Hanya Boleh Satu Suara

DI 16012021

Bilangan 13:30-31
Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!”

  • Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: “Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita.”

Kalah menangnya dlm sebuah peperangan bisa ditentukan oleh mental pemimpin dan tentara yg berperang, demikian jg saat dlm pertandingan olahraga, mental atlit bs menjd faktor penentunya.

Utk memiliki mental pemenang maka tdk boleh ada kata kalah atau menyerah, kata yg melemahkan kekuatan hrs dibuang jauh-jauh dr hati dan pikiran shga yg ada dlm pikiran dan hati adalah mampu utk mengalahkan musuh, kekuatan musuh tdk sehebat kekuatan kita dan bhw pasti kemenangan ada di pihak kita. Dlm kisah laporan 12 pengintai yg diutus Musa di mana 10 org melaporkan situasi dan membuat opini bhw musuh sulit dikalahkan dan terlalu hebat dibandingkan bangsa Israel, sementara hanya 2 org yg melaporkan serta membangkitkan iman bhw mrka sanggup utk mengalahkan semua bangsa yg diam di tanah Kanaan, mrka akan menduduki dan memilikinya, ini sebuah keadaan yg bs meruntuhkan mental perang dr bangsa Israel.

Dlm hidup kitapun, jgn sampai ada ‘dua suara’ yg saling bertentangan ketika kita berhadapan dg masalah dan situasi yg ada. Kita hrs singkirkan perkataan negatif yg melemahkan iman dan kekuatan kita. Pikiran dan hati hrs memiliki ‘suara’ yg sama, itulah integritas dlm diri kita sndri. Apa yg dipikirkan hrs sama dg yg dikatakan oleh suara hati kita. Iman kita hrs aktif dan itu akan menguatkan mental serta menambah kekuatan kita saat hrs berhadapan dg masalah maupun dlm peperangan rohani. Jgn biarkan bimbang dan keraguan bhw Tuhan menyertai dan akan memberikan kita kemenangan itu menguasai diri kita. Jgn pelihara ‘benih’ kegagalan yg berupa keraguan akan kuasa Tuhan dlm hidup kita, cabut sampai ke akar-akarnya, jgn biarkan tumbuh yg baru.

Miliki hanya ‘suara iman’ yg berdasarkan pd firman Tuhan dan kuasa-Nya, pandanglah segala sesuatunya dr cara pandang Tuhan maka kita akan menang dan berhasil.

Posted in Renungan | Comments Off on Hanya Boleh Satu Suara

Berjuang Untuk Iman

DI 15012021

Yudas 1:3 KJV
Beloved, when I gave all diligence to write unto you of the common salvation, it was needful for me to write unto you, and exhort you that ye should earnestly contend for the faith which was once delivered unto the saints.

  • Yang terkasih, ketika aku memberi segala ketekunan untuk menulis kepadamu hal keselamatan bersama, itu dibutuhkan bagiku untuk menulis kepadamu, dan menasehati kamu supaya kamu harus dengan sungguh-sungguh berjuang untuk iman yang telah sekali disampaikan kepada para orang kudus.

Rasul Yudas menulis surat dan di dlmnya ada sebuah nasehat utk dg sungguh-sungguh berjuang utk iman yg disampaikan pd para org kudus, artinya pd semua org yg percaya pd Injil dan hidup sbg org Kristen.

Mengapa hrs berjuang utk iman? Bs dlm pengertian mempertahankan iman agar tdk ‘dirampas’ oleh iblis dan situasi yg ada, spt layaknya sebuah bangsa yg berjuang mempertahankan kemerdekaan dr bangsa lain yg berusaha merebutnya. Di masa pandemi ini realita yg kita lihat adalah bhw sebagian umat Tuhan kehilangan imannya, mrka berpikir: “Tuhan kan Mahakuasa, knpa virus Corona tdk bs dilenyapkan? Knpa keadaan saya justru memburuk? Kehilangan pekerjaan, mau makan sehari saja jd susah sekali, katanya Tuhan itu Penolong Ysngsetia, mana buktinya, saya tdk ditolong Tuhan ..” Iman mrka mulai pudar dan akhirnya lumpuh, mulai tergoda pd ‘tawaran’ yg lain, menjauh dr Tuhan hingga akhirnya terbiasa utk tdk berdoa, tdk beribadah, tdk berharap lg pd Tuhan.

Pandanglah pandemi ini spt sebuah ujian yg hrs kita selesaikan dg baik. Spt saat sekolah dulu, saat ujian kita diberikan soal dan pertanyaan, tdk boleh bertanya pd guru spt biasanya saat pelajaran biasanya. Guru diam dan justru mengawasi kita, beda dr biasanya spt saat mengajar. Tuhan diam dan mengawasi kita, dlm hati-Nya Dia rindu kita bs mengerjakan soal dg baik dan lulus, shga hati-Nya puas krna apa yg Dia petnah ajarkan pd kita itu tdk sia-sia. Mgkin kita berpikir: knpa ada yg Tuhan tolong dan ada yg tdk? Hanya Tuhan yg tahu pasti alasan dan jwbannya, namun kita hrs berjuang utk tetap memiliki iman, dg iman kita sanggup membuat terobosan, yg mustahil menjd mgkin, mujizat terjd, dsbnya. Tdk semua hal hrs dilakukan langsung oleh Tuhan krna Dia telah memberi kita kuasa dan kuasa itu hrs didasari oleh iman yg teguh ketika akan digunakan terhadap situasi yg sdg terjd.

Jgn sampai iman kita tercuri atau lumpuh oleh keadaan apapun, berjuang utk tetap memiliki iman meskipun realita berkata bhw situasi itu sulit bahkan mustahil, jgn kalah oleh iblis dan masalah.

Posted in Renungan | Comments Off on Berjuang Untuk Iman

Mati Dengan Kristus

DI 14012021

Roma 6:7-8
Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.

  • Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.

Mati dengan Kristus, apa maksudnya? Bknkah Kristus atau Yesus telah mati, apakah ini mati dlm arti mati secara fisik, ataukah ada pengertian lainnya?

Org yg telah mati maka dia terbebas dr dosa, mati berarti roh kita terpisah dg tubuh jasmani, shga tubuh kita berhenti beraktivitas dan perlahan-lahan menuju kerusakannya. Jd kematian itu membuat tubuh jasmani kita menuju kerusakannya hingga suatu saat hanya tinggal kerangka saja, bagian-bagian lain spt daging dan kulit itu sdh tdk ada lagi. Jd makna dr mati dengan Kristus artinya adalah mematikan kedagingan yg ada dlm tubuh jasmani kita, kalau kedagingan itu kita matikan maka kita akan masuk dlm hidup bersama Kristus, sama spt setelah kita mati scra fisik maka kita masuk dlm hidup yg kekal, kekal di surga atau neraka pd akhirnya. Jd mustahil hidup dg Kristus kalau kita blm mematikan kedagingan kita, artinya kedagingan itu masih aktif bergerak dlm hidup kita, membuat kita cenderung berbuat dosa.

Pergumulan melawan kedagingan kita itu berlaku seumur hidup, selama kita masih dlm tubuh jasmani ini maka kita trs akan berperang melawan kecenderungan utk berbuat dosa. Jd kpn kita mulai hidup dg Kristus kalau begitu? Di sinilah kita hrs benar-benar paham bhw mematikan apa yg kita maknai sbg kedagingan itu butuh wkt dan proses. Kedagingan ini ada dlm hampir setiap sisi hidup kita, satu persatu hrs kita matikan, jd bkn berarti sekaligus semuanya langsung bs kita matikan, ketika hari ini dia muncul, kita hrs matikan, besok dia muncul, kita matikan lg, demikian seterusnya hingga kita meninggal dunia. Kita mustahil mematikan kedagingan hanya dg kekuatan kita sndri, butuh kuasa dr Tuhan dan penguasaan diri kita yg makin hari makin disempurnakan. Perlu tekad kuat dan perjuangan melawan kedagingan.

Dlm sisi hidup yg mana kedagingan kita itu muncul, perangi dan matikan dg segera, jgn sampai hidup kita hancur karena dosa, jgn biarkan kedagingan kita menang dan mengambil alih kendali atas hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Mati Dengan Kristus

Tinggalkan Saja

DI 13012021

Kisah Para Rasul 17:32-33
Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata: “Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu.”

  • Lalu Paulus pergi meninggalkan mereka.

Dlm pemberitaan Injil, tentu ada org-org yg tertarik, tp jg ada yg mengejek bahkan menghina, jd bgmna sikap kita ketika sdg berbicara ttg sesuatu dan ada yg tdk tertarik atau tdk menyukainya?

Rasul Paulus pergi meninggalkan org-org yg dia Injili, jika diperpanjang pembicaraan maka bs jd org yg menolak Injil itu akan berusaha utk menyulitkan rasul Paulus. Di sinilah kita belajar bgmna penginjilan yg efektif, yaitu memberitakan ttg Tuhan dan apa yg Yesus lakukan bagi dunia, apakah org yg mendengarkan akan meresponi dg positif atau negatif, ini bkn menjd titik baliknya, yg penting Injil sdh diberitakan pd org itu, kita tdk perlu mendesak mrka utk percaya, krna hrs dr hati dan pikiran mrka sndri yg mencerna pemberitaan Injil dan kemudian memutuskan utk menerima atau justru menolaknya. Tdk boleh memaksa org utk percaya pd Tuhan dan Injil, itulah yg rasul Paulus lakukan, sesudah melihat respon org-org itu, ada yg menolak maupun ada yg menerima, dia pergi meninggalkan mrka. Tugas sdh dilaksanakan, dan Roh Kudus yg akan bekerja dlm hidup org yg menerima Injil itu.

Inipun bs kita terapkan saat kita berbicara ttg sebuah topik, ketika sdh muncul reaksi tdk suka mendengar topik yg kita bicarakan, sebaiknya kita berhenti bicara dan pergi menjauh. Selain utk menjaga perasaan org lain, ini jg utk menjaga hati kita utk tetap memiliki damai sejahtera. Reaksi ketdk tertarikan itu wajar, jd kalau ada yg tdk tertarik, anggaplah itu hal yg bs saja terjd, blm tentu krna cara penyampaian kita yg kurang tepat, tp mgkin krna perbedaan cara berpikir serta suasana hati org yg berbeda-beda. Bicara secukupnya, perlu penekanan nada bcra yg tepat namun sekali lg kita tdk perlu terlalu berusaha meyakinkan org utk percaya dg apa yg kita bcrakan. Jgn sampai kita kecewa terhadap diri sndri.

Beritakanlah Injil dlm keadaan apapun jg, bkn saja ttg keselamatan kekal, tp ttg bgmna kita membutuhkan Tuhan dlm hidup kita, tanpa Tuhan maka hidup kita tanpa arti dan tujuan yg mulia.

Posted in Renungan | Comments Off on Tinggalkan Saja

Jangan Percaya Begitu Saja

DI 12012021

Kisah Para Rasul 17:11

  • Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.

Org Yahudi telah lebih dulu memilki Taurat sbg pedoman hidup mrka, dan ketika Paulus dan Silas berkunjung ke Berea utk memberitakan Injil ttg Yesus Kristus, mrka tdk percaya bgtu saja.

Mrka bkn menolak namun ingin menguji apakah yg Paulus dan Silas katakan itu sesuai tdk dg apa yg tertulis dlm Kitab Suci, sesuai tdk dg nubuatan para nabi ratusan tahun sblumnya. Ini satu hal yg patut kita contoh yaitu pentingnya kita belajar serta memahami Alkitab dg benar shga kita bisa utk menguji perkataan seorg hamba Tuhan, khotbah atau doktrin yg ada utu sesuai tdk dg yg Tuhan katakan di dlm Alkitab. Paulus dan Silas kita tahu sangat menguasai ttg pemahaman Kitab Suci, tapi perkataan mrka tetap diuji oleh org-org Yahudi di Berea, jd memang kita hrs pny dasar yg benar ttg iman dan ajaran-ajaran Kristus, ini utk kita jgn terbawa arus pengajaran sesat dan termakan oleh manipulasi ayat-ayat Alkitab demi kepentingan pribadi oknum hamba Tuhan.

Baca Alkitab itu penting, supaya kita tahu ttg sejarah, ttg hukum Tuhan, ttg ajaran yg sehat, dsbnya. Jgn langsung percaya dg apa yg hamba Tuhan katakan sekalipun bnyk mengutip ayat-ayat Alkitab. Zaman skrg bnyk kita temukan dogma dan doktrin yg beragam, beda denominasi biasanya berbeda doktrinnya, beda cara memahami Alkitab maka timbullah perbedaan dogma yg diyakini masing-masing org. Yg hrs kita yakini adalah apakah doktrin dan dogma itu sesuai tdk dg kebenaran firman Tuhan, artinya murni berasal dr pengajaran firman Tuhan, tdk diubah sesuai kepentingan oknum hamba Tuhan, krna manusia dg pikirannya yg terbatas bs saja keliru saat dia memahami firman Tuhan. Jd penting scra rutin membc Alkitab dan menyelidikinya shga kita lebih dlm lg menemukan kebenaran yg Tuhan sampaikan lewat firman-Nya.

Jaga diri kita utk tetap memiliki pemahaman yg benar dan murni ttg firman Tuhan, spya kitapun bs menyampaikan hal-hal yg benar ttg firman Tuhan kepada org lain sbg bagian dr pemberitaan Injil.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Percaya Begitu Saja

Mengapa Mengalami Yang Buruk?

DI 11012021

Mazmur 121:8

  • TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.

Sabtu lalu (9/1) kita dikejutkan oleh peristiwa kecelakaan pesawat yg hingga saat renungan ini dibuat masih trs diadakan misi penyelidikan dan semua hal yg berkaitan dg nasib para korban, tentu kita semua turut berduka atas peristiwa ini.

Dlm ayat yg kita baca, ada perlindungan yg Tuhan berikan bagi umat-Nya, namun pd kenyataannya kita melihat atau mgkin malah mengalami sndri hal-hal buruk justru dialami oleh umat Tuhan, misalnya kecopetan, kena tipu, kecelakaan, hingga mgkin meninggal dg cara yg tragis, bgmna kita memahami hal ini dg benar? Kita perlu melihat ini dr berbagai sisi, kita mengalami hal buruk mgkin krna kita kurang waspada, nekat, atau dicelakai oleh org lain. Tdk jarang kecelakaan itu terjd bkn krna salah si korban, tp justru krna org lainlah penyebabnya. Jd tdk semua hal buruk itu terjd krna dosa atau kesalahan yg kita perbuat, jd jika kita berada di tempat umum, kita perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap org-org di sekitar kita krna kita tdk tahu apa yg akan terjd dan kita tdk tahu isi hati org lain apakah dia punya niat jahat atau tdk di dlm hatinya.

Skrg kita bahas mengenai hal buruk itu terjd sbg akibat dr dosa dan kesalahan yg kita perbuat. Tuhan itu penuh kasih dan adil, jd bila kita berbuat dosa, kita bertobat maka dosa kita diampuni Tuhan, tp akibat dr dosa yg kita buat itu tetap hrs kita pertanggung jwbkan. Seorg pembunuh yg bertobat bkn berarti org yg dibunuhnya otomatis hidup kembali. Kita gagal mengelola keuangan, bkn berarti setelah kita diampuni Tuhan lalu otomatis uang kita balik lagi kita miliki. Jd memang ada hal buruk yg terjd sbg akibat dr dosa yg kita perbuat, sekalipun dosa kita sdh diampuni Tuhan. Tuhan menyediakan pemulihan namun itu butuh waktu dan proses yg hrs kita jalani. Sebaiknya kita koreksi diri jika sesuatu yg buruk kita alami, mgkin masih ada dosa yg blm kita minta pengampunan dr Tuhan.

Jgn cepat berkomentar terhadap hal buruk yg org lain alami, krna kita tdk tahu persis penyebab dr hal itu. Lebih baik kita memberi mrka penghiburan dan membangkitkan kembali semangat, spya mrka bs melewati semuanya dg baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengapa Mengalami Yang Buruk?

Diberi Waktu Untuk Terhindar

DI 09012021

Daniel 4:28-29
Semuanya itu terjadi atas raja Nebukadnezar;

  • sebab setelah lewat dua belas bulan, ketika ia sedang berjalan-jalan di atas istana raja di Babel,

Setahun sblum peristiwa yg memalukan terjd atas raja Nebukadnezar, Tuhan sdh memberi peringatan lewat mimpi, dan Danielpun ikut memberi nasehat pd raja Nebukadnezar spya hal itu bs dihindari.

12 bulan tentu bknlah wkt yg singkat, tp raja Nebukadnezar tdk peduli dg makna dr mimpi yg dijabarkan oleh Daniel, alasan yg masuk logika adalah dia mengira hal itu segera akan terjd tak lama setelah Daniel memberi pengertian dr mimpinya, satu bulan lewat, tiga bulan, setengah tahun, ah tdk terjd apa-apa, shga raja Nebukadnezar berpikir apakah Tuhan batal melakukan yg sesuai dg dlm mimpinya? Tujuh bulan, sembilan dan setahun, tdk terjd apa-apa, raja mulai lengah dan akhirnya kesombongannya tdk bs dia sembunyikan, shga apa yg Tuhan nyatakan lewat mimpinya itu terjd jg setelah lewat dr 12 bulan. Dia mengalami hal yg memalukan sbg seorg raja, hidup spt org tdk waras dan hidup spt hewan liar, hingga suatu saat pengertiannya kembali dan dia mengakui kekuasaan Tuhan atas dirinya.

Tuhan memberi kita peringatan spya kita mau bertobat dan terhindar dr semua hal yg buruk. Ada jangka wkt yg Dia berikan utk melihat reaksi kita terhadap peringatan-Nya, apakah kita takut akan Tuhan atau justru meremehkan peringatan dr Tuhan. Dia tdk ingin kita mengalami hal yg buruk, tp kitalah yg mengira bhw Tuhan ‘tdk serius’ dg apa yg Dia sampaikan. Kita berpikir kita ini sangat disayang oleh Tuhan, shga meskipun Dia kecewa, marah, itu hanya sebentar, nanti hati-Nya luluh jg, tak tega terhadap kita. Ini sebuah pikiran sesat, tanpa sadar kita mulai mempermainkan perasaan Tuhan hingga pd akhirnya kita tdk takut lg pd peringatan yg Dia bsrikan. Hingga akhirnya semua yg Dia peringatkan akan terjd itu benar-benar terjd, kita tdk bs menghindar lg dan mengalami hal yg buruk dan memalukan. Jgn sampai itu terjd, segera bertobat selama Dia masih beri kesempatan.

Hiduplah selalu dlm takut akan Tuhan, bersyukur diberi peringatan dr Tuhan, itu bukti bhw Dia mengasihi kita dan Dia adil terhadap kita, kesalahan hrs tetap dihukum.

Posted in Renungan | Comments Off on Diberi Waktu Untuk Terhindar

Cerminan Diri

DI 08012021

Amsal 27:19

  • Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.

Cermin pd zaman dahulu belumlah sebagus cermin pd zaman skrg, biasanya selain cermin kaca, org pd zaman dulu terbiasa ‘bercermin’ di air sungai yg jernih shga pantulan wajah bs terlihat lebih jelas.

Ada sebagian org yg justru tdk suka atau bahkan takut utk bercermin, mgkin krna alasan cacat di daerah wajah shga wajahnya terlihat kurang sedap dipandang, tentu ini bs dimaklumi. Cermin itu memantulkan bayangan dr tubuh kita yg bs tertangkap oleh layar cermin, dg bercermin seseorg bs merias wajahnya shga bs tampil cantik, bs utk cek kerapihan pakaian kita, dsbnya. Dlm ayat di atas dikatakan bhw keadaan hati seseorg bs mencerminkan spt apa org itu yg sbnarnya, jika hatinya baik maka org itu pasti perbuatan serta perkataannya jg baik, demikian jg sebaliknya. Tp ada 1 hal lagi yg bs dijadikan ‘cermin’ bagi setiap org utk melihat bgmna dirinya yg sbnarnya di hadapan Tuhan dan org lain, ‘cermin’ itu ialah kebenaran firman Tuhan, sesuai tdk hidup kita dg apa yg Tuhan tentukan melalui firman Tuhan.

Sebagian org berpikir bhw krna firman Tuhan itu sempurna maka pasti tdk akan ada 1 orgpun yg melihat dirinya sbg ‘org baik’ ketika dia ‘bercermin’ pd kebenaran firman Tuhan, pasti ada saja hal-hal yg masih perlu dibenahi atau dikoreksi. Yg hrs kita pahami adalah hidup kita di dunia ini spt seseorg yg sdg menyiapkan dirinya utk hadir dlm sebuah pesta, msh ada kesempatan dan jg wkt utk berdandan, merapikan pakaian shga saat nanti hadir dlm pesta maka penampilan dirinya sdh oke, enak dilihat, ini sbg sebuah bentuk penghormatan bagi tuan rumah jika tamu undangannya tampil rapi dan elegan. Jd kalau kita menghormati Tuhan, selama hidup di dunia ini kita hrs trs ‘bercermin’ pd krbenaran firman-Nya shga saat nanti kita menghadap Tuhan, kita tampil di hadapan Dia dlm tampilan yg sempurna, krna Bapa menghendaki kita sempurna sama spt Dia adalah sempurna (Matius 5:48).

Memang tdk nyaman ketika kita dikoreksi oleh firman Tuhan, tp tetaplah bersyukur kita masih diberi wkt utk membenahi hidup kita selama ada di dunia ini.

Posted in Renungan | Comments Off on Cerminan Diri

Menahan Pertolongan

DI 07012021

Amsal 3:28

  • Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: “Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi,” sedangkan yang diminta ada padamu.

Menahan sesuatu yg sebenarnya bs kita berikan atau lakukan saat itu jg, bs sangat merugikan org yg membutuhkannya, dan mengapa hrs menahan diri kita utk itu?

Pertama, kita hrs jujur pd diri sendiri, apakah sebenarnya kita bersedia atau tdk utk memberi atau melakukan apa yg org lain perlukan dr kita? Kadang kita lakukan atau memberi sesuatu krna tdk enak hati, takut dinilai negatif oleh bnyk org, intinya tdk tulus, bkn krna dorongan hati yg didasari oleh kasih dan kepedulian terhadap sesama. Kedua, kita hrs jujur pd org lain, kalau ada ya bilang ada, kalau bs skrg ya skrg, lalu knpa hrs besok? Biasanya krna kita masih ragu, benar tdk org ini dlm situasi spt yg dia tadi ceritakan, atau jangan-jangan kita sdg mau ditipu krna dia tahu kita org yg murah hati. Ini tentu hal yg wajar, tp kalau alasannya ternyata krna kita masa bodoh dg kesusahan org lain dan malah senang melihat org lain panik dg keadaanya, berarti ada sesuatu yg tdk beres dg hati kita.

Dlm hal tertentu ada keterbatasan wkt, bila lewat waktunya maka bs terjd sesuatu yg fatal. Inilah mengapa penulis amsal dlm ayat ini menekankan utk kita jgn menunda jika kita sanggup utk menolong, jgn menunda memberi dg segera apa yg org lain butuhkan, krna bs terjd sesuatu yg buruk jika org lain tdk kita tolong. Ingat bhw mata Tuhan melihat dan menilai hati kita, dlm bbrpa hal, Tuhan memposisikan diri-Nya di pihak org yg menderita, krna itulah penulis amsal menulis ttg ‘memiutangi’ Tuhan ketika kita peduli dan berbelas kasihan terhadap org miskin (Amsal 19:17). Tuhan akan membalas sesuai dg sikap dan perbuatan kita, jd ketika kita menahan diri utk memberi pertolongan pdhal kita mampu utk melakukannya atau memberinya, maka Tuhan akan membalaskan sikap yg sama ketika suatu saat kita sdg ada dlm kesusahan dan kebutuhan yg mendesak.

Bersyukurlah jika kita diberi kesempatan utk menolong org lain, krna mgkin Tuhan sdg ada di posisi org itu, bs saja ini adalah sebuah ujian dr Tuhan, ujian ketepatan waktu.

Posted in Renungan | Comments Off on Menahan Pertolongan

Tuhan Sembunyi?

DI 06012021

Yohanes 12:36

  • Percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang.” Sesudah berkata demikian, Yesus pergi bersembunyi dari antara mereka.

Mengapa setelah banyak menyampaikan ttg pengajaran lalu Yesus pergi dan bersembunyi, tdk mau ditemui oleh bnyk org? Bukankah justru hal yg baik kalau trs mengajar dan bnyk org diberkati?

Kalau ada hal spt ini: ada sebuah serial yg bagus dan seru, hanya ditayangkan oleh sebuah stasiun TV, tdk ada di Youtube atau aplikasi menonton film, ditayangkan seminggu 1x, pas jam tayangnya tiba-tiba listrik padam 2 jam, tentu kita diliputi rasa penasaran besar, bgmna kelanjutan ceritanya, apakah ini, apakah itu, lalu timbul sedikit omelan dlm hati: “Ah, pakai listrik padam segala pas mau nonton nih serial, dasar …!” Hal ini hanya gambaran keadaan di mana ada saat-saat Tuhan itu bgtu nyata dlm hidup kita, berdoa semangat, permintaan kita dikabulkan, mengalami kesembuhan, mujizat, penghasilan meningkat, keluarga harmonis, pokoknya semua kelihatan ‘indah’ dan kita sangat bisa mensyukuri hidup ini, memuji Tuhan itu rasanya bkn sesuatu yg sulit, namun dlm wkt sekejap tiba-tiba hal yg mengejutkan terjd, mulai yg buruk itu muncul dan kita mulai berpikir: Tuhan koq diam saja, knpa ini dibiarkan terjd? Tuhan di mana?

Alasan Yesus bersembunyi dr org bnyk adalah krna Dia tahu bhw org bnyk itu bkn mengagumi Tuhan, tp terpukau dg ajaran dan mujizat yg Dia lakukan. Sederhananya spt kalimat yg sering kita dengar: lebih mencari berkat dan mujizat drpd mencari Tuhan yg mengadakan semuanya itu. Di batas ini maka Tuhan akan ‘bersembunyi’ dr kita utk sementara wkt. Tujuannya spya kita sadar bhw tanpa kehadiran Tuhan dlm hidup kita maka semua hal yg baik itu tdklah akan ada dan kita alami, krna kita mulai terbiasa berpikir spt ini: “Tuhan pasti sediakan seperti biasanya, jd percaya saja nanti semuanya akan saya terima.” Memangnya Tuhan itu (maaf) spt pembantu yg saat kita bangun lalu sarapan pagi otomatis tersedia di meja setiap harinya? Yg Tuhan inginkan adalah hubungan dlm keintiman dg kita, bkn hubungan yg sepihak saja mengasihi. Tuhan ‘diam’ krna kita mulai berani kurang ajar terhadap Dia.

Kasihi Tuhan bkn krna pemberian-Nya, bkn krna ingin dijagai Tuhan, tp kasihi Tuhan krna tanpa Dia maka kita hanyalah org yg tdk memiliki kepastian dan tujuan dlm hidup ini.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Sembunyi?