Sadar dan Kenali Tuhan

DI 16042020

1 Korintus 15:34 KJV
Awake to righteousness, and sin not; for some have not the knowledge of God: I speak this to your shame.

  • Sadarlah menuju kebenaran, dan jangan berdosa, karena sebagian tidak memiliki pengetahuan Tuhan, aku mengatakan ini untuk rasa malu kamu

Ayat ini menjelaskan mengapa seseorg masih trs berbuat dosa dan tdk hidup dlm kebenaran Tuhan yaitu krna mrka tdk memiliki pengetahuan (tentang) Tuhan.

Apa yg kita tahu ttg Tuhan? Bagi org yg tdk kenal Tuhan maka mrka berpikir bhw Tuhan itu penuh kasih dan akan selalu mengampuni dosa kita, shga mrka trs menerus berbuat dosa tanpa merasa bersalah pd Tuhan. Mrka berpikir bknkah dosa mrka sdh ditanggung Yesus sewaktu disalibkan? Ibarat mkn sepuasnya, bayar diawal lalu bebas mkm apa saja sampai batas wkt yg ditetapkan. Pikiran spt inipun masih bnyk dianut oleh org Kristen yg hidupnya main-main terhadap Tuhan. Pas sdh mau mati br bertobat, itu nanti urusannya gampang, ini tentu pikiran yg menyesatkan dan bukti mrka tdk kenal Tuhan: Dia penuh kasih tp jg Dia Hakim Yangadil, Dia mengampuni tp jg Dia menghukum org berdosa.

Org yg hidup dlm dosa pasti sdg berjalan menjauhi kebenaran, dlm ayat ini diingatkan bhw ada sebagian jemaat di Korintus yg cara hidupnya memalukan, percaya Tuhan tp tdk mengenal Tuhan. Ini yg berbahaya, bkn hidup menurut kebenaran Tuhan tp membuat kebenaran versi sndri. Firman Tuhan dicampur dg berbagai hal spya pas dg jln pikirannya sndri. Yg menurut kebenaran sesuatu itu dosa, bs diubah shga bkn lg sebuah dosa krna bnyk org yg melakukannya, jd dianggap wajar dan justru normal. Mgkin kelihatannya hidup jd nyaman, ya nyaman di bumi tp tdk nyaman nantinya dlm kekekalan, krna bkn surga yg dimasuki, tp neraka tempat penyiksaan kekal. Hati-hati dg kebenaran diri sndri.

Kembali pd kebenaran Tuhan, trs belajar dan berusaha mengenal Tuhan, maka kita akan memiliki pandangan yg benar ttg dosa dan kasih Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Sadar dan Kenali Tuhan

Melakukan Juga Pekerjaan Tuhan

DI 15042020

Yohanes 14:12

  • Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;

Ada hubungan antara percaya pd Tuhan dan melakukan apa yg Yesus pernah lakukan. Percaya pd Tuhan itulah sebabnya, melakukan yg Yesus lakukan itulah akibatnya.

Apa saja yg Yesus lakukan selama Dia ada di dunia ini? Mgkin yg kita paling ingat adalah Yesus melakukan bnyk mujizat, mengusir roh jahat dan mengajar. Namun jika kita membaca keempat Injil dlm PB, maka masih bnyk hal yg Yesus lakukan, misalnya Dia disiplin dlm hal wkt utk berdoa, Dia membangun hubungan dg org-org dr semua kalangan, Dia bersedia melakukan tanya jwb misalnya dg perempuan Samaria (Yohanes 4), Yesus jg memperhatikan keluarga-Nya, taat membayar pajak, dsbnya. Jd dlm keseharian-Nya, inilah yg hrs kita perhatikan dan jg kita praktekkan dlm keseharian kita. Kalau kita percaya pd Tuhan maka kita jg meneladani perbuatan-Nya yg mulia.

Jgn fokus utk bgmna bs membuat mujizat atau mengajar firman Tuhan saja, krna itu akan membuat kita menjd fokus perhatian org bnyk, mata org bs tdk lg tertuju pd Tuhan tp pd pribadi kita. Spt Yesus yg selalu melakukan apapun demi menunjukkan pribadi Bapa pd semua org, demikian jg kita hrs menunjukkan Yesus melalui keseharian hidup kita. Iman hrs disertai perbuatan, kalau kita percaya pd Tuhan maka seharusnya perbuatan kita itu sesuai dg apa yg pernah Yesus lakukan, apalg dlm hal mengasihi dan berkorban. Bnyk org bs mengasihi tp blm tentu mau berkorban utk hidup org lain. Kasih yg terbesar adalah memberikan nyawa, bkn menolong org yg kesusahan. Kasihilah sesama spt mengasihi diri sndri.

Apakah kita sungguh-sungguh percaya pd Tuhan? Nyatakan lewat perbuatan yg memuliakan nama Tuhan, oleh kuasa-Nya kita dimampukan melakukan yg lebih besar lg.

Posted in Renungan | Comments Off on Melakukan Juga Pekerjaan Tuhan

Ingin Selalu Merenungkan Tuhan

DI 14042020

Mazmur 143:5

  • Aku teringat kepada hari-hari dahulu kala, aku merenungkan segala pekerjaan-Mu, aku memikirkan perbuatan tangan-Mu.

Mazmur ini ditulis oleh Daud ketika dia sangat terhimpit oleh tekanan para lawannya, hingga tak ada waktu lg utk bnyk merenungkan pekerjaan dan perbuatan tangan Tuhan.

Org yg sangat mengasihi Tuhan akan jg mencintai firman-Nya. Daud sangat menikmati waktu-waktu dia memiliki wkt utk merenungkan Tuhan dan segala perbuatan-Nya. Meskipun dia seorg raja dan tentu saja memiliki bnyk hal yg hrs dikerjakan, namun dia tetap menyediakan waktu khusus utk bnyk merenungkan Tuhan. Daud memiliki management waktu yg baik, waktu yg ada dia isi dg hal-hal yg menjd prioritasnya, termasuk dlm hal kerohanian pribadinya. Bagi Daud itu sdh spt sebuah ‘harga mati’ yg tdk bs lg ditawar-tawar utk digantikan dg aktivitas lainnya, atau dg hal-hal yg menyenangkan hatinya saja. Dia memang raja atas Israel, tp dia sadar bhw Tuhan adalah raja atas dirinya.

Namun situasi seringkali memberi kita tekanan yg bs mengakibatkan kita stress, patah semangat, ketakutan, kuatir hingga hilang kegairahan kita pd hal-hal rohani. Kita bs tdk lg mengasihi Tuhan krna jiwa kita merana krna penderitaan yg kita alami, hati kita menjd penuh dg ketakutan shga sulit bagi kita utk tetap percaya pd janji-janji Tuhan. Di saat spt itu apakah kita spt Daud yg mengingat-ingat ketika kita dg bebasnya pny bnyk wkt utk merenungkan Tuhan dan firman-Nya? Kalau kenangan ttg itu masih ada, berarti kasih kita pd Tuhan itu masih ada, hanya saja mulai meredup, jgn dibiarkan hingga padam. Mulailah kembali disiplin dlm mengatur wkt, masukkan porsi wkt utk membangun kerohanian kita, krna itulah yg hrsnya kita lakukan.

Apakah hari-hari ini kita takluk oleh tekanan kehidupan? Bangun kembali kerohanian kita dan pulihkan kembali kasih kita pd Tuhan. Jgn tunda lagi.

Posted in Renungan | Comments Off on Ingin Selalu Merenungkan Tuhan

Mengerti Firman

DI 13042020

Lukas 24:45

  • Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.

Para murid bertemu Yesus yg telah bangkit dr kematian namun masih timbul keraguan dalam hati mereka sehingga akhirnya setelah pikiran mrka dibuka dan bs memahami isi kitab suci, barulah mrka sadar bhw yg tertulis dlm kitab suci benar adanya.

Jd utk bs memahami atau mengerti isi kitab suci maka pikiran atau pengertian yg kita miliki hrs dlm keadaan terbuka. Di sinilah kita hrs sadar bhw setiap dr kita sdh Tuhan berikan pikiran yg mampu memahami firman Tuhan. Jd kalau sulit memahami isi Alkitab, berarti pikiran atau pengertian yg kita miliki itu dlm keadaan ‘tertutup’. Sesuatu yg tertutup berarti tdk bs yg dr luar masuk ke dlm. Di sinilah ternyata cara kerja bgmna kita bs mengerti ttg firman Tuhan. Bagian Tuhan adalah memberi pengertian-Nya, dan bagian kita adalah membuka pikiran kita utk menerima apa yg dr Tuhan. Kalau kita menutup pikiran kita, sbnarnya itulah penyebab mengapa kita sulit utk memahami firman Tuhan.

Kalau diibaratkan pikiran kita itu memiliki pintu, maka pintu itu adalah logika manusia kita. Kalau logika kita mau kita pakai utk membuka pengertian yg kita miliki, maka jgn lawan kebenaran firman Tuhan dg logika. Logika itu memastikan sesuatu utk bs masuk tdknya informasi dr luar ke dlm pikiran seseorg. Krna itulah logika kita hrs ‘membolehkan’ pengertian dr Tuhan utk masuk dlm pikiran kita, barulah kemudian logika itu digunakan utk membantu mencerna apa yg dr Tuhan. Tentu ada yg tdk bs dicerna dg logika, tp hrs kita terima melalui iman, tdk bs dipahami oleh pikiran tp oleh iman bs kita terima. Kebenaran firman Tuhan itu melampaui logika manusia.

Bkn krna kita sulit mengerti, tp krna logika kita ‘menghadang’ pengertian dr Tuhan utk bs masuk dlm pikiran kita. Otak kita terbatas utk bs memahami pikiran Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengerti Firman

Mengingat Sabat

DI 11042020

Lukas 23:56

  • Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat,

Perlu diketahui bhw peristiwa kematian Yesus itu 1 hari seblm hari Sabat, pd hari perayaan Paskah Yahudi (bkn Paskah Kristen). Terjd pd hari ke-6 atau hr Jumat, krna itulah disebut Jumat Agung. Namun jatuhnya perayaan Paskah Yahudi tdk selalu pd hr Jumat tiap tahunnya. Ini penting kita pahami.

Ada jedah waktu antara kematian dan kebangkitan Yesus yaitu hari Sabat, yg mnrut hukum Taurat wajib dilakukan dg tdk berkegiatan apapun pd hari itu, bahkan dimasukkan dlm bagian 10 perintah Tuhan. Tuhan selalu bertindak menurut hitungan-Nya yg tepat, Sabat di antara kematian dan kebangkitan-Nya menjd bagian penting utk jg direnungkan. Kita tdk berdaya melawan kematian, setiap manusia pasti mengalami kematian (kecuali Henokh dan Elia), namun utk sebuah kebangkitan yg membw kita pd hidup kekal, Kristus telah melakukannya utk kita. Kita tdk tahu apa yg terjd pd hari Sabat dlm kisah kematian Yesus, namun setelah hari Sabat lewat, ada sebuah kabar sukacita yaitu Yesus telah bangkit dr kematian.

Mengapa Yesus hrs mati? Para murid wkt itu tdk pernah bs memahaminya sekalipun Yesus berulang kali telah memberitahukannya. Tdk pernah terbayangkan Guru mrka akan mati dg cara kejam yaitu disalibkan. Sabat mengingatkan kita ttg pentingnya memberi wkt yg berkualitas bagi Tuhan, bnyk mengevaluasi diri, dan merenungkan apa yg sdg terjd. Para murid blm bs mengerti hal itu hingga esoknya kabar kubur Yesus telah kosong menjd sebuah kejutan yg mengagetkan. Ini yg kita alami sepanjang bnyk berdiam di rumah terkait dg virus Corona yg sdg berusaha ditekan penyebarannya. Ini spt sebuah ‘sabat’ bagi kita, bnyk kematian yg terjd, tp mantinya ada sebuah ‘kebangkitan’ yg akan terjd setelah ‘sabat’ berlalu.

Berikan wkt yg berkualitas dg Tuhan setiap hari, hanya butuh sekian minggu org bs mati krna terinfeksi Corona, namun butuh setiap hr utk membangun kerohanian kita bersama Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengingat Sabat

Tidak Bisa Diajak Bicara

DI 09042020

1 Samuel 25:17

  • Oleh sebab itu, pikirkanlah dan pertimbangkanlah apa yang harus kauperbuat, sebab telah diputuskan bahwa celaka akan didatangkan kepada tuan kita dan kepada seisi rumahnya, dan ia seorang yang dursila, sehingga orang tidak dapat berbicara dengan dia.”

Nabal digambarkan sbg seorg yg dursila, org yg tdk bs diajak utk bicara, bkn krna dia bisu, tp dia org yg arogan dan tdk bs diajak berunding baik-baik.

Mgkin di sekitar kita ada org yg spt Nabal, buat salah tp tdk bs ditegur dan dinasehati, perkataan org lain tdk dianggap berharga sama sekali. Diajak berdiskusi malah berujung pd penghinaan terhadap lawan bicaranya. Diajak bicara baik-baik tp dibalas dg ucapan yg membuat situasi panas, tdk peduli dg perasaan org lain bahkan cenderung mengeluarkan pendapat yg tdk sopan. Mengapa bs terjd spt itu? Nabal seorg yg kaya, org yg menilai apapun dg uang, uang membuat seseorg bs memiliki kekuasaan dan menganggap dirinya spt seorg raja kecil di wilayahnya sndri. Pdhal dia mrmiliki seorg istri yg bijak, namun tetap saja dia menjd seorg yg sombong dan menghina org lain.

Sbg org Kristen kita diajar utk menjd pribadi yg penuh kasih, ramah dan jg menghormati sesama. Tdk melihat dr kaya atau miskinnya seseorg, namun ingatlah bhw setiap org percaya adalah sesama umat Tuhan yg berharga, kita semua berharga di mata Tuhan. Belajar utk berkomunikasi dg baik, belajar utk mendengar dan memberi waktu utk org lain bcra. Dengarkan isi pembicaraannya dg baik dan berilah jwban yg bkn hanya menyenangkan telinga, namun jwban yg membangun iman, mengoreksi dan tdk menghina. Mendengar dan bicara hrs tepat pd waktunya, tdk asal menjwb atau terlihat acuh dan tdk mau mendengarkan perkataan org lain. Hargailah pendapat seseorg dan dengarkan apa yg baik.

Ramah terhadap org lain adalah bukti bhw kita memiliki kasih dlm hidup kita, ingatkah kita jg butuh bcra dan butuh utk didengarkan jg.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Bisa Diajak Bicara

Teman Pengkhianat

DI 08042020

Matius 26:50

  • Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Hai teman, untuk itukah engkau datang?” Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya.

Mengapa ketika berbicara dg Yudas Iskariot, Yesus tdk memanggilnya dg sebutan ‘murid-Ku’ tp justru sbg teman? Apakah ada makna di balik sebutan itu?

Kata teman dlm bhsa aslinya adalah ‘hetairos’ yg berarti partner, teman baik, teman berbagi aktivitas. Guru dg murid tetap ada perbedaan level, guru levelnya lebih tinggi drpd muridnya, krna itulah murid hrs menghormati gurunya, sdgkan teman dan partner itu selevel, rasa hormatnya tentu berbeda. Di saat Yesus melihat realisasi dr pengkhianatan Yudas Iskariot justru Dia memanggilnya sbg ‘teman’. Dlm Yohanes 15: 15 tertulis

“Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.”

Status memang teman namun Yudas Iskariot menjd teman yg berkhianat, bkn teman yg sbg partner, suatu hal yg tentu sangat menyakitkan dan mendukakan hati bila teman yg sdh sangat kita percayai justru bekerja sama dg musuh dan menginginkan yg buruk terjd atas kita. Namun itulah kenyataan yg real dan nyata dlm kehidupan kita sehari-hari. Manusia bs berubah oleh bnyk sebab, sewaktu-waktu bs berubah dan berbalik tdk memihak kita lg. Bahkan dlm dunia politik disebutkan bhw tdk ada teman atau lawan yg abadi, demi sebuah kepentingan bs menjd kawan atau sebaliknya menjd lawan. Jika suatu saat teman kita berubah, kita hrs sadar bhw itu pasti mgkin terjd dan hrs kita antisipasi dg baik spya tdk mengganggu damai sejahtera dlm hidup kita.

Jadilah teman yg setia dan bs dipercaya krna teman spt inilah yg bs membuat kehadirannya sbg sebuah berkat bagi teman-temannya, bkn sbg sebuah kutukan.

Posted in Renungan | Comments Off on Teman Pengkhianat

Tetap Lakukan Walaupun Sendiri

DI 07042020

Matius 26:43-44
Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat.

  • Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.

Yesus berdoa 3x di Taman Getsemani, mengajak 3 murid utama-Nya utk menunggu ketika Dia berdoa dan 2 kali didapati mrka tertidur krna memang fisik mrka lelah.

Ada hal-hal yg memang bs dikerjakan sndri, tp jg ada yg hrs dilakukan secara team, dan tentu saja tdk mudah utk bs bekerja sama secara team krna keadaan masing-masing anggota team pasti berbeda. Semangatnyapun mgkin tdk semuanya sama. Yesus tetap berdoa meskipun 3 murid-Nya tdk sanggup ikut berjaga-jaga ketika Yesus sdg berdoa. Lelah dan kantuk tdk bs mrka tahan shga tertidur. Ini sebuah hal yg bs kita teladani dr Yesus, Dia tetap berdoa walaupun 3 murid-Nya tertidur, kalau kita dlm posisi spt Yesus, mgkin kita sdh terpancing emosi lalu kesal dg 3 murid itu, shga mgkin saja kita bs batal berdoa. Betapa prntingnya kita menjaga emosi dan pikiran shga kita tetap bs menjalankan visi yg ada.

Kalau org lain sdg tdk bersemangat, bantulah utk mrka bs bersemangat kembali. Jika gagal, terpaksa kita sndri yg hrs tetap melakukan bagian kita, jgn malah tertular menjd tdk semangat. Mgkin kita hrs meninggalkan sifat perfeksionis kita, ada hal-hal yg di luar dugaan bs terjd, dan tdk selalu bs dilakukan scra bersama-sama. Kadang mgkin hanya berdua bahkan seorg diri saja. Tuhan melihat dan menilai kita, apakah kita didapati tetap berintegritas atau tdk. Apalagi dlm hal rohani, jarang sekali org yg bs trs bersemangat, contohnya dlm grup membc Alkitab misalnya, setelah sekian minggu muncullah org-org yg kurang bersemangat membaca Alkitab, bahkan sdh tdk membacanya lg.

Lakukan tanggung jwb kita apapun keadaannya, tetap pelihara semangat pribadi atau secara team, jadilah inspirasi bagi mrka yg sdh mulai kehilangan semangat.

Posted in Renungan | Comments Off on Tetap Lakukan Walaupun Sendiri

Belajar Sepakat

DI 06042020

1 Samuel 17:37

  • Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.”

Nasib bangsa Israel ada di tangan raja Saul wkt mrka berhadapan dg org Filistin. Duel satu lawan satu ditawarkan oleh Goliat, yg kalah akan menjd hamba dr yg menang.

Tawaran Daud utk maju dan akhirnya disetujui oleh raja Saul sesungguhnya tdk masuk logika, Daud msh sangat muda, hanya penggembala kambing domba, pintar bermain kecapi, blm berpengalaman dlm perang, namun ingin maju mewakili bangsanya melawan Goliat. Nasib satu bangsa ditentukan oleh 1 org, jika Daud menang tentu sebuah kemenangan besar, tp yg dihadapi adalah seorg tentara berpengalaman, bs saja menurut perhitungan manusia, kemungkinan Daud kalah lebih besar. Ini bkn hal main-main, nasib bangsa Israel ada di tangan Daud. Di sinilah kita bljar ttg kesepakatan iman, Saul sepakat dg iman yg Daud miliki dan memberikan kepercayaan utk menghadapi Goliat.

Sepakat dg org yg beriman pd Tuhan bkn berarti tdk kuatir. Saul pasti kuatir saat Daud memulai peperangannya dg Goliat. Dg cara apa Goliat mau dikalahkan? Hanya bermodalkan melawan binatang buas, mgkinkah menang melawan seorg tentara raksasa? Kekuatiran jgnlah menggoyahkan kesepakatan kita dg org yg memiliki iman yg dlm Tuhan, bkn iman yg sbnarnya cuma nekad saja. Lihatlah cara Tuhan bekerja melalui org yg beriman itu. Hanya butuh sekian menit saja pertempuran selesai dg kemenangan di tangan Daud dan bangsa Israel. Iman menggerakkan kuasa Tuhan, tdk butuh waktu lama, kemenangan menjd milik org percaya. Jika Saul tdk mengizinkan Daud maju melawan Goliat, mgkin akhir ceritanya jd berbeda.

Belajar sepakat dg org yg memiliki iman yg benar, iman yg berlandaskan pd kebenaran firman Tuhan, meskipun secara logika tdk bs dipahami.

Posted in Renungan | Comments Off on Belajar Sepakat

Menjaga Damai Sejahtera

DI 04042020

1 Samuel 10:27 KJV
But the children of Belial said, How shall this man save us? And they despised him, and brought him no presents. But he held his peace.

  • Tapi keturunan orang-orang yang tidak berguna berkata: Bagaimana orang ini akan menyelamatkan kita? Dan mereka menghina dia, dan tidak membawa persembahan pada dia. Tapi dia memelihara damai sejahteranya.

Saul berasal dr suku Benyamin, suku yg hampir saja punah jika tidak diselamatkan Tuhan dan 11 suku lainnya, ini kisahnya terdapat dlm kitab Hakim-Hakim. Ketika diumumkan bhw Saul akan menjd raja atas Israel, sebagian org justru berkomentar negatif.

Yang Saul lakukan adalah dia tetap menjaga damai sejahteranya dg bersikap layaknya org yg tuli, jd walaupun dia mendengar bnyk komentar negatif ttg dia, namun dia tdk masukkan dlm hati atau pikiran, dia mengganggapnya tdk pernah mendengar komentar yg negatif itu, spt org tuli yg tdk bs mendengar suara apapun. Sikap ini memang perlu kita terapkan ketika kita menjd seorg pemimpin atau sdg memimpin sesuatu. Bnyk pendapat negatif dan mgkin sikap tdk setuju dg apa yg menjd keputusan kita, asalkan memang keputusan ini memanglah keputusan yg terbaik dan tdk melanggar peratutan yg ada. Pasti ada pro dan kontra, kita tdk bisa memuaskan semua pihak.

Saul menjd raja atas pilihan Tuhan, jd walaupun ada org-org yg menentangnya, itu tdk bs merubah ketetapan Tuhan atas pilihannya terhadap Saul. Ini yg hrs kita pahami bhw jika Tuhan sdh memilih seseorg utk sebuah jabatan atau tugas tertentu, tdk akan bs dibatalkan oleh kuasa manusia. Jd jgn menjd stress dg pendapat org yg negatif, mrka boleh berkata apapun namun ketetapan Tuhanlah yg pasti akan terjd. Kita hrs menjaga damai sejahtera dlm diri kita, krna itu sangat penting supaya kita bs beraktivitas dg normal, tdk stress dan selalu melakukan yg terbaik. Buktikan dg hasil kerja kita, bkn dg perdebatan atau perkelahian. Selesaikan tugas yg Tuhan berikan, dan siap utk mempertanggung jwbkannya.

Kalau kita dihina dan tdk diperhitungkan, buktikan dg hasil kerja kita, itulah yg akan merubah pendapat negatif dr org-org yg meragukan kemampuan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjaga Damai Sejahtera