Tuhan Biarkan Manusia Berdosa?

DI 28012021

Kejadian 3:11

  • Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?”

Hal yg tergolong sulit utk dimengerti salah satunya adalah peristiwa manusia jatuh dlm dosa dlm Kejadian 3, mengapa Tuhan tdk mencegah saat Hawa akan memakan buah dr pohon pengetahuan baik dan jahat?

Benarkah Tuhan membiarkan manusia jatuh dlm dosa? Bknkah Dia Mahatahu, Dia tahu saat Hawa mulai tergoda, knp tdk dicegah? Tentu jwban pastinya hanya Tuhan sndri yg tahu, kita hanya bs sdkit menduga-duga atau bermain dg logika saja. Namun coba kita lihat fakta yg ada: bukankah Tuhan sdh melarang utk makan buah dr pohon pengetahuan baik dan jahat, jd sbnarnya Tuhan sdh mencegah dr awal, Dia tahu bhw akan ada ular yg menggoda manusia, krna itulah Tuhan memberikan larangan-Nya pd manusia. Jd sbnarnya Tuhan tdk membiarkan manusia jatuh dlm dosa, jd masalahnya terletak dlm diri manusia itu sndri. Hal yg mgkin, sekali lg ini sekedar pendapat pribadi, bs benar, bs jg salah, kita coba perbandingkan dg peristiwa iblis mencobai Yesus di padang gurun setelah Yesus berpuasa 40 hari 40 malam.

Yesus itu Tuhan, knpa hrs dicobai iblis? Pastilah Tuhan akan menang, tp knpa hrs dicobai? Krna Yesus saat itu dlm tubuh manusia, tubuh yg di dlmnya memiliki benih ‘kedagingan’ akibat dosa Adam dan Hawa, mengakibatkan tubuh manusia mrka mengalami kematian, tdk kekal lg. Tubuh Yesus saat itu berasal dr rahim Maria, manusia yg pasti ada dosanya. Knp Yesus menang? Krna Dia dg sempurna bs menaklukkan kedagingan yg timbul: rasa lapar yg sangat, namun Dia tdk mau mengatasi kelaparan itu dg mengikuti kemauan iblis. Hawa tdk sadar bhw si ular ingin dia makan buah itu shga dia melawan larangan Tuhan. Iblis ingin sempurna spt Tuhan namun gagal, dia buat manusia jg berpikir ingin sempurna spt Tuhan, justru keinginan menjadi sempurna inilah yg mendorong manusia jatuh dlm dosa dan berani melanggar larangan Tuhan.

Org sombong merasa dirinya bkn sekedar ‘lebih’ dibandingkan org lain, tp jg merasa dirinya sempurna, itulah yg Tuhan benci krna keinginan utk menjd sempurna spt Tuhan itu dtgnya dr iblis.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Biarkan Manusia Berdosa?

Meringankan Beban Sesama

DI 27012021

1 Korintus 16:1 KJV
Now concerning the collection for the saints, as I have given order to the churches of Galatia, even so do ye.

  • Sekarang mengenai pengumpulan untuk para orang kudus, sebagaimana aku telah memberi perintah untuk jemaat-jemaat Galatia, demikian juga kamu lakukan.

Kata mengumpulkan dlm bhsa aslinya adalah logia yg berarti pengumpulan uang untuk membantu org-org miskin. Jd ini sdh dilakukan oleh jemaat di Galatia dan jemaat Korintus jg dilakukan hal yg sama.

Pengumpulan dana spt ini oleh rasul Paulus jg dilakukan di masa skrg, sebagian gereja memberi kesempatan jemaat utk menolong org-org miskin dan mrka yg sdg dlm kebutuhan melalui persembahan diakonia, ada yg rutin sebulan sekali dana utk diakonia ini dikumpulkan, ada jg yg hanya diumumkan lalu bagi yg tergerak utk memberi persembahan diakonia bs memberi sejumlah uang yg dimasukkan dlm amplop persembahan lalu diberikan pd pihak grja utk dikelola dan diteruskan pd jemaat yg membutuhkan. Bs berupa bantuan sembako, meringankan biaya perawatan di rumah sakit, dsbnya. Rasul Paulus menasehatkan jemaat Korintus utk sengaja utk ‘menabung’ tiap hr pertama setiap minggunya dan pd saatnya akan diserahkan pd rasul Paulus atau org yg diutus utk itu.

Ada sebagian org yg berpendapat negatif ttg pengumpulan dana oleh pihak gereja utk diakonia, shga timbul komentar spt ‘grja ini sdkit-sdkit persembahan, apa aja bs dijadikan alasan utk pengumpulan dana’ atau singkatnya ‘duit lagi, duit lagi’. Satu sisi memang ada kasus penyimpangan dana, tp ada jg yg memang disalurkan pd jemaat yg membutuhkan. Kalau sesama org Kristen tdk membantu, maka ada pihak lain yg siap ‘membantu’, shga menarik simpati org yg menerima bantuan itu dan akhirnya menilai mrka yg bkn Kristen justru lebih peduli dan menolong dg cepat, pd akhirnya mrka jd tertarik mengikuti ajaran lain dan meninggalkan iman Kristennya. Apakah itu bs dihindari? Bisa, kalau sesama org Kristen saling peduli dan ikut membantu sesama Kristen yg butuh utk ditolong dlm hal keuangan.

Jika ada kesempatan utk memberi uang utk persembahan diakonia, berikah dg rela dan sukacita, selama grja dan hamba Tuhan tetap jujur dan bertanggung jwb dlm hal pengelolaannya.

Posted in Renungan | Comments Off on Meringankan Beban Sesama

Jangan Lepaskan Keselamatan

DI 26012021

1 Korintus 15:2
By which also ye are saved, if ye keep in memory what I preached unto you, unless ye have believed in vain.

  • Yang olehnya (Injil) juga kamu diselamatkan, jika kamu menyimpan dalam ingatan apa yang aku khotbahkan padamu, kalau tidak kamu telah percaya dalam kesia-siaan.

Hal penting lain yg kita hrs belajar ttg firman Tuhan dlm Alkitab adalah memahami scra benar ttg Injil yg diberitakan dan kita terima sbg sebuah fondasi kuat bagi keselamatan kita, tentunya ini ttg keselamatan hidup kekal di surga nantinya.

Dlm realita yg kita lihat, ada sebagian org Kristen sdh tdk percaya penuh lg terhadap Injil yg memberitakan ttg apa yg Yesus telah perbuat demi pengampunan dosa kita shga kita menjd umat yg diselamatkan bila saatnya tiba. Kita umpamakan Injil spt sebuah tiket pesawat A, nantinya itu akan menjd alat bukti yg sah bhw kita secara legal terdaftar sbg calon penumpang di pesawat A sesuai hari dan jam yg ada. Jd spya kita bs terbang dg pesawat A maka kita hrs menjaga jgn sampai tiket itu hilang saat panggilan utk masuk pesawat telah terdengar, bs saja kita batal naik pesawat dan tdk sampai di kota tujuan kita.Tiket pesawat B dan C tdk bs dipakai utk ikut naik dlm pesawat A. Melepas Injil dr hidup kita sama artinya dg sengaja membatalkan diri kita sbg calon penghuni surga dlm kekekalan nanti, dan itu adalah pilihan yg bodoh dan keliru.

Tiap agama pny surga dg versinya masing-masing, tentunya disertai dg syarat-syarat sesuai kitab sucinya. Di dlm kekristenan tentu ada kepastian mengenai surga yaitu bhw surga itu ada bahkan Pemilik dr surga itu telah dtg dlm dunia yaitu Yesus Kristus, menjd sama dg manusia, mati utk dosa-dosa manusia, bangkit dan naik ke surga dan Dia akan dtg kembali menjemput kita yg menantikan dg setia keselamatan yg Tuhan janjikan. Org yg meninggalkan Tuhan dan tdk percaya lg terhadap Injil akan tertinggal, dan jika sdh meninggal akan masuk dlm pengadilan Kristus, namanya tdk tertulis di dlm Kitab Kehidupan, artinya masuk neraka. Dulu Kristen dan percaya Injil, namun kemudian meninggalkan iman Kristennya dan percaya pd tuhan yg lain, tentu akan menerima balasannya dr Tuhan: tdk akan menerima keselamatan kekal.

Bisakah org yg murtad dr kekristenan utk masuk surga? Jelas jwbannya TIDAK, kecuali dia kembali pd Kristus dan kembali percaya pd Injil-Nya.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Lepaskan Keselamatan

Meninggalkan Kemiskinan

DI 25012021

Amsal 13:23 KJV
Much food is in the tillage of the poor: but there is that is destroyed for want of judgment.

  • Banyak makanan ada di dalam tanah bajakan orang miskin, tapi ada yang dihancurkan karena tiadaan keputusan

Tak ada org yg ingin hidup dlm kemiskinan, mgkin sesaat itu bs dialami tp tak ada yg ingin trs menerus menjd org miskin, hidup susah dan penuh penderitaan.

Penulis amsal menyampaikan pemikiran bhw sesungguhnya org miskin itu bs lepas dan terbebas dr kemiskinannya, asalkan mrka tetap memiliki ‘tanah kosong yg dibajak’, krna di dalamnya terdapat bnyk ‘mknan’, artinya bs memberi penghasilan yg bnyk asalkan dibajak tanahnya. Apakah itu tanah milik sndri ataukah milik org lain, asalkan pny kemauan utk bekerja dg giat maka ‘tanah’ itu akan menghasilkan. Jd bagi org miskin tentunya jgn bergantung pd pemberian org lain, selama tubuhnya sehat dan mampu bekerja, Tuhan akan memberi kesempatan utk merubah ‘nasibnya’, jgn malas dan tentunya bekerja dg penuh pengharapan bhw penyertaan Tuhan akan membuat apa yg dikerjakanya menjd baik dan menghasilkan. Jd tak ada takdir sbg org miskin dlm kekristenan, tp apakah seseorg itu mau utk mengubah nasibnya atau tdk.

Ini tentu sebuah kabar baik, namun semua kembali pd pribadi org itu masing-masing. Harapan yg Tuhan beri itu justru bs rusak dan hancur krna si org miskin itu menolak utk menggunakan kesempatan yg Tuhan berikan. Tdk ada keputusan tegas utk mulai mengusahakan ‘tanah’ itu, terlalu bnyk keluhan dan pemikiran negatif, hilang semangat, pesimis, dsbnya, semua ini pd akhirnya membuat seseorg tdk berbuat apa-apa, menyerah pd keadaan shga org miskin tetap hidup dlm kemiskinannya hingga akhir hidupnya. Kasihan bgmna nanti anak cucunya kelak hidup, tentu ini sangat menyedihkan. Mrka yg sukses lepas dr kemiskinannya pasti telah membuat sebuah keputusan penting dlm hidupnya bhw dia mau giat bekerja demi masa depan yg lebih baik, dan tetap berkomitnen dg keputusan itu, apapun nanti yg akan dihadapi, pantang menyerah sblum berusaha.

Bkn hanya soal kemiskinan, mgkin dlm hal yg lainnya diperlukan sebuah keputusan yg tepat shga kita bs keluar dr situasi yg buruk dan penderitaan, ambillah keputusan yg tepat dan tetap berkomitnen di dlmnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Meninggalkan Kemiskinan

Kemurnian dan Kebenaran

DI 23012021

1 Korintus 5:8

  • Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

Kata berpesta dlm ayat ini bkn dlm arti pesta pora namun berkaitan dg perayaan Paskah di ayat sblumnya, jd ini ttg bgmna kita memahami perayaan Paskah melalui pengorbanan Yesus bagi umat manusia.

Roti tdk beragi dimakan pd saat perayaan hari raya Roti Tidak Beragi, 7 hr setelah perayaan Paskah (Keluaran 12:14-20). Dibuat tanpa ragi dg tujuan mengingat akan kemurnian, ragi menyebabkan proses fermentasi yg dianggap perusakan dr kondisi semula yg murni, dipandang sbg gejala kebusukan. Rasul Paulus dlm surat pd jemaat Korintus mengingatkan mrka utk tdk mencampurkan kemurnian sbg org Kristen dg ‘ragi’ cara hidup lama yg penuh dg kejahatan dan kefasikan, kebobrokan moral serta pengaruh keduniawian. Sblum mengenal Kristus, mrka hidup dlm kejahatan serta kefasikan, setelah menjd Kristen maka mrka mengalami proses dimurnikan oleh Tuhan, dipisahkan dr cara hidup duniawi shga mrka didapati sbg umat yg kudus di hadapan Tuhan.

Kemurnian dan kebenaran, inilah yg Tuhan ingin kita memilikinya, proses utk ini tentu sangat tdk mudah. Seumpama maling yg terbiasa melakukan aksinya hrs bs menahan diri utk tdk melakukannya lg, spt jg perokok yg berniat berhenti merokok, hrs melawan reaksi tubuhnya sndri ketika mulai berusaha berhenti merokok. Kalau org menjd Kristen tp dlm hidupnya tdk terjd proses pemurnian dr Tuhan, hidupnya tetap spt sblum menjd Kristen, maka perlu dicurigai bhw org itu tetap hidup dg cara hidup yg lama, kekristenannya patut dipertanyakan kebenarannya, apakah hanya sebatas asal memiliki agama saja? Kalau hidup kita tanpa pemurnian dr Tuhan, waspada, berarti kita belum hidup sebagaimana anak-anak Tuhan yg sesungguhnya, ada yg tdk beres dg kekristenan kita.

Biarlah kita hidup dlm kemurnian dan kebenaran, jgn ada kejahatan serta jgn hidup spt org fasik, yg tdk mau diubahkan Tuhan dan hidup menurut kebenaran versinya sndri.

Posted in Renungan | Comments Off on Kemurnian dan Kebenaran

Hidup Dari Firman

DI 22012021

Ulangan 8:3

  • Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kau kenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.

Apa makna kita hidup dr firman yg keluar dr mulut Tuhan? Pd realitanya kita hidup krna kita trs makan, minum dan tentunya mencari penghasilan utk biaya hidup.

Tentu manusia akan mati jika dlm wkt tertentu tdk makan dan minum, jd ttg ini hanya berkaitan dg hidup secara fisik, artinya tubuh jasmani bs tetap hidup selama tetap makan dan minum, tp inipun akan berhenti suatu saat krna setiap org akan meninggal (kecuali Henokh dan Elia yg terangkat ke surga selagi masih hidup tubuh jasmaninya). Jd di sini kita temukan bhw sudut pandang Tuhan ttg hidup manusia itu utuh yaitu tubuh jasmaninya hrs makan dan minum spya tetap hidup, tp jg jiwa dan rohnya jg hrs hidup, ‘makanan’ utk jiwa dan roh manusia adalah firman yg keluar dr mulut Tuhan. Sebagian sdh tercatat dlm Alkitab, sebagian lg kita dapati saat scra trs menerus membangun hubungan yg intim dg Tuhan.

Spt mknan yg memberi kekuatan pd tubuh jasmani kita, demikian jg firman Tuhan memberi kekuatan utk jiwa dan roh kita. Fisik sehat tp jiwanya terganggu akan membuat seseorg tdk bs hidup scra wajar, fisik sehat tp rohnya lemah akan membuat seseorg diperbudak oleh iblis dan dosa, shga hidupnya menjd penuh ketakutan, kebencian serta berani melawan Tuhan, ujungnya tentu neraka. Hidup tentu tdk bs bahagia jika iblis dan dosalah yg pegang kendali atas hidup kita, kita menjd lelah menjalani hidup ini, tdk ada damai dlm hati kita dan pastinya iblis akan merampas bnyk hal dr hidup kita termasuk umur kita bs jd lebih pendek drpd jatah yg telah Tuhan sediakan. Mempraktekkan firman Tuhan jg akan membuat kita bs memiliki umur panjang dan tahun-tahun umur kita penuh dg kebahagiaan.

Jgn hanya berpikir besok kita mau mkn apa, tp jg pikirkan roh dan jiwa kita tercukupi kebutuhan akan firman Tuhan atau tdk. Tubuh, jiwa dan roh, itulah hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Hidup Dari Firman

Berdoa dan Berpuasa

DI 21012021

Matius 17:21

  • [Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.]”

Suatu saat 9 murid Yesus yg ditinggal Yesus beserta 3 murid-Nya yg lain gagal utk mengusir roh jahat dr dlm diri seorg anak muda yg sakit ayan, dan Yesus memberi jwban dlm ayat bacaan kita.

Berdoa dan berpuasa, artinya bs saja seseorg berdoa tanpa berpuasa, berdoa dlm pengertian biasa sbg komunikasi 2 arah dg Tuhan. Spya kita jgn salah utk memahaminya, maka perlu kita ingat ttg ketika Yesus berhasil mengalahkan cobaan yg iblis lakukan saat setelah Dia selesai 40 hari 40 malam berpuasa atas kehendak Roh Kudus sblum Dia memulai bergerak dlm pelayanan. Mengapa Yesus perlu berpuasa? Bknkah Dia itu Tuhan yg tentu saja Mahakuasa? Ingat bhw selama di dunia ini Yesus ada dlm tubuh jasmani spt manusia pd umumnya yg membuat Dia tdk Mahahadir, bs merasakan lapar dan haus, shga iblispun bs mencobai Dia dlm hal kebutuhan fisik yaitu mengubah batu menjd roti utk dimakan saat Dia lapar. Jd sbnarnya Yesus menberikan contoh pd semua org bgmna seorg manusia bs memiliki kuasa utk mengusir setan dan roh jahat, yaitu dg berdoa dan berpuasa yg benar tentunya.

Jgn sesat berpikir spt ini: kalau mau bs pny kuasa mengusir roh jahat dan setan, hrs rajin berpuasa. Kuasa dan otoritas dr Tuhan itu didapat bkn spt seseorg mempelajari ilmu hitam dan melakukan puasa versi mrka sndri. Kita berpuasa bkn utk menjd ‘sakti’, tp merendahkan diri di hadapan Tuhan. Memang kuasa mengusir setan dan roh jahat itu Tuhan yg berikan, namun ingat bhw Yesus masuk dlm puasa 40 hr 40 mlm itu krna keinginan Roh Kudus sndri (Matius 4:1). Nah inilah pemahaman yg benar: masuk dlm puasa atas keinginan Tuhan utk kita, bkn melakukan puasa yg biasa, barulah kuasa utk mengusir setan dan roh jahat itu diberikan pd kita. Ada ‘level’ atau ‘kepangkatan’ dlm dunia roh, rih jahatpun ada ‘pangkatnya’, dlm kisah ayat ini, roh jahat ini bkn level bawahan krna hanya bs diusir dg berdoa dan berpuasa. Jd ada roh jahat tertentu yg bs langsung diusir sebatas kuasa dan otoritas yg Tuhan sdh berikan sblumnya, ada yg hanya bs diusir dg berdoa dan berpuasa.

Jadi ada 2 jenis puasa yaitu jenis puasa yg biasa dilakukan sbg disiplin rohani, dan jg puasa atas kehendak Tuhan demi sebuah tujuan khusus yg Dia inginkan atas kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Berdoa dan Berpuasa

Menumpuk Bara Api di Kepala

DI 20012021

Roma 12:20

  • Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.

Menumpukkan bara api di atas kepala, ini adalah sebuah kiasan yg bersumber pd adat Mesir kuno di mana seseorang yang menyesali kesalahannya menunjukkan penyesalan atas kesalahan tersebut dengan membawa satu piring bara api di atas kepalanya.

Kata bara api dlm bhsa aslinya adalah anthrax (Yunani) dan ghekalim (Ibrani) yaitu arang atau bara api dr kayu, biasa digunakan oleh org miskin utk dijadikan bahan bakar. Kata menumpuk dlm bhsa aslinya adalah sōreuō yg artinya sebuah kiasan utk membebani seseorg akan bnyknya dosa yg dia perbuat. Kepala akan terasa panas jika ada sesuatu yg terbakar di atasnya. Jd ungkapan ‘menumpuk bara api di atas kepala’ itu pny makna spt kita sdg menyadarkan seseorg yg berseteru dg kita bhw kejahatan yg dia lakukan terhadap kita tdk kita balas dg kejahatan jg, tp dg menunjukkan diri kita bhw kita bersikap tetap baik terhadap mrka, dan tindakan kita ini akan menjd sesuatu yg membuat dirinya sadar bhw dia telah bnyk berbuat dosa, spt seseorg yg ‘kepanasan’.

Mgkin kita pernah berpikir bhw tindakan itu justru akan menurunkan murka Tuhan atas org-org yg menjahati kita sbg balasan Tuhan, tp mari berpikir dg jernih. Org yg menyadari kesalahan dan dosanya lalu bertobat maka pertobatan mrka bs saja membatalkan murka Tuhan turun atas diri mrka, jd Tuhan membalas pertobatan mrka dg belas kasihan dan anugerah. Saat mrka bertobat maka Tuhan ingin kita kembali memulihkan hubungan dg mrka, dulu jd musuh, skrg menjd teman. Inilah yg Tuhan maksud dg kalau bergantung pd kita, hiduplah damai dg org lain (Roma 12:18), kitalah yg mengusahakan perdamaian dg cara membalas kejahatan dg kebaikan spya mrka sadar dan menyesali apa yg telah mrka buat yg adalah jahat dan dosa. Tuhan membalas mrka dg pengampunan, dan Tuhan membalas kita dg berkat krna kita adalah org yg menciptakan dan membw damai (Matius 5:9).

Sulit memang meredam emosi saat kita dijahati org lain dg bgtu parahnya, namun selama kasih ada dlm diri kita, maka kita disanggupkan utk berbuat baik dan tdk mengikuti emosi kita semata.

Posted in Renungan | Comments Off on Menumpuk Bara Api di Kepala

Perhatikan Sungguh-Sungguh

DI 19012021

Ibrani 2:1 KJV
Therefore we ought to give the more earnest heed to the things which we have heard, lest at any time we should let them slip.

  • Oleh karena itu kita wajib untuk memberi lebih perhatian yang sungguh-sungguh pada hal-hal yang mana telah dengar, supaya jangan kapanpun waktunya kita membiarkan mereka tergelincir.

Kata ‘slip’ dlm bhsa aslinya adalah ‘pararrhueō’ yg artinya meluncur (to glide by), mengalir (flow by), sembarangan terlewati (carelessly pass), membiarkan tergelincir (let slip). Makna dr semuanya disimpulkan sbg ‘tidak pd tempatnya’.

Zaman itu catatan mengenai pengajaran para rasul belumlah selengkap skrg atau dimiliki oleh setiap org spt memiliki Alkitab di zaman skrg. Jd lebih bnyk didapati dg cara mendengar saja. Mgkin ada surat yg dikirim oleh seorg rasul dan itu dibacakan saat pertemuan dg jemaat spya semua org tahu ttg apa yg ingin penulis surat itu sampaikan, kalau tdk didengarkan hati-hati dan cermat, bs saja terjd hal yg buruk, misalnya salah mengingat atau ada yg terlewat utk diingat. Blm ada medsos di zaman itu yg bs menonton ulang rekaman khotbah misalnya, shga perlu memberikan perhatian lebih ketika mendengar apa yg disampaikan sbg sebuah prngajaran dan nasehat dr para rasul. Bahaya ajaran palsu sdh ada di zaman itu, jd perlu sekali utk memahami ajaran yg benar.

Memberi perhatian lebih yg sungguh utk semua pengajaran yg telah kita dengar itu sangat perlu trs menerus dilakukan, jika tdk maka ajaran yg benar itu ‘terselip’ dlm pikiran kita. Sesuatu yg terselip itu tdk terlihat mata, shga kita agak kesulitan saat mencarinya. Lupa taruh di mana pdhal kita sndri yg menyelipkannya di sebuah benda. Knp org bs terjerat oleh ajaran palsu? Krna ajaran yg benar itu terselip dlm pikirannya shga tdk pny bahan utk menguji ajaran palsu tsb. Hanya dengar tp tdk trs menerus memperhatikannya, maka yg kita dengar itu bs spt org yg terseret oleh ombak besar yg dtg, tdk berada pd tempat yg seharusnya. Ingat bhw setiap org bs saja menjd lupa, krna itulah perlu perhatian yg lebih spya bs mengingatnya, tdk terseret oleh arus pengajaran sesat yg bnyk ditemui di sekitar kita.

Tdk cukup hanya mendengar, tp perhatikan dg lebih sungguh, ingat dan pahami scra benar, jgn mudah diombang ambingkan oleh ajaran-ajaran yg bersumber pd kesalahan memahami ttg kebenaran firman Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Perhatikan Sungguh-Sungguh

Ketaatan Yang Teruji

DI 18012021

Filemon 1:21

  • Dengan percaya kepada ketaatanmu, kutuliskan ini kepadamu. Aku tahu, lebih dari pada permintaanku ini akan kaulakukan.

Surat rasul Paulus yg dituliskan pd Filemon mengenai seorg yg bernama Onesimus ini bs menggambarkan bgmna sangat eratnya hubungan di antara mrka bertiga.

Onesimus adalah hamba dr Filemon yg dahulunya dianggap sbg hamba yg tdk berguna bagi Fikemon namun setelah sekian wkt ternyata rasul Paulus menemukan perubahan hidup yg drastis terjd pd Onesimus shga dia meminta pd Filemon agar Onesimus diterima bkn lg sbg seorg hamba tp sbg saudara dlm Tuhan, rasul Paulus sdh menganggap I
Onesimus spt anak sndri. Hal yg membuat rasul Paulus yakin meminta hal itu krna dia sangat yakin akan ketaatan yg telah Filemon tunjukkan selama ini. Ternyata ketaatan yg teruji adalah dasar bagi setiap org utk bs dipercaya bkn saja mengelola atau mengerjakan sebuah tugas saja, namun jg utk dipercayakan mendidik dan membangun hidup seseorg yg dipercayakan ada dlm kuasanya. Paulus menyerahkan kembali Onesimus pd Filemon yg telah mengalami perubahan hidup.

Bgmna dg ketaatan kita, sdh teruji sekian wkt kah atau org masih blm yakin ttg itu? Bkn taat hanya sesaat atau pd hal-hal tertentu saja, tp jg taat pd hal-hal yg kurang disetujui utk dilakukan namun atas dasar ketaatan maka hal itu dilakukan jg, tentu ini dlm batasan melakukan sesuatu yg benar dan tdk melanggar firman Tuhan. Bkn sekedar bs dipercaya namun pasti bs dipercaya, jd sdh teruji. Sangat tdk mudah utk memiliki ketaatan yg spt itu, butuh bnyk kerendahan hati, pemikiran yg dlm serta kerelaan utk taat pd pimpinan dan otoritas yg ada di atas kita. Kalau kita ternyata didapati taat dan setia, maka ada hal-hal besar yg nantinya akan dipercayakan pd kita dan tentunya kita hrs tetap menjaga nama baik dan integritas diri kita, dilakukan dg penuh tanggung jwb.

Kalau kita taat, bkn hanya menyenangkan hati org lain, namun itu justru berguna utk diri kita sndri, utk menjadikan kita sbg org yg berkualitas dan selalu belajar utk paham akan struktur otoritas yg ada dlm hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Ketaatan Yang Teruji