Benih Pertengkaran

DI 10062021

Amsal 30:33
Sebab, kalau susu ditekan, mentega dihasilkan, dan kalau hidung ditekan, darah keluar, dan kalau kemarahan ditekan, pertengkaran timbul.

Dari ayat ini kita dapati bhw dlm amarah itu terdapat benih pertengkaran, artinya bs saja terjd pertengkaran atau justru tdk terjd, semuanya bergantung pd bgmna kita bersikap saat amarah mulai timbul.

Marah tentu sesuatu yg normal bahkan baik jika bs ditujukan utk hal-hal tertentu, misalnya marah saat kita menemukan telah terjd kesalahan yg diperbuat org lain dan marahnya kita bertujuan memberikan penekanan bhw kesalahan yg diperbuat bs sangat merusak suasana dan bisa jg menimbulkan masalah besar, spya org itu menyadari kesalahannya dan jgn diulangi di lain waktu. Bahayanya adalah kalau kita dg sengaja membiarkan marah itu menjd semakin besar dan berubah menjd amarah yg tdk terkendali, mgkin jg itu sbg pelampiasan stress yg kita alami, dan jika sdh melibatkan fisik kita, maka hal yg tdk diinginkan bs saja terjd, yg pertama kali terjd pastinya adalah sebuah pertengkaran.

Pd dasarnya setiap org tdk ingin dimarahi berlebihan dan disakahkan, tentu krna ini berkaitan dg harga diri dan rasa malu yg ditimbulkan, apalg jika ini terjd di muka umum. Krna itulah sangat penting bagi setiap kita utk benar-benar memahami alasan mengapa kita hrs marah, tempat yg cocok utk memarahi dan siapa saja yg pantas melihatnya. Tdk selalu marah di dpn umum itu menimbulkan efek jera, justru bs menimbulkan rasa dendam krna merasa dipermalukan. Sadarlah bhw kita hrs bijak dlm berkata-kata, bijak dlm hal berpikir dan mengambil keputusan, bijak dlm mengendalikan scra penuh emosi, dsbnya. Bnyk pertengkaran bs dihindari kalau saja kita bs mengendalikan marah agar jgn berubah menjd amarah yg justru menguasai diri kita nantinya.

Marahlah di saat wkt yg tepat dan krna alasan yg benar, bkn sbg pelampiasan emosi yg sdh lama kita pendam, hindari pertengkaran yg tdk perlu terjd.

Posted in Renungan | Comments Off on Benih Pertengkaran

Tidak Ingin Miskin Atau Kaya

DI 09062021

Amsal 30:8 KJV 
Remove far from me vanity and lies: give me neither poverty nor riches; feed me with food convenient for me:

Jauhkanlah dariku kesia-siaan dan kebohongan, berikan aku bukan kemiskinan ataupun kekayaan, sediakan aku makanan yang diperuntukkan bagiku.

Kalau kita ditanya: pilih jd miskin atau jd kaya, hampir pasti 100% kita menjwb dg memilih utk jd kaya, namun penulis amsal ini justru tdk memilih keduanya, hidup tdk miskin dan jg tdk kaya.

Ini bkn berarti hidup dlm level golongan menengah, tp yg dimaksud penulis amsal ini adalah dia inginkan sesuatu yg bukan kesia-siaan dan kebohongan. Semasa org itu kaya maka dia akan sangat dihormati, tapi ketika dia miskin, maka dia tidak lagi dihormati. Jd org menghormati dia krna kekayaannya, bkn kepribadiannya. Rasa hormat yg ‘bohong’ dan seringkali justru bnyk org menginginkan dihormati krna dia kaya krna memang begitulah budaya dunia yg kita diami. Semua yg ada dlm dunia ini sifatnya sementara, krna itulah ada ayat yg berkata bhw kecantikan itu sia-sia belaka (Amsal 31:30), lihatlah dlm dunia keartisan misalnya, yg lebih muda dan masih cantik akan punya peluang lebih besar utk mendapatkan peran drpd yg lebih tua usianya.

Kemiskinan dan kekayaan, keduanya bs membw hidup kita ke arah kebinasaan, tdk punya uang bkn berarti tdk ada celah utk berbuat dosa, krna kita lihat fakta dlm keseharian kita bgmna tindakan kriminal terjd jg pelakunya adalah org miskin dan dia berbuat itu krna terdesak oleh akibat dr kemiskinannya. Makin bnyk uang jg memperbesar peluang utk berbuat dosa, jd spt pandangan penulis amsal ini, kita memiliki pandangan bhw biarlah apa yg kita miliki, termasuk harta, itu memang yg Tuhan ‘porsikan’ bagi kita. Harta yg bkn menggoda kita utk berbuat dosa, tp harta yg bs kita gunakan untuk memuliakan Tuhan dan mencukupi kebutuhan hidup. Jumlah harta yg ‘pas’ bagi kita, shga kita yg menjd tuan atas harta kita, bkn malah menjd hamba uang.

Kalau org menghormati kita krna harta yg kita miliki, jgn senang dan berbangga hati tp biarlah kita dihormati krna pribadi kita yg baik, berkualitas dan jg terhormat.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Ingin Miskin Atau Kaya

Mencarikan Solusinya

DI 08062021

Hakim-hakim 21:6
Orang-orang Israel merasa kasihan terhadap suku Benyamin, saudaranya itu, maka kata mereka: “Hari ini ada satu suku terputus dari orang Israel.

Krna ada sebuah peristiwa maka saat itu terjadilah perang saudara di antara suku bangsa Israel yg mengakibatkan suku Benyamin dimusuhi dan tdk ada suku yg lainnya ingin menikahkan anaknya dg org dr suku Benyamin.

Bermusuhan dg sesama saudara tentu saja itu hal yg mgkin terjd dlm hidup kita, bahkan hampir setiap hari kita temukan berita ttg perseteruan antar sdr kandung dan ada yg berakhir dg pembunuhan. Bgmna kita sbg org Kristen menghadapi situasi yg spt ini, ketika ada perseteruan dg sesama sdr, apakah itu dlm keluarga, dg kerabat atau dg sdr seiman? Dr ayat yg kita baca bs kita pelajari bhw apapun yg jd masalahnya, ingatlah bhw masih ada ikatan persaudaraan dan ini tdk boleh dilupakan apalg dihilangkan. Dr kisah dlm ayat ini kita tahu bhw cepat atau lambat suku Benyamin bs mengalami masalah dlm hal jumlah populasi penduduknya, akibatnya suatu hari bs tdk ada lagi suku Benyamin di muka bumi ini.

Mencarikan solusi walau ada masalah dg suku Benyamin, ini satu hal yg baik utk dicontoh. Menjd sdr kandung itu sebuah ketentuan dr Tuhan, tdk ada org yg lahir dg pilihannya sndri mau lahir di keluarga siapa, murni ketentuan dr Tuhan. Apakah nantinya hubungan dg sdr kandung atau kerabat tetap harmonis atau timbul satu masalah, kita hrs tetap berusaha mencari pendamaian, bahkan berusaha utk selalu membantu bila mrka mengalami sebuah masalah. Kasih hrs dikedepankan drpd emosi dan ego kita, ini hal yg tdk mudah utk dilakukan, tp jika kita punya niat tulus maka Tuhan akan memampukan kita utk melakukannya. Kebencian jgn sampai ‘melumpuhkan’ kasih yg ada dlm diri kita, berpikirlah jernih dan jg murnikan hati dr segala yg bs merusaknya.

Masalah bs saja terjd dlm semua jenis hubungan yg ada, tp ingatlah bhw kita ini adalah org Kristen, umat Tuhan yg selalu diajarkan utk mempraktekkan kasih dlm setiap situasi yg ada, baik atau buruk keadaannya.

Posted in Renungan | Comments Off on Mencarikan Solusinya

Belajar Dari Keadaan

DI 07062021

Mazmur 75:7 KJV
But God is the judge: he putteth down one, and setteth up another.

Tetapi Tuhan adalah Hakim, Dia menurunkan yang satu, dan meninggikan yang lain

Dari ayat ini kita temukan bhw ada dua proses yg terjd scra bersamaan, yaitu di saat bersamaan Tuhan menurunkan seseorg dan meninggikan yg lainnya. Apa yg bs kita pelajari dr hal ini.

Akibat pandemi Covid-19 ini kita bs lihat bgmna 2 keadaan ini terjd baik di dlm masyarakat umum atau global, maupun dlm komunitas terdekat kita. Mgkin dlm ruang lingkup keluarga kita sndri, ada yg kehilangan pekerjaan akibat efek dari kebijakan yg diberlakukan utk menangani pandemi ini, tp ada jg yg justru meraup untung besar dlm bisnisnya. Ada yg bisa sembuh, ada yg justru meninggal. Dlm komunitas kita misalnya, tetangga kiri kanan ataupun dlm komsel gereja kita, perbedaan terjd scra mencolok dan kita jd bertanya-tanya: knpa yg satu tambah baik keadaannya tp yg lainnya justru jadi terpuruk. Apakah ini ada kaitannya dg dosa seseorg, apakah ini murni akibat dr pandemi, atau justru ini kedaulatan Tuhan yg sdg Dia nyatakan di tengah-tengah kita?

Misalkan dlm komunitas kita, alangkah indahnya jika semua mengalami nasib yg baik, tdk ada yg bernasib buruk, ataupun malah semuanya bernasib buruk. Hal yg bs kita pelajari adalah bagi kita yg sedang ‘diturunkan’ Tuhan, belajar utk koreksi diri dan kembali berusaha utk naik kembali ke posisi yg lebih tinggi, sebaliknya bagi kita yg mengalami ‘ditinggikan’ Tuhan, belajar dr yg mengalami penurunan, jgn sampai itu terjd pd kita. Apakah ada faktor dosa seseorg? Hanya Tuhan yg tahu jwbannya. Jgn cepat kita menduga-duga krna itu bs menjd sebuah rumor yg berubah menjd sebuah fitnah, kasihan org yg jd obyek penilaian kita krna mgkin nama baiknya menjd buruk di mata bnyk org. Kalau Dia izinkan sesuatu terjd, yg baik atau yg tdk baik, awali dg koreksi diri dan pertobatan, jgn sibuk mengurusi hidup org lain.

Anda sdg ditinggikan atau diturunkan oleh Tuhan? Keadaan ini sementara saja sifatnya, semua bs berubah sesuai apa yg jd penilaian dan kehendak Tuhan atas hidup setiap kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Belajar Dari Keadaan

Kenapa Tunggu Susah Dulu?

DI 05062021

Hakim-hakim 6:6
sehingga orang Israel menjadi sangat melarat oleh perbuatan orang Midian itu. Lalu berserulah orang Israel kepada TUHAN.

Di zaman para hakim memerintah atas Israel, zaman setelah Yosua dan sblum raja pertama Israel yaitu Saul, bangsa ini seringkali hidup tdk takut akan Tuhan dan berbuat apa yg jahat.

Biasanya setelah keadaan makin buruk, barulah mrka berseru pd Tuhan meminta pertolongan agar mrka dilepaskan dr musuh yg menindas mrka dan Tuhan pd akhirnya turun tangan utk menolong mrka bebas dr penderitaan. Pelajaran utk kita ialah jgn tunggu mengalami penderitaan dulu baru bertobat dan melibatkan Tuhan dlm situasi yg kita hadapi. Pertama, jgn berbuat apa yg jahat di mata Tuhan shga kita kena hukuman Tuhan yg membuat kita menjalani penderitaan sbg hukuman Tuhan. Setiap perbuatan, apakah yg baik atau buruk, akan menerima balasan dari Tuhan, cepat atau lambat, itu pasti terjadi dan tdk bs kita hindari, sekalipun itu terjd di ujung akhir hidup kita.

Kedua, jgn menjerat diri kita sndri ke dlm penderitaan atau masalah yg berat, tdk ada yg bs menolong kecuali Tuhan. Satu hal yg perlu kita ingat yaitu kalau kita diajarkan utk jgn berbuat jahat terhadap org lain, maka terhadap diri kita sndri jg jgn kita berbuat jahat. Apa maksudnya? Jgn kita tergoda dan akhirnya melakukan apa yg berdampak buruk terhadap hidup kita sekarang maupun utk masa depan. Penderitaan yg berat seringkali adalah hasil dr perbuatan kita di masa lalu. Ingat bhw dampak yg ditimbulkan tdk selalu terlihat di waktu yg dekat, bs saja bbrpa wkt ke dpn baru terlihat. Kalaupun hal itu tetap terjd, jgn menunda utk berseru pd Tuhan minta pertolongan-Nya, tapi harus diawali dg pertobatan yg sungguh.

Jgn bermain-main dg waktu dan semua yg kita perbuat, jgn menjerat diri sndri dg hal-hal yg berdampak buruk terhadap hidup kita, kasihilah diri sndri dulu shga kita jg bs mengasihi sesama kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Kenapa Tunggu Susah Dulu?

Tundukkan Maka Amanlah

DI 04062021

Hakim-hakim 3:30
Demikianlah pada hari itu Moab ditundukkan oleh Israel, maka amanlah tanah itu, delapan puluh tahun lamanya.

Dlm hidup kita bnyk hal yg menghalangi kita utk maju, terasa sulit utk mengubah keadaan yg ada, sementara kita sadar bhw tdk bs keadaan itu trs berlangsung krna akan menyulitkan masa dpn kita.

Bangsa Israel hrs menundukkan Moab utk pd akhirnya menikmati 80 thn dalam keadaan aman. Musuh hrs ditundukkan, jgn dibiarkan berbuat hal-hal yg akhirnya akan sangat menyulitkan kita di masa dpn. Kisah bgmna Tuhan menjanjikan pd bangsa Israel yaitu daerah Kanaan bs menjd pelajaran bagi kita bhw kita tdk bs hanya diam menunggu Tuhan bertindak, ingat bhw sebuah janji beda dg anugerah, janji pasti ada syarat yg hrs terpenuhi, jd bkn sesuatu yg diberikan cuma-cuma dan kita tinggal menerima saja. Ada yg perlu kita lakukan yaitu memerangi apa saja yg bs menghambat kita di masa depan, ini bs berupa hal-hal buruk dlm diri kita, dan jg hal-hal yg berasal dr luar diri kita.

Dari dlm diri kita, kita perlu memerangi dan menundukkan kemalasan kita, rasa tdk percaya diri krna kurang beriman pd Tuhan, kebiasaan buruk, dsbnya. Kita jg pasti akan berhadapan dg komentar yg negatif ttg diri kita yg dikatakan oleh org yg tdk senang kita maju dan bahagia. Ada saja org yg ingin merebut posisi kita di masa dpn, ada jg yg menaruh kebencian pd diri kita. Semuanya ini hrs ‘ditaklukkan’ dan jgn kita biarkan trs merongrong kita saat ini maupun nanti. Ada hal-hal yg hrs kita ‘bunuh’ tanpa kompromi, dpt dalam situasi perang, membunuh atau dibunuh, menundukkan atau ditundukkan. Kalau kita memilih kompromi dg hal-hal buruk, itu hanya mempercepat kita masuk dlm keadaan yg mgkin kelihatannya baik utk skrg ini tp justru tdk baik bagi masa dpn kita, jgn kompromi tp tundukkanlah.

Koreksi diri kita, apakah masih ada hal yg kita perlu tundukkan, segeralah bereskan dan pd saatnya kita akan ada dlm situasi yg ‘aman’ di masa dpn kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tundukkan Maka Amanlah

Pengalaman Bersama Tuhan

DI 03062021

Yosua 24:31
Orang Israel beribadah kepada TUHAN sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada Yosua, dan yang mengenal segenap perbuatan yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel.

Hal apa saja yg bs mendukung kita utk tetap hidup beribadah dan melayani Tuhan selain faktor dr dlm yaitu kasih kita pd Tuhan?

Dari ayat ini kita temukan ada 2 hal yg jd pendukung utk seseorg utk tetap setia pd Tuhan, pertama adalah bimbingan dan jg keteladanan para pemimpin rohani kita, mrka tentunya adalah para gembala dan staf penggembalaan di mana gereja kita berjemaat, termasuk jg para pemimpin komsel dan persekutuan. Org-org yg pny tugas dan wewenang utk mengajar dan membimbing dlm hal kerohanian jemaat tentunya. Krna itulah sangat penting arti sebuah keteladanan bagi jemaat utk bs membuat diri mrka bersemangat dan tetap tekun beribadah pd Tuhan. Dlm ruang keluarga tentunya peran orgtua sangat penting dlm hal mendidik dan jg memberi teladan pada anak-anak dlm hal beribadah.

Kedua, yaitu mengenal perbuatan dan karya Tuhan, scra sederhana bs kita sebut saja sbg perjalanan hidup bersama Tuhan dlm keseharian kita. Jd kita bkn sekedar tahu ttg teori ttg Tuhan tetapi jg mengalami sendiri kasih Tuhan dlm hidup kita, mengalami kuasa, mujizat, dsbnya. Dg membuktikan bhw apa yg tertulis dlm Alkitab ttg Tuhan itu adalah benar, maka iman kita akan semakin bertumbuh dan menjd kuat, dan kita bs menguatkan org lain dg kesaksian kita, melalui nasehat, semangat, dsbnya. Bkn sekedar kata yg menghibur krna kita sndri sdh mengalami dan bs merasakan situasi yg sdg org lain alami. Semangat beribadah timbul dan trs menyala krna kita sdh membuktikan bhw Tuhan itu nyata, hidup dan masih trs berkarya.

Teladan dan pengalaman pribadi dg Tuhan, miliki keduanya dan jg terus setiap saat menjaga kasih kita pd Tuhan agar tetap terpelihara dg baik shga kita tetap trs bersemangat dlm beribadah pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Pengalaman Bersama Tuhan

Usia Mengingatkan Kita

DI 02062021

Yosua 23:2
dipanggilnya seluruh orang Israel, para tua-tuanya, para kepalanya, para hakimnya dan para pengatur pasukannya dan berkata kepada mereka: “Aku telah tua dan sangat lanjut umur,

Kadang utk menyadarkan seseorg ttg kelakuannya maka sering digunakan satu kalimat ini: “Ingat umur!”. Dan memang ini ada benarnya dan perlu kita renungkan bersama.

Pidato perpisahan Yosua dg bangsa Israel terjd setelah keadaan aman dan jg pembagian wilayah utk tiap-tiap suku sdh selesai dilakukan. Tugas sdh selesai dan Yosua ingat akan usianya yg sdg lanjut dan tentu fisiknya tdk lg bs mendukung utk trs menjd pemimpin bagi bangsanya. Dg kesadaran penuh, alasan usia ini jg dia katakan sbg alasan, walaupun mgkin ada di antara rakyat yg masih menginginkan dia trs memimpin. Sadar akan umur, satu hal yg perlu kita lakukan di dlm setiap tahapan dlm hidup kita. Saat kita mulai masuk usia remaja, kita diingatkan utk jgn jd spt anak kecil lg, mulai diingatkan utk mulai bertanggung jwb dan belajar utk mandiri.

Ingat akan umur, kita jd ingat utk mulai serius memperhatikan kesehatan ketika mulai memasuki fase usia 30-an ke atas, tubuh mengalami siklus penurunan scra perlahan-lahan. Ingat akan umur, kita jd ingat agar bersikap dewasa dan bs utk membawa diri dlm lingkungan apapun. Usia jg membuat kita sadar adanya bbrpa hal yg punya batasan usia, ada hal yg blm boleh kita lakukan atau ada hal yg hrsnya kita berhenti utk lakukan. Berapapun usia kita skrg, jgn hanya ingat saat ditanya org lain atau saat berulang tahun, ingatlah jg di saat apapun dan di manapun kita ada. Ingat jg sdh brpa lama kita menjd Kristen, apakah waktu yg sdh kita jalani bersama Tuhan itu menghasilkan buah yg Tuhan ingin dapatkan dr hidup kita.

Ingat umur, sadar dan kita pny tanggung jwb utk makin dewasa hari demi hari, krna suatu saat usia kita di bumi ini akan selesai dan kita kembali pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Usia Mengingatkan Kita

Ujilah Aku Tuhan

DI 31052021

Mazmur 26:2 KJV
Examine me, O LORD, and prove me; try my reins and my heart.

Ujilah aku, oh TUHAN, dan buktikan aku, cobalah (murnikan) batinku dan hatiku

Sesuatu produk perlu diuji utk kita bisa membuktikan sebuah fakta, shga apa yg disangkakan atau berupa dugaan bisa disimpulkan apakah sbg sebuah hal yg mengandung kebenaran atau justru satu kesalahan.

Mengapa kita perlu meminta Tuhan utk menguji diri kita spt Daud meminta pd Tuhan? Selain spt alasan yg di atas, utk menguji sesuatu perlu bahan penguji yg tentu sdh diakui keakuratannya dan hasil yg nantinya diperoleh bs dipertanggung jawabkan scra ilmiah. Manusia tdk bs melihat hati sesamanya, jd kalau menguji manusia dg manusia jg tentu tdk ‘valid’ hasilnya, krna manusia sering tdk jujur demi alasan tertentu. Misalnya, spya org lain tdk tersinggung atau kehilangan  semangat, kita seringkali berbohong dg memberi pujian bhw yg dia kerjakan itu hebat, dsbnya. Apalg kalau yg diuji masih pny hubungan kekerabatan atau keluarga, sulit utk bs jujur sepenuhnya. Maka yg paling bs sangat akurat pengujiannya tentu saja Tuhan sndri yg menguji kita.

Ujilah dan buktikan, berarti ada hasil yg kita tunggu dan ingin kita ketahui. Apa sih yg kita hrs uji? Daud minta diuji Tuhan spya dia yakin bhw dirinya pny integritas atau tdk, dia ingin pembuktian ttg iman dan percayanya pd Tuhan (ay 1). Daud jg sadar pasti hasilnya belumlah sesuai yg Tuhan standartkan, maka dia jg minta agar batin dan hatinya dimurnikan oleh Tuhan. Daud paham bhw semua masalah dlm hidup manusia selalu berkaitan dg hati maka penting baginya utk memiliki hati yg murni, hati yg tdk pny niat jahat, hati yg bs menguasai pikiran dan hati yg menjd tempat Tuhan berbicara padanya setiap hari. Bgmna dg kita, apakah kita jg peduli dg ‘kesehatan’ hati kita? Atau kita berpikir bhw kita sdh memiliki hati yg murni?

Menjalani pengujian dr Tuhan itu perlu kedewasaan rohani, apapun hasilnya, kita hrs terima dg kerendahan hati, tetap mau utk memperbaiki diri dan semakin murni di hadapan Tuhan dan manusia.

Posted in Renungan | Comments Off on Ujilah Aku Tuhan

Tidak Kekurangan

DI 29052021

Mazmur 23:1
Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Tdk ada org yg ingin hidup berkekurangan krna memang tdk menyenangkan dan jg penuh penderitaan, pny keinginan to tdk bs terwujud tentu membuat hati menjd sakit dan kehilangan arti hidup.

Syarat utk hidup tdk berkekurangan dlm iman Kristen adalah hidup digembalakan oleh Tuhan. Artinya hrs ada penundukan diri, menerima hukum-hukum Tuhan dan ketetapan-Nya itu berlaku dlm hidup kita. Ada org yg hanya ingin berkat-Nya namun tdk mau menerima firman-Nya berlaku atas hidupnya. Inilah spt penyembahan berhala, yg penting memberi yg diminta berhala dan pasti terima kekayaan. Tuhan jgn disamakan spt berhala, kita dg Tuhan hrs punya satu hubungan yg baik dan jg intim, dlm hal ini kita hrs digembalakan oleh Tuhan, kenal suara Tuhan dan ikuti apa yg Tuhan ‘jadwalkan’ utk kita, ini bcra ttg kita percaya bhw waktu Tuhan adalah yg terbaik.

Ada jadwal kpn domba masuk dan keluar dr kandang, jd tdk sembarangan maunya sndri, apa saja yg boleh dan jgn dilakukan hrs tahu jg, domba jgn sampai jauh dr gembalanya, maka dia tetap hrs ada dlm kelompok bersama domba lainnya. Ini yg sulit kita lakukan, kita punya jadwal dan rencana sndri, dan kadang kita cuma minta persetujuan Tuhan atas rencana kita, kalau Tuhan tdk setuju, kadang kita tetap ‘ngotot’ dan nekad melakukannya. Kita sulit setuju dg waktu Tuhan krna msh bersandar pd kekuatan logika kita, lebih yakin dg prediksi kita sndri drpd jawaban Tuhan atas doa kita. Ada saatnya bulu domba hrs digunting spya tetap sehat dan bs bergerak leluasa. Jd memang kita wajib mengikuti jadwal-Nya Tuhan atas hidup kita maka hidup kita tdk akan lagi berkekurangan.

Tuhan adalah gembala kita, jd kita ini spt domba, hewan yg rentan jd mangsa binatang buas, sadarlah bhw iblis berusaha utk membinasakan kita bila ada kesempatan utk itu.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Kekurangan