Bijak dan Bersih 

DI 11072017 
Roma 16:19 

  • Kabar tentang ketaatanmu telah terdengar oleh semua orang. Sebab itu aku bersukacita tentang kamu. Tetapi aku ingin supaya kamu bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap apa yang jahat. 

Perkataan ini kelihatannya biasa, tp kalau coba direnungkan, ini sangat penting bagi hidup kita di akhir zaman ini. 
Sesuatu yg baik jika tdk disikapi dg bijaksana bs menjd sesuatu yg berlebihan dan malah berdampak buruk. Sering memuji org tentu baik, bs membuat org yg dipuji menjd semangat dan senang, tp kalau kita sering memuji, pujian kita bs dianggap cuma basa basi saja, tak ada ‘greget’nya. Kalau blm pantas utk dipuji, jgn kita memuji, ini bs dikategorikan kebohongan. 
Spt minum vitamin, bagus bagi kesehatan tubuh, namun jika berlebihan, justru merugikan tubuh, jd hrs diminum sesuai anjuran dan aturan minumnya. Menolong org itu baik, tp kalau justru org yg kita tolong malah bergantung pd kita, tentu ini justru menyusahkan kita. 
Jadilah bijak dlm hal apapun jg, supaya yg kita terima dan alami adalah dampak yg baik jg. Selain bijak, perlu jg kita hrs ‘bersih’ dr segala yg jahat. Artinya kita yg awalnya baik jgn sampai berubah menjd jahat, istilahnya terpengaruh atau terkontaminasi oleh kejahatan. 
Kemajuan teknologi semakin dahsyat, apapun mulai bs dikerjakan oleh mesin dan program komputer, bahkan ada usaha utk mencoba mengkloning manusia. Aksi kejahatanpun menggunakan kecanggihan teknologi, bkn salah teknologinya, tp org yg menggunakannya. 
Kita hrs bersih dr yg jahat, artinya terpisah dan terlindungi dr yg jahat, ada godaan tp tdk tergoda, ada keinginan tp bs kita taklukkan. Bnyk org lakukan hal yg salah, kita tdk terpengaruh dan tetap berbuat apa yg baik. Tdk mudah di saat yg buruk justru dianggap normal dan biasa. Dulu org tertangkap berbuat kriminal malunya masih kelihatan, skrg malah senyum dan seolah-olah itu sebuah kesalahan biasa. Jgn sampai kita menurunkan standart sbg org Kristen 

Posted in Renungan | Comments Off on Bijak dan Bersih 

Tempat Surgawi

DI 10072017 
Efesus 2:6 NKJV 

and raised us up together, and made us sit together in the heavenly places in Christ Jesus, 

  • dan membangkitkan kita bersama-sama, dan memjadikan kita duduk bersama di dalam tempat-tempat surgawi di dalam Kristus Yesus. 

Surga memang ada, walaupun sebagian org menganggap tak ada tujuan lagi setelah seseorg meninggal dunia, berakhir di situ saja, tak ada surga atau neraka. 
Apa yg dimaksud dg ‘kebangkitan’ dlm ayat ini? Kalau melihat ayat sblumnya, maka ini bkn kebangkitan scra fisik dr kematian tubuh, kita ‘mati’ krna pelanggaran-pelanggaran yg kita perbuat, mati yg bgmna? Kematian adalah akhir dr kehidupan, dosa mengakibatkan kehidupan kita bersama dg Tuhan menjd terhenti, kemudian ketika tak ada lg hubungan dg Tuhan, spt nafas yg terhenti shga tubuh mengalami kematian, maka kita kehilangan hubungan dg Tuhan. 
Tuhan menyediakan solusi utk masalah dosa manusia, melalui pengorbanan Kristus yg disalibkan, mati ganti dosa kita, ada pengampunan di dlm Kristus, spt org mati yg kemudian bs kembali bernafas dan hidup, org yg menerima pengampunan dosa dr Tuhan, hubungannya dg Tuhan kembali terjalin, dan kembali hidup di dlm Tuhan. 
Apakah hanya kembali ‘hidup’ saja? Ternyata tdk, ayat ini menulis bhw ada saatnya nanti kita duduk bersama di tempat-tempat surgawi, tempat apa itu? Tentu bkn sebuah tempat yg ada di dunia, tp di surga nanti. Di mana Yesus Kristus duduk di surga? Di tahta Anak Domba (Wahyu 22:1,3). Setiap org yg percaya pd Tuhan, yg dipilih dan setia, yg diberikan otoritas, mrkalah yg nantinya akan duduk bersama dg Kristus Yesus di tempat-tempat surgawi. 
Kalau manusia bekerja utk menghidupi dirinya slma hidup di dunia, jgn lupa utk kita mempersiapkan diri utk masuk dlm hidup yg kekal bersama Tuhan. Persiapannya selama kita hidup di dunia saja, setelah kita mati, tak ada lg kesempatan utk bersiap diri. Apa gunanya hidup nyaman di dunia tp nantinya tdk masuk surga? Kita hrs sadar akan hal ini

Posted in Renungan | Comments Off on Tempat Surgawi

Harus Melayani Tuhan 

DI 08072017 
1 Tesalonika 1:9 NKJV 

… and how you turned to God from idols to serve the living and true God, 

  • … dan bagaimana kamu berbalik pada Tuhan dari berhala-berhala untuk melayani Tuhan yang hidup dan benar. 

Mana yg benar: melayani Tuhan itu sebuah keharusan atau sebuah pilihan? Jgn jawab mnrut pendapat pribadi, tp lihatlah apa yg Firman Tuhan katakan ttg melayani Tuhan. 
Ayat ini menulis bhw mengapa seseorg bertobat dr penyembahan berhala dan menjd pengikut Tuhan adalah utk melayani Tuhan yg hidup dan yang benar. Dg kata lain menyembah berarti jg melayani, ketika kita menyembah Tuhan, kita sdg melayani Dia. 
Di sini kita tahu jwbannya yaitu bhw melayani Tuhan itu sebuah keharusan, bukan sebuah pilihan yg membuat kita bs memilih sesuai pengertian sndri. 
Bgmna caranya kita melayani Tuhan? 
Galatia 5:13 NKJV 

… but through love serve one another. 
… tapi melalui kasih layani seorang akan yang lain. 
Kalau kita mengasihi maka bukti dr kasih kita adalah melayani, melalui kasih, kita melayani. Kalau kita mengasihi Tuhan, kita hrs melayani Dia, kalau kita mengasihi keluarga, hrs melayani keluarga kita, mengasihi sdr seiman berarti melayani sdr seiman. Kalau mengasihi tp tdk melayani, kasihnya patut dipertanyakan. 
Wadah utk melayani itu sangat beragam. Bisa melayani di gereja, komsel, tp jg bs melayani di keluarga kita, lingkungan kita, di komunitas di mana kita ada di dlmnya ataupun melayani perorangan. Contohnya: ikut dlm plynan di gereja, menjd usher, kolektan, pengerja, dsbnya. Dlm komsel misalnya melayani mengurus komsumsi, membagikan sharing, dsbnya. Melayani perorangan misalnya mendengar curhat dan keluh kesah org lain, mendoakannya, atau memberi tumpangan di kendaraan kita, dsbnya. Bnyk hal yg bs kita layani, tdk terikat tempat, asalkan dasarnya adalah kasih. 
Melayani bkn sebuah pilihan, lalu bgmna jika kita tdk melayani? Sbnarnya bkn tdk melayani, tp blm menyadari bhw yg kita lakukan itu plynan jg. 

Posted in Renungan | Comments Off on Harus Melayani Tuhan 

Membersihkan Jalan 

DI 07072017 
Mazmur 119:9 NKJV 

How can a young man cleanse his way? By taking heed according to Your word. 

  • Bagaimana seorang muda dapat menyucikan jalannya? Dengan memperhatikan sesuai dengan Firman Tuhan. 

Jalan yg akan kita tempuh hrs dalam keadaan yg ‘bersih’ spya tdk mengganggu kelancaran perjalanan kita. Seandainya bnyk paku berserakan, bs terjd kecelakaan akibat ban bocor dan butuh tambah waktu utk menambalnya. 
Memang terjemahan LAI berbeda, ini bkn sekedar menjaga kelakuan tetap ‘bersih’, tp menyucikan jalan kita, artinya cara hidup kita itu hrs suci/kudus, sesuai dg keinginan Tuhan. Caranya adalah dg menyesuaikannya dg Firman Tuhan. Firman Tuhan menjd panduan dlm cara kita hidup. 
Bgmna cara kita berbisnis apakah sesuai dg Firman Tuhan? Bnyk ayat dlm Alkitab yg mengatur bgmna kita mengelola bisnis, masalahnya sebagian org ‘menutup mata dan telinga’ ttg ayat-ayat ini, menganggap yg dlm Alkitab itu bertentangan dg hukum ekonomi dunia, cara berbisnisnya beda. Kalau tdk sesuai dg Firman Tuhan berarti tdk kudus cara berbisnisnya, jgn heran kalau Tuhan tdk memberkati bisnis kita. 
Cara kita berumah tangga dan berkeluarga, apakah sesuai dg Firman Tuhan? Kalau tdk sesuai maka bs saja terjd ketdk harmonisan dan tdk langgeng usia pernikahan. Anak-anak menjd nakal dan hidupnya berantakan. 
Jgn tempatkan Tuhan hanya sbg pribadi yg kita sembah di gereja saja, tp libatkan Tuhan sepenuhnya dlm apapun yg kita lakukan. Firman Tuhan memang kadang bertentangan dg apa yg dunia terapkan pd umumnya, tp kalau kita memilih utk taat, Tuhan beri apa yg tdk dpt dunia berikan pd kita. Dunia menjanjikan jalan menuju sukses dan kaya, tp Tuhan punya cara-Nya sndri utk membuat kita sukses dan kaya, letak perbedaannya adalah yg dr Tuhan tdk akan merugikan kita di masa depan, tdk menjerumuskan kita menuju kehancuran dan kebinasaan. 
Jgn hanya percaya pd kuasa Tuhan, tp percaya jg pd Firman-Nya, buktikan bhw Firman Tuhan itu ya dan amin 

Posted in Renungan | Comments Off on Membersihkan Jalan 

Menyukai Perintah-Nya

DI 06072017 
Mazmur 112:1 

  • Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. 

Bisa sampai menyukai sesuatu itu butuh pengalaman dan pembuktian tersendiri. Kalau kita suka dg makanan A misalnya, berarti kita sdh pernah makan makanan itu dan suka dg rasanya yg lezat. 
Lalu bgmna kita bs menyukai perintah Tuhan? Berarti hrs punya pengalaman dan membuktikan sndri ketika melakukannya maka hal yg baiklah yg kita alami. 
Seumpama dlm dunia ketentaraan, seorg Jendral yg terkenal ahli berperang dan ahli strategi tentu akan sangat ditunggu perintah apa yg akan dia keluarkan, krna para prajuritnya yakin bhw perintah yg dikeluarkan si Jendral ini akan membawa kemenangan besar bagi mrka. 
Kita perlu membuktikan bhw benar perintah Tuhan itu sangat berguna bagi kehidupan kita. Semua akan diawali dg ketaatan kita pd perintah Tuhan yg pertama kalinya akan kita lakukan. Pd awalnya tentu tdk otomatis kita langsung suka bgtu saja dg apa yg Tuhan perintahkan. Setelah dilakukan dan terlihat dampaknya, kita br sadar bhw perlu terus menerus utk melakukan perintah-Nya. 
Apa yg kita percayai: jalan pikiran kita sndri atau perintah Tuhan? Selama kita masih sering memakai jalan pikiran kita sndri, sulit utk mengikuti apa yg Tuhan perintahkan krna bertentangan dg jalan pikiran kita. Butuh kesadaran penuh bhw apa yg Tuhan perintahkan jauh lebih baik dan tepat dibandingkan jln pikiran yg kita miliki. Org sombong mengandalkan diri sndri dan tdk butuh Tuhan. Alangkah ruginya kalau menjd org sombong krna akan direndahkan Tuhan. 
Lakukanlah perintah-Nya sekalipun terasa berat, sukar, mustahil bahkan tdk masuk akal, belajar utk percaya penuh dan taat total tanpa pertimbangan apapun ataupun rasa takut apapun, bertindak sesuai dg yg diperintahkan, jgn mengurangi atau ditambahi, hrs tepat dan jgn ditunda utk dilakukan. Ada waktu Tuhan yg tdk boleh kita lewatkan bgtu saja, kalau terlewat maka kita bs gagal 

Posted in Renungan | Comments Off on Menyukai Perintah-Nya

Tuhan Sadar Akan Perjanjian

DI 05072017 
Mazmur 111:5 NKJV 

He has given food to those who fear Him; He will ever be mindful of His covenant. 

  • Dia telah memberi makanan pada mereka yang takut akan Dia; Dia akan sesungguhnya menjadi sadar akan perjanjian-Nya. 

Bentuk pemeliharaan Tuhan bagi org yg takut akan Tuhan sangat detail, hingga soal makananpun termasuk di dlmnya. Tentu saja harga makanan yg disantap tiap org berbeda-beda, kalau dirupiahkan mgkin mulai dr 10.000 hingga yg ratusan ribu tiap orgnya. 
Kalau kita bs menikmati mknan sampai saat ini, bersyukurlah krna Tuhan masih memelihara hidup kita. Memang kita bekerja dan menerima upah, namun kalau Tuhan tdk beri kita kesehatan, bisakah kita bekerja? Sekalipun kita telah menerapkan pola hidup sehat, kalau Tuhan menghentikan nafas kita, bisakah kita hidup? 
Penyediaan makanan merupakan salah satu bagian dr wujud perjanjian-Nya terhadap umat-Nya. Tuhan itu selalu ‘sadar’ akan perjanjian-Nya, artinya saat kita membutuhkan maka saat itu juga Tuhan menyediakannya. Tuhan selalu siap menepati janji-Nya selama kitapun menepati janji kita pd Tuhan, ingatlah bhw perjanjian itu melibatkan minimal 2 pihak atau lebih. 
Lalu bgmna dg kenyataan yg ada? Masih ada umat Tuhan yg kelaparan, miskin, doanya blm dijawab, dsbnya. Apakah Tuhan tdk sadar akan kenyataan ini? 
Perlu kita tahu bhw kalau kondisi buruk itu terjd atas umat Tuhan, ada bbrpa penyebabnya. Bs saja krna umat Tuhan telah melanggar perjanjiannya dg Tuhan, tdk setia lagi pd Tuhan, menyembah berhala, melakukan kejahatan, dsbnya. Tuhan tdk mgkin bertindak sembarangan tanpa alasan yg bs dipertanggung jwbkan. Koreksi diri kalau kita mengalami keadaan yg buruk, mgkin ada yg kita langgar dr perjanjian kita dg Tuhan. 
Penderitaan itu bagian dr proses kehidupan umat Tuhan, tdk semua penderitaan itu adalah akibat dr kutuk, kita tdk bs sembarang mengatakan bhw ada kutuk dlm hidup seseorg. Mgkin saja Tuhan sdg menguji org itu dg tujuan tertentu

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Sadar Akan Perjanjian

Tuhan Yang Berperang

DI 04072017 
Keluaran 14:14 OJB 

Hashem shall fight for you, and ye shall keep still.

  • Tuhan akan berperang bagimu, dan kamu akan tetap tenang. 

Memahami ayat ini tak boleh sembarangan, khususnya oleh para hamba Tuhan dan para pendoa, hrs paham mengapa ayat ini ada. 
Latar belakangnya adalah saat org-org Israel dibawa Tuhan keluar dr perbudakan Mesir oleh Musa, kemudian Firaun dan tentaranya kembali mengejar mrka. Jd jelas org Israel tdk punya keahlian dlm berperang, kalau masuk dlm sebuah peperangan maka pasti kalah. Tuhanlah yg saat itu mengambil alih peperangan, org Israel hanya menyaksikan bgmna Tuhan bertindak. 
Kalau menggunakan ayat ini utk segala situasi, justru bs menyesatkan. Kita akan berpikir bhw cukup berdoa dan menyerahkannya bgtu saja pd Tuhan, diam menunggu hasilnya. Bnyk yg hanya sekedar aktif dlm ‘doa peperangan’ kemudian semua dianggap selesai dan sdh menang. Logikanya saja sdh lucu, yg namanya perang itu saling berhadapan dg musuh, lalu kalau cuma berdoa saja lalu ‘main perang-perangan alam roh’ kemudian dianggap sdh menang? Tak heran justru saat kita lengah, iblis menyerang kita, lalu kita anggap itu serangan balik dr iblis, kadang ini yg membodohi umat Kristen yg suka dg ‘dunia roh’. 
Jadilah org yg dewasa dan matang rohani, termasuk ttg dunia roh dan peperangan rohani. Ada waktunya memang spt ayat ini, kita cukup tenang saja melihat Tuhan yg berperang, tp ada saatnya kita sndrilah yg hrs berhadapan dg musuh dan Tuhan menyertai kita. Tiap peperangan tentu beda strateginya. Ikuti apa yg Tuhan perintahkan, hrs maju atau diam saja. 
Jadilah org yg bkn jago hafal dan asal comot ayat saja lalu dikasih label ‘ini dr Tuhan, ini suara Tuhan’, suatu saat hrs dipertanggung jwbkan di hadapan Tuhan, jgn main-main. Peperangan rohani bkn soal berbahasa lidah hebat, tengkang tengking, patah mematah, tp soal strategi dr Tuhan dan otoritas. Kalau Tuhan tdk beri otoritas, jgn sembarangan mengadakan peperangan rohani 

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Yang Berperang

Tuhan Mengeraskan Hati 

DI 03072017 
Keluaran 14:4 

  • Aku akan mengeraskan hati Firaun, sehingga ia mengejar mereka. Dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku, sehingga orang Mesir mengetahui, bahwa Akulah TUHAN.” Lalu mereka berbuat demikian. 

Kalau kita ada pd posisi Musa dan org Israel saat itu, apa yg ada dlm pikiran kita saat itu mendengar Tuhan berfirman bhw Dia akan mengeraskan hati Firaun? Knpa bkn justru membuat Firaun ketakutan dan tdk mengejar org Israel? 
Sederhananya, mengapa sih Tuhan malah mempersulit, kan lebih cepat beres urusannya kalau Tuhan permudah semuanya? 
Sulit utk memahami maksud Tuhan ketika justru Dia mempersulit keadaan yg sdg kita alami, sdh hampir beres tp muncul hambatan baru, ternyata Tuhanlah yg membuatnya. Apakah reaksi kita salah? Apakah Tuhan sdg ‘main-main’? 
Jwban yg tepat tentunya ada dlm ayat ini yaitu Dia akan menyatakan kemuliaan-Nya sbg Tuhan bagi Firaun dan org Israel. Utk apa kemuliaan-Nya dinyatakan? Supaya yg jahat bisa bertobat dan org yg dikasihi-Nya imannya makin kuat. 
Bnyk org yg tdk percaya akan adanya Tuhan, sebagian percaya pd berhala, sebagian lg yakin bhw Tuhan itu tdk ada. Bgmna seseorg bs yakin bhw dokter A itu pintar mendiagnosa dan memberi resep obat yg manjur? Tentu saja saat ada pasien yg diperiksa dokter A, lalu minum obat yg ditulis dlm resep obat kemudian mengalami kesembuhan. Hrs ada buktinya, demikian jg utk membuat manusia percaya kalau Tuhan itu ada dg memberi bukti yaitu kemuliaan-Nya lewat mujizat, kesembuhan, tanda ajaib, dsbnya. Manusia terbiasa melihat dulu br mau percaya. 
Kalau keadaan kita dipersulit krna Tuhan mengeraskan hati org lain terhadap kita, jgn kita bingung dan bersungut-sungut, ikuti saja ‘skenario’ Tuhan, ikuti apa petunjuk Tuhan dan lakukan dg taat, nanti kita akan mengalami kemuliaan Tuhan pd akhirnya. Tuhan itu tdk ‘iseng’ atau suka ‘main-main’, Dia atur semuanya dg sempurna, tepat waktu dan berakhir indah pd waktu-Nya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Mengeraskan Hati 

Membunuh Ambisi

DI 01072017 
Kisah Para Rasul 9:21 

  • Semua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata: “Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan barangsiapa yang memanggil nama Yesus ini? Dan bukankah ia datang ke sini dengan maksud untuk menangkap dan membawa mereka ke hadapan imam-imam kepala?” 

Saulus sangat berambisi membunuh para jemaat mula-mula, tentu saja jika berhasil, dia mendpt kenaikan jabatan dan memegang kekuasaan lebih besar. Namun Tuhan mengubah menjd sebaliknya, Saulus justru menjd pekabar Injil yg luar biasa. 
Apakah ini benar-benar 100% perbuatan Tuhan dlm hidup Saulus? Bnyk org sdh mendengar Injil, tp tetap tdk percaya pd Kristus, jd ada faktor lain selain pekerjaan Roh Kudus yg membuat seseorg bertobat, yaitu faktor dr dlm hati org itu sndri. 
Perubahan drastis yg dialami rasul Paulus terbilang spektakuler, yg dia lakukan dlm dirinya adalah dia ‘membunuh ambisinya’ shga Tuhan bebas memakai hidupnya utk tujuan mulia Tuhan. Spt raja Daud ketika dikudeta oleh anaknya, Absalom, dia tdk melawan dg kekerasan, tp menyerahkan semuanya pd Tuhan. Daud menjd raja bkn krna dia berambisi jd raja, tp krna pilihan Tuhan, jd dia sadar bhw Tuhan yg menentukan siapa yg berhak menjd raja atas Israel. 
Ayub jg menyerahkan semuanya pd Tuhan, ketika kekayaan dan anak-anaknya binasa, dia tdk menyalahkan Tuhan tetapi dia berserah pd Tuhan. 
Koreksi diri, apakah kita ini bohong dan munafik tdk? Kita blg semua yg kita miliki itu dr Tuhan dan punya Tuhan, tp dlm prakteknya kita masih bertindak bhw semuanya itu milik kita, hasil prestasi kita. Kita tdk melibatkan Tuhan dlm mengambil keputusan ttg anak-anak kita, harta kita, pasangan hidup kita krna kita berpikir bhw Tuhan tdk akan setuju dg kita. Ini memang kadang tdk kita sadari, tp perlu kita sadari krna Tuhan akan minta pertanggung jwbannya dr setiap org, dan apa yg akan kita katakan di hadapan Tuhan? 
Jgn lupakan Tuhan dlm setiap perencanaan kita, hidup kita milik Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Membunuh Ambisi

Menyikapi Akhir Zaman 

DI 30062017 
2 Tesalonika 2:2  KJV 

That ye be not soon shaken in mind, or be troubled, neither by spirit, nor by word, nor by letter as from us, as that the day of Christ is at hand. 

  • Supaya kamu jangan menjadi segera terguncang dalam pikiran, atau disusahkan, juga tidak oleh roh, atau oleh perkataan, atau surat oleh sebagaimana dari kami, sebagaimana hari Kristus itu sudah dekat. 

Berita ttg akhir zaman ternyata Tuhan wahyukan jg pd rasul Paulus, walaupun tdk sedetail yg diwahyukan pd rasul Yohanes di pulau Patmos. 
Ada bbrpa hal yg diingatkan pd kita yg hidup di akhir zaman ini, terutama mengenai apa saja yg hrs kita waspadai agar bs hidup dg benar dlm menyiapkan diri menantikan kedatangan Tuhan Yesus kembali. 
Pertama, pikiran kita jgn sampai terguncang, waspadai ttg berita atau pemahaman ttg akhir zaman yg tdk berdasarkan pd yg tertulis dlm Alkitab. Jgn mudah percaya tapi jg jgn meremehkan ttg apa yg kita dengar. Kita hrs memiliki pengetahuan yg cukup ttg akhir zaman. 
Kedua, jgn sampai disusahkan, kita memang hrs bersiap, tp jgn berlebihan, jgn menurut pengertian sndri shga kita bnyk melakukan hal-hal yg tdk perlu dan mwmbuat kita masuk dlm masalah yg sbnarnya tdk perlu ada. 
Ketiga, waspada terhadap roh, yaitu roh yg menyesatkan kita, ini bkn ttg dunia gaib, tp ttg penyesatan yg dilakukan oleh roh jahat. Seolah-olah Tuhan bcra, pdhal bkn dr Tuhan. 
Keempat, waspada terhadap sesuatu perkataan yg mencatut Alkitab sbg dasarnya, bs disebut sbg ‘firman palsu’ yg isinya sebagian benar, sebagian lg salah. 
Kelima, waspada terhadap sesuatu yg mengatas namakan para pemimpin gereja pdhal para pemimpin tdk mengeluarkan suatu kebijakan, hrs cek dan recek dan mengkomfirmasi pd sumber yg bs dipercayai. Seleksi semua berita atau himbauan yg kita terima. 
Waspada itu penting spya kita tdk terombang ambing dg pengajaran dan pemberitaan ttg akhir zaman. Jgn bodoh rohani, tp hrs punya pengetahuan yg cukup dan benar ttg Firman 

Posted in Renungan | Comments Off on Menyikapi Akhir Zaman