Senang Dalam Penderitaan

DI 18082025

2 Korintus 12:10
Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Apakah kita ingin terus menerus mengalami keadaan yg penuh siksaan dan penderitaan? Rasul Paulus berkata justru dia senang dan rela, mengapa?

Normalnya org tdk mau berlama-lama dalam keadaan ditekan apalagi disiksa, menderita dan teraniaya, maka biasanya berteriak utk minta pertolongan Tuhan supaya lebih cepat datangnya. Apakah pola pikir Paulus ini tdk normal? Apakah karena terlalu banyak telah mengalami perlakuan buruk sehingga punya pandangan spt itu? Nanti dulu, dlm ayat ini perhatikan kata ‘oleh karena Kristus’, jadi kita hrs mengesampingkan penderitaan jenis yg lain, kita fokus pd penderitaan sbg seorang hamba Kristus, penderitaan sbg org Kristen. Memang ada penderitaan jenis lain, tapi itu bukan yg dimaksud Paulus dlm ayat di atas. Zaman gereja mula-mula, ada masa di mana jemaat Tuhan mengalami aniaya, jadi target, ini bs kita baca sejak Kisah Para Rasul 6 dan itu masih terjadi hingga sekarang di seluruh dunia, apalagi di tempat di mana org Kristen jumlahnya adalah minoritas, banyak sejarah yg menceritakan hal itu.

Menjd hamba Kristus, seorg Kristen hrs siap mengalami aniaya hingga kehilangan nyawa karena Kristus, para martir yang mati sudah dalam jumlah banyak dan Tuhan menunggu jumlah martir genap, barulah dimulai suatu bagian rangkaian akhir zaman: “Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka (Wahyu 6:9,11). Jadi ada perlakuan khusus Tuhan bagi org-org yang menderita terbunuh oleh karena Kristus, jadi ini mgkin penyebab mengapa Paulus senang dan rela menderita karena Kristus. Meskipun secara fisik akan melemah, tetapi roh menjadi kuat oleh karena semuanya itu. Tubuh bisa mati tetapi roh kekal adanya, menderita karena Kristus, itu sebuah kehormatan bagi seorang Kristen sejati.

Apakah kita ‘dianiaya’ karena kita pengikut Kristus? Tetaplah miliki roh yang kuat walau fisik kita makin melemah, ada upah Tuhan yg disediakan utk kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Senang Dalam Penderitaan

Tidak Semua Dikabulkan

DI 16082025

Matius 26:42, 44-45
Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!”
Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.
Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.

3x Yesus memohon pada Bapa supaya oleh perkenanan Bapa, cawan penderitaan yang harus Dia ‘minum’ itu boleh dilakukan, tetapi permohonan itu tdk dikabulkan.

Seringkali pola pikir kita ttg Tuhan itu salah, misalnya: kita pikir kalau kita hidup kudus & berkenan, pasti semua permintaan kita pada Tuhan pasti dikabulkan. Pd kenyataannya di dlm kisah ini, permintaan Yesus ditolak Bapa karena memang semua itu hrs Yesus jalani supaya tujuan-Nya datang ke dunia itu dapat digenapi. Kurang apa Yesus di mata Bapa? Dia kudus, taat, mendapat perkenanan, tapi tetap ditolak permintaan-Nya. Milikilah pola pikir yg benar ttg Tuhan terutama dalam hal pengabulan doa permintaan kita. Ada yang Dia berikan sesuai yg kita minta, ada jg yang Dia berikan justru berbeda dgn yg kita minta, tetapi ada jg permintaan kita yg ditolak dgn alasan tertentu. Apakah permintaan kita itu bergantung pd kekudusan dan perkenanan hidup kita di hadapan Tuhan? Banyak orang kecewa pd Tuhan karena pola pikir ini, karna inilah pola pikir manusia ttg manusia lainnya yaitu kalau kita baik-baik, org akan senang & memberikan yg kita minta.

Jangan kecewa bila suatu saat permintaan kita ditolak Tuhan. Contoh dlm Alkitab ada 2 kisah, pertama kisah raja Daud yg berpuasa utk hidup anaknya dgn Batsyeba, ditentukan oleh Tuhan akan mati, tetapi tetap berpuasa: “Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku.” (2 Samuel 12:23). Yang kedua ttg rasul Paulus: “Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku” (2 Korintus 12:8-9). Hormati kedaulatan Tuhan dlm hal mengabulkan permintaan kita, apapun yang Dia putuskan, terimalah dgn kebesaran hati.

Jangan jadi ‘anak manja’ di hadapan Tuhan, jadilah dewasa dlm kerohanian, bersyukur jika permintaan kita dikabulkan, tapi jangan ‘ngambek’ kalau Tuhan menolaknya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Semua Dikabulkan

Tuhan Melihat Hati

DI 15082025

1 Samuel 16:7
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

Hati manusia siapa yg tahu, kecuali Tuhan & org itu sendiri, yg terlihat mata hanya sebuah tampilan luar namun Tuhan lebih peduli dgn keadaan hati seseorg.

Penampilan luar tidak selalu mencerminkan kualitas diri seseorg, seorg yg berlimpah dgn harta tentu akan berpenampilan lebih bagus drpd yg berkekurangan. Ketampanan dan jg kecantikan bs direkayasa dgn operasi yang sekarang sdh sangat canggih. Badan kekar bs diperoleh dgn olahraga teratur. Tampilan luar seseorg bs diatur oleh kekayaan, tetapi kualitas hati seseorg, tdk dapat dipoles dgn harta, karena mgkin saja org yg sederhana ekonominya bs punya kualitas hati yg lebih baik dibandingkan dgn org kaya. Tentu kita hrs paham jg, banyak org kaya yg punya hati baik, ada jg org miskin yg berhati buruk, jadi memang bergantung pd kepribadian org itu masing-masing. Perbuatan baik bs saja dgn sengaja dilakukan, namun terselip motivasi dan tujuan lain yg menguntungkan diri sndri. Orang zaman skrg menyebutnya ‘pencitraan’ semata, supaya terlihat baik dan org banyak akan memuji.

Hati manusia adalah suatu perbendaharaan: “Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.” (Lukas 6:45). Apa yang akan kita simpan dlm hati kita? Semua yang berharga, mulia, dan baik, ataukah sampah yg justru merusak hati kita? Salah satu hal yg menjd sampah dlm hati adalah dendam, selain itu jg pikiran jahat dan kutukan. Isi dr hati bs dinilai dr ucapan yg diperkarakan, tp ada org yg sengaja bermulut manis, tapi pny niat jahat di baliknya, suatu saat terbongkar dan barulah kita tahu keaslian hati orang itu. Jd tdk cukup menilai org dr ucapannya, bisa saja itu tipuan, ucapan yg selaras dengan yg diperbuat seseorg, itulah penilaian yg benar, dgn kata lain, org yg punya kualitas hati baik, dialah org yg memiliki integritas yg baik.

Kelola hati kita dgn benar, itu bukan tugas yg dibebankan pd org lain, Tuhan memproses hati kita, tapi kita sendirilah yg menentukan apakah kita bs lulus dari proses Tuhan atau tidak.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Melihat Hati

Tuhan Yang Berperang

DI 14082025

Yosua 10:42
Semua raja ini dan negeri mereka telah dikalahkan Yosua sekaligus, sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN, Allah Israel.

Kemenangan yg diperoleh bangsa Israel dlm banyak peperangan disebabkan karna Tuhan yg berperang utk org Israel, ada peran besar Tuhan ketika bangsa Israel berperang.

Namun tercatat jg beberapa kekalahan dlm peperangan yg dialami bangsa Israel, bgmna kita memahaminya? Sederhananya, hrs kita pahami bhw ketaatan pd Tuhan itu menjadi satu penentu kemenangan atau kekalahan yabg akan dialami. Tuhan berjanji menyertai, tapi kalau ada larangan Tuhan yg dilanggar, maka ada resiko yg hrs ditanggung sendiri. Jadi penyertaan Tuhan itu suatu janji Tuhan yg pasti Dia akan genapi, namun perjanjian itu tentu ada unsur syarat di dalamnya, beda dgn anugerah yg tdk butuh persyaratan, ini karena diberikan secara cuma-cuma. Kalau ada hasil buruk yg didapat, berarti ada yang salah dgn diri org itu sendiri, koreksi diri dan jgn menyalahkan Tuhan, coba lihat ketaatan yg kita lakukan, taat sepenuhnya atau hanya sebagian? Ada bagian yg tdk ditaati, di mata Tuhan itu sama saja tdk taat, atau sengaja mengubah perintah Tuhan karena kita punya pemikiran sndri yg ‘liar’.

Bertindak di luar apa yg diperintahkan oleh Tuhan, bs kita lihat dr peristiwa raja Saul yg saat itu diperintah Tuhan untuk menghabisi org Amalek tanpa tersisa: “Mengapa engkau tidak mendengarkan suara TUHAN? Mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN?(1 Samuel 15:19). Kadang apa yg dipikir baik menurut kita, itu belum tentu sesuai dengan kehendak Tuhan. Ingin menyenangkan hati Tuhan tp dengan cara kita sendiri, terkadang itu justru dianggap sebuah ketidak taatan yg fatal sehingga Dia menarik kembali semua yg pernah Dia berikan pd kita. Memanipulasi mencari keuntungan pribadi dgn memakai ‘label’ utk Tuhan, ini suatu motivasi yg salah. Tuhan menyukai ketaatan drpd apapun yang kita persembahkan kepada Dia. Jgn berpikir ‘liar’, itu benih pemberontakan pd Tuhan yg sering tdk disadari akan berkembang menjd ketidak taatan serta melawan Tuhan.

Taat saja, jgn kurangi atau tambahi apa yang Tuhan perintahkan, itu sama dgn melawan perintah Tuhan, akibatnya akan merugikan di masa kini maupun masa depan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Yang Berperang

Tuhan Dalam PL Kejam?

DI 13082025

Bilangan 26:10
tetapi bumi membuka mulutnya dan menelan mereka bersama-sama dengan Korah, ketika kumpulan itu mati, ketika kedua ratus lima puluh orang itu dimakan api, sehingga mereka menjadi peringatan.

Mungkin timbul dlm pikiran kita, knpa Tuhan dlm PL terlihat kejam dan sadis, tapi dlm PB terlihat penuh kasih, apakah Tuhan berbeda sifatnya?

Yg perlu kita pahami adalah Tuhan baik dlm PL maupun PB adalah pribadi Tuhan yg tdk berbeda, lalu knpa terlihat sifat-Nya berbeda dan sangat besar perbedaannya? Dalam PL, Tuhan terlihat sadis, misalnya ketika bangsa Israel berperang, Dia memerintahkan supaya menghabisi semua lawan tanpa tersisa atau hidup: “Demikianlah Yosua mengalahkan seluruh negeri itu, Pegunungan, Tanah Negeb, Daerah Bukit dan Lereng Gunung, beserta semua raja mereka. Tidak seorang pun yang dibiarkannya lolos, tetapi ditumpasnya semua yang bernafas, seperti yang diperintahkan TUHAN, Allah Israel (Yosua 10:40). Dlm perang hanya ada 2 opsi yaitu ditaklukkan menjd budak atau menang menjd penguasa, jika tersisa sedikit yg hidup maka itu bs jd bibit timbulnya perlawanan & pemberontakan di masa depan. Kebinasaan dlm PL menjd satu bentuk hukuman Tuhan karena dosa, spt yg terjd pd Sodom-Gomora.

Dlm PB, bangsa Israel ada di bawah kendali jajahan Romawi, ada raja bagi org Israel yg diangkat oleh penguasa Romawi saat itu. Di sini terlihat jelas bhw nyaris tdk ada perang besar spt dlm PL. Jika dlm PL, fokus cerita pd bgmna Tuhan membentuk bangsa Israel hingga menjd sebuah kerajaan, maka di PB, fokus Tuhan adalah membentuk gereja-Nya hingga menyebar ke seluruh dunia. Kita tahu bhw ketika gereja awal berkembang, banyak aniaya yg terjd tapi tangan Tuhan menyertai hingga gereja tetap ada hingga saat ini. Dlm situasi perang tentu perlu ketegasan hingga berwujud pd kekejaman, membunuh musuh bukan berarti melanggar perintah utk jangan membunuh, ini beda situasinya. Dlm PB, kita diajar utk mengedepankan kasih, fokus bkn hidup di dunia saja, tetapi pd hidup kekal yg nantinya setiap dr kita akan alami. Jd bukan Tuhan berubah sifat, tp karena fokus-Nya di PL dan PB itu berbeda.

Tuhan tdk mentolelir dosa, dlm PL Tuhan jg terlihat memberi kemurahan pertobatan, tp kalau manusianya menolak bertobat, maka hukuman Tuhan turun, dlm PB jelas bahwa upah dosa adalah maut, kematian kekal.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Dalam PL Kejam?

Tidak Percaya Kata Tuhan

DI 12082025

Keluaran 16:26-28
Enam hari lamanya kamu memungutnya, tetapi pada hari yang ketujuh ada sabat; maka roti itu tidak ada pada hari itu.”
Tetapi ketika pada hari ketujuh ada dari bangsa itu yang keluar memungutnya, tidaklah mereka mendapatnya.
Sebab itu TUHAN berfirman kepada Musa: “Berapa lama lagi kamu menolak mengikuti segala perintah-Ku dan hukum-Ku?

Sudah Tuhan katakan bhw di hari ke-7 tidak ada manna yg turun, tp sebagian org Israel ada jg yg masih mencari di hari itu, sungguh hal ini membuat Tuhan kecewa.

Kalau boleh jujur, ada sebagian org yg hanya percaya banyak perkataan Tuhan, tp sedikit perkataan Tuhan masih belum dipercaya, ini karena bbrpa alasan, biasanya karena tidak sama dgn logika yg diyakini, perkataan yang Tuhan ucapkan bertentangan dgn logika, ini membuat pertentangan dlm batin & pikiran, mau percaya yg mana? Meragukan apa yang Tuhan katakan adalah bukti tidak dekatnya seseorg dgn Tuhan. Dlm hal pertemanan yg umum, seseorg akan percaya pd sahabatnya ketika dia mengatakan sesuatu, itu karna dia telah mengenal sahabatnya dgn baik. Ketika kita meragukan apa kata Tuhan, koreksi diri, bagaimana kualitas hubungan kita dg Tuhan selama ini, knpa sampai timbul keraguan yg diam? Biasanya karena situasi dan realita yg kita hadapi begitu menakutkan sehingga kita lebih menggunakan logika kita drpd iman yg ada dalam diri kita. Keraguan adalah tanda bahwa iman kita sedang lemah.

Tuhan berintegritas dgn ucapan-Nya, hanya dlm sedikit kasus tertentu, Dia mengubah yg jadi ketentuan-Nya, itupun dgn alasan yang istimewa pula. Jgn meragukan perkataan yg asalnya dr Tuhan: “Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?” (Bilangan 23:19). Tidak perlu sebenarnya kita sampai meragukan yg Tuhan katakan, demikian jg jgn meragukan maksud baik Tuhan sekalipun realitanya ini berbeda dgn perkiraan atau harapan kita. Yg hrs kita lakukan adalah tetap percaya walau keadaan yg terlihat mata bisa saja semakin menekan dan buruk. Tuhan menyertai dalam sepanjang hidup kita dgn syarat yaitu harus hidup kudus, benar, di hadapan Tuhan. Taat pd perintah Tuhan, jgn langgar larangan-Nya, kasihi Tuhan dgn segenap hati, beribadah dg setia kepada Tuhan.

Tuhan tdk mgkin berdusta spt manusia, yang Dia katakan sangat layak dipercaya, jgn kita biarkan realita melumpuhkan iman kita, tapi kuatkanlah iman kita dan jgn menyerah.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Percaya Kata Tuhan

Takut Pada Tuhan

DI 11082025

Keluaran 14:31
Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu.

Ketakutan terbesar adalah berhadapan dgn kematian di depan mata, ancaman terhadap nyawa dan keselamatan diri, di titik ini hanya Tuhan yg sanggup menyelamatkan.

Kisah ini menceritakan bgmna tangan Tuhan menyelamatkan bangsa Israel dari rencana pembunuhan masal Firaun dan pasukannya. Yg ada di depan mata adalah laut Teberau, tdk ada jalan lain kecuali menyeberanginya. Itulah waktunya bagi Tuhan membuka jalan di tengah air laut itu sehingga semua orang Israel yg dipimpin Musa dpt menyeberangi & lolos dr kejaran Firaun dan pasukannya yang besar itu. Akhir kisahnya kita tahu, semua yg mengejar bangsa Israel akhirnya mati dalam laut setelah air yg dipisahkan Tuhan kembali menutupi lautan. Dari awalnya takut kepada manusia, bangsa Israel akhirnya menjd takut pd Tuhan dan mengakui kepempimpinan yg Musa tunjukkan. Inilah yg hrsnya terjd dalam hidup kita, mungkin awalnya kira diintimidasi oleh ketakutan yg dibuat oleh manusia, tapi ketika Tuhan menyelamatkan kita, akhirnya ketakutan pd manusia itu berubah menjadi takut pd Tuhan.

Ketakutan apa yang sedang mengintimidasi kita hari-hari ini? Selama kita hidup benar di hadapan Tuhan, Dia pasti akan membela & menyelamatkan kita dr ketakutan itu. Yang kita perlukan adalah menguatkan iman kita pd Tuhan, saat tiada jalan utk meloloskan diri, Dia buat jalan bagi kita. Ketakutan tidak akan pernah berdampak positif pd diri kita, itu hanya mengganggu konsentrasi kita utk hidup benar di hadapan Tuhan & melayani Dia dgn bebas. Aktifkan iman kita, lakukan apa yg hrs kita lakukan bagi Tuhan, segala bentuk intimidasi bukan berasal dari Tuhan, ketakutan itu merampas damai sejahtera yg awalnya kita miliki, rebut kembali semua itu dgn melawan rasa takut dgn iman yg teguh. Org benar pasti diselamatkan Tuhan, karena itu perhatikanlah bgmna cara kita hidup, hrs hidup benar dan kudus di hadapan Tuhan & setialah pd Tuhan hingga akhir hidup kita.

Ketakutan asalnya bukan dr Tuhan, jangan kalah dgn intimidasi manusia, Tuhan adalah Pembela dan Penyelamat kita, tetap beriman dan percaya pada-Nya.

Posted in Renungan | Comments Off on Takut Pada Tuhan

Tuhan Yang Berkehendak

DI 09082025

Roma 9:18 ILT3
Oleh karena itu selanjutnya, Dia merahmati siapa yang Dia kehendaki, dan Dia mengeraskan hati siapa yang Dia kehendaki.

Masalah hati manusia, Tuhan berdaulat utk membuatnya spt apa, dlm ayat ini dikatakan bhw kekerasan hati seseorg ternyata yg jadi penyebabnya ada faktor dr Tuhan.

Tentu kita ingat kisah Musa dgn Firaun yang berkuasa waktu itu, bbrpa kali Tuhan sendiri yg berkata bhw Dialah yg mengeraskan hati Firaun: “Tetapi Aku akan mengeraskan hati Firaun, dan Aku akan memperbanyak tanda-tanda dan mujizat-mujizat yg Kubuat di tanah Mesir (Keluaran 7:3). Yang bs kita pahami adalah Dia mengeraskan hati orang yg akan Dia binasakan, kita tahu kisah yang terjd kemudian, Firaun dan pasukannya mati tertimpa air laut yg awalnya terbelah. Tentu ini sesuatu yg adalah kedaulatan Tuhan, jadi kita hrs memahami bhw Tuhan itu Mahatahu dan Dia tahu persis siapa saja org yg pada akhirnya memilih utk binasa. Mgkin ini dapat menjawab pertanyaan: apakah Tuhan benar memilih siapa yg akan diselamatkan atau yg akan binasa? Ya Dia memilih, tapi apakah itu ditentukan dr semula bahkan sblum seseorg itu dilahirkan? Agaknya pertanyaan kedua ini perlu dipahami lebih dalam.

Org yg menolak Injil berarti memilih binasa, maka makin org itu mengeraskan hati, maka Tuhan ‘turut’ membuat hatinya makin keras, hingga pd akhirnya org ini binasa. Spt buah yg mulai terlihat sedikit busuk, maka buah yg mulai busuk ini dipilih untuk dibiarkan busuk karena tdk bs lagi dikembalikan menjd buah yg segar. Makin lama kebusukannya makin bertambah, dan pd akhirnya dibuang. Itulah knpa org jahat yg menolak utk bertobat, dia akan Tuhan biarkan makin jahat, bkn karena Tuhan tdk mengasihinya, sudah ditawarkan supaya bertobat, tp ditolak. Tuhan pilih org spt ini utk dibinasakan. Jadi waspadalah jika kita terus berbuat jahat tp Tuhan biarkan itu terus kita lakukan, bukan Tuhan benci pada kita, tp kitalah yg menolak utk dikasihi Tuhan dan memilih utk dibinasakan. Keselamatan sdh Tuhan sediakan, namun hidup kita harus selaras dgn hidup org yg diselamatkan, pny hidup yg penuh dgn kekudusan.

Jangan keraskan hati, bertobatlah selama masih Tuhan beri kesempatan, ingatlah bhw hidup kita singkat di dunia fana ini, gunakan hidup utk diselamatkan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Yang Berkehendak

Mengerti Kehendak Tuhan

DI 08082025

Efesus 5:17
Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Mengerti kehendak Tuhan, bukan sesuatu yg mudah karena jalan pikiran Tuhan dgn jalan pikiran kita ini layaknya langit dgn bumi, tapi apakah kita bs mengerti kehendak Tuhan?

Jawabannya adalah ya dan tidak, ya jika Dia memberitahukannya kepada kita: “Karena itu pula, sejak hari ketika kami mendengarnya, kami tidak berhenti berdoa bagi kamu dan memohon agar kamu dapat dipenuhi pengenalan tentang kehendak-Nya dalam segala hikmat dan pengertian rohani (Kolose 1:9 ILT3). Tahu kehendak Tuhan didapati dgn memiliki pengenalan yg benar ttg kehendak Tuhan. Utk memiliki pengenalan ini, kita hrs memiliki hikmat dan pengertian rohani. Dlm hal ini tentunya logika sedikit berperan, dan jg ilmu pengetahuan bs menjd penjelasan yg baik ketika belajar utk memahami kehendak Tuhan. Pengalaman bersama Tuhan jg dapat menolong kita untuk memahami jalan Tuhan yg ditunjukkan-Nya pd kita. Itulah kenapa jgn melupakan segala perbuatan Tuhan di masa lalu, ada suatu penghubung antara masa kini dan masa depan kita yaitu pengalaman kita berjalan bersama Tuhan.

Biasanya setelah sekian waktu, barulah kita bs memahami dgn benar kehendak Tuhan. Ada sebagian kehendak Tuhan yang tertulis, misalnya segala peraturan, ketetapan yg Dia berikan dan tercatat dlm Alkitab, namun ada jg hal-hal yg terjadi secara perorangan, org itu sendirilah yg biasanya paling memahami setelah semua rangkaian peristiwa selesai & memberi suatu kesimpulan utuh: “Dan kita mengetahui bahwa segala sesuatu bekerja bersama-sama untuk kebaikan bagi mereka yang mengasihi Elohim, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya (Roma 8:28 ILT3). Awalnya kita tdk mengerti namun karena hikmat Tuhan diberikan pada kita, akhirnya kita mampu mengerti tujuan dr semua hal yg terjadi dan apa kehendak-Nya yg ingin Dia nyatakan pd kita. Itulah yg jadi sebuah kesaksian pd akhirnya, lewat semua yg terjadi, kita memahami yg jadi kehendak Tuhan.

Usahakan diri kita utk memahami kehendak Tuhan dlm hidup kita, jgn menyalahkan Dia ketika kita mengalami hal yg buruk, ingatlah bhw Tuhan yang pegang kendali atas hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengerti Kehendak Tuhan

Jangan Sebut Lagi

DI 07082025

Efesus 5:3
Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut saja pun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.

Menyebut sesuatu berarti apa yg disebut itu menjadi terdengar oleh org lain, jadi maksud dr ayat ini adalah jgn mencemarkan yg baik yaitu nama baik sbg pengikut Kristus.

Tak bs dipungkiri bhw sebagian org Kristen dahulunya punya masa lalu yg kelam, orang yg bejat, nakal, dsbnya. Dalam perbincangan bercandaan, terkadang ada ‘adu’ siapa yang paling ‘bejat’ dan terjadilah pengungkapan kisah masa lalu masing-masing dgn segala kebejatannya. Mungkin dulu ada yang suka ‘main wanita’, menghamili anak org, tukang palakin org, doyan mabuk, pemakai dan jg pengedar narkoba, dsbnya. Pertanyaannya: apakah perbincangan spt ini pantas? Cerita sambil tertawa terbahak-bahak, walaupun ini sdh jadi masa lalu, namun sebaiknya jangan jadi bahan ‘kebanggaan’, karena semuanya itu harusnya sdh menjd ‘sampah’ yg jangan dibicarakan dgn becanda. Lain halnya kalau menceritakan hal ini sbg sebuah kesaksian, tentu ada hal-hal detail yg disensor karena tdk pantas diketahui banyak orang detailnya, supaya jgn ada org yg justru tergoda untuk mencobanya.

Dlm ayat ini, hal-hal buruk spt itu jangan lagi disebutkan, karena kita telah menjd seorang pengikut Kristus yg adalah org-org kudus. Jd aneh kalau ada org-org Kristen yang ‘bangga’ dgn kebejatan masa lalunya, tdk berpikir jika semua yg dilakukannya dulu di masa lalunya itu sesuatu yg menjijikan dan najis. Tidakkah merasa malu punya masa lalu spt itu? Kalau demikian, sebaiknya dalam perbincangan ttg masa lalu, bukan untuk adu siapa yg paling bejat, tetapi menceritakan masa lalu supaya org lain jgn terjerumus dlm hal serupa. Kata yg dipakai pun sebaiknya jg dipilih yg tidak vulgar, supaya nama baik sbg pengikut-Nya jgn tercemar. Orang pd umumnya memang suka mengorek-ngorek masa lalu seseorang, namun ingatlah ada etika moral kesopanan yg hrs diterapkan. Jgn bangga jika bejat di masa lalu, tetapi malu pernah melakukannya dan terikat dgn hal itu. Ingat bhw setiap kita punya tanggung jawab menjaga nama baik dr Tuhan kita.

Jgn menyebut semua yg cemar dan buruk di tengah-tengah kita, ucapkanlah hal yg baik & membangun kerohanian kita, yg penting itu bukan masa lalu, tp masa depan.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Sebut Lagi