Tunjukkan Ayatnya

DI 21102019

Matius 4:10

  • Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhanmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

Tiga kali Yesus dicobai iblis, dan tiga kali jg Yesus mengalahkan cobaan iblis dg mengatakan: “Ada tertulis …” Kata ‘ada tertulis’ berarti ada ayat dlm Kitab Suci sbg dasarnya.

Sebagian org merasa ‘ribet’ dg hrs menunjukkan ayat Alkitab sbg dasar perkataan yg mrka ucapkan. Pdhal bs saja yg mrka katakan itu blm tentu bersumber dr Alkitab. Ada hal-hal umum yg terdapat dlm semua agama, misalkan ttg jgn membunuh, jgn mencuri, jgn berbohong, dsbnya. Tp dlm hal lebih detail, pandangan yg umum td ternyata bs berbeda satu sama lainnya, misalnya sbg org Kristen, tdk dikenal istilah ‘bohong putih’ yaitu berbohong demi situasi tetap baik, krna standart Tuhan kita jelas: “Ya atau tidak”, selebihnya berasal dr si jahat (Matius 5:37). Di luar Kristen, mgkin dianggap wajar melakukan ‘bohong putih’.

Dg menunjukkan ayat Alkitabnya, kita bs menghindari debat pendapat, krna benar atau salahnya pendapat kita akan ditentukan dr nilai kebenaran yg terdpt dlm ayat Alkitab itu. Akan ketahuan benar atau salah, kita pny kesempatan utk mengoreksi pendpt kita setelahnya. Jgn sampai yg kita utarakan justru pemahaman di luar Kristen tanpa sepengetahuan kita. Sesuatu yg tertulis akan membuat org yg membacanya paham akan aturan yg ada. Misalnya di SPBU, kita tahu ada larangan merokok krna ada tulisan dilarang merokok dan gambar larangannya. Bila tdk ada tulisan dan lambang itu, org akan menganggap daerah itu bebas utk merokok, akibatnya bs fatal nantinya.

Jgn malas membc Alkitab, temukan ayat-ayat Alkitab yg nantinya menjd dasar pemikiran dan pendpt kita. Perkatakan apa yg benar dan berdampak positif bagi kehidupan kita dan org lain. Firman Tuhan itulah kebenaran, jadikan sbg pedoman bagi kehidupan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tunjukkan Ayatnya

Teguran Secara Terbuka

DI 19102019

Amsal 27:5

  • Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi.

Org yg menegur kita itu sbnarnya memperhatikan sikap, perkataan dan perbuatan yg kita kerjakan, kalau dia masa bodoh saja, maka dia tdk menegur kita saat berbuat sesuatu yg salah atau tdk pantas.

Jd sbnarnya kita hrs bersyukur bila ada yg menegur kita, krna itu bukti mrka peduli dg apa yg sdg kita kerjakan. Namun tdk semua org mau ditegur scra terbuka, artinya langsung ditunjukkan kesalahannya, tdk suka dimarahi krna dianggap menghina. Teguran itu pasti akan menyinggung perasaan kita krna kita awalnya merasa dan berpikir bhw yg kita buat itu sdh baik dan benar, namun ternyata org lain menemukan sisi kesalahannya. Awalnya kita pasti tersinggung, tp gunakan logika kita: kita sbnarnya sdg belajar apa yg kita blm pahami, krnanya terimalah teguran dg rendah hati dan sukacita.

Kasih yg tersembunyi itu sdh tahu org lain berbuat salah, tp tdk menegur scra terbuka. Ingin org itu sadar akan kesalahannya, tp menunggu wkt org itu sadar dg sndrinya. Masalahnya adalah tdk semua org melakukan evaluasi terhadap apa yg telah dilakukannya. Org sombong selalu menganggap dirinya sempurna, benar dan tdk mgkin berbuat salah. Ditegur malah membalas dg perkataan makian dg nada kesombongan. Org sombong tdk akan pernah menjd org bijak krna otaknya sdh dihentikan utk bekerja scra maksimal: semua sdh saya tahu dan tdk perlu ada tambahan apapun. Sbg org percaya, kita diajar utk memiliki kerendahan hati utk mau belajar.

Tunjukkanlah kasih dlm hal saling menegur, jgn pny pikiran negatif ttg org yg menegur kita, kalaupun kita tdk menyukai orgnya, perhatikan isi tegurannya saja. Tuhan bs pakai siapa saja utk menegur kita, termasuk org-org yg mgkin tdk kita sukai atau kita hormati.

Posted in Renungan | Comments Off on Teguran Secara Terbuka

Menyelamatkan Diri

DI 18102019

Amsal 6:5
Deliver thyself as a roe from the hand of the hunter, and as a bird from the hand of the fowler.

  • Selamatkan dirimu sebagaimana seekor kijang dari tangan pemburu binatang, dan sebagaimana seekor burung dari tangan pemburu burung.

Ayat ini menggunakan penggambaran mengenai binatang yg sdh tertangkap oleh pemburu binatang, namun masih berusaha utk melepaskan diri dr tangan pemburunya. Gambaran ttg berjuang dg maksimal, tdk menyerah dlm situasi buruk.

Walaupun mgkin akan terluka akibat berusaha melepaskan diri, tp itu lebih baik drpd disiksa atau dibunuh oleh pemburu binatang. Mgkin kita hrs kehilangan 100 tp menyelamatkan 500, spt ini kira-kira. Jgn menyerah pd keadaan meskipun sdh terpuruk dan seakan sdh tdk melihat adanya jln keluar atau pertolongan dr siapapun. Terkadang Tuhan menempatkan kita dlm situasi yg berat, tujuannya utk menggembleng mental kita menjd lebih kuat, memunculkan kekuatan sesungguhnya dr diri kita yg biasanya muncul di saat diri kita terancam.

Pemburu binatang adalah gambaran org-org yg berusaha membuat kita dlm kesulitan yg rumit, mgkin mrka menipu kita, mengkhianati kita, atau menjebak kita dg kelicikannya. Kita kalah dan masuk perangkap rencana mrka, namun jgn putus asa. Bnyk org menyerah sblum berbuat maksimal sesuai kemampuannya. Menyerah sblum segala sesuatunya benar-benar berakhir. Kita masih punya Tuhan yg sanggup membebaskan kita dr perangkap yg menjerat kita. Tak ada yg mustahil bagi Tuhan, Dia sanggup mengalahkan musuh-musuh kita.

Waspada jgn sampai kita masuk dlm perangkap atau rencana jahat org-org yg tdk menyukai kita atau berpura-pura baik di depan kita. Kadang sulit membedakan teman atau lawan sblum terjd sesuatu. Tetaplah bersikap baik pd siapapun, tp jgn lengah dan terperdaya.

Posted in Renungan | Comments Off on Menyelamatkan Diri

Bisa Langsung Dipahami

DI 17102019

Markus 9:31-32
sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit.”

  • Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya.

Sebenarnya ada kesalah pahaman yg sering dialami kita saat berusaha mengerti ttg Firman Tuhan, yaitu kita berpikir selalu hrs dg pewahyuan utk mengerti ayat Alkitab, pdhal sbnarnya tdk demikian.

Perkataan Yesus dlm ayat ini sdh jelas sekali, bhw Dia akan dibunuh dan bangkit dr kematian. Tp para murid malah tdk memahaminya, menganggap itu bkn sebuah pernyataan shga perlu diartikan lebih lanjut. Di sinilah kita perlu paham, ada ayat yg perlu dimengerti lewat pewahyuan dan pengertian yg Roh Kudus berikan, ada jg ayat yg bs langsung dipahami krna tdk perlu diartikan scra rohani. Kelemahan kita seringkali mengharuskan setiap ayat Alkitab dimengerti makna rohaninya, shga kadang kita justru kehilangan pesan Tuhan yg sdh jelas lewat ayat itu.

Bgmna dg cara kita memahami ayat-ayat Firman Tuhan? Sbnarnya tdk sesulit yg kita perkirakan. Bacalah dg pemahaman logika terlebih dahulu, artinya memisahkan mana ayat yg bs lgsg dipahami tanpa perlu pewahyuan, krna memang itu sdh jelas pernyataannya, kemudian barulah berusaha memahami ayat yg ada makna rohaninya. Gunakan bantuan yg bs kita dapati, misalnya menggunakan Ensiklopedia Alkitab, konkordansi, mencari kata dlm bhsa aslinya, membaca artikel ttg ayat itu, mendengar khotbah, dsbnya. Perlu waktu dan tekad yg kuat utk pd akhirnya kita bergairah dlm membaca dan memahami Firman Tuhan serta melakukannya.

Bacalah Alkitab setiap hari, temukan bnyk keinginan Tuhan pd kita di dlmnya. Minta pertolongan Roh Kudus utk memahami dg benar apa yg kita baca, jgn terburu-buru menyerah bila Tuhan blm menyingkapkannya utk kita, trslah membaca dan belajar.

Posted in Renungan | Comments Off on Bisa Langsung Dipahami

Bisa Langsung Dipahami

DI 17102019

Markus 9:31-32
sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit.”

  • Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya.

Sebenarnya ada kesalah pahaman yg sering dialami kita saat berusaha mengerti ttg Firman Tuhan, yaitu kita berpikir selalu hrs dg pewahyuan utk mengerti ayat Alkitab, pdhal sbnarnya tdk demikian.

Perkataan Yesus dlm ayat ini sdh jelas sekali, bhw Dia akan dibunuh dan bangkit dr kematian. Tp para murid malah tdk memahaminya, menganggap itu bkn sebuah pernyataan shga perlu diartikan lebih lanjut. Di sinilah kita perlu paham, ada ayat yg perlu dimengerti lewat pewahyuan dan pengertian yg Roh Kudus berikan, ada jg ayat yg bs langsung dipahami krna tdk perlu diartikan scra rohani. Kelemahan kita seringkali mengharuskan setiap ayat Alkitab dimengerti makna rohaninya, shga kadang kita justru kehilangan pesan Tuhan yg sdh jelas lewat ayat itu.

Bgmna dg cara kita memahami ayat-ayat Firman Tuhan? Sbnarnya tdk sesulit yg kita perkirakan. Bacalah dg pemahaman logika terlebih dahulu, artinya memisahkan mana ayat yg bs lgsg dipahami tanpa perlu pewahyuan, krna memang itu sdh jelas pernyataannya, kemudian barulah berusaha memahami ayat yg ada makna rohaninya. Gunakan bantuan yg bs kita dapati, misalnya menggunakan Ensiklopedia Alkitab, konkordansi, mencari kata dlm bhsa aslinya, membaca artikel ttg ayat itu, mendengar khotbah, dsbnya. Perlu waktu dan tekad yg kuat utk pd akhirnya kita bergairah dlm membaca dan memahami Firman Tuhan serta melakukannya.

Bacalah Alkitab setiap hari, temukan bnyk keinginan Tuhan pd kita di dlmnya. Minta pertolongan Roh Kudus utk memahami dg benar apa yg kita baca, jgn terburu-buru menyerah bila Tuhan blm menyingkapkannya utk kita, trslah membaca dan belajar.

Posted in Renungan | Comments Off on Bisa Langsung Dipahami

Kapan Berhenti Bicara

DI 16102019

Amsal 10:19 NASB
When there are many words, transgression is unavoidable, But he who restrains his lips is wise.

  • Ketika ada banyak kata-kata, pelanggaran itu tidak bisa dihindari, tapi dia yang menahan bibirnya adalah bijaksana

Tentu saja menikmati perbincangan yg menarik sangat disukai, apalg suasana ikut mendukung, ada snack dan minuman, bnyk canda tawa, dsbnya. Durasi bs berjam-jam, mulai dr membahas hal serius hingga yg biasa saja.

Tp perlu kita waspadai bhw dlm bnyk kata-kata, kita tanpa sadar bisa ‘didorong’ ke arah melakukan dosa atau pelanggaran. Misalnya ketika kita membicarakan keadaan yg sdg dialami seseorg, awalnya mgkin yg dibahas adalah keadaan yg dialami org itu, tp makin lama pembahasan bergeser pd menilai karakternya dan kekurangan yg dimiliki org tsb. Spt kita mau pergi ke lokasi A malah arahnya ke lokasi B. Kalau kita tdk menahan lidah kita, obrolan kita bs dipakai iblis utk membuat kegaduhan dan pertengkaran.

Kpn pembicaraan hrs diselesaikan, kita hrs bijaksana menilainya. Lawan bcra kita blm tentu suka bcra berlama-lama, ada yg tdk suka bnyk bercanda atau memang tdk suka membicarakan org lain. Obrolan yg berkualitas tentunya dinilai dr tercapai atau tdknya tujuan dr obrolan tersebut, artinya sesuai atau tdk obyek obrolan yg sbnarnya ingin dibahas. Apakah ada salah satu pihak yg merasa dirugikan dr obrolan tsb? Apakah kata-kata yg digunakan cukup jelas atau kurang tepat? Apakah ada kesimpulan yg disepakati bersama? Belajar utk menilai sndri saat percakapan berlangsung, supaya kita bs berkomunikasi dg efektif dan menghindari diri dr berbuat kesalahan lewat perkataan.

Kpn hrs mulai bcra dan kpn hrs mengakhirinya, kita perlu menentukannya dg benar. Bcra yg sia-sia akan kita pertanggung jwbkan di hadapan Tuhan, jgn terlalu lama dlm berbicara, jg jgn terlalu bnyk berkata-kata jika kita ingin terhindar dr berbuat dosa dg perkataan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Kapan Berhenti Bicara

Tuhan Yang Membangun

DI 15102019

Ibrani 3:4
For every house is builded by some man; but he that built all things is God.

  • Karena setiap rumah itu dibangun oleh beberapa orang, tapi Dia yang membangun segala sesuatu adalah Tuhan.

Pasal dr ayat ini berisi ttg penjelasan mengenai perbandingan Musa dg Yesus, jd dugambarkan spt Musa membangun sebuah rumah, sdgkan Yesus membangun segala sesuatu. Jd memang terlampau jauh perbandingannya.

Musa memang pemimpin besar bagi bangsa Israel, org yg dihormati hingga kini, sdgkan Yesus masih blm diakui sbg Tuhan oleh sebagian org Yahudi, hanya dianggap sbg nabi dan guru yg terpandang. Bangsa Israel masih menantikan Mesias, tp bagi mrka yg mengerti Kitab Suci, mrka tahu bhw Yesuslah Mesias yg dinubuatkan para nabi. Hal yg perlu kita syukuri adalah krna sebagian org Israel menolak Yesus, keselamatan pd akhirnya diberikan jg pd bangsa-bangsa lain (Gentile) shga kita bs menerima keselamatan dr Tuhan.

Tuhan yg membangun segala sesuatu, artinya Dialah Pencipta, kalau Tuhan tdk mengizinkan sesuatu boleh ada dan tetap eksis, maka Dia akan menggagalkan apa yg dibangun manusia. Proyek pembangunan menara Babel adalah contoh bagi kita, ketika Tuhan menilai pembangunan itu tujuannya tdk baik, maka Tuhan menggagalkannya. Kita hrs paham bhw Tuhan pny kuasa utk membangun, dan jg kuasa utk meruntuhkan apa yg sdg dan telah dibangun oleh manusia maupun roh jahat. Dlm peperangan rohani, Tuhan sanggup merubuhkan benteng dan kubu pertahanan musuh kita (2 Korintus 10:4).

Bangunlah manusia rohani kita, itu sesuai dg keinginan Tuhan, jgn membangun kesombongan, apalg membangun ‘kerajaan’ kita sndri shga kita melepaskan diri dr Tuhan. Melawan Tuhan hanya akan berakhir pd kebinasaan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Yang Membangun

Tuhan Senang Hati Yang Damai

DI 14102019

Matius 5:23-24
Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,

  • tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Hal yg membedakan Tuhan dg berhala lainnya ada dlm ayat ini: berhala tdk peduli dg suasana hati seseorg saat mempersembahkan sesuatu, tp Tuhan justru sebaliknya, suasana hati lebih penting drpd korban persembahannya.

Ibadah yg benar bkn sekedar aktivitas peribadatannya, tp bgmna dtg pd Tuhan dlm keadaan kudus dan hati yg murni. Kalau hati msh blm murni, masih ada hal-hal yg membuat hati tdk fokus utk beribadah, maka Tuhan akan mempermasalahkannya, krna Tuhan bs melihat dan mengetahui isi hati kita. Berdoa dan beribadah dg hati yg ada dendam, kebencian, pikiran jahat, dsbnya, itu akan berpengaruh pd berkenan atau tdknya persembahan kita di hadapan Tuhan.

Misalnya, kita ingin mkn di sebuah resto, namun plynan para pelayannya ternyata sangat buruk, meskipun rasa mknannya enak, tp kita mgkin akan berpikir ulang utk dtg kembali nantinya. Mknan yg enak namun dlm ruangan yg penuh asap rokok, akan membuat selera mkn kita bs hilang. Ibadah bkn sekedar kita hadir, tp bgmna suasana hati kita, hubungan kita dg sesama baik atau tdk? Bgmna seorg suami atau istri memperlakukan satu sama lain, bgmna orgtua memperlakukan anak-anaknya, jg sebaliknya, ini menjd bagian dr penilaian Tuhan, kalau kita gagal mengasihi sesama manusia, bisakah kita mengasihi Tuhan dg benar?

Mengasihi Tuhan jg berarti mengasihi sesama kita, ini sdh satu paket dlm hal mengasihi Tuhan. Kalau msh ada hal yg perlu dibereskan dg sesama kita, segera bereskan, jgn dibiarkan bgtu saja. Jgn sampai ibadah kita sia-sia krna suasana hati kita yg tdk ada damai sejahtera.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Senang Hati Yang Damai

Menghibur Yang Menderita

DI 12102019

Ayub 21:34
How then comfort ye me in vain, seeing in your answers there remaineth falsehood?

  • Bagaimana kemudian kamu menghibur aku dalam kesia-siaan, melihat di dalam jawaban-jawabanmu terdapat dusta?

Sulit bila kita ada di posisi org yg coba menghibur seseorg yg sdg dlm ujian Tuhan yg sangat berat, mengalami penderitaan yg tdk biasa dan hampir kehilangan iman percaya pd Tuhan.

Menghibur org spt Ayub memang sulit, dia org saleh, paling tdk memiliki dasar pengetahuan ttg Tuhan yg cukup, spt yg kita baca dlm pasal di mana ayat ini ada, yg terjd justru perdebatan sengit yg bs berujung pd permusuhan. Di sinilah kita perlu belajar bgmna utk menghibur seseorg dg cara yg benar dan efektif. Tunjukkanlah kebenaran firman Tuhan, bukan pemahaman pribadi, jgn menghakimi tapi tunjukkan kesalahannya dg akurat berdasarkan firman Tuhan. Bila perlu sampaikan kesaksian yg sesuai dg keadaan yg sdg dialaminya.

Yg perlu kita perhatikan adalah jgn sampai kita menyampaikan sesuatu yg salah ttg Tuhan. Lebih baik sedikit berkata-kata drpd bnyk berkata-kata namun bnyk kesalahan di dlmnya. Hibur dg menguatkan pengharapannya pd Tuhan, ingatkan utk tetap setia pd Tuhan dan firman-Nya. Berikan sesuatu bila kita memilikinya, misalkan sejumlah dana, membw mknan, dsbnya. Meskipun kita hanya sebentar, biarlah kedatangan kita ini meninggalkan kesan yg baik dan dalam. Org itu butuh istirahat dan instropeksi diri, jgn diajak berdebat panjang, ini melelahkan dia. Tuntun pd pertobatan dan hiburkan kesusahannya.

Menjaga hati saat menghibur org lain itu sangat penting, krna mrka memperhatikan perkataan kita, apalg kalau kita dianggap sbg teladan bagi mrka. Bnyk dalami firman Tuhan, maka kita bs memberi nasehat yg benar.

Posted in Renungan | Comments Off on Menghibur Yang Menderita

Teror Mental

DI 11102019

Nehemia 4:3

  • Lalu berkatalah Tobia, orang Amon itu, yang ada di dekatnya: “Sekalipun mereka membangun kembali, kalau seekor anjing hutan meloncat dan menyentuhnya, robohlah tembok batu mereka.”

Teror tentu menimbulkan bnyk ketakutan bagi yg mendengar dan mempercayainya, tujuan dr teror adalah melumpuhkan mental seseorg shga dikuasai oleh ketakutan.

Teror bkn hanya menyerang scra fisik, tp jg melalui perkataan yg menjatuhkan semangat dan kepercayaan diri korbannya. Spt kisah dlm ayat ini, kata-kata yg diucapkan bertujuan utk menghentikan upaya org Israel membangun kembali tembok Yerusalem dr reruntuhan yg tersisa wkt itu. Mrka tahu bhw jika berhasil membangun tembok kembali maka bangsa Israel pny kesempatan utk membangun kekuatan dan memperkuat dirinya. Tentu penjajah tdk ingin bangsa jajahannya memberontak dan menjd kuat.

Kita mgkin sdg ‘membangun’ sesuatu, dan org lain menjd takut. Teror seringkali bersumber dr ketakutan, membuat org yg melakukan teror itu menjd nekad melakukan apa saja utk menggagalkan apa yg sdg org lain kerjakan. Bkn sekedar iri, tp takut melihat org lain menjd ‘lebih’ drpd dirinya sndri. Jgn kita remehkan teror yg ada namun jgn sampai terjebak dlm ketakutan dan masuk dlm strategi mrka. Yg menyertai kita adalah Tuhan semesta alam, siapa yg sanggup melawan Dia jika Dia berada di pihak kita? Manusia boleh merencanakan yg buruk terhadap kita, tp Tuhanlah yg menjd perisai bagi kita.

Kita mgkin terkejut, tp jgn biarkan ketakutan menguasai kita. Kuasai diri dan jadilah tenang, jgn masuk dlm jebakan strategi yg jahat. Tetap semangat ‘membangun’ yg sdg kita upayakan, bersama Tuhan kita lakukan perkara yg besar dan dahsyat.

Posted in Renungan | Comments Off on Teror Mental