dia sangat menghargai waktu dan jg hidupnya, hidup hanya sekali, waktu tdk akan pernah kembali.

Jgn sampai kita menyesali ketika semua sdh terlambat dan tdk ada waktu lagi, jgn santai tp kejarlah apa yg jd tujuan ilahi dr hidup kita, yg dr Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Perlu Berlari

Berani Membuangnya

DI 17032026

Kisah Para Rasul 19:18-20
Banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku di muka umum, bahwa mereka pernah turut melakukan perbuatan-perbuatan seperti itu.
Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak.
Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa.

Tdk semua org berani membuang sesuatu yg menyebabkan hal buruk menimpa diri mereka, mungkin karena mahal, disayangi, dan alasan lainnya.

Kitab-kitab sihir yg harganya 50 ribu uang perak habis dibakar oleh pemiliknya karna mereka percaya pd Injil Kristus. Knpa tdk dikasih saja ke org yg masih praktek sihir? Atau dijual kan lumayan? Intinya bhw yang bs menyebabkan kita berbuat dosa jangan disimpan apalagi dirawat. Sebaiknya tidak lagi bersama kita, ibarat sampah yg harus dibuang. Rasul Paulus pernah berkata ini: “Malahan segala sesuatu ku anggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu & menganggapnya sampah, spya aku memperoleh Kristus” (Filipi 3:8). Ibarat tangan kita terbatas menggenggam, hrs melepaskan A untuk menggenggam B, tdk bs menggenggam keduanya.

Kriteria ttg hal-hal yg pantas dianggap sbg sampah itu kadang bergantung pd pikiran dan pertimbangan tiap org yang tentu saja bs berbeda satu sama lain. Persamaan yg bs dipegang bersama adalah sesuatu itu bs membawa kita jauh dr Tuhan, hidup di dlm dosa dan menyesatkan hidup, semua ini pantas dianggap sampah yg tdk boleh disimpan apalagi dirawat. Kadang situasi menuntut kita bertindak tegas dan terlihat ekstrim spt dlm ayat ini. Bayangkan kalau membakar kitab yang dulu kita percayai di depan umum, bs menimbulkan kericuhan dan dianggap tindak penistaan. Namun di sinilah letak ketegasan kita dlm beriman, percaya pd Tuhan dan meninggalkan yang lama, putus hubungan secara permanen. Akibatnya spt ayat ini, firman Tuhan makin tersebar dan dipercaya.

Sampah itu hrs dibuang, jgn simpan yang bs membuat kita terpancing berbuat dosa trs menerus, jgn kompromi tp buanglah yg memang seharusnya dibuang.

Posted in Renungan | Comments Off on Berani Membuangnya

Bukan Dipelajari

DI 16032026

Kisah Para Rasul 19:5-7 ILT3
Dan setelah mendengarkannya, dibaptislah mereka ke dalam Nama Tuhan YESHUA.
Dan ketika Paulus menumpangkan tangan atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, mereka juga berbicara dengan bahasa lidah dan bernubuat.
Dan mereka semuanya kira-kira ada dua belas orang.

Bgmna seseorg bisa berbahasa lidah atau sebagian org mengenalnya dg bahasa roh, dlm ayat ini jelas bhw semuanya itu terjd karena penyimpangan tangan.

12 org di Efesus setelah dibaptis dan dgn penyimpangan tangan rasul Paulus, mrka akhirnya bs berbahasa lidah & bernubuat, ini menjelaskan bhw keduanya bkn hasil dr sebuah pembelajaran tetapi keduanya itu karunia roh dari Roh Kudus. Di zaman skrg ini tdk sedikit kalangan yg membuka ‘seminar dan kelas’ bgmna bs bernubuat & setelah lulus bs mendpt predikat sbg nabi, ini sesuatu yg tentu kontroversial, bisakah karunia roh itu dipelajari? Misalnya dalam hal berbahasa lidah, ada kalangan yg dgn jelas mengakui bhw bahasa lidah didapat ketika ‘dipancing-pancing’ dgn mulai bcra sesuatu, pertanyaan hakiki ttg ini adalah: apakah benar yang dianggap bahasa lidah yg diucapkan seseorg itu bahasa lidah yg dr Roh Kudus?

Sebagian jemaat kharismatik sangat amat mengagumi org yg katanya berkarunia utk bernubuat, bahayanya mereka tidak sadar bhw menganggap nubuatan spt meramal masa depan. Org yg bernubuat dianggap tahu masa lalu dan masa depan, dengan pikiran spt itu, ada saja oknum-oknum yg akhirnya memproklamirkan diri sbg ‘nabi’ dan menjual jasa untuk bernubuat. Target utama tentunya org-org kaya dan org-org yg tdk memiliki pemahaman yang dlm ttg Alkitab. Bahkan ada yang mematok harga utk sebuah nubuatan. Kita tentu bersyukur utk org-org yg memang benar bernubuat karena dorongan Roh Kudus, tetapi karena ulah oknum-oknum penubuat palsu inilah yg membuat bnyk org tdk yakin dg karunia roh, lebih memilih cukup memahami isi dr Alkitab saja.

Jangan alergi dgn karunia roh, tp tdk salah utk berhati-hati dgn oknum-oknum hamba Tuhan atau siapapun yg memanipulasi diri seolah-olah mereka berkarunia roh.

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Dipelajari

Bisa Menerangkan

DI 14032026

Kisah Para Rasul 17:2-3 ILT3
Dan sebagaimana yang biasa bagi Paulus, ia masuk ke antara mereka. Dan selama tiga sabat ia bertukar pikiran dengan mereka tentang kitab suci,
dengan memaparkan dan menunjukkan, “Bahwa seharusnyalah HaMashiakh itu menderita dan bangkit dari antara orang mati, dan bahwa Dialah HaMashiakh, yaitu YESHUA yang aku beritakan kepadamu.”

Dlm menginjil, kita perlu didasari dgn hal penting ini, yaitu pengetahuan yg cukup & kemampuan utk menerangkan, jadi tidak hanya mengandalkan doa saja.

Rasul Paulus mampu menerangkan kitab suci dgn baik karna dia pny latar belakang sbg murid dari Gamaliel (Kisah Para Rasul 22:3), seorg pengajar Taurat, tentu sangat memahami isi Taurat (Perjanjian Lama). Bgmna menghubungkan ttg Yesus dan jg Taurat, ini memang tdk mudah. Zaman itu belum ada Alkitab yg lengkap spt kita, yg ada hanya pemahaman ttg PL. Butuh 3x Sabat bagi Paulus utk menjelaskan bahwa Yesus adalah Mesias. Beruntung kita yang ada di zaman skrg, banyak referensi yang bs kita temui ttg firman Tuhan, jika perlu jg bs mengikuti sekolah teologia supaya bs lebih punya pemahaman yg benar tentang Alkitab. Penginjilan zaman skrg jg sudah mulai menggunakan media-media sosial yg ada.

Punya pengetahuan yg memadai, ini hal yg baik, tp perlu diperlengkapi jg dengan kemampuan utk menerangkan, membuat semua kalangan org mengerti apa yg kita sampaikan. Kalangan yg berpikiran kritis hingga yg sederhana, keduanya perlu utk dilayani keingintahuan mereka, cara kita berkomunikasi dan menarik simpati mrka tentu menjd sesuatu yg hrs dimiliki. Tugas kita hanya memberitakan, menyampaikan ttg Yesus Kristus dan keselamatan, nanti apakah mereka menerima atau tdk, bukan tanggung jwb kita. Yg penting semua org perlu utk mendengar Injil, karena Bapa di surga ingin sebanyak mgkin org di dunia ini diselamatkan, karena itulah penginjilan hrs terus dilakukan dlm wujud apapun jg & makin didengar bnyk org.

Tingkatkan kemampuan berkomunikasi di dalam penginjilan yg kita lakukan, belajar trs dlm memahami Alkitab dgn benar, jgn lelah dan takut dlm menginjil.

Posted in Renungan | Comments Off on Bisa Menerangkan

Bertemu Dengan Kebenaran

DI 13032026

Kisah Para Rasul 16:13-14 ILT3
Dan pada hari Sabat kami pergi ke luar kota, ke tepi sungai, yang diduga ada tempat berdoa. Kemudian sambil duduk, kami berbicara kepada para wanita yang berkumpul.
Dan, seorang wanita dengan nama Lidia, seorang pedagang kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Elohim, yang telah YAHWEH buka hatinya untuk memberi perhatian pada apa yang dibicarakan oleh Paulus, tekun mendengarkan.

Tokoh wanita yg disebut namanya dalam Alkitab, biasanya pny satu keistimewaan, jika tidak, yg diinfokan hanya dia seorang perempuan tapi namanya tdk disebutkan.

Siapa itu Lidia? Mengutip dr Ensiklopedia Alkitab, Lidia itu seorang wanita dr Tiatira di Lidia, yg di Filipi menjadi murid Paulus yg mula-mula bertobat di Eropa. Mungkin dia ini seorg janda atau tidak menikah, Ia ialah penganut agama Yahudi, yg terlibat dlm doa-doa dan penyucian pd hari Sabat di tempat di tepi sungai. Dia non Yahudi. Dlm ayat ini disebutkan bhw dia akhirnya mendengar ttg Injil dan kemudian dirinya dibaptis. Hal yg menarik adalah Tuhan yg membuka hatinya shga memperhatikan apa yg Paulus beritakan ttg Injil, sehingga dia menjd percaya. Ini hal yg penting utk diingat bhw pemberitaan Injil hrs disertai dgn penyertaan Tuhan shga org bertobat dan memberi diri dibaptis. Tuhan bekerja dlm pemberitaan Injil.

Membuat orang tertarik mau mendengar ttg Injil itu tdk mudah, apalagi mereka yg sdh terbiasa hidup dlm dosa. Tantangan di zaman ini adalah bgmna org-org muda berusaha untuk menerima Alkitab sebagai kebenaran dilihat dari sisi logika manusia. Yg tdk masuk logika itu tdk layak diakui & dipercaya, inilah pikiran kebanyakan orang di zaman ini. Kalau hrs masuk logika, apa artinya Tuhan? Bukankah Tuhan Pencipta manusia? Berarti Dia yang menciptakan logika jg, bukankah aneh kalau Pencipta hrs masuk logika? Jadi pemikiran seperti itu jelas hanyalah sanggahan yg lucu dan menyesatkan pikiran kita. Kuasa Tuhan yg tanpa terbatasi akan membuat semua yg dilakukan dlm penginjilan ini menjd suatu yg efektif menyentuh roh, hati dan pikiran manusia, sehingga bs bertobat & percaya.

Penginjilan tanpa campur tangan Tuhan, hanya suatu kegiatan biasa yg tdk pernah menghasilkan pertobatan, libatkan Tuhan dan andalkan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Bertemu Dengan Kebenaran