Ditolak Akhirnya

DI 09072020

1 Korintus 9:27

  • Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Apa yg kita buat terhadap tubuh kita? Berolahraga spya sehat dan bugar, berobat kalau sakit, minum suplemen kesehatan, tdr cukup, dsbnya. Namun ada 1 hal yg terlupakan yaitu : menguasai seluruh tubuh kita spya jgn berbuat dosa.

Jika jaringan syaraf otak kita mengalami gangguan maka kita bs kehilangan kontrol atas anggota tubuh kita, mulai dr anggota tubuh bergerak sndri hingga kelumpuhan. Demikian jg dlm hal penguasaan diri, jika tdk kita bs kendalikan sepenuhnya maka anggota tubuh kita bs memicu kita utk melakukan perbuatan dosa. Tdk mengendalikan lidah dg baik bs membuat kita berdosa krna perkataan, demikian jg dg mata, telinga, kaki, tangan, dsbnya, jika kita lebih menuruti keinginan daging maka anggota tubuh kita bs menjd alat utk berbuat dosa, akibatnya kita bs mendukakan Tuhan dan merugikan org lain. Krna itu kita perlu menguasai semua anggota tubuh kita sepenuhnya.

Kita perlu paham ttg tuan dan hamba, jika kita tdk mampu menguasai tubuh kita sepenuhnya maka kita yg diperhamba oleh keinginan dosa. Tubuh hrs menjd ‘hamba’ bagi kita, jgn sebaliknya. Rasul Paulus mengingatkan jgn sampai menjd org yg ditolak dan dibuang dr hadapan Tuhan dan manusia. Sdh menginjil tp justru kita hidup dlm dosa, bertahun-tahun menjd hamba dosa, org yg kita injili menjd kecewa dan malah bs kembali pd apa yg dulu dipercayainya. Jgn sampai jg Tuhan menolak kita walaupun kita sdh giat menginjil, penginjilan hrs beriringan dg kesaksian hidup sbg org Kristen yg sesuai dg apa yg Tuhan ajarkan. Jgn jd batu sandungan.

Menguasai tubuh kita memang tdk mudah, tp itu sebuah keharusan, jgn biarkan iblis menggunakan anggota tubuh kita utk menjerat kita masuk dlm perangkapnnya. Waspada dan berjaga-jaga.

Posted in Renungan | Comments Off on Ditolak Akhirnya

Perintah Saling Mengasihi

DI 08072020

Yohanes 13:34

  • Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.

Sesuatu yg diperintahkan tentu hal yg sangat penting, spya tdk dilupakan atau itulah kewajiban yg tdk boleh dilalaikan utk dilakukan, bkn sebuah pilihan.

Saling mengasihi itu sebuah perintah dan hukum, jd bila dilanggar tentu ada sanksi dan hukumannya, dan mengapa ini dijadikan sebuah perintah, bkn sebuah himbauan? Krna itulah kewajiban, sesuatu yg hrs dikerjakan demi sebuah keharmonisan hidup bersama. Jika dlm semua jenis hubungan sdh tdk ada lg kasih di dlmnya, maka semuanya hanyalah sebuah hubungan tanpa ‘rasa’, spt robot dg robot, tdk punya hati dan perasaan. Semua terasa rutinitas, kewajiban, yg pd akhirnya suatu saat akan berhenti oleh krna kejenuhan dan kekecewaan. Pd akhirnya manusia tdk lg memiliki kelembutan hati, dan emosi menjd tdk sehat.

Pd dasarnya manusia akan lebih mementingkan kepentingannya sndri walaupun dia pernah berusaha utk berbagi bersama. Akan ada rasa bosan utk trs berbagi dan bila ini terjd maka tdk ada lg rasa belas kasihan krna lebih memikirkan keadaan diri sndri. Tuhan tahu ttg hal ini, krna itulah ttg hal saling mengasihi akhirnya dibuat menjd sebuah perintah dan hukum Tuhan spya manusia terhindar dr ketawaran hati dan hati menjd ‘beku’ krna kasih yg menjd dingin. Yg penting diri sndri tetap nyaman, melihat org lain dlm kesusahan dibiarkan saja. Memang hidup tiap org itu tanggung jwb pribadi masing-masing, namun tiap org jg memiliki keterbatasannya sndri yg perlu ditolong oleh sesamanya.

Jgn abaikan perintah Tuhan ini, krna nantinya kita menjd org yg tdk lg bs merasakan dikasihi krna kita tdk lg mengasihi sesama.

Posted in Renungan | Comments Off on Perintah Saling Mengasihi

Meniru Yesus

DI 07072020

Markus 9:38

  • Kata Yohanes kepada Yesus: “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.”

Di zaman Yesus hidup di dunia, bnyk jg org yg mengagumi-Nya shga dlm kisah ini ada seorg yg bkn golongan para murid berusaha mengusir setan demi nama Yesus, tentunya dia pernah melihat Yesus melakukannya.

Meniru apa yg Yesus lakukan tentu hrs dg pengertian yg benar, artinya bkn sekedar mencontek saja tp hasilnya justru tdk spt yg Yesus lakukan. Bnyk org yg memakai nama Yesus dg sembarangan dlm berbagai praktek ‘profetik’, misalnya dg mengaku bernubuat demi nama Yesus pdhal nubuatannya adalah karangan dirinya sndri, mengusir setan demi nama Yesus tetapi setannya tdk berhasil diusir, dsbnya. Yg terjd justru timbul penilaian negatif ttg kuasa dlm nama Yesus, tdk sdkit org yg akhirnya mencibir dan mengejek nama Yesus krna tindakan bbrpa org yg hanya ingin terlihat hebat namun tdk memiliki otoritas dr Tuhan. Nama Tuhan tdk dipermuliakan akhirnya.

Tindakan profetik jika digunakan scra benar tentu sangat bermanfaat bagi perkembangan gereja dan kerohanian jemaat. Spt Yesus yg mengajar, tp jg melakukan mujizat dan pengusiran roh jahat, tentu ini sebuah kombinasi yg baik jika dilakukan oleh org percaya di zaman ini. Tindakan profetik tanpa dasar pengajaran firman Tuhan yg benar tentu bs menjd tindakan profetik yg palsu, mengambil keuntungan dr jemaat dan gereja, cara cepat utk dikenal dan mendpt panggilan plynan, ujung-ujungnya ya uang lagi. Sbg jemaat kita perlu bnyk tahu ttg apa itu profetik dan pengajaran ttg itu, spya kita tdk dibodohi dan tertipu oleh org-org yg kelihatannya berkarunia pdhal justru mrka tdk bs apa-apa.

Gunakan karunia yg Tuhan berikan pd kita dg penuh tanggung jwb, utk membangun kerohanian jemaat dan memuliakan nama Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Meniru Yesus

Sedih Tanpa Sebab

DI 06072020

Matius 17:23
dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” Maka hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali.

Lukas 9:45

  • Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.

Membaca kisah yg sama namun ditulis oleh 2 penulis yg berbeda memang bs menimbulkan bnyk pertanyaan, spt dlm kisah ini, kalau para murid tdk paham dg perkataan Yesus, mengapa mrka sangat bersedih?

Kita mgkin pernah tiba-tiba menangis tanpa kita mengerti knpa bs menangis, air mata mengalir bgtu saja tp hati rasanya sangat sedih. Biasanya ini merupakan tanda ttg sebuah kesedihan yg nantinya akan terjd di masa dpn, entah itu kejadiannya besok, minggu dpn atau bulan dpn. Kalau saja kita peka dan menyadarinya maka kita pasti akan berusaha melakukan apapun sebaik mgkin. Memang tdk bs menggagalkan hal itu terjd, tp minimal kita sdh berusaha utk melakukan semuanya dg baik, shga ketika hal itu terjd, misalnya ada org yg kita kasihi meninggal dunia, kita tdk lg bgtu menyesalinya krna kita telah melakukan yg terbaik utk org yg kita kasihi.

Pernahkah saat kita berdoa dan menyembah Tuhan, tiba-tiba kita merasa sedih dan menangis? Seringkali kita salah berpikir ttg ini, kita pikir Tuhan sdg menjamah kita, pdhal sbnarnya Dia sdg berbagi isi hati-Nya ke hati kita. Apa yg Tuhan rasakan di hati-Nya, Dia izinkan dirasakan jg oleh hati kita. Kalau saja kita peka, maka itulah saat di mana Tuhan ‘membutuhkan’ kita utk sesuatu. Tuhan kan Mahakuasa, Dia butuh kita utk apa? Kita ingat peristiwa Yesus berdoa di taman Getsemani di mlm sblum esoknya Dia hrs disalibkan dan mati, Dia mengajak 3 murid-Nya utk berdoa bersama dan berjaga-jaga. Ada bnyk hal yg Tuhan ingin kita turut mendoakannya, sayangnya seringkali kita tdk peka dan memahaminya.

Keintiman dg Tuhan bkn hanya ttg merasakan hadirat Tuhan, tp bgmna kita turut dlm apa yg sdg Tuhan rasakan dlm hati-Nya, peka dg apa yg Tuhan ingin kita lakukan bagi Dia.

Posted in Renungan | Comments Off on Sedih Tanpa Sebab

Menghukum Diri Sendiri

DI 04072020

Matius 27:3, 5
Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua,

  • Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.

Yudas Iskariot menyesal setelah tahu bhw Yesus sudah dijatuhi hukuman oleh para imam kepala dan tua-tua Yahudi, kemudian dibawa ke Pilatus, namun penyesalannya malah berujung maut, dia memutuskan utk gantung diri.

Apa yg dipikirkan Yudas Iskariot hingga memutuskan utk gantung diri? Yg bs kita sdkit pahami tentu dia berpikir tdk pantas lg bertemu dg para murid lainnya krna mrka pasti membencinya atau malah hendak membunuhnya. Bs jg iblis membujuk Yudas Iskariot utk bunuh diri, spt yg biasanya kita dgr kesaksian mrka yg coba bunuh diri namun tdk mati. Tapi keputusan tetap di tangan Yudas Iskariot, yg akhirnya dia mati, gantung diri kemudian jatuh tertelungkup hingga perutnya terbelah dan isi perutnya keluar (Kisah Para Rasul 1:18). Jd sbnarnya bisa saja Yudas Iskariot tdk perlu bunuh diri asal saja dia ingat bhw Yesus pernah n
berkata bhw Dia akan mati namun bangkit kembali (Matius 16:21).

Inilah akibat jika tdk sungguh-sungguh mengingat firman Tuhan, hidup kita bs berakhir tragis. Yudas Iskariot memang diperlukan sbg org yg akan menyerahkan Yesus, memang itu sebuah dosa, dan ternyata dia menyesalinya. Penyesalan hrs dilanjuti dg pertobatan dan kembali pd Tuhan, bkn malah bertindak bodoh. Mgkin Yudas Iskariot berpikir ‘nyawa ganti nyawa’, Yesus akan dihukum mati jd diapun coba menebus dosanya dg mati jg. Namun ini bkn yg diinginkan Tuhan, seandainya Yudas bertahan bbrpa hr lg, dia akan menyaksikan bhw Yesus bangkit dan menemui para murid, dan mgkin saja dia akan diampuni Tuhan Yesus spt Dia mengampuni Petrus yg menyangkal Dia tiga kali. Kalau merasa berdosa, jgn pernah bunuh diri, sabar menunggu Tuhan mengampuni.

Sebesar apapun dosa yg kita buat, kasih Tuhan lebih besar drpd itu, dtg pd Tuhan, akui dosa dan terima pengampunan dr Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Menghukum Diri Sendiri

Tuhan Atas Segalanya

DI 03072020

Matius 12:8

  • Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

Hari Sabat memang adalah ketetapan dan perintah Tuhan yg wajib utk dilakukan oleh bangsa Israel tanpa terkecuali. Ada peraturan-peraturan dan larangan yg disebutkan di dlmnya.

Hal yg mgkin sering kita lupakan adalah bhw Tuhan itu lebih tinggi dr hukum-hukum yg Dia berikan pd manusia. Artinya Tuhan pny kewenangan khusus berbuat apapun yg Dia kehendaki, tp bkn berarti membatalkan hukum-Nya, namun apa yg Dia buat justru memberi kita pengertian dr pelaksanaan hukum itu. Utk peristiwa tertentu, hukum Tuhan bs Dia modifikasi tanpa mengurangi kebenaran-Nya. Spt seorg polisi lalu lintas yg mengatur secara manual arus lalu lintas di perempatan, maka rambu lalu lintas yg ada menjd tdk wajib ditaati, tp gerakan tangan si polisilah yg hrs ditaati selama dia mengatur arus lalu lintas. Di sinilah kita perlu belajar mengerti mengenai kedaulatan Tuhan dlm segala hal yg Dia berlakukan dlm hidup kita.

Dia Tuhan atas segalanya dlm hidup kita, atas semua yg kita miliki. Pasangan hidup, anak-anak, harta, dsbnya memang scra sistem dunia adalah milik kita, namun dlm hidup kita sbg org Kristen, kita bkn pemilik tunggal dr semua yg kita miliki, Tuhanlah yg berbagi dg kita, Dia memberi kita kepercayaan utk mengelola, memelihara, merawat apa yg Dia punya dan kita boleh menikmati hasil dr itu. Krnanya kita hrs bertanggung jwb terhadap semua yg Tuhan percayakan pd kita, tdk boleh kita sembarangan saja menggunakan semuanya itu. Keluarga kita hrs dipelihara dan dikasihi, harta hrs kita gunakan sesuai aturan kebenaran Firman Tuhan, dan kita tdk boleh pulang menghadap Tuhan dg tangan kosong, hrs ada hasil yg memberi keuntungan pd Tuhan.

Jgn sombong dg apa yg kita punya, semua berasal dr Tuhan. Tetaplah rendah hati, biarkan Tuhan melakukan semuanya sesuai dg kewenangan yg Dia miliki, taat saja.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Atas Segalanya

Tuhan Ingin Kita Punya Belas Kasihan

DI 02072020

Matius 12:7

  • Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.

Bbrpa kasus hukum kita temui bahwa ternyata pernah terjd seseorg divonis penjara sekian tahun namun setelah puluhan tahun kemudian barulah ditemukan bhw org itu bkn pelaku kejahatan yg sesungguhnya. Salah menghukum org.

Opini publik seringkali membuat penilaian kita terhadap seseorg atau sesuatu menjd tdk adil dan cenderung salah. Misalkan di sebuah jalan yg terjd peristiwa penjambretan, demi menyelamatkan dirinya si penjambret justru meneriakkan si korban sbg penjambretnya. Massa yg tdk teliti pd akhirnya menghakimi si korban dg pukulan dan tendangan, sementara si penjambretnya sndri perlahan-lahan mencoba melarikan diri dr tempat kejadian. Setelah dicheck br ternyata diketahui org yg dihakimi itu ternyata korban penjambretan. Ini contoh sesuatu yg bs mempengaruhi pikiran kita krna opini org lain. Apa yg org bnyk anggap itu benar, blm tentu memang benar adanya, jgn mudah terpengaruh.

Milikilah belas kasihan, artinya bkn curiga yg dikedepankan, walau memang kita hrs tetap waspada terhadap siapapun. Taat pd Tuhan itu bkn cuma terhadap sebagian perintah-Nya, tp seluruh perintah-Nya hrs ditaati, tdk ada yg dikecualikan. Kerohanian kita tdk hanya soal ibadah pd Tuhan, tp jg bgmna kita memperlakukan org lain dan sesama dlm keseharian kita. Peka dg kebutuhan org lain itu menggerakkan hati kita utk memberi pertolongan, sedangkan opini kita terhadap keadaaan seseorg cenderung menahan diri kita utk melakukan kebaikan. Hafal bnyk ayat Alkitab tdk sebanding dg mempraktekkan ayat tsb dlm hidup kita. Tuhan menilai bgmna kita menjd pelaku firman, bkn sbg ahli Alkitab semata.

Yg dilihat mata blm bs membuat kita memahami keberadaan org lain scra utuh, kasih kita hrs melampaui logika berpikir kita, jgn sampai kita salah bersikap terhadap sesama.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Ingin Kita Punya Belas Kasihan

Tabungan Kebaikan

DI 01072020

Mazmur 31:19

  • Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia!

Bagi kita yg percaya dan berlindung pd Tuhan akan disediakan kebaikan yg besar dan berlimpah, disimpan Tuhan bagi org yg takut akan Tuhan.

Spt orgtua menabung uang utk keperluan anak-anaknya di masa dpn, demikian jg Tuhan menyimpan kebaikan yg besar dan berlimpah bagi org-org yg hidupnya takut akan Tuhan. Ibarat tabungan maka jumlah uang dlm tabungannya itu lebih dr cukup utk memenuhi biaya pendidikan anak-anak, bs memberikan mrka pendidikan yg terbaik di sekolah atau universitas yg memang berkualitas. Knpa kebaikan itu Tuhan simpan? Supaya bs digunakan di saat kita memerlukannya, saat menghadapi masa sukar, penderitaan, putus asa, dsbnya, Saat org lain tdk bs menolong kita, Tuhan berikan kebaikan yg Dia simpan utk membuka jalan keluar dan membuat sebuah terobosan yg kita butuhkan.

Jgn bersandar pd kekuatan kita sndri, tp andalkanlah Tuhan. Di saat ada kesempatan utk berbuat baik, lakukanlah dg tulus hati, nanti Tuhan pasti akan memberi balasannya. Mgkin tdk sekarang, nanti saat kita memerlukannya maka itu akan menjd sangat berguna. Contohnya dlm kisah Mordekhai, paman Ester, yg pernah berjasa terhadap raja Ahasyweros, ternyata jasanya br diingat raja bbrpa waktu kemudian dan itu sangat tepat berkaitan dg rencana jahat Haman. Spt aliran air yg membw kembali apa yg dihanyutkan, spt itulah kebaikan yg kita buat akan kembali pd diri kita. Tuhan itu adil, Dia membalaskan sesuai dg apa yg kita perbuat, baik atau jahat, suatu saat kita akan menerima balasannya.

Tekunlah dlm berbuat baik selama masih ada wkt, meskipun kebaikan kita tdk diresponi dg sepantasnya, tetaplah berbuat baik krna kita memiliki kasih Tuhan dlm hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tabungan Kebaikan

Diselamatkan Dari Kesukaran

DI 30062020

Amsal 11:8

  • Orang benar diselamatkan dari kesukaran, lalu orang fasik menggantikannya.

Org benar bkn org yg bebas dr kesukaran hidup, bedanya adalah ada janji Tuhan bhw sekalipun org benar mengalami kesukaran atau masalah, Tuhan akan menolong dan menyelamatkannya dr masalah itu.

Ada 4 jenis kesukaran yg dialami oleh semua org yg hidup di dunia ini, pertama adalah kesukaran yg adalah ujian iman dr Tuhan. Kita dimasukkan dlm sebuah proses yg di dalamnya terdpt bnyk kesukaran yg hrs kita atasi dan hadapi. Kedua adalah kesukaran yg adalah cobaan dr iblis, kita digoda atau bahkan termakan tipu daya iblis shga akhirnya masuk dlm perangkapnya yg jahat shga spt org yg masuk dlm kubangan lumpur, makin bergerak maka kita makin tenggelam di dlmnya. Sekali terperangkap di dlm jebakan iblis, sulit utk keluar dr sana. Hanya pertobatan kitalah dan pertolongan dr Tuhan yg bs melepaskan kita dr situasi yg buruk ini, krna itu segera bertobat sblum terlambat.

Ketiga adalah kesukaran yg dibuat oleh org lain krna benci terhadap kita. Kita dipersulit utk maju, difitnah, ditekan, bahkan hingga mau dibunuh. Dendam tdk mudah surut jika org yg bersalah tdk mau meminta maaf dan org yg jd korban itu tdk mau memberi pengampunan. Karenanya bila terjd masalah antara kita dg org lain, secepat mgkin diselesaikan scra damai. Keempat adalah kesukaran yg disebabkan oleh alam, spt bencana longsor, banjir, wabah penyakit, dsbnya. Di sinilah kita hrs hidup scra seimbang, tetap menjaga keseimbangan alam dan kebersihan di lingkungan kita berada dan beraktivitas. Menjaga kesehatan merupakam salah satu cara hidup yg hrs kita lakukan setiap harinya.

Tuhan menyelamatkan kita dr kesukaran dan org fasik yg akan menggantikan kita pd posisi itu, jgn sampai kita menjd org fasik yg menanggung kesukaran tanpa ditolong oleh Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Diselamatkan Dari Kesukaran

Hari Sial dan Malang

DI 23062020

Mazmur 18:18

  • Mereka menghadang aku pada hari sialku, tetapi TUHAN menjadi sandaran bagiku;

Bukankah dlm Tuhan itu semua hari adalah baik? Namun pd kenyataannya ada hari-hari di mana kita mengalami sesuatu yg buruk shga kita terlihat spt org yg malang dan terkena sial.

Kata sial dlm ayat ini adalah ‘êyd yg berarti kesusahan bagi org benar (burden of the righteous). Jd memang ada hari-hari yg rasanya dijalani dg sangat berat, bnyk tanggungan yg hrs ditanggung, dan kita menilai hr itu bknlah hari baik bagi kita. Mazmur ini ditulis Daud saat dia telah dilepaskan Tuhan dr cengkeraman musuh dan raja Saul yg berniat jahat terhadapnya. Jd dr dlm dan dr luar, Daud menerima bnyk tekanan dan niat jahat, namun Tuhan melepaskannya. Bagi Tuhan semua hari itu baik krna sekalipun kita mengalami bnyk hal buruk di hari-hari sial kita, Dia tetap menyertai, menolong bahkan melepaskan kita dr situasi sulit yg kita hadapi. Memang buruk tp kita melihat kuasa Tuhan itu nyata bagi kita.

Di hari sial atau malang, kita bs sangat shock dan tergoncang, spt dunia ini mau runtuh rasanya menimpa kita. Kaki rasanya tdk kuat trs berdiri shga kita butuh sesuatu sbg tempat kita bersandar. Tuhan adalah sandaran bagi kita, inilah yg nantinya akan membedakan antara org benar dan org fasik ketika hari sial itu dtg, kita masih diberi kekuatan tetap berdiri sementara org fasik akan jatuh dan kehabisan kekuatan. Tak heran ada yg mati bunuh diri, terlibat hutang piutang yg trs menerus, stress hingga mengalani gangguan jiwa, dsbnya. Kita meskipun tergoncang namun masih disanggupkan Tuhan utk bs melewati semuanya. Krna Tuhan adalah Penolong Yangsetia bahkan di dalam kesesakan dan kemalangan.

Baik atau buruk hari yg kita alami, jgn merasa sndrian, ada Tuhan yg bersama kita dan masih ada org-org yg tulus mengasihi kita spt Yonatan terhadap Daud.

Posted in Renungan | Comments Off on Hari Sial dan Malang