Semua Sama

DI 27122017 
Mazmur 100:3 KJV 

Know ye that the LORD he is God: it is he that hath made us, and not we ourselves; we are his people, and the sheep of his pasture. 

  • Ketahuilah bahwa Tuhan, Dialah Tuhan: adalah Dia yang telah menjadikan kita; kita adalah umat-Nya, dan domba gembalaan-Nya. 

Semua org percaya, apapun status sosialnya, status ekonominya, status pendidikannya, dsbnya, adalah domba-domba gembalaan-Nya, tdk dibedakan oleh Tuhan. 
Manusia mgkin memperlakukan sesamanya berdasarkan apa yg menjd status org itu. Yg kaya biasanya mendpt penghormatan lebih dan prioritas, yg miskin hrs merendah dan terkadang dilecehkan. Ada yg dianggap sbg ‘berkat’, ada jg yg dianggap ‘sampah’. Itulah jika manusia memperlakukan sesamanya, bgmna kita bersikap sbg org percaya? 
Lihatlah spt Tuhan melihat, dlm pandangan Tuhan, kita ini kawanan domba yg digembalakan-Nya. Domba ya binatang ternak, tdk ditempatkan dlm rumah, apalg dipakaikan baju spt hewan piaraan lainnya. Jd tdk ada yg beda, semua sama. Inilah jg yg hrs menjd pedoman kita bersikap terhadap sesama, jgn dibeda-bedakan. 
Sesuai Firman Tuhan, yg memang hrs dibedakan adalah dlm hal memberi hormat pd org yg lebih tua dr kita, para pemimpin, majikan, dan yg pasti orgtua kita masing-masing. Bnyk ayat Alkitab yg mengatur bgmna kita sbg umat Tuhan memperlakukan sesama kita scra benar, spya nama Tuhan dipermuliakan. Cara kita bergaul, bersikap, berinteraksi satu sama lain menjd cerminan ttg kualitas ajaran Tuhan terhadap umat-Nya. Org akan menilai Tuhan melalui cara kita mempraktekkan Firman Tuhan dlm hidup sehari-hari. Jd kita hrs benar-benar bersikap benar sesuai Firman Tuhan. 
Jgn kita menjd org yg sombong, arogan dan merasa lebih suci drpd org lain, meskipun mgkin status kita berada di atas status org lain. Kasih hrs jd ciri khas hidup org percaya. Tentu kita hrs tetap menjaga diri kita tetap terhormat, namun bkn berarti bs memperlakukan org lain semaunya kita 

Posted in Renungan | Comments Off on Semua Sama

Campur Tangan Tuhan

DI 26122017 
Matius 1:18 

  • Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. 

Ketika sebuah pernikahan sdh terancang dg sempurna, tiba-tiba Tuhan melakukan sesuatu dlm proses pernikahan itu, ini hal yg tdk terduga buat Yusuf dan Maria, yg kemudian hari menjd orgtua jasmani dr Tuhan Yesus. 
Kita mengenal ada yg disebut sbg ketentuan Tuhan dlm hidup kita. Pertama, ttg kelahiran kita, dilahirkan di keluarga yg mana, siapa yg jd orgtua kita, keadaan keluarga kaya atau miskin, orgtua baik atau tdk, hingga keadaan fisik, sempurna atau cacat, ini tdk bs ditentukan sndri. 100% kedaulatan Tuhan atas kelahiran kita. Sama spt Yusuf dan Maria yg terpilih dr sekian bnyk org Israel, itu ketentuan Tuhan. Mrka memilih utk taat pd ketentuan Tuhan demi rencana Tuhan tergenapi melalui ketaatan mrka. 
Kitapun wajib menerima ketetapan Tuhan, tanpa protes apapun jg. Kadang terlihat tdk adil, spt seorg yg buta sejak lahirnya (Yohanes 9:1-3), bkn krna dosa orgtuanya atau dirinya sndri, tp demi kemuliaan Tuhan dinyatakan lewat keadaannya yg buta. Tdk selalu keadaan yg buruk itu akibat dr perbuatan dosa, tp atas ketentuan Tuhan. Org yg ditentukan Tuhan biasanya istimewa dan dianggap sanggup oleh Tuhan utk menjalani kehidupannya. Jd jangan takut, ada penyertaan Tuhan dlm hidup kita. 
Kedua, ketentuan Tuhan berbeda dg takdir. Dlm kepercayaan lain, takdir dimaknai sbg hasil dr ‘karma’, baik berbuahkan kebaikan, jahat berbuahkan kejahatan. Dlm Tuhan, baik pasti berbuahkan kebaikan, jahat tdk selalu berbuahkan kejahatan. Org berdosa yg bertobat mengalami pemulihan dr Tuhan. Kalau sejak lahir buta, takdir berkata ya sampai mati tetap buta, namun di dlm Tuhan berbeda, buta bs melihat. 
Terimalah ketentuan Tuhan atas hidup kita dg sikap yg benar. Contoh org yg gagal adalah Simson dan Saul, mrka melanggar ketentuan Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Campur Tangan Tuhan

Bukan Soal Kedudukan 

DI 23122017 
Efesus 6:8 NKJV 

knowing that whatever good anyone does, he will receive the same from the Lord, whether he is a slave or free. 

  • mengetahui bahwa apapun perbuatan baik siapapun, dia akan menerima yang sama dari Tuhan, apakah dia seorang budak atau orang merdeka. 

Kita hrs menyadari bhw setiap perbuatan baik yg kita lakukan, ternyata akan mendpt balasan dr Tuhan dan manusia, namun ada perbedaannya. 
Kalau balasan dr manusia, bs saja hal yg sama, bs jg berbeda. Misalnya kita mentraktir makan seseorang di resto A, lain hari mgkin saja kita yg ditraktir di resto A jg, ini berarti balasannya sama. Contoh lain, kita memberi bantuan sosial ke panti asuhan, anak-anak panti asuhan tdk dpt melakukan hal yg sama terhadap kita, mgkin dibalas dg ucapan terimakasih dan doa. Jd balasannya berbeda. 
Tp Tuhan pasti memberikan balasan yg sama dg perbuatan baik yg kita lakukan, kalau kita memberkati orang, Tuhan akan pakai org itu atau mgkin org lain utk memberkati kita. Kalau kita menghormati orgtua kita, maka kitapun akan dihormati oleh anak-anak kita sbg orgtua. Kita menolong, lain waktu kita menerima pertolongan org lain, kita melayani org, kitapun akan dilayani oleh org lain jg. Ini prinsip Tuhan. 
Apakah ini sama dg ‘karma’ dlm pandangan pihak lain? 
Ada bedanya. Kalau dlm hal perbuatan baik, mgkin terlihat sama, namun dlm hal perbuatan jahat, terlihat bedanya. Karma tdk mengenal pengampunan, tiap org menerima balasan sesuai perbuatan baik dan jahatnya, tp dlm kasih karunia Tuhan, dikenal adanya ‘pengampunan’ dan pemulihan. Bertobat sungguh-sungguh dan kesalahannya diampuni, dihapuskan shga tdk menanggung hukuman yg sehrsnya dijalani. Ini bedanya. Bersyukurlah kita tdk ada di dlm penghambaan hukum karma, tp hidup di dlm kasih karunia Tuhan. 
Berbuat baik tak perlu berharap balasan manusia krna Tuhan pasti membalasnya utk kita. Bertekun dlm berbuat baik, krna itulah bukti kasih kita sbg pengikut Kristus 

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Soal Kedudukan 

Serangan Iblis 

DI 22122017 
Kejadian 3:12 

  • Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” 

Apa yg Adam katakan ini menjd sebuah pelajaran penting bagi kita, bgmna cara iblis utk menjatuhkan manusia dlm dosa. 
Mengapa iblis tdk langsung bcra dg Adam spya memakan buah dr pohon yg dilarang Tuhan utk dimakan buahnya? Kemungkinan besar dg cara ini akan gagal, krna Adam sering berjumpa dg Tuhan di Taman Eden. Kemudian iblis memakai strategi berbicara dg Hawa, dan ini berhasil. Strategi yg spt apa yg iblis gunakan? 
Titik lemah Adam terletak pd Hawa, kasih Adam sangat besar pd Hawa. Iblis menggunakan strategi menyerang kita melalui org atau sesuatu yg kita kasihi, misalnya keluarga kita, hobby kita, benda kesayangan kita, dsbnya. 
Hari Minggu hrsnya beribadah, ada lomba burung misalnya, lebih memilih ikut lomba burung, ibadah bs sore, ternyata sore hujan deras, gagal beribadah. Dulu melayani Tuhan, skrg sibuk dg bisnis yg sedang maju-majunya. Mau pergi melayani, anak menangis melarang pergi. Kelihatannya hal yg normal, namun itulah strategi iblis. 
Apakah kita hidup selama di dunia ini hanya sekedar mengurus keluarga, bekerja, berbisnis, berlibur? Coba renungkan, bukankah setiap kita diperlengkapi Tuhan dg bakat? Utk apa bakat itu nantinya? Benar utk menunjang pekerjaan kita, tp bknkah sbg org percaya kita hidup bagi Kristus dan sesama? Buah apa yg Tuhan dptkan dr hidup kita? Uang kita? Tuhan tdk butuh uang. Yg Dia inginkan adalah kita mengatur wkt dg baik, ada wkt utk Tuhan dan sesama jg. 
Jgn sampai apa yg paling kita sayangi diambil Tuhan spya kita sadar bhw Dia itu nyata dan hrs dilayani. Ayub sangat sayang pd 10 anaknya, dan Tuhan mengambil 10 anaknya, mrka mati seketika. Org kaya yg egois, Tuhan buat terpuruk spya sadar bhw uang bkn segalanya. Org yg terlalu sibuk, Tuhan ambil kesehatannya spya ketika dia terbaring tdk berdaya, dia bs merenungkan arti hidupnya 

Posted in Renungan | Comments Off on Serangan Iblis 

Tidak Dipermalukan 

DI 21122017 
Yesaya 49:23 

  • Maka raja-raja akan menjadi pengasuhmu dan permaisuri-permaisuri mereka menjadi inangmu. Mereka akan sujud kepadamu dengan mukanya sampai ke tanah dan akan menjilat debu kakimu. Maka engkau akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, dan bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Aku tidak akan mendapat malu.” 

Bnyk org mempertanyakan sikap org Kristen dlm hal menantikan Tuhan. Mereka beralasan bknkah kita memiliki otak utk berpikir kemudian bertindak, jgn sampai terlambat segala sesuatunya. 
Sbg org percaya memang kita diberikan otak utk berpikir, dan memang hrs digunakan utk kehidupan sehari-hari. Beriman bkn berarti tdk pakai otak, tapi beriman itu lebih mempercayakan segala sesuatunya pd Tuhan drpd kemampuan otak kita. Otak kita punya kemampuan mengolah informasi dan berpikir serta memprediksi, namun otak kita tdk bs mengetahui dg pasti apa yg akan terjd nantinya. 
Bs diumpamakan spt sebuah peperangan, org yg berada di atas pegunungan bs lebih jelas melihat keadaan perang yg sdg terjd, sdgkan org yg berperang di bawah hanya mampu melihat sebatas mata memandang. Menang perang bkn hanya kekuatan pasukan, tp ditentukan jg oleh strategi yg jitu. Jd kita memang perlu Tuhan utk melihat segala sesuatunya lebih jelas. 
Menantikan Tuhan perlu kesabaran dan iman, hrs menahan diri utk bertindak sndri, dan Tuhan berjanji tdk akan mempermalukan org yg menantikan Dia. Jgn hiraukan perkataan org yg berusaha membuat kita tdk mengandalkan Tuhan, jgn panik tapi jadilah tenang. Tuhan pasti bertindak pd waktu-Nya yg tepat, tdk terlalu cepat dan tdk terlambat. Tetap percaya sekalipun blm melihat, Tuhan sdh punya rencana. Tak ada yg mustahil bagi Tuhan. 
Apapun yg sdg kita nantikan dr Tuhan, tetaplah setia, sabar dan tekun menantikan Tuhan. Perlu perjuangan utk mewujudkan janji Tuhan dlm kehidupan kita, tak ada yg tanpa proses, tetap pegang janji Tuhan, jgn digoyahkan oleh apapun jg. Jgn menjd lelah, tetap bersukacita 

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Dipermalukan 

Kristus Diberitakan 

DI 20122017 
Filipi 1:18 KJV 

What then? notwithstanding, every way, whether in pretence, or in truth, Christ is preached; and I therein do rejoice, yea, and will rejoice. 

  • Kemudian apa? Meskipun, setiap cara, apakah dalam tipuan, atau dalam kebenaran, Kristus diberitakan; dan di dalamnya aku bersukacita, ya, dan akan bersukacita. 

Pemberitaan ttg Yesus Kristus ternyata bkn hanya dilakukan oleh org Kristen saja, tp jg oleh mereka yg ingin menghancurkan kekristenan, dg cara yg sangat menjijikan hingga cara yg halus. 
Dlm media sosial yg kita gunakan, amat mudah menemui konten yg isinya perdebatan ttg agama, artikel yg membahas Kristen tetapi tujuannya menimbulkan kebencian dan ujungnya bs saja dituduh menista agama dan kitab suci. Video-video yg isinya sangat merendahkan Tuhan, kisah org-org Kristen yg murtad meninggalkan Tuhan dan berbalik memusuhi kekristenan. Ayat-ayat dlm Alkitab diperdebatkan, dsbnya. Apa yg menjd sikap kita? 
Sikap rasul Paulus bs kita terapkan dlm hal ini, pd zamannya ada bbrpa pihak yg kelihatannya ingin membuat rasul Paulus dipenjarakan dan diperberat hukumannya dg berpura-pura memberitakan Injil. Rasul Paulus memilih tetap bersukacita krna Kristus tetap diberitakan. Perlukah kita berdebat? Tdk perlu, krna Tuhan punya cara-Nya sndri membuktikan kebenaran Firman-Nya. 
Lebih baik mendalami Firman Tuhan utk membangun hidup kita semakin sesuai dg kehendak Tuhan. Perdebatan dg taruhan ‘iman’ justru melecehkan Firman Tuhan, kalau kalah debat hrs ganti iman, serendah itukah nilai kebenaran Firman Tuhan? 
Tuhan tdk perlu pembelaan kita, beritakan Injil saja, org mau terima atau tdk, itu urusan pribadinya dg Tuhan. Nanti saat menghadap pengadilan Tuhan, dia hrs mempertanggung jwbkan penolakannya akan Injil Kristus. Tetaplah bersukacita, biarkan Tuhan yg membalas, spt Dia membalas Saulus dg cara-Nya shga Saulus berubah menjd Paulus, pemberita Injil bagi org bkn Yahudi. Masih bnyk hal lain yg jauh lebih penting

Posted in Renungan | Comments Off on Kristus Diberitakan 

Hidup dan Mati

DI 19122017 
Filipi 1:21 NKJV 

For to me, to live is Christ, and to die is gain. 

  • Karena untuk aku, untuk hidup adalah Kristus, dan untuk mati adalah keuntungan 

Ayat ini hrs dilihat dr konteks hidup rasul Paulus, krna ia berkata ttg dirinya sndri, jd bkn utk kita semua, namun jika kita ingin mengambil pengertiannya, tentu itu hal yg baik. 
Bagi rasul Paulus, untuk hidup adalah Kristus, maksudnya adalah alasan mengapa dia bertahan utk hidup adalah Kristus. Kita tahu dulu dia adalah pembenci Kristus dan penganiaya jemaat, kemudian oleh kasih karunia, dia diselamatkan Tuhan dan menjd pemberita Injil Kristus. Dlm pasal ini ada kerinduan rasul Paulus utk ‘mati’ krna dg demikian ia ada bersama Kristus dlm kekekalan, namun ia jg bertahan hidup demi tugas yg Kristus berikan sbg salah seorg rasul bagi jemaat di bbrpa kota. 
Utk hidup adalah Kristus, inilah pengertian yg benar bagi hidup org percaya, hidup utk menyelesaikan tugas yg Tuhan percayakan: tugas memelihara keluarga, melayani Tuhan, dsbnya. Org yg berpikir mengakhiri hidupnya adalah org yg tujuan hidupnya bkn Kristus, tp dirinya sndri. 
Untuk mati adalah keuntungan. Rasul Paulus siap mati demi Kristus, namun dia ingin, saat kematiannya nanti ada keuntungan yg dia dapatkan. Kalau dia tdk diselamatkan Tuhan dan menjd org percaya, dia akan mati sbg seorg pejabat tinggi, mati bagi dirinya sndri. Di dlm Tuhan, rasul Paulus mati sbg seorg yg membw bnyk jiwa dtg pd Kristus, Injil diberitakan ke mana-mana, hidupnya bnyk memberkati org-org, ada mahkota yg Tuhan sediakan bagi dia. Jika dinilai untung rugi, jelas rasul Paulus lebih ‘untung’ mati sbg martir bagi Kristus krna dia mengisi hidupnya dg hal-hal yg baik. 
Bgmna dg kita? Apa keuntungan kita nanti saat kita meninggalkan dunia ini? Apakah kita hidup utk diri kita sndri? Biarlah hidup kita bnyk memberkati org lain, diisi dg bnyk melayani Tuhan, memberitakan Injil, bersaksi dan membw org dtg mengenal Kristus 

Posted in Renungan | Comments Off on Hidup dan Mati

Orang Bijak 

DI 18122017 
Amsal 9:8 KJV 

Reprove not a scorner, lest he hate thee: rebuke a wise man, and he will love thee. 

  • Jangan mengoreksi seorang pencemooh, supaya jangan dia membencimu: tegurlah seorang yang bijak, dan dia akan mengasihimu. 

Tak ada manusia yg sempurna, itulah sebabnya kita semua perlu dikoreksi dan ditegur saat kita berbuat sesuatu yg salah, namun respon tiap org berbeda-beda. 
Ada yg berterimakasih sdh ditegur dan dikoreksi, golongan spt ini disebut org bijak. Ada jg yg merasa tdk senang, tersinggung krna merasa dipermalukan dan akhirnya ‘adu mulut’. ini golongan para pencemooh. 
Ini tentang kerendahan hati, bersedia ditegur dan dikoreksi, bisa berterimakasih dan menjalin hubungan baik tanpa punya pikiran negatif. Menyadari bhw kemampuan dirinya terbatas dan masih punya celah utk terjadinya kesalahan maupun salah dlm memasukkan data misalnya. Dikoreksi justru spya menjd lebih baik lagi dan sempurna hasilnya. Dikoreksi berarti punya kesempatan utk menjd sempurna hasilnya. 
Sebaliknya, org yg tersinggung ketika dikoreksi, merasa dibongkar aibnya, lebih menutup diri dan merasa dipermalukan, semuanya bs berujung pd kebencian. Org yg sombong merasa dirinya hebat, tak mgkin berbuat kesalahan. Sifat spt ini sangat merugikan pemiliknya, dan membuat org merasa segan utk menolongnya melalui sebuah koreksi. Diberitahu malah mencaci maki. Sifat dpt ini hrs kita singkirkan dr diri kita bila ingin maju di masa dpn. Dengarkan dg baik koreksi yg disampaikan utk kita, pelajari dan akui bila memang koreksinya benar. Bersyukur bnyk yg memperhatikan, shga kita bs memperbaiki kesalahan dan menyempurnakan apa yg sedang kita kerjakan. Jgn malu bila dikoreksi, akui jika memang salah, dan segera perbaiki jika masih ada kesempstan utk memperbaikinya. 
Sekalipun cara menegurnya kurang berkenan di hati, tetaplah bersedia utk menerima masukan dr org lainnya. Kasihi mrka krna telah berbuat baik pd kita, tdk membiarkan kita lakukan yg keliru 

Posted in Renungan | Comments Off on Orang Bijak 

Selalu Bersukacita

DI 16122017 
Amsal 15:15 KJV 

All the days of the afflicted are evil: but he that is of a merry heart hath a continual feast. 

  • Seluruh hari-hari penderitaan adalah jahat: tapi dia yang memiliki hati gembira memiliki sebuah pesta berkelanjutan 

Penderitaan adalah bagian dr kehidupan, itulah sebabnya ada suka duka, ada waktu senang dan susah. Hari-hari saat menderita adalah jahat, tp ada yg berbeda dg penderitaan org percaya. 
Ada org yg marah-marah ketika diberi tugas berat atau tugas tambahan, ketika mengerjakannya terasa malas, berat dan hati penuh amarah. Tapi ada jg org yg menjalaninya dg gembira, tambah tugas berarti tambah kesempatan utk belajar ttg yg dikerjakan, dia senang melatih dirinya bekerja lebih keras, merasa diberi kepercayaan lebih, tdk menyalahkan org lain, shga dia pd akhirnya bs menyelesaikan tugas dg baik, hati tetap sukacita. Sudut pandang terhadap sesuatu bs menentukan suasana hati kita. 
‘Pesta berkelanjutan’ ini bcra ttg kebahagiaan yg trs menerus mendatangi kita. Ini disebabkan oleh hati yg gembira, riang. Apa itu hati yg riang? Hati yg tdk depresi saat dlm masalah, pikirannya tdk stress, org yg hatinya tdk ‘miskin’ artinya murah hati, berbagi kebahagiaan dg org lain. Kalau ingin hari-hari kita baik dan indah, miliki hati yg gembira. 
Jd ini masalah bgmna kita tdk terpengaruh apa yg dr luar diri kita, apakah itu masalah, tekanan hidup, fitnahan org, musuh yg mencari gara-gara, dsbnya, semua bs saja dtg menghampiri kita, tp itu tdk dpt mengubah suasana hati kita. Kitalah yg sepenuhnya mengendalikan suasana hati dg kuasa Roh Kudus di dlm hidup kita, Dialah Raja Damai, damai sejahtera (shalom) Tuhan itu mengawal kita kemanapun kita pergi, apapun situasi yg kita hadapi. Jgn kita dikuasai oleh kekuatiran, kemarahan dan stress, semuanya hanya memperburuk hari-hari hidup kita. Pilihlah utk selalu bersukacita, buang sgla pikiran negatif dan ubah penderitaan menjd sebuah kekuatan bagi rohani kita 

Posted in Renungan | Comments Off on Selalu Bersukacita

Lebih Baik 

DI 15122017 
Amsal 15:16 NKJV 

Better is a little with the fear of the Lord, Than great treasure with trouble. 

  • Lebih baik sedikit dengan takut akan Tuhan, daripada kekayaan besar dengan masalah. 

Ayat ini mgkin berlawanan dg pola pemikiran bnyk org, lebih bnyk harta bknkah lebih baik bagi kehidupan? Semua bs dibeli, bs membuat keluarga terpelihara kebutuhannya, dll? 
Kalau fokus pd jumlah kekayaannya saja, tentu ayat ini salah, namun ayat ini bkn sekedar bcra ttg jumlah kekayaannya saja, tp juga dampak kekayaan itu pd manusianya. 
Wkt hidup miskin atau sederhana, suami bs mengasihi istrinya yg setia mendampingi, bgtu mulai kaya, tergoda  oleh wanita lain. Ini yg dimaksud pengaruh kekayaan pd manusia. Dulu jujur dlm bekerja dan berbisnis, untung kecil tp dpt kepercayaan dr konsumen, skrg bisnis jd besar, jabatan dlm pekerjaan naik, utk menang tender hrs pakai cara ‘entertaint’ (menyodorkan wanita dan uang pelicin), akhirnya terpengaruh kehidupan dunia malam, keluarga akhirnya tergoncang dan tdk harmonis lg, selingkuh hingga punya anak. Bnyk masalah dtg justru ketika harta bertambah banyak. 
Ini prinsip uang yg hrs kita sadari : uang sedikit, kita yg kendalikan uang, uang banyak, kita yg dikendalikan uang. Tdk cukup uang, tak berpikir ganti hp baru, tp kalau pny bnyk uang, kita terpikir beli hp terbaru. 
Lebih baik sedikit harta tp hidup takut akan Tuhan. Lebih baik lg bnyk harta tp tetap hidup takut akan Tuhan. Jd kita hrs berfokus bgmna hidup takut akan Tuhan baik dg sdkit atau bnyknya harta yg kita punya. Siapa yg ingin kita ‘masukkan’ dlm hati kita, Tuhan atau harta? Masukkan harta, kita menjd cemas, kuatir, serakah, tdk perlu Tuhan. Masukkan Tuhan, kita bs mengendalikan harta kita dg benar dan Tuhan akan meningkatkannya krna hati kita tdk terletak pd harta yg kita miliki. 
Kalau dg bnyk harta kita justru bnyk masalah, berarti hartalah yg mengendalikan hidup kita. Bertobat dan utamakan Tuhan, kendalikan harta kita 

Posted in Renungan | Comments Off on Lebih Baik