Tuhan Mengasihani

DI 03012019

Lukas 7:12-13
Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.

  • Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”

Seorg janda sdg mengiringi penguburan anak laki-laki tunggalnya ketika dia berpas-pasan dg rombongan Yesus, tentu janda ini sangat pedih harinya bahkan tdk sempat mengenali yg lewat adalah Yesus.

Mgkin ketika memasuki tahun 2019, ada di antara kita yg keadaannya spt janda ini. Anak tunggal tentu sangat berharga bagi ibunya, bnyknya harta tak kan bs membeli nyawa anak itu kembali. Anak tunggalnya pasti sangat dikasihinya, shga ketika Yesus melihat janda ini menghantar penguburan anaknya, Dia berbelas kasihan. Mgkin ada di antara kita tahun 2018 lalu kehilangan yg sangat berharga dlm hidup kita, jgn kita trs bersedih, Tuhan berbelas kasihan pd kita.

Mengapa janda ini diberikan mujizat besar oleh Tuhan Yesus? Perhatikan keterangan ttg janda itu di ayat sblumnya: bnyk org dr kota itu ikut mengantar penguburan anak janda itu. Dari sini bs kita simpulkan bhw janda ini bkn org sembarangan, bs jd dia seorg yg kaya, atau jika tdk kaya, dia bnyk berbuat baik terhadap sesama shga bnyk org yg mengalami kebaikan melalui perbuatannya. Sptnya yg lebih tepat alasannya adalah krna janda itu bnyk berbuat kebaikan dan pastinya hidup takut akan Tuhan, hal inilah yg membuat Yesus berbelas kasihan dan membangkitkan anak janda itu dr kematian.

Trslah berbuat baik dan hidup takut akan Tuhan di tahun 2019 ini, ketika Tuhan melihat penderitaan kita, alami belas kasihan Tuhan. Ada mujizat, terobosan, jalan keluar, solusi atas masalah, dsbnya. Tdk sia-sia kita hidup benar di hadapan Tuhan, hasilnya jelas terlihat saat kita berseru pd Tuhan dan Dia menjwb dr surga dan menolong kita. Jgn putus asa dan berhenti berbuat baik, ada gunanya nanti.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Mengasihani

Dikelilingi Perisai

DI 02012019

Mazmur 5:12 KJV
For thou, LORD, wilt bless the righteous; with favour wilt thou compass him as with a shield.

  • Karena Engkau, TUHAN, akan memberkati orang benar, dengan perkenanan Engkau akan mengelilinginya sebagaimana dengan sebuah perisai.

Kita br saja memasuki hari ke-2 di tahun 2019, sdh mendengar tuntunan Tuhan lewat pesan gembala gereja di mana kita berjemaat, dan tentunya kita memulai langkah kita di tahun 2019 ini dg semangat yg baru.

Kita perlu menyadari bhw hidup kita sbg org benar pny 2 sisi yaitu pertama, hrs hidup sesuai dg kebenaran Tuhan, kedua, menerima apa yg Tuhan janjikan ketika kita hidup dlm kebenaran. Ayat ini menjelaskannya bagi kita.

Pertama, org benar akan diberkati Tuhan. Berkat di sini adalah bkn sekedar apa yg Tuhan beri bagi kita, tp adalah sebuah keadaan di mana tdk ada kutuk apapun dlm hidup kita, kutuk yg membuat kita tdk bs mengalami keadaan diberkati Tuhan. Tahun 2019 ini biarlah tdk ada kutuk apapun dlm hidup kita shga tak ada penghalang utk kita mengalami keadaan sbg org yg diberkati Tuhan.

Kedua, memberikan perkenanan bagi org benar. Dlm bhsa aslinya adalah ‘râtsôn râtsôn’ yg artinya kesukaan (delight), diterima (be acceptable), hasrat (desire), favour (perkenanan), kepuasan, kenikmatan (pleasure). Jd sbnarnya menjd org benar bkn tersiksa krna tdk boleh lalukan ini itu yg dunia boleh lakukan, tp justru kita dipuaskan Tuhan, diterima dan diberi bnyk kesukaan. Kita menjd sehat, tdk terlibat masalah yg tdk perlu ada, keluarga harmonis, dsbnya. Jd ada ‘reward’ yg Tuhan telah sediakan bagi org yg hidup dlm kebenaran Tuhan.

Ketika, Tuhan mengelilingi org benar sebagaimana dg sebuah perisai. Perisai adalah salah satu senjata dlm peperangan. Dlm perang yg besar, ada satu strategi di mana para prajurit saling memunggungi punggung prajurit lainnya sambil memegang perisai di tgn mrka. Tuhan melindungi seluruh aspek hidup kita shga tdk ada celah bagi musuh utk mengganggu hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Dikelilingi Perisai

Ibadah dan Praktek Firman

DI 31122018

Yosua 24:24 KJV
And the people said unto Joshua, The LORD our God will we serve, and his voice will we obey.

  • Dan rakyat itu berkata pada Yosua: “TUHAN kami akan kami layani, dan suara-Nya akan kami taati’

Peristiwa ini menjelang matinya Yosua dan pamitnya dia sbg pemimpin bangsa Israel, tercipta sebuah komitmen utk mrka hidup beribadah pd Tuhan dan mentaati suara-Nya.

Hari ini adalah hari terakhir di tahun 2018, apa yg akan kita jadikan komitmen utk dilakukan di tahun 2019? Biasanya awal tahun menjd sebuah kesempatan utk mengawali sesuatu yg ingin dilakukan, namun ketika menjalaninya, tdk semudah yg kita kira dan bnyk hambatan terjd di dpn kita. Di sinilah perlu kita mengikat perjanjian dg Tuhan, spya kita bkn sekedar berusaha berbuat yg baik, tp jg berusaha mewujudkannya krna kita berjanji pd Tuhan, ada kewajiban utk menetapi janji. Hal paling mendasar adalah bgmna kita hidup benar di hadapannya dg takut dan gentar akan Tuhan.

Kesuksesan, kebahagiaan, mewujudkan masa dpn yg gemilang, dsbnya, tentu menjd harapan bagi semua org. Namun sbg manusia tdk bs kita menjamin bhw semua itu pasti kita nikmati, selain faktor usia, mgkin jg kita gagal mewujudkannya krna berbagai bnyk sebab. Dibutuhkan penyertaan tangan Tuhan spya yg menjd harapan dan tujuan kita bs menjd kenyataan dan kita nikmati. Jgn sombong dan terlalu percaya pd kemampuan diri sndri maupun org lain. Andalkan Tuhan dan jadilah org yg setia taat akan firman-Nya, jgn menyimpang ke kanan atau ke kiri spya kita berhasil dan beruntung.

Bersyukur utk 2018 yg akan segera kita lewati dan optimis bahwa 2019 kita berjalan dlm kemuliaan Tuhan krna Dia ada menyertai kita. Jgn kehilangan semangat dan menjd putus asa, Tuhan beserta kita, baik dlm lembah kelam maupun gunung yg tinggi. Jgn lupa akan Tuhan saat kita menikmati semua yg Tuhan janjikan, jgn tinggalkan Tuhan demi situasi apapun, tetap percaya dan berusaha lakukan yg terbaik, selebihnya Tuhan yg menolong kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Ibadah dan Praktek Firman

Manusia Tuhan

DI 29122018

2 Raja-Raja 6:9 KJV
And the man of God sent unto the king of Israel, saying, Beware that thou pass not such a place; for thither the Syrians are come down.

  • Dan manusia Tuhan mengirim pada raja Israel, katanya: “Waspadalah bahwa kamu jangan melintasi tempat seperti itu, karena ke sanalah orang Siria turun.”

Elisa kita kenal sbg salah satu nabi besar dlm sejarah bangsa Israel, bkn sekedar bernubuat dan melakukan bnyk mujizat, tetapi jg bbrpa kali menyelamatkan bangsa Israel dr ancaman musuh.

Ternyata salah satu julukan utk nabi Elisa adalah ‘man of God’ atau manusia Tuhan, apa artinya? Sederhananya adalah manusia yg mendpt panggilan dan tugas khusus, manusia yg mendpt penyertaan Tuhan dan terpenting adalah manusia yg memiliki karakter spt Tuhan. Tentu tdk semua org bs spt Elisa di mata Tuhan.

Nabi selalu disertai dg kuasa supranatural, kuasa dr Tuhan utk mengadakan mujizat dan tanda ajaib. Jd bkn cuma kuat dlm pengajaran Firman Tuhan, tp jg menjd ‘wakil’ Tuhan dlm mengadakan mujizat. Apa yg dikatakan hrslah kebenaran, bkn dusta apalg karangan sndri. Seorg nabi hrsnya diutus oleh Tuhan sndri, bkn ‘diangkat’ oleh sekelompok org demi sebuah kepentingan. Inilah yg membedakan antara nabi pd zaman dulu dg nabi zaman skrg yg dlm bbrpa kalangan Kristen masih dianggap ada, mengingat dlm salah satu dr 5 jawatan yg disebut oleh para rasul adalah jawatan nabi.

Menjd ‘manusia Tuhan’ tentu tdk mudah, Elisa telah bnyk membayar harga utk itu. Elisa meninggalkan keluarganya, harta bendanya, demi memenuhi panggilan Tuhan melalui nabi Elia. Tentu tdk mudah hidup di bawah pendidikan nabi sekelas Elia, tp Elisa bs taat dan menjd penerus nabi Elia hingga akhirnya dia menggantikan posisi nabi Elia bagi bangsa Israel. Kitapun utk mendptkan perkenanan Tuhan hrs bayar harganya. Bnyk hal yg hrs kita korbankan, buang, lepas, dan yg lainnya demi mendpt perkenanan Tuhan dlm hidup kita. Semuanya tdk sia-sia krna pd akhirnya kita mengalami Tuhan scra utuh.

Posted in Renungan | Comments Off on Manusia Tuhan

Memandang Tuhan

DI 28122018

Mazmur 17:15 KJV
As for me, I will behold thy face in righteousness: I shall be satisfied, when I awake, with thy likeness.

  • Sebagaimana bagi aku, aku akan memandang wajah-Mu dalam kebenaran, aku akan dipuaskan, ketika aku bangun, dengan keserupaan-Mu

Memahami kalimat mazmur ini memang sdkit hrs merenung, krna bkn hanya bahasanya ‘puitis’, tp jg spya kita bs menangkap makna dlm tulisan mazmur ini.

Memandang Tuhan dlm kebenaran, tentu ini bkn bcra soal keintiman, tp ttg perilaku kita sehari-hari, apakah yg kita lakukan itu sesuai dg kebenaran Tuhan atau tdk? Ketika kita melakukan yg benar, Tuhan ada bersama kita, dan kita beroleh kasih karunia utk bs ‘memandang wajah-Nya’. Memandang wajah pasti dr jarak dekat, jd maksudnya adalah ketika kita mempraktekkan kebenaran Tuhan dlm hidup kita, kita memiliki kedekatan dg Tuhan dan bersekutu dg Dia.

Dampak dr melakukan kebenaran adalah kita akan dipuaskan. Melanggar hanya menimbulkan sanksi dan penghukuman, tp taat pd kebenaran membuat kita menikmati hasil yg baik, hidup kita diberkati, punya rasa aman, tdk takut dan disukai bnyk org. Tentu saja ada pihak yg tdk suka kita melakukan yg benar, dan berusaha menyingkirkan kita, jgn takut krna tangan Tuhan menyertai kita. Puaslah ketika kita melakukan apa yg benar.

Bangun dr tidur, apa yg kita lihat akan mempengaruhi suasana hati kita. Ketika buka mata dan melihat wajah pasangan yg kita cintai, membuat hati merasa tenteram dan bahagia. Penulis mazmur ingin ketika dia bangun dr tdrnya, dia melihat keserupaan Tuhan. Artinya mengalami hidup yg menjd serupa dg Tuhan. Sdhkah hidup kita serupa dg hidup Kristus selama Dia ada di dunia ini? Merenungkan dan mengevaluasi hidup setiap hari, apakah makin diperbaharui shga menjd serupa dg Kristus atau malah makin serupa dg dunia ini? Periksa hati, pikiran, perkataan dan perbuatan kita, sdhkah spt yg Tuhan inginkan utk kita lakukan. Keserupaan Tuhan itu hrs kita miliki, spt saat Adam blm jatuh dlm dosa.

Posted in Renungan | Comments Off on Memandang Tuhan

Yang Sejati

DI 27122018

Yohanes 1:47 KJV
Jesus saw Nathanael coming to him, and saith of him, Behold an Israelite indeed, in whom is no guile!

  • Yesus memandang Natanael datang kepadanya, dan berkata padanya: “Lihatlah seorang Israel sejati, di dalam dia tidak ada tipu daya!’

Salah seorg murid Yesus yaitu Natanael ternyata memiliki kualitas pribadi yg baik, Tuhan Yesus sndri mengakui bhw dia tdk memiliki tipu daya dan layak disebut sbg org Israel sejati. Bkn cm scra jasmani adalah keturunan Israel, tp jg scra kualitas kepribadian memang benar dia org Israel sejati.

Tiap suku bangsa memiliki ciri khas masing-masing, misalnya suku A terkenal pelit dan licik, suku B terkenal keramahannya, suku C terkenal garangnya, dsbnya. Kalau kita berasal dr suku X misalnya, tp karakter kita tdk spt org-org suku X yg lain, kita bs saja diragukan ttg keaslian kita sbg org suku X.

Sbg pengikut Kristus kita jg memiliki ciri khas, yaitu sifat, karakter dan perbuatan kita hrs serupa dg Kristus. Apa yg Tuhan ajarkan sehrsnya nampak dlm keseharian kita. Kasih itu hrs terlihat dlm keseharian kita, berbuat baik serta kualitas karakter hrs nampak dan bs diakui oleh org lain. Sangat mengenaskan apabila org-org duniawi justru mengenali kita memiliki bnyk kemiripan tingkah laku dg mrka, kita Kristen atau bkn? Ini yg hrs jd perhatian kita bersama.

Tipu daya dlm ayat ini jg diartikan sbg ‘umpan’ artinya sesuatu yg bs memancing org berespon positif atau negatif. Jadilah org yg memberi ‘umpan’ pd sesama shga mrka menjd bersemangat, rajin, tekun dan bertobat, jgn justru kita menjd ‘umpan’ bagi org lain utk menjd emosian, malas, berperilaku jahat, dsbnya. Spt Natanael yg dirinya bersih dr tipu daya, artinya tdk pernah menipu org lain bahkan niat utk itupun tdk ada. Tentu bnyk proses yg telah dia jalani, ada ujian bahkan godaan utk melakukan tipu daya, tp Natanael sanggup utk mengatasinya. Ini yg sering disebut dg istilah ‘fanatik dan radikal’ dlm melakukan kebenaran yg sesuai dg Firman.

Posted in Renungan | Comments Off on Yang Sejati

Manfaat Kitab Suci

DI 26122018

2 Timotius 3:16
All scripture is given by inspiration of God, and is profitable for doctrine, for reproof, for correction, for instruction in righteousness:

  • Seluruh Kitab Suci yang tertulis diberikan melalui inspirasi Tuhan, dan itu berguna untuk pengajaran, untuk teguran, untuk koreksi, untuk petunjuk dalam kebenaran

Perjalanan dr Kitab Suci yg kita kenal sbg Alkitab telah melalui proses yg panjang. Segala yg ditulis ribuan thn lalu hingga bs kita baca sampai hr ini itu sangat penting dan berguna bagi hidup kita.

Pertama, sbg bahan pengajaran. Doktrin hrs bersumber dr Firman Tuhan, bkn tafsiran pribadi atau sesuatu yg dianggap benar. Doktrin hrs melalui proses pengujian ttg kebenaran dr sesuatu yg akan diajarkan, krna doktrin akan menjd pedoman bagi org benar akan hidup sesuai dg kebenaran yg terkandung dlm Firman Tuhan.

Kedua, untuk teguran. Sesama org percaya pny tanggung jwb utk saling menjaga spya ketika ada yg salah, ada yg bs menegur dan mengingatkan utk kembali kpd kebenaran Tuhan. Isi tegurannya tak boleh berbeda dg apa yg Firman Tuhan nyatakan. Teguran yg berdasar pd Firman Tuhan akang membantu org yg ditegur pd komitmennya utk hidup dlm kebenaran. Kita perlu mengetahui isi Alkitab spya tdk salah dlm menegur org lain.

Ketiga, untuk mengoreksi. Baik buruknya kelakuan kita bs terlihat ketika kita membandingkannya dg Firman Tuhan: sama atau berbeda. Kalau msh berbeda, evaluasi dan temukan apa yg salah dr kelakuan kita. Apa yg blm kita siapkan dan lakukan, bs kita temukan saat Firman Tuhan ‘berbicara’ ttg kita. Jgn malu utk mengakui kesalahan dan perbaiki kesalahan itu agar kita tdk mengulanginya kembali.

Keempat, menjd petunjuk atau arahan dlm kebenaran. Arah hidup kita adalah menuju keselamatan kekal dlm Kristus. Sblum sampai di sana maka kita perlu petunjuk yg benar, apa yg hrsnya dilakukan apa tujuan yg hrs kita capai. Kita selamat memang krna anugerah Tuhan, tp bkn berarti kita hidup sembarangan saja.

Posted in Renungan | Comments Off on Manfaat Kitab Suci

Merenungkan Natal

DI 24122018

Lukas 2:19

  • Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.

Maria saat itu br saja melihat penggenapan nubuatan Tuhan atas dirinya, baru saja melahirkan Yesus dan ini jg membuat dia takjub dan blm sepenuhnya memahami yg terjd.

Natal sdh kuta rayakan sekian kalinya, sdhkah kita menemukan makna sbnarnya dr kelahiran Yesus bagi kehidupan kita? Ataukah kita merayakan Natal hanya sekedar sebuah perayaan tahunan dan bersenang-senang? Maria berusaha utk menemukan apa maksud Tuhan melalui kelahiran Yesus dan saat itu dia blm memahami sepenuhnya.

Pastinya kita bisa memahami makna dr kelahiran Yesus bagi kehidupan kita. Tuhan pasti menggenapi nubuatan yg Dia berikan, ini salah satu hal yg bs kita dpti dr peristiwa kelahiran Yesus. Meskipun tdk mendpt penginapan yg layak, tp kelahiran Yesus berlangsung dg baik. Ini jg mengajar kita bhw apapun situasi yg terjd, tdk pernah bs menggagalkan apa yg Tuhan telah tetapkan bagi hidup kita. Yg Tuhan atur hrs terjd maka itu pasti terjd, apapun situasi yg ada, bahkan iblispun tdk bs menghalanginya.

Temukan makna dr Natal bagi kita pribadi, dan biarlah itu mendorong kita utk lebih lg percaya dan mengasihi Tuhan. Dia yg tdk pernah gagal dan selalu menggenapi apa yg Dia nubuatkan. Jgn pernah kita meragukan Tuhan, tetaplah percaya akan waktu Tuhan bagi kehidupan kita. Bkn sekedar sukacita merayakan Natal, tp jg memahami dg benar makna dr Natal yg kita rayakan. Tuhan Yesus sangat mengasihi kita shga Dia membebaskan kita dr penghambaan dosa. Tuhan telah memberikan diri-Nya dan menjd sama dg manusia, sesuatu yg blm pernah Dia lakukan sblumnya. Dia lakukan krna kasih-Nya pd kita. Kasih-Nya bgtu besar bagi dunia ini, spya kita yg percaya beroleh keselamatan dan hidup yg kekal. Natal bcra ttg kasih Tuhan pd semua manusia, baik yg sdh percaya dan jg blm percaya. Tugas kita utk memberitakan keselamatan dr Tuhan bagi mrka yg blm percaya, jgn berhenti tp trs beritakan keselamatan.

Posted in Renungan | Comments Off on Merenungkan Natal

Pengaruh Orang Benar

DI 22122018

Kejadian 18:32

  • Katanya: “Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu.”

Telah terjd sebuah permintaan menarik, katakanlah Abraham ‘menawar’ agar Tuhan jgn memusnahkan Sodom dan Gomora krna di sana tinggal Lot dan keluarganya, keponakan Abraham. Abraham meminjam istilah ‘org benar’ utk menyelamatkan keluarga Lot.

Lewat kisah ini kita dihadapkan pd sebuah keadilan Tuhan, jika dlm sebuah wilayah, ada sekelompok org benar yg tinggal di sana, maka kelompok org benar ini bs bersyafaat demi wilayahnya, bs mendtgkan berkat Tuhan atas wilayah itu. Misalnya keberadaan Yusuf di rumah Potifar, telah membuat Potifar bnyk menerima berkat Tuhan, rumahnya diberkati Tuhan:

Kejadian 39:5
Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang.

Bgmna dg kita? Apakah lingkungan kita diberkati krna kita ada di sana? Di kantor, sekolah, kampus, tempat berdagang, tetangga, dsbnya, apakah diberkati Tuhan krna keberadaan kita di situ? Jika blm, mgkin hidup kita blm menjd cara hidup org benar, blm terlambat utk trs berusaha. Ingatlah bhw kita ini diikuti oleh berkat-berkat Tuhan kalau kita hidup sbg org benar. Jgn sampai justru kutuk yg mengikuti diri kita, lingkungan kita mengalami dampak buruknya dan org membenci kita.

Teruslah hidup benar di hadapan Tuhan krna Tuhan menilai kebenaran yg kita lakukan, itu bs membuat Tuhan membatalkan rencana pemusnahan atas sesuatu. Spt Abraham yg tawa menawar dg Tuhan krna Tuhan memandang Abraham sbg pribadi yg boleh begitu dekat dg Dia. Kedekatan dg Tuhan itu perlu kita miliki dg cara bergaul dg Tuhan dan hidup sbg org benar hari demi hari. Tuhan memberitahukan rencana-Nya pd org benar sblum Dia melaksanakannya.

Posted in Renungan | Comments Off on Pengaruh Orang Benar

Jangan Tiru Perbuatannya

DI 21122018

Matius 23:3 KJV
All therefore whatsoever they bid you observe, that observe and do; but do not ye after their works: for they say, and do not.

  • Karena itulah apapun semua yang mereka minta kamu perhatikan, perhatikan dan lakukan, tapi jangan mengikuti perbuatan mereka, karena mereka berkata, tapi tidak dilakukan.

Peringatan Yesus mengenai para ahli Taurat dan para Farisi masih relevan dibandingkan dg keadaan zaman ini.

Para ahli Taurat dan para Farisi, mrka ‘duduk di kursi Musa’, artinya mrka menjd pemimpin dlm hal kerohanian, Yesus persilahkan org bnyk tetap memperhatikan ajaran mrka namun tdk mengikuti perbuatan mrka. Mrka mengajarkan Taurat, tp blm pd tingkatan melakukan sesuai dg yg mrka ajarkan, br bs sekedar mengajar saja. Mrka adalah para pengajar teori yg baik, tp buruk dlm mengajar prakteknya.

Di dlm kehidupan zaman skrg, mrka yg ‘menduduki kursi Musa’ sbg pemimpin rohani adalah para rohaniwan: para pendeta, pengkhotbah, guru teologia, pembawa sharing dlm komunitas kecil, dsbnya. Mrka berkhotbah dan mengajar ttg Firman Tuhan, tp kita hrs sadar bhw antara mengajar dan mempraktekkan apa yg diajarkan ke jemaat adalah 2 hal yg berbeda. Mrka dan kita pny kewajiban yg sama utk menjd pelaku Firman, bedanya adalah mrka memiliki pengetahuan yg lebih ttg Firman Tuhan dibandingkan jemaat pd umumnya.

Bnyk jemaat terjebak main hakim sndri, menghakimi mrka yg mengajar tp perbuatannya berlainan dg ajaran yg mrka sndri ajarkan. Kita tuntut mrka sempurna, pdhal mrka jg sama dg kita, sama-sama dlm pergumulan dlm melakukan Firman Tuhan. Jgn kita menjd Tuhan yg menghakimi mrka, Yesus sndri berkata bhw tetap ikuti ajarannya tp jgn ikuti perbuatan mrka.

Kecewa dg hamba Tuhan atau org yg kita teladani? Berarti kita blm memahami maksud dr perkataan Yesus dlm ayat ini. Drpd repot membuang wkt utk menemukan kesalahan org lain, bknkah lebih baik kita mengoreksi diri sndri lebih jujur lg? Praktekkan Firman Tuhan yg kita pelajari.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Tiru Perbuatannya