Menjadi Asing 

DI 14122017 
Mazmur 69:8 NKJV 

I have become a stranger to my brothers, And an alien to my mother’s children; 

  • Aku telah menjadi seorang asing bagi saudara-saudara laki-lakiku, dan seorang luar bagi anak-anak ibuku. 

Bbrpa pandangan teologia mrmperkirakan Daud adalah anak Isai dr istri yg lain, jd berbeda ibu dg sdr-sdr laki-lakinya yg lain. Menjd sdr tiri memang diperlakukan beda dg sdr sekandung, namun ada jg dlm sebuah keluarga di mana sdr kandung dan sdr tiri bs hidup rukun. 
Disepelekan namun Tuhan mengangkat Daud menjd raja atas Iarael, tentu ini sdkit bnyk berpengaruh pd hubungan dia dg sdr-sdr tirinya yg lain, namun dlm ayat ini jg ternyata Daud punya sdr sekandung, namun ternyata hubungannya dg mrka jg kurang baik. Ini krna apa yg terjd dlm hidupnya atas penentuan Tuhan. Daud tdk pernah bernafsu menjd penguasa, namun itulah ketentuan Tuhan, Daud terpilih menjd raja Israel yg kedua. 
Mgkin ada dr antara kita ‘terpaksa’ mengorbankan hubungan dg keluarga karena Tuhan. Misalkan seseorg yg kemudian menjd Kristen, keluarganya sangat menentang, tdk lg dianggap anak, hilang hak sbg anggota keluarga hingga diburu utk dibunuh krna dianggap murtad. Contoh lainnya, ketika kita lebih memilih taat pd Tuhan drpd mengikuti tradisi/budaya sbg etnis tertentu, kita dimarahi dan dikucilkan, dicaci maki dan dijauhi keluarga dan kerabat, ini memang konsekuensi yg hrs kita pikul sbg resiko taat pd kebenaran Firman Tuhan. 
Bnyk hal lainnya yg menjdkan hubungan baik sbg ‘taruhannya’, mana yg jd pilihan kita? Kalau bersikap toleran, menyimpang sedikit dr Firman demi menyenangkan hati org lain, tentu ini hal yg salah. Namun bknkah ini yg bnyk kita temui shga pd akhirnya timbul istilah Kristen ‘fanatik’ dg Kristen ‘gampangan’. Gampang disuruh pegang ini itu, ikut ini itu, makan ini itu, dsbnya. Bknkah Tuhan dipermalukan bila kita bersikap gampangan? 
Semua yg kita buat akan dipertanggung jwbkan pd Tuhan langsung, jgn gampangan bersikap 

Posted in Renungan | Comments Off on Menjadi Asing 

Harus Bersiap

DI 13122017 
Keluaran 17:8 

  • Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim. 

Perjalanan org Israel menuju tanah yg dijanjikan Tuhan memang tdk mudah, selain kondisi geografis wilayah yg dilewati, mrka jg hrs menghadapi penguasa wilayah setempat. 
Dlm ayat ini, org Amalek menyerang org Israel di Rafidim saat org Israel tiba di sana. Mau tdk mau musuh hrs dihadapi dan dikalahkan, kalau tdk, mrka gagal memasuki tanah perjanjian. Dlm kisah ini berakhir dg kemenangan org Israel atas bangsa Amalek. 
Dlm hidup setiap org percaya, kita diperhadapkan dg bnyk hambatan sblum pd akhirnya kita sampai pd tujuan hidup kita. Dlm setiap fase kehidupan, akan ada ‘amalek’ yg menyerang kita, misalkan sakit penyakit, kondisi ekonomi yg tdk baik, keluarga yg ‘broken home’, diperlakukan tdk baik oleh org lain, dsbnya. Kita dihambat spya tdk maju dan mengakui kekalahan. Di sinilah perlunya kita mengikuti petunjuk Tuhan agar menang. 
Kita perlu org-org yg menguatkan dan menopang kita agar tetap kuat, spt Harun dan Hur yg membantu Musa dlm peperangan melawan org Amalek. Dg kekuatan sndri, kita pny keterbatasan utk bertahan, ada saatnya kita lelah, menjd lemah dan bingung. Org-org yg Tuhan tempatkan di sekitar kita biasanya mrka memang diperlengkapi utk menolong kita pd saatnya. Sbg pemimpin kita tdk boleh sombong, merasa hebat dan bs melakukan apapun seorg diri. Tetap kita butuh org lain utk menolong kita. 
Musuh apa yg sdg kita hadapi skrg? Selama kita ada dlm jalur Tuhan, kita pasti menang. Hanya jgn lupa, kita butuh strategi utk menghadapinya. Musa menyuruh Yosua berperang di medan peperangan sementara dia sndri berperang dlm sisi profetiknya. Paduan kedua cara ini pd akhirnya menghasilkan kemenangan. Jd kita hrs ingat bhw selain dihadapi dg cara yg umum, segala sesuatunya jg hrs kita hadapi dg cara yg rohani. Keduanya hrs dilakukan bersama-sama. 
Jgn biarkan ketakutan membuat kekuatan kita hilang 

Posted in Renungan | Comments Off on Harus Bersiap

Lebih Baik

DI 12122017 
Mazmur 118:8 KJV 

It is better to trust in the LORD than to put confidence in man. 

  • Adalah lebih baik percaya pada TUHAN dari pada menaruh percaya kepada manusia. 

Kata ‘lebih baik’ menunjukkan 2 hal yg diperbandingkan itu semuanya hal yg baik, tp 1 hal dr keduanya memiliki kelebihan. Jd dlm ayat ini, percaya pd Tuhan lebih baik drpd percaya/yakin pd manusia. 
Mengapa percaya pd Tuhan lebih baik drpd yakin pd manusia? Pertama, Tuhan itu sempurna dlm segala hal, tp manusia tdk sempurna. Misalkan teknologi yg manusia kembangkan, selalu saja diperbarui, artinya blm sempurna, masih butuh disempurnakan. 
Kedua, Tuhan itu tdk pernah gagal, manusia bs gagal, bs jg tdk gagal. Sehebat-hebatnya dokter spesialis, ada saja pasien yg bs disembuhkan, ada jg yg gagal disembuhkan, kemudian meninggal dunia. 
Ketiga, Tuhan selalu lakukan yg terbaik, tp manusia kadang tergantung pd ‘bayaran’, dan koneksi. Mau dpt yg terbaik dr manusia, hrs bayar mahal, hrs punya koneksi spya didahulukan, Tuhan tdk bs disogok dg apapun, Dia lakukan sesuai iman kita dan waktu-Nya yg Dia tetapkan sndri. 
Keempat, Tuhan tdk mgkin lupa, manusia bs saja lupa. Janji manusia bs saja diingkari, dilupakan shga membuat kecewa dan dendam. Tuhan tdk pernah lupa apa yg Dia janjikan pd kita. 
Kelima, Tuhan adil membalas perbuatan manusia, sdgkan manusia ada yg tdk balas budi pd org yg telah berjasa dlm hidupnya. Kebaikan dibalas dg kejahatan, sdgkan Tuhan membalas kebaikan maupun kejahatan dg kasih, ini yg membuat Tuhan berbeda dg manusia. 
Berharap pd manusia, kemajuan teknologi, koneksi, persahabatan, dsbnya, ini hal yg baik sbg bagian dr pergaulan kita selama hidup di dunia. Namun mengingat ketdk sempurnaan manusia, lebih baik percaya pd Tuhan. Tuhan bs pakai org-org terbaik utk menolong kita, cari Tuhan dahulu, terserah Dia pakai cara apa, apakah memakai manusia, atau menggunakan kuasa-Nya, keduanya menghasilkan yg terbaik. Kita bs dikecewakan manusia 

Posted in Renungan | Comments Off on Lebih Baik

Tetap Percaya

DI 11122017 
Mazmur 112:7 KJV 

He shall not be afraid of evil tidings: his heart is fixed, trusting in the LORD. 

  • Dia tidak akan menjadi takut terhadap kabar jahat: hatinya tetap, percaya di dalam Tuhan. 

Bnyk hal dlm hidup ini yg bs membuat seseorg menjd takut, bgmna respon yg tepat berkaitan dg kabar-kabar yg jahat, yg bs menimbulkan ketakutan? 
Semuanya ditentukan oleh apakah seseorg itu memiliki takut akan Tuhan atau tdk dlm hidupnya. Kalau punya, hatinya itu tetap kuat dan tdk takut akan kabar jahat ataupun kabar buruk. Misalnya dlm menyikapi kondisi ekonomi di hari-hari ini, bnyk kabar ttg penutupan gerai, penggantian kerja dr yg dilakukan manusia beralih ke mesin dan teknologi. Menurut perhitungan manusia, keadaan bs semakin memburuk, sedangkan keuntungan bisnis agak menurun, timbul kekuatiran bgmna mengatasi hal ini. Org yg takut akan Tuhan akan bersikap sesuai iman yg mrka miliki. Apapun yg terjd, tetap percaya Tuhan atur semuanya baik, tepat pd waktu-Nya. Mgkin kuatir sebentar, tp imannya berhasil mengusir ketakutan dr dlm pikiran dan hatinya. 
Seberapa percayanya seseorg pd Tuhan, demikianlah besaran iman yg dimilikinya. Itulah sebabnya kita hrs memiliki percaya yg sepenuhnya pd Tuhan. Jgn mengandalkan kekuatan manusia, andalkan Tuhan sepenuhnya. Lakukan apa yg Tuhan suruh tanpa meragukannya. Apapun kata org, tetaplah berpatokan pd apa kata Tuhan ttg diri kita. Tuhan yg tahu persis kita luar dlm. Dia mengasihi kita sbg anak-anak-Nya. Dia perlu utk mendidik semua anak-anaknya spya tdk sekedar meminta-minta tp memiliki kuasa Tuhan. Kalau Tuhan tdk izinkan, berarti tak ada spt yg dikatakan melalui kabar buruk itu bs terjd di dlm hidupnya. Itulah sempurnanya perlindungan Tuhan bagi umat-Nya. 
Kuatkan hati dlm menghadapi situasi buruk yg tdk terduga muncul. Tetap miliki pengharapan yg utuh di dlm Kristus. Selalu ada solusi Tuhan saat kita tdk mampu lagi, bagian kita tetap hidup takut akan Tuhan. Nantikan Tuhan berkarya 

Posted in Renungan | Comments Off on Tetap Percaya

Kristen Atheis

DI 09122017 
Mazmur 112:1 NKJV 

Praise the Lord! Blessed is the man who fears the Lord, Who delights greatly in His commandments. 

  • Pujilah Tuhan! Diberkati orang yang takut akan Tuhan, yang sangat menyukai perintah-perintah-Nya. 

Ciri org yg takut akan Tuhan bkn yg rajin ibadah dan aktif dlm kegiatan rohani, tp yg sangat menyukai perintah Tuhan. 
Kristen ‘atheis’ bnyk kita temui di sekitar kita. Knp dibilang atheis? Krna walaupun ke gereja, melayani tp imannya kosong, tdk percaya Tuhan itu nyata dan berkuasa. Koq bisa? 
Mrka biasanya org yg tdk percaya mujizat. Lebih memakai cara-cara manusia dan pasrah pd keadaan, tdk mau meminta pertolongan Tuhan. Menganggap doa itu tdk ada gunanya. Kalau memberi nasehat, isinya lebih berdasarkan logika dan perasaan, bkn berdasarkan Firman Tuhan. 
Kemudian mrka org yg suka mengomentari Firman Tuhan, mencari celah-celah di mana mrka bs menilai Firman Tuhan yg tertulis itu tdk sempurna, tdk cocok utk masa kini, bahkan mengartikan sndri ayat-ayat tertentu. Ciri terakhir adalah tdk peduli org lain bertumbuh dlm Kristus atau tdk, buat apa peduli dg org mau maju dlm Tuhan atau tdk. 
Jgn sampai kita memiliki ciri-ciri di atas, dan jgn sampai tertular, penangkalnya adalah kita hrs sangat menyukai Firman Tuhan. Pedoman hidup kita adalah apa kata Tuhan, baik yg tertulis (logos) maupun yg kita mengerti melalui pekerjaan Roh Kudus (rhema). Keduanya hrs seimbang, spya kita dituntun Tuhan utk mengerti sbnarnya apa yg Tuhan ingin kita mengerti dan kita mengetahui kehendak-Nya utk hidup kita dan utk dunia ini. Terus belajar utk menemukan bnyk rhema saat kita merenungkan Firman Tuhan setiap hari, semakin level pemahaman kita bertambah, semakin kita bs menemukan bnyk rhema yg memandu hidup kita berjalan dlm kebenaran Tuhan. 
Pertumbuhan rohani kita hrs berdasar pd kebenaran Firman Tuhan, bkn pd pengertian diri sndri. Belajar pd yg lebih dewasa dlm kerohanian, jgn merasa lebih dr org lain 

Posted in Renungan | Comments Off on Kristen Atheis

Berkenan 

DI 08122017 
Amsal 3:3-4 KJV 

Let not mercy and truth forsake thee: bind them about thy neck; write them upon the table of thine heart:

So shalt thou find favour and good understanding in the sight of God and man. 
Biarlah jangan kebaikan hati dan kebenaran meninggalkan kamu: ikat mereka di lehermu; tuliskan mereka di atas loh hatimu 

  • sehingga kamu akan menemukan perkenanan dan pengertian yang baik di pemandangan Tuhan dan manusia. 

Org yg baik hati tentu sangat disenangi, tapi jg tetap saja ada org-org yg tdk suka, inilah realita kehidupan. 
Spya kita mendpt perkenanan Tuhan dan manusia, ayat ini mengajar kita utk memiliki kebaikan hati dan kebenaran, ini spt kalung pd leher dan tinggal tetap di dlm hati. Artinya org lain bs menyaksikan bhw memang kita org yg selalu berbaik hati dan melakukan kebenaran. Jd bkn sekali-sekali baik hati dan sekali-sekali melakukan kebenaran. 
Selain perkenanan, kita jd mendpt pengertian yg baik dr Tuhan dan manusia, artinya kita menjd org yg mudah dimengerti, mudah dikenali dan punya integritas, tdk berubah-ubah, selalu konsisten berbuat baik dan benar. Dari sinilah kita pd akhirnya menerima kasih sayang dr Tuhan dan sesama. 
Kalau mgkin ada komentar bhw kita lakukan semua ini demi pencitraan diri kita, jgn kita masukan dlm hati. Akan selalu ada org-org yg tdk menyukai diri kita dg berbagai alasan. Jgn terseret masuk dlm jerat perdebatan ttg apa yg kita buat, krna bkn kpd mrka kita mempertanggung jwbkan perbuatan kita, tp kpd Tuhan. Kita tdk bs melarang org lain berkomentar, tp kita bs menahan emosi dan menguasai diri kita agar tetap tenang. 
Biarlah kebaikan hati kita diketahui semua org, bkn utk mencari penghargaan, tp spya sebanyak mgkin org bs menikmati kebaikan Tuhan melalui hidup kita. Kita hanyalah perpanjangan tangan Tuhan, kita bkn sumbernya, tp Tuhan. Itulah sebabnya hati kita hrs tetap bersih, spya apa yg Tuhan salurkan tdk dikotori oleh hati kita yg kotor 

Posted in Renungan | Comments Off on Berkenan 

Kelegaan Dalam Hadirat-Nya 

DI 07122017 
Kisah Para Rasul 3:19 KJV 

Repent ye therefore, and be converted, that your sins may be blotted out, when the times of refreshing shall come from the presence of the Lord;

  • Karena itu bertobatlah, dan jadilah berubah, supaya dosa-dosamu boleh dihapuskan, ketika waktu penyegaran akan datang dari hadirat Tuhan 

Apakah hadirat Tuhan itu? Apakah saat kita merasa masuk dimensi lain shga kita tdk bs mengendalikan diri? 
Hadirat Tuhan itu tempat dlm sebuah pengalaman rohani bersama Tuhan di mana kita bs merasakan kehadiran Tuhan scra nyata dan langsung. Dlm ayat ini dikatakan ada kesegaran di dlm hadirat Tuhan, kesegaran ini berarti memberi energi supaya hidup. Ketika kita merasakan hadirat Tuhan, ada energi Tuhan yg masuk dlm diri kita spya roh kita memiliki kehidupan yg kuat. Jd ini sangat penting. 
Bkn soal manifestasinya yg penting, tp setelah kita mengalami hadirat Tuhan, kita seharusnya memiliki energi dlm menghadapi segala macam situasi yg terjd dlm keseharian kita. Tdk mudah menyerah, tdk mudah putus asa bahkan bisa menguatkan org lain yg sedang terpuruk. 
Sbg org percaya kita memiliki energi tambahan, energi yg kita dapati saat ada dlm hadirat Tuhan, disegarkan, menjd kuat dan diperlengkapi dg kuasa Tuhan. Utk menang dlm kehidupan ini perlu energi yg cukup hingga tiba di garis finish hidup kita masing-masing. Spt pelari jarak jauh yg sesekali mengambil minuman yg disediakan di pinggir arena perlombaan, spya terhindar dr dehidrasi, tubuh kekurangan air. Jgn sampai menjd juara tp kemudian masuk rumah sakit utk dirawat krna dehidrasi. 
Seringlah berada dlm hadirat Tuhan, kita disegarkan kembali, keadaan dunia ini bs membuat kita lemah lesu, putus asa dan pesimis, dlm hadirat-Nya kita mengalami perjumpaan dg Tuhan, Dia tahu yg kita butuhkan dan Dia menyediakannya bagi kita. Bersyukurlah kita memiliki Tuhan yg peduli dg kehidupan kita, Dia Penyedia kebutuhan kita, namun kita hrs mengambilnya dlm hadirat Tuhan

Posted in Renungan | Comments Off on Kelegaan Dalam Hadirat-Nya 

Akibat Melawan Tuhan 

DI 06122017 
1 Tawarikh 10:13-14 KJV 

So Saul died for his transgression which he committed against the LORD, even against the word of the LORD, which he kept not, and also for asking counsel of one that had a familiar spirit, to enquire of it;

And enquired not of the LORD: therefore he slew him, and turned the kingdom unto David the son of Jesse. 
Demikianlah Saul mati untuk pelanggarannya yang mana berkomitmen melawan Tuhan, bahkan melawan Firman Tuhan, yang mana dia tidak memeliharanya, dan juga meminta nasehat pada orang yang memiliki roh keluarga untuk bertanya;

  • Dan tidak bertanya pada Tuhan: karena itulah Dia membunuhnya, dan membalikkan kerajaan itu pada Daud anak Isai 

Menurut mata manusia, Saul mati karena bunuh diri stlah terluka dlm peperangan, namun ayat ini berkata bhw Tuhanlah yg membunuh Saul krna dosa-dosa yg diperbuatnya. 
Dosa Saul antara lain: melawan Tuhan dan Firman-Nya, terlibat okultisme dan tdk meminta petunjuk pd Tuhan. Mari periksa diri kita apakah kita terlibat dlm 3 dosa ini? 
Melawan Tuhan dan Firman-Nya, intinya adalah melanggar hukum Tuhan, sengaja berbuat melawan hukum Tuhan, melakukan pembelaan diri, sdh ditegur Tuhan tp tdk jg bertobat. Apakah dosa ini ada dlm hidup kita? 
Terlibat okultisme, mulai percaya pd ramalan, mendatangi paranormal utk bertanya ttg nasib & masa dpn, mencari kesaktian, pesugihan demi bisnis lancar dan maju, menaruh benda-benda yg katanya bs mendatangkan pembeli, dsbnya. Percaya pd hong shui, mantera, memintah berkah di kuburan, menyembah berhala, dsbnya. Ini semua dikategorikan perzinahan rohani dan hukuman Tuhan ttg dosa ini sangat berat. Apakah kita terlibat dlm dosa ini? 
Tdk bertanya pd Tuhan, mulai malas ibadah, bc Firman Tuhan jarang, tdk pernah berdoa, menghina hamba Tuhan, merecoki keadaan gereja, anti Tuhan, lebih percaya pd jln pikiran sndri. Kalau ada masalah yg dicari pdt yg ‘sakti’, bkn mencari Tuhan. Apakah kita terlibat dlm dosa ini? 

Posted in Renungan | Comments Off on Akibat Melawan Tuhan 

Menjaga Diri

DI 05122017 
Amsal 31:3 KJV 

Give not thy strength unto women, nor thy ways to that which destroyeth kings. 

  • Jangan berikan kekuatanmu pada perempuan-perempuan, maupun jalan-jalanmu pada yang menghancurkan raja-raja. 

Ayat ini bkn melarang kita bergaul, tp berhati-hati saat bergaul dg siapa saja, krna ternyata ada pergaulan justru membuat kita hancur. 
Sbg seorg raja, Lamuel dinasehati oleh ibunya melalui ayat ini, hrs mewaspadai 2 jenis org, yaitu perempuan-perempuan dan org yg nantinya bs menghancurkan. Mari kita pelajari satu persatu. 
Perempuan-perempuan, ini bcra ttg org yg kita sayangi. Jd ini bkn ttg perempuan berdasarkan gender, tp org yg kita sayangi scra berlebihan. Hak seorg raja utk mengambil bnyk wanita, meskipun dia sdh memiliki seorg permaisuri, jd ini hak sekaligus sesuatu yg disahkan oleh hukum. Masalahnya terletak pd ‘memberikan kekuatan’, memberikan sesuatu pd org yg kita sayangi, namun kemudian justru kita kehilangan kekuatan. Perempuan pd zaman itu dipandang lebih rendah drpd laki-laki. 
Seorg pengusaha akan mempertimbangkan sungguh-sungguh pd siapa dia akan mewariskan bisnisnya, tentu tdk ingin bisnisnya hancur tp ingin semakin berkembang. Pewarisnya tentu seorg yg minimal tdk berbeda jauh kualitasnya dg dirinya. Bs saja bkn anak pertama yg mewarisi krna dinilai kurang dlm bnyk hal. Meskipun dia sayang semua anaknya, soal kepercayaan tdk bs didasari hanya oleh krna sayang, kualitas jg dipertimbangkan. 
Kedua, berhati-hati ketika ‘curhat’ pd org lain, memberitahukan ttg hidup kita hrs pd org yg bs membangun, bkn yg justru menjatuhkan kita. Jgn beritahukan rencana kita pd org yg justru berniat menghancurkan kita. Tdk terlalu bagus menjd org yg terlalu ‘terbuka’, tp jg jgn menutup diri. Kadang kita salah menilai org, yg dianggap teman ternyata musuh, yg diragukan ternyata baik. Hrs berhikmat dlm bergaul, penilaian org lain terhadap seseorg bs jd pertimbangan kita saat ingin menceritakan sesuatu 

Posted in Renungan | Comments Off on Menjaga Diri

Mencari Kebesaran Tuhan 

DI 04122017 
Mazmur 111:2 KJV 

The works of the LORD are great, sought out of all them that have pleasure therein. 

  • Pekerjaan-pekerjaan Tuhan itu besar, dicari dari semua mereka yang memiliki kesukaan di dalamnya. 

Apa yg kita sukai akan membw kita pd penemuannya, misalkan kita suka sate di daerah A, maka kita akan pergi ke daerah A spya bs menikmati sate yg kita senangi itu. 
Mengapa ada org Kristen yg bnyk mengalami kedahsyatan Tuhan dlm hidupnya, dan ada jg yg hampir-hampir tdk pernah mengalaminya? Ayat ini menjd jwbannya: sukakah akan kedahsyatan Tuhan? Jika tdk suka, kita spt menahan diri kita sndri utk mengalami perbuatan Tuhan yg besar. 
Ada kesalahan dlm pengenalan akan Tuhan jika kita tdk pernah mengalami perbuatan Tuhan yg dahsyat. Karena mengenal Tuhan itu bkn cuma menyukai Firman Tuhan saja, Dia itu Firman, tp jg Mahakuasa, pembuat mujizat, tanda-tanda ajaib, dsbnya. Org yg hanya mendalami Firman Tuhan tanpa memiliki kesaksian hidup ttg perbuatan Tuhan yg besar, akan sulit utk memenangkan jiwa bagi Tuhan, krna org akan bertanya: apa kamu sdh mengalaminya sndri ttg apa yg Alkitab tulis ttg Tuhan? Jd hrs lengkap. 
Mengutamakan mujizatpun itu tdk disarankan, yg penting iman, dia lupa bhw iman hrs berdasar dan bertumbuh melalui pengenalan akan Tuhan yg didasari kebenaran Firman Tuhan. Hal ini perlu kita soroti krna mujizat Tuhan hanyalah salah satu cara yg Tuhan pakai utk menyatakan kemahakuasaan-Nya. Jika dibiarkan, perlahan-lahan malah Tuhan yg ‘diatur’ hrs selalu membuat mujizat, ketika mujizat tdk terjd, mulai menyepelekan Tuhan, mencari yg lebih ‘sakti’. Spt rumah yg fondasinya lemah, digoncang gempa skala kecilpun lgsg rubuh. 
Kenali Tuhan scra utuh, Dia pembuat mujizat, tp jg Dia Hakim Yangadil, Dia jg penuh kasih tp jg menegakkan hukum-Nya, Dia bs murka tp jg memulihkan, Dia murah hati tp tdk boleh dipermainkan. Masih bnyk hal yg kita akan temui ketika kita trs mengenal Tuhan sepanjang hidup kita 

Posted in Renungan | Comments Off on Mencari Kebesaran Tuhan