Sumber Segalanya

DI 09012018 
Roma 11:36 KJV 

For of him, and through him, and to him, are all things: to whom be glory for ever. Amen. 

  • Karena Dia, dan melalui Dia, dan kepada Dia, adalah segala sesuatu: pada siapa menjadi kemuliaan untuk selamanya. Amen 

Hidup segala sesuatu yg ada, baik di surga maupun di bumi, berasal dr Tuhan, bahkan iblispun sblum menjd bapa pendosa, adalah pimpinan malaikat yg Tuhan ciptakan. Tp jgn salah mengerti, dosa dan kejahatan bkn berasal dr Tuhan, kalaupun iblis kemudian melawan Tuhan, itu krna dirinya sndri. 
Segala sesuatu adalah karena Dia, berasal dr Tuhan. Bahkan roh kita sblum masuk ke dlm tubuh janin dlm kandungan ibu kita, berasal dr Tuhan. Roh memang sifatnya kekal, krna sdh ada sblm menempati tubuh manusia, setelah meninggalpun, roh kembali pd Tuhan. 
Segala sesuatu adalah melalui Dia, artinya tdk ada satupun hal yg terjd dlm hidup kita itu bs terjd tanpa izin dan persetujuan Tuhan. Apakah itu hal yg baik atau buruk, tragedi maupun keajaiban, apapun itu terjd krna Tuhan mengizinkannya. Lalu bgmna dg dosa yg dilakukan manusia? Bkn Tuhan membiarkan dosa itu terjd, tp semua kembali pd manusianya masing-masing, sdh ada peringatan, hukum dan sejarah, tetap lakukan dosa menjd tanggung jwb org yg melakukannya, bkn krna Tuhan biarkan. 
Segala sesuatu adalah untuk Dia, biarlah hidup kita yg telah ditebus oleh  darah Anak Domba, menjd hidup yg memuliakan Tuhan. Kpd Tuhanlah hidup kita mengarah, hrs mengarah pd surga kekal, bkn pd neraka kekal. Akhir dr hidup kita hrslah bertemu Tuhan, bkn dihukum bersama dg iblis selamanya. Apa yg kita perbuat, yg kita perkatakan dan kita tentukan, hrslah sesuai dg kebenaran Firman Tuhan, jgn melenceng kiri dan kanan. 
Esensi dan makna hidup kita adalah Tuhan, bkn apa yg ada di dunia ini. Dlm dunia semua sifatnya sementara: harta, kebahagiaan, penderitaan, tawa, air mata, dsbnya. Jgn mengejar apa yg sementara sifatnya, kejarlah apa yg kekal, yg membawa faedah utk hidup kekal 

Posted in Renungan | Comments Off on Sumber Segalanya

Diajar Oleh Nurani

DI 08012018 
Mazmur 16:7 

  • Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku. 

Manusia diciptakan sesuai rupa Tuhan, bkn saja tampilan fisiknya, tapi jg apa yg Tuhan miliki, dimiliki jg oleh manusia dlm level yg lebih rendah. Apalg setelah manusia makan buah pengetahuan baik dan jahat, selain tahu ttg semua yg jahat, manusia jg tahu semua yg baik. 
Bgmna spya nasihat Tuhan itu bs kita pahami? Dlm ayat ini dijelaskan bhw hati nurani manusialah yg mengajari atau mengarahkan dirinya bgmna utk melakukan yg Tuhan katakan. Prosesnya ternyata spt hati (ginjal) bekerja dlm tubuh manusia. 
Ginjal itu menyaring darah, hasilnya adalah urine yg kita keluarkan saat kencing. Hati nurani kita itu ‘menyaring’ semua yg masuk dlm hati dan pikiran, membuang yg tdk perlu. 
Ginjal jg berfungsi menyaring dan membuang limbah racun, garam berlebih dan urea hasil metabolisme tubuh. Hati nurani kita menseleksi semua yg bs merusak hidup kita, yg berlebihan dan yg tdk perlu lagi bagi diri kita. 
Ginjal berfungsi mengendalikan keseimbangan air dlm tubuh. Jd hati nurani kita mengajar bgmna kita hidup seimbang, rohani, jiwani dan jasmani. Mengingatkan bila mulai terjd satu bagian yg berlebihan atau kurang. 
Ginjal memproduksi enzim renin utk mengatur tekanan darah dan tingkat garam dlm darah. Hati nurani diberikan Tuhan spya kita hidup dlm keadaan yg baik dan terpantau, bs mengendalikan diri. 
Ginjal berfungsi mengatur sel darah merah, keseimbangan pH darah dan cairan tubuh. Spt darah adalah kehidupan, hati nurani kita menjaga kondisi hidup kita berfungsi normal, tdk kekurangan yg dibutuhkan. 
Hati nurani hrs kita jaga, spt kita menjaga ginjal kita. Jgn bisrkan hati kita penuh ‘racun dan limbah’, ini akan membuat hati nurani kita menjd tdk berfungsi spt seharusnya. Mengampuni adalah cara kita menjaga hati, tdk membiarkan pengaruh iblis masuk dlm hati kita. Hati kita milik Tuhan, jaga dg baik 

Posted in Renungan | Comments Off on Diajar Oleh Nurani

Penyakit Karena Dosa

DI 06012018 
Markus 2:5 

  • Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” 

Salah satu penyebab seseorg menderita penyakit adalah dosa yg diperbuatnya, spt dlm kisah ini, seorg yg lumpuh kemudian disembuhkan setelah Yesus mengampuni dosanya. 
Dan anehnya, blm org itu berkata apa-apa, tp Tuhan tergerak hatinya utk mengampuni dosa org lumpuh itu. Tentu ini suatu situasi pengecualian, krna biasanya org itu hrs mengakui dosanya, barulah menerima pengampunan. 
Sakit akibat dosa, ini yg hrs kita pahami ketika menjenguk org sakit, memang jika ditanyakan apakah ada dosa yg dilakukan sblum mengalami sakit, kesannya krg sopan, namun ternyata ini penting jg ditanyakan sbg bahan evaluasi diri bagi org yg sakit itu, jika memang ternyata benar, tentu yg kita lakukan menjd sebuah hal yg baik. 
Penyebab sakit ada bbrpa sebab, misalnya pola hidup tdk sehat, tertular dr org lain, krna Tuhan yg mengizinkannya utk maksud khusus, dan terakhir krna dosa atau kutukan iblis. Dlm hal mendoakan org sakitpun hrs berhikmat. Kesalahan fatal adalah ketika selalu berkata: “Kamu pasti sembuh, Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan.” Salahnya adalah kita pakai kata ‘pasti’. Memangnya kita bs suruh Tuhan menyembuhkan org sakit itu? Kalau ternyata sakitnya memang Tuhan yg izinkan, pakai ‘claim’ ayatpun percuma. Maksudnya baik memberi semangat dan harapan, tp jgn menipu org sakit itu dg ‘harapan palsu’. 
Kalau sdh tahu sakitnya krna dosa, lakukan pelayanan pendamaian, menjd mediator org itu meminta pengampunan Tuhan. Sakit krna dosa biasanya terhubung akibat luka batin yg parah, tdk mau mengampuni, dendam dan melawan Tuhan. Dosanya dibereskan, penyakitnya disembuhkan. 
Kalaupun akhirnya org ini meninggal, dia meninggal dlm damai, penyakitnya memang tdk sembuh, tp jiwanya dipulihkan, rohnya kembali pd Tuhan. Ini lebih baik drpd meninggal dlm luka batin yg blm sembuh, urusannya dg Tuhan blm selesai 

Posted in Renungan | Comments Off on Penyakit Karena Dosa

Hidup dan Mati

DI 05012018 
Kejadian 2:9, 17 

Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. 

  • tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” 

Pertanyaan yg paling sulit ditemukan jwbannya adalah mengapa Tuhan menempatkan pohon kehidupan dan pohon pengetahuan baik dan jahat di tengah taman Eden? Kalau tdk ada pohon itu, manusia tdk mgkin berdosa. 
Pertanyaan selanjutnya, mengapa manusia ditempatkan di bumi, knpa tdk lgsg di surga? Bknkah di bumi sdh ada iblis dan para malaikatnya? Sptnya terlihat Tuhan ‘sengaja’ melakukannya. 
Mgkin jwban tepatnya kita ketahui nanti saat bertemu Tuhan di surga dlm kekekalan, tp ada sebuah pelajaran menarik ttg kisah ini: sejak awal manusia diciptakan sdh diperhadapkan pd 2 kemungkinan: akan hidup selamanya atau mati. 
Fakta uniknya adalah: yg dilarang dimakan adalah buah dr pohon pengetahuan baik dan jahat (Kejadian 2:17), tp tdk ada larangan makan buah dr pohon kehidupan yg justru bila dimakan bs menjadikan manusia itu hidup kekal (Kejadian 3:22). Tapi Adam dan Hawa tdk memakannya, tp justru terpedaya oleh iblis memakan buah pengetahuan baik dan jahat, di sinilah kita tahu : Tuhan menginginkan manusia itu hidup kekal, iblis menginginkan manusia jatuh dlm dosa dan mati. 
Jd dr sejak awal manusia sdh diperhadapkan pd 2 hal : kehidupan kekal dan kematian kekal. Jgn pilih yg menuju kematian kekal, inilah mengapa Tuhan memberi larangan dan peraturan mengenai hidup manusia. Tp iblis justru ingin kita melanggarnya, ternyata ada ‘peperangan’ antara Tuhan dan iblis, siapa yg bs menjaga manusia, siapa yg bs menjatuhkannya. Di taman Eden, iblis yg ‘menang’, dia berhasil membuat manusia menjd berdosa. 
Kristus dtg ke dunia merebut kembali manusia dr dosa.

Posted in Renungan | Comments Off on Hidup dan Mati

Percaya Pada Tuhan dan Hamba-Nya

DI 04012018 
Keluaran 14:31 

  • Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu. 

Mari kita jujur, apakah kita menghormati para hamba Tuhan? Ini bkn sekedar para pemimpin gereja, tp mrka yg dipilih Tuhan utk melayani jemaat. 
Puji Tuhan, zaman skrg bnyk hamba Tuhan yg telah kuliah teologia, hingga bergelar Doktor, menjd bekal mrka dlm melayani jemaat, namun tak jarang para pemimpin kita itu org-org yg lanjut usia dan mnrut anggapan bnyk org ‘khotbahnya tdk menarik’, shga muncul celotehan: bisa khotbah gak sih? 
Musa sangat diragukan oleh org Israel pd wkt itu, selain krna menjd cucu angkat Firaun, dia jg tdk punya rekam jejak dlm sejarah wkt itu. Betul dia melakukan mujizat di dpn Firaun, tp bisakah dia memimpin umat Tuhan? 
Saya pribadi menghormati ibu gembala di grja saya yg pertama, beliau sdh lanjut usia, namun jasa beliau dlm kisah pertobatan saya pd Tuhan selalu saya ingat. Walau mgkin khotbahnya tdk sebagus hamba Tuhan lain, namun beliau tetaplah saya hormati sbg org pilihan Tuhan utk menggembalakan jemaat. 
Bgmna dg hamba Tuhan yg jatuh dlm dosa dan ketahuan oleh umum? Teladani sikap Daud terhadap Saul, meskipun scra sah Daud diurapi Tuhan menjd raja Israel, namun dia tetap menghormati Saul sbg raja yg dipilih Tuhan sblmnya. Daud menangis ketika Saul mati, bkn menggelar pesta pora, dia berkabung. Sikap ini patut kita contoh dan lakukan. 
Org bs saja ‘jatuh’, namun beri dia kesempatan utk ‘bangkit’. Kalau kita justru mengolok-olok, apa bedanya kita dg iblis yg senang jika hamba Tuhan jatuh dlm dosa? Bukankah org yg jatuh dlm arti sbnarnya hrs kita tolong membangunkannya? Kalau kita diam atau tdk peduli, kita disebut org tdk berperasaan dan tdk pny rasa kasihan. Tetaplah hormati dia sbg org yg Tuhan pilih, namun bljarlah dr kejatuhannya 

Posted in Renungan | Comments Off on Percaya Pada Tuhan dan Hamba-Nya

Ngapain Repot?

DI 03012018 
Keluaran 14:12 

  • Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini.” 

Kita terkadang spt org Israel dlm kisah ini, mau bebas tetapi memilih utk dibelenggu oleh keadaan krna apa yg Tuhan rencanakan tdk spt yg mrka perkirakan. 
Apakah hari-hari ini kita ada dlm keadaan yg membingungkan? Mau lanjutkan usaha atau ditutup saja krna rugi dan pengeluaran tdk sesuai dg keuntungan. Mau punya anak lagi tp takut dana tdk memadai. Mau ganti profesi, takut nanti gagal. Mau ini, mau itu, tp ragu utk ambil keputusan. 
Tentu sbg org percaya, kita hrs berdoa dan bertanya pd Tuhan. Tp masalahnya kbnykan org maunya atur Tuhan, bkn diatur Tuhan. Maunya Tuhan itu dpt ‘tukang sulap’, balik tgn lgsg jd, instant, menakjubkan, sesuai keinginan kita pokoknya. Namun tdk bs demikian, cara Tuhan tdk selalu sama dg cara kita, inilah yg hrs kita pahami. 
Org Israel yg jumlahnya jutaan hrs melewati laut Teberau, mrka berpikir pasti mati jika menyeberang, apalg pasukan Firaun sdg mengejar mrka. Mrka memarahi Musa, krna mrka berpikir lbh baik jd budak Mesir drpd mati. Bknkah kadang-kadang keadaan kita spt itu, dekat dg ‘kematian’? Sdh doa puasa malah omset turun drastis. 
Tuhan punya cara, dan cara-Nya itu seringkali membuat kita repot, tdk masuk akal dan mgkin sdkit merendahkan diri kita. Kenapa Tuhan suruh lakukan hal begini, tak ada cara lain kah? Utk hal sesederhana begini mengapa mesti repot? 
Kalau kita direpoti Tuhan, sbnarnya itulah cara Dia menunjukkan kemuliaan-Nya, Dia menjadikan kita ‘satu team kerja’, kita hrs taat saja, tak ada pilihan lain. Ketaatan selalu menghasilkan sesuatu yg baik dan tdk merugikan. Jgn protes atau menggerutu, sambutlah cara Tuhan dg penuh sukacita, krna keberhasilan ada di depan kita. Jgn takut, majulah bersama Tuhan, Dia tak mgkin sembarang bertindak 

Posted in Renungan | Comments Off on Ngapain Repot?

Tuhan Memimpin 

DI 02012018 
Mazmur 23:3 NKJV 

He restores my soul; He leads me in the paths of righteousness For His name’s sake. 

  • Dia memulihkan jiwaku; Dia memimpinku di jalan-jalan kebenaran karena nama-Nya. 

Kita mengenal apa itu trotoar, jalan yg memang disediakan khusus pejalan kaki, kendaraan di larang melintas di situ. Kata ‘jalan’ dlm ayat ini gambarannya spt trotoar, jd sebuah jalur khusus yg memang Tuhan sediakan bagi org benar. 
Salah ambil jalur bs mengakibatkan kita sampai di tujuan yg salah, spt kita salah keluar tol, maka bs membuat kita siap utk menambah jam perjalanan krna hrs memutar atau mencari jln alternatif. Inilah gambaran jika kita salah mengambil keputusan, ada  resiko dan akibat yg hrs kita tanggung. Berarti keputusan yg diambil ini hrs tepat wkt dan resikonya minimal, membuat kita mencapai tujuan yg kita inginkan. 
Memasuki awal thn 2018 ini, marilah kita berjalan di jalur yg benar, krna dlm jalur ini ada Tuhan yg memimpin kita di depan. Spt kita mengikuti ‘tour guide’, berjalan mengikuti arahan dan sampai di tujuan yg diinginkan. Misalkan ada yg mau jln sndri, bisa jd nantinya dia tersesat atau kesasar di tempat lain, terpisah dr rombongan. Jgn sampai kita terpisah dr ‘rombongan’ yg Tuhan pimpin, sangat berbahaya. 
Selain itu, jiwa kita jg hrs dipulihkan. Dipulihkan berarti berfungsi spt awal dan seharusnya. Pikiran, kehendak dan emosi, hrs pulih spya ketika kita berbuat apapun di tahun 2018, menjd sebuah tindakan yg baik dan tdk merugikan diri sndri maupun org lain. Org mabuk mengendarai kendaraan berpeluang besar mengalami kecelakaan yg bs saja merenggut nyawanya sndri bahkan nyawa org lain. Spt inilah yg terjd jika jiwa kita tdk dipulihkan. Bknnya kita menjd berkat, tp justru menjd kutuk bagi org lain. Jiwa yg ‘sehat’ membuat hidup kita disenangi bnyk org. 
Biarlah di awal thn ini kita bersiap diri menghadapi apapun yg mgkin terjd, tetaplah berjalan dipimpin oleh Tuhan, kita berada di jalur yg ‘aman’ 

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Memimpin 

Sebelum Memasuki 2018

DI 30122017 
Mazmur 103:2 NKJV 

Bless the Lord, O my soul, And forget not all His benefits: 

  • Berkatilah Tuhan, oh jiwaku, dan jangan lupakan semua perbuatan baik-Nya/pemeliharaan-Nya 

2 hari lagi kita masuki pergantian tahun ke tahun 2018. Bnyk resolusi, perencanaan hingga hal-hal yg blm disekesaikan di tahun 2017 berharap bs selesai tahun 2018 nantinya. 
Hal yg hrs kita lakukan adalah jgn melupakan segala perbuatan baik dan bagaimana Tuhan memperlakukan kita dg sangat baik. 
Bersyukurlah masih diberi umur hingga saat ini, sementara bbrpa org yg kita kasihi dan kenal sdh lebih dulu meninggalkan kita. Selagi kita hidup, berarti Tuhan ingin memakai hidup kita utk memuliakan nama-Nya. Gunakan waktu dan kesempatan yg ada dg baik. 
Tahun 2018 tentu tdk semudah tahun 2017, kalau Tuhan menyertai kita sepanjang 2017 ini, Dia akan terus menyertai kita sepanjang 2018, Dia tdk pernah meninggalkan ciptaan-Nya, apalg kita yg percaya kepada Dia. 
Kita tdk tahu apa yg akan terjd nanti di 2018, tp Tuhan tahu segalanya. Inilah alasan mengapa kita perlu Tuhan seumur hidup kita, jgn andalkan kekuatan kita sndri, andalkan Tuhan senantiasa. 
Kalau kita mengalami proses Tuhan di 2017, percayalah kita akan melihat hasil dr proses ini di 2018, menuai apa yg kita tabur. Jgn berhenti berjuang meraih masa dpn yg lebih baik. Sekalipun situasi tdk mendukung dan org tdk mensupport kita, tangan Tuhan yg berkuasa sanggup memulihkan dan membuat kita berhasil. 
Selalu jd ‘mulut’ dan ‘perpanjangan tangan’ Tuhan bagi sesama. Jgn berhenti berbuat baik dan menyuarakan kebenaran firman Tuhan. Bersikaplah tdk toleran dg apapun yg tdk sesuai dg firman-Nya. Tuhan membela org yg berpegang teguh pd firman-Nya. Tetaplah setia melayani Tuhan melalui hidup kita. 
Saling mendukung satu sm lain, jgn egois dan melupakan org-org yg membutuhkan pertolongan. Kalau kita bs perbuat, lakukan dg tulus hati. Jgn berharap imbalan apapun, krna balasan Tuhan sdh tersedia. 
Amen.

Posted in Renungan | Comments Off on Sebelum Memasuki 2018

Berkat Menjadi Kutuk 

DI 29122017 
Maleakhi 2:2 KJV 

If ye will not hear, and if ye will not lay it to heart, to give glory unto my name, saith the LORD of hosts, I will even send a curse upon you, and I will curse your blessings: yea, I have cursed them already, because ye do not lay it to heart. 

  • Jika kamu tidak akan mendengar, dan jika kamu tidak akan meletakkannya di hati, untuk memberi kemuliaan pada nama-Ku, Aku bahkan akan mengirim sebuah kutuk ke atasmu, dan Aku akan mengutuki berkat-berkatmu: ya, Aku telah mengutukinya, karena kamu tidak meletakkannya di hati. 

Ternyata berkat yg Tuhan berikan bs berubah menjd kutuk krna Tuhan mengutuki berkat kita, sebabnya adalah kita tidak memberi kemuliaan pada nama Tuhan. 
Jadi ingat, kalau sdh diberkati, kita hrs waspada memelihara berkat Tuhan agar jgn sampai Tuhan kutuki. Memberi kemuliaan pada nama Tuhan bs diwujudkan dlm bnyk hal, misalnya saat beribadah di gereja ataupun dlm persekutuan dan doa pribadi, kalau kita tdk memuji dan menyembah Tuhan dg sungguh-sungguh, berarti kita tdk memberi kemuliaan pd nama Tuhan, akibatnya berkat kita bs dikutuki Tuhan. 
Org yg sombong, tdk mengakui karya Tuhan dlm hidupnya, dia menganggap semua sbg hasil kerjanya sndri, kehebatannya sndri. Istilah rohaninya ‘mencuri kemuliaan Tuhan’. Demikian jg org yg tdk mau melakukan Firman Tuhan, dia membuat nama Tuhan justru dihujat krna perbuatannya yg buruk. Kita tdk boleh spt itu, hrs menjaga kekudusan nama Tuhan. 
Muliakan nama Tuhan dlm setiap kesempatan yg dtg kpd kita. Apapun yg bs kita lakukan, lakukanlah utk memuliakan nama Tuhan, terlebih jika kita diberi kepercayaan utk mengelola sesuatu. Jadilah teladan dlm hal berbuat baik. Ini tanggung jwb kita bersama. 
Jadikan anggota tubuh kita sbg alat utk memuliakan nama Tuhan. Bs melalui prestasi, potensi yg kita miliki, keterampilan yg kita asah trs menerus, dsbnya. Buang semua kesombongan, rendahkan diri di hadapan Tuhan. Ingat bhw Tuhan selalu mengawasi kita 

Posted in Renungan | Comments Off on Berkat Menjadi Kutuk 

Kualitas Pelayan 

DI 28122017 
Mazmur 101:6 KJV 

Mine eyes shall be upon the faithful of the land, that they may dwell with me: he that walketh in a perfect way, he shall serve me. 

  • Mataku akan ada di atas orang-orang setia di negeri, bahwa mereka boleh berdiam bersamaku: dia yang berjalan di jalan yang sempurna, dia akan melayani aku. 

Ayat ini adalah salah satu syarat bagi raja Daud utk memilih org-org yg akan menjd pegawai ataupun pelayan di istana raja, dan ternyata Daud mengutamakan org yg setia sbg syarat utama. 
Kesetiaan lebih sulit dicari dr pd perbuatan baik. Org bs saja berpura-pura baik dg berbuat baik, namun kemudian bs saja berbuat jahat. Tetapi org yg setia akan konsisten menjd org baik, apapun keadaannya, krna sifat setianya sdh menjd karakter hidupnya. 
Bgmna mgkin menilai org lain itu setia atau tdk, jika kita sndri bkn org yg setia? Jgn bingung jika kita ternyata salah memilih org yg bekerja utk kita. Memang kadang org lain jauh lebih pintar menutup sifat aslinya shga kita tertipu, namun setdknya kita hrs mengenal ciri-ciri org yg setia dan yg tdk setia. 
Selain setia, Daud mencari org yg melangkah di jln yg sempurna. Artinya org itu berhikmat dan pintar, dia tahu mana jln yg sempurna. Jd selain otaknya pintar, dia jg memiliki insting atau prediksi yg tajam, mampu mengolah data dg baik dan bs mengambil keputusan yg tepat. Bisa menyusun rencana dg resiko yg minim dan mampu mewujudkannya. 
Setia dan berhikmat, menjadikan kita org yg dibutuhkan dlm berbagai bidang pekerjaan, teruslah mengasah diri dan tetap menjd setia, inilah modal utama kita utk mendpt kepercayaan dr org lain. Bnyk org pintar, tp blm tentu setia dan berhikmat. Tdk cukup setia saja, tp hrs terampil dan menguasai pengetahuan. Keduanya hrs saling melengkapi, ini butuh pembuktian oleh waktu. Belum terlambat utk menjd setia dan berhikmat, yg penting adalah kesadaran utk selalu berusaha menjd yg terbaik. Gunakan cara-cara yg sesuai Firman Tuhan dlm bekerja 

Posted in Renungan | Comments Off on Kualitas Pelayan