DI 03042020
1 Samuel 4:3
- Ketika tentara itu kembali ke perkemahan, berkatalah para tua-tua Israel: “Mengapa TUHAN membuat kita terpukul kalah oleh orang Filistin pada hari ini? Marilah kita mengambil dari Silo tabut perjanjian TUHAN, supaya Ia datang ke tengah-tengah kita dan melepaskan kita dari tangan musuh kita.”
Dlm berbagai peristiwa Tuhan memang menggunakan sesuatu benda utk menyatakan kuasa-Nya, namun bkn berarti benda itu menjd pengganti kehadiran Tuhan.
Zaman dulu mgkin kita bingung menonton film, bila ada setan maka coba diusir dg salib atau Alkitab. Itu hanya film saja, tp jgn-jgn ada jg org yg menonton itu lalu mempraktekkannya sndri. Jd pemikirannya sdh kacau: bkn lg kuasa Tuhan yg mengusir setan, tp benda-benda itulah yg pny kuasa utk mengusir setan. Dlm ayat yg kita baca, bangsa Israel berharap menang perang melawan org Filistin dg berpikir bhw kalau membawa Tabut Tuhan ke medan peperangan. Pd kenyataannya justru mrka kalah dan Tabut Tuhan malah dirampas. Di sinilah praktek memberhalakan apapun yg bkn Tuhan adalah dosa, sekalipun yg diberhalakan itu alat-alat yg dipakai utk ibadah di Rumah Tuhan.
Zaman skrg lebih berbahaya, bkn lg memberhalakan suatu benda, tp memberhalakan manusia yaitu org-org yg dipakai Tuhan. Alih-alih minta didoakan tp sbnarnya ingin ‘dibaca masa depannya’, bknkah ini mirip dg dtg ke peramal? Ada apa-apa bkn berdoa dulu pd Tuhan tp justru menghubungi hamba Tuhan yg ‘dahsyat dan diurapi’, krna seharusnya para hamba Tuhan hanya mengkomfirmasi saja, jemaat hrs lebih dulu mendapatkan firman dr Tuhan sndri. Di sinilah bnyk org Kristen tp imannya bkn pd Tuhan, tp pd hamba Tuhan dan benda-benda yg dianggap mengandung kuasa Tuhan. Tak heran justru hidup mrka akhirnya terkena kutuk krna memberhalakan sesuatu atau seseorg, tdk lg mengandalkan Tuhan.
Yg membuat kita berhasil adalah pemyertaan dan perkenanan Tuhan atas hidup kita, ini yg hrs ada dan bknnya menaruh iman pd sesuatu atau manusia.