Batu Sandungan

DI 11042025

Matius 16:23
Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia

Iblis itu batu sandungan bagi Yesus karena satu alasan yg kelihatannya sederhana, tetapi suatu hal yg patut utk kita renungkan: memikirkan apa yg dipikirkan manusia.

Apa ada yg salah dgn apa yg dipikirkan manusia ini? Tentu kita tidak bisa mengartikan ini secara umum, lihat dulu kasusnya. Dlm kisah ini Yesus menghardik iblis yg ‘menggunakan’ Petrus untuk melarang Yesus menceritakan apa yg nanti Dia alami mengenai penderitaan-Nya. Pikiran logika mengatakan Yesus sangat pantas dijadikan sbg raja org Yahudi dlm pengertian politik, menjadi seorg pemimpin bangsa yg akan membebaskan mereka dr penjajahan Romawi. Mujizat banyak Yesus lakukan, kesembuhan juga, dipandang jg sbg seorg guru dan nabi, nyaris sempurna utk jadi seorg pemimpin bangsa. Itu pikiran banyak org ttg Yesus, pdhal Yesus datang ke dunia BKN utk menjadi pemimpin bangsa Yahudi, tetapi utk menebus dosa manusia, bila mengikuti pikiran org banyak, maka misi Yesus ke dunia bisa akan menyimpang dan rencana Bapa akan gagal. Ini sesuatu yang perlu kita cermati juga, kita sering berpikir secara manusiawi saja, tapi apakah itu sejalan dgn rencana Tuhan? Mgkin ada yg sama tp seringkali berbeda karena pikiran kita sangat berbeda dgn pikiran Tuhan. Kita mengajukan yg kita pikirkan hanya utk meminta persetujuan dr Tuhan, tetapi berapa bnyk yg Tuhan tolak?

Maka sadarlah, menjd batu sandungan itu bkn hanya karena sikap dan perbuatan kita, tetapi jg lewat jalan berpikir kita yg kita sampaikan pada org lain melalui nasehat dan teguran. Yg Petrus sampaikan pd Yesus itu sesuatu yg kelihatannya baik, tapi bila dicermati, itu berlawanan dengan rencana Bapa mengutus Yesus ke dunia untuk mati nantinya. Berani memastikan Yesus bebas dr penderitaan adalah sesuatu yg sangat arogan dan menyamakan dirinya dgn Tuhan yg berhak mengatur jalan hidup manusia. Tak heran pada setiap zaman akan muncul org-org yg berusaha menyakinkan org lain dg membawa-bawa nama Tuhan ketika mengucapkan sesuatu. Petrus dgn yakinnya berkata: “Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.” (Matius 16:22). Itulah pola pikir iblis, bahkan berani utk menentukan apa yg Yesus akan alami, pikiran ini jg diterapkan dlm ramalan: nanti akan terjd ini & itu, tp bs dihindari ya, asal kasih seserahan dgn persyaratannya. Manusia percaya saja dan dgn sukarela memberi hak pd iblis utk mengatur jln hidupnya.

Jalan pikiran yg manusiawi kelihatannya sangat baik, tapi belum tentu sejalan dgn pikiran Tuhan yg sempurna, jgn membuat org lain tersandung karena pola pikiran kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Batu Sandungan

Jangan Mengasihi Dunia

DI 10042025

1 Yohanes 2:15
Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.

Dunia dan apa yg ada di dalamnya, sesuatu yg nyata dlm kehidupan kita: kekuasaan, tahta dan cinta, iblis pernah menawarkan kemegahan yg ada di dunia pd Yesus asal Dia menyembahnya.

Jadi kita tahu bhw iblis sanggup memberikan yg ada dlm dunia ini, semuanya! Satu hal yg tdk bs iblis sediakan adalah keselamatan kekal karena dia sendiri tdk selamat nantinya, dihukum Tuhan selama-lamanya. Dlm hidup ini kita masih butuh semua yg ada dlm dunia, tentunya bila dipakai utk semua yg baik dan berdampak positif. Tapi kalau kekuasaan, tahta, dan cinta itu dimiliki org yg salah, ketiganya akan bukan saja merusak yg baik, tetapi juga merusak dirinya sendiri dan org banyak. Jadi sederhananya begini: tetap butuh, tp jangan sampai ‘menggilai’. Gila di sini bukan berarti penyakit kejiwaan, tp tergila-gila, sangat mengagungkan, jadi kekuasaan, tahta, dan cinta itu bagi mereka sesuatu yg paling diincar untuk dimiliki lalu digunakan sesuai nafsu serakah yg ada dlm dirinya. Takut kehilangan 3 hal itu, lalu berusaha menyingkirkan siapapun yang hendak mengambil semua itu dari dirinya. Tuhan tidak lagi mereka anggap yg terutama, karena dunia memang mengajarkan bhw kalau memiliki ke-3 hal itu, kenikmatan hidup dan kebahagiaan bisa dinikmati seumur hidupnya, padahal justru jadi timbul ketakutan karena menganggap org yang terdekat akan merebut semuanya itu.

“Sebab, seseorang diuntungkan apa jika dia beroleh seisi dunia tetapi kehilangan jiwanya? Atau, apakah yang manusia akan berikan sebagai pengganti jiwanya?” (Matius 16:26 ILT3) Yesus mengingatkan bhw siapa yg mengejar yg ada dlm dunia ini beresiko kehilangan jiwanya, termasuk jg nyawanya. Mana yg lebih berharga di mata kita, itu yg akan kita pertahankan untuk terus dimiliki. Org yg meninggalkan iman pada Kristus telah menganggap murah keselamatan yg Tuhan sediakan, memandang ketika dia tidak lagi menyembah Yesus, dunia akan menyanjung mereka tinggi-tinggi, karena dunia ini menolak Yesus sejak awal: “Sekiranya dunia membenci kamu, kamu mengetahui bahwa dia telah membenci Aku sebelum kamu (Yohanes 15:18 ILT3). Jadi org yg mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya, dia tidak lagi mengasihi Bapa, dgn kata lain hidupnya menjd duniawi, tidak lagi rohani, karena terus mengejar semua yg dunia ini tawarkan, tdk ada waktu lagi untuk mengejar yg Tuhan kehendaki atas hidupnya. Yang paling penting adalah hidup di dunia ini hrs paling atas posisinya, hrs dihormati, punya kekuasaan yang sangat besar dan menikmati kenikmatan dunia dgn sesama manusia. Tanpa sadar, mereka dgn sengaja ‘menjual’ iman dan keselamatan hidup kekalnya dgn semua yg fana dan sementara.

Kekuasaan, tahta, dan cinta, tdk bs dibawa mati, peti dan kuburan boleh mewah, tetapi yg tinggal nanti hanyalah tulang belulang semata, pikirkan juga bagaimana kerohanian kita bertumbuh di dlm Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Mengasihi Dunia

Mengasihi Saudara

DI 09042025

1 Yohanes 2:10 ILT3
Siapa yang mengasihi saudaranya, dia tinggal di dalam terang dan sandungan tidak ada di dalam dirinya.

Saudara itu ada 2 latar belakang, yg sekandung artinya lahir dr rahim ibu yg sama, dan yg tidak sekandung, artinya anak adopsi atau seseorang yg dianggap layaknya saudara walaupun lahir di keluarga yg berbeda.

Tentu yg lebih ditekankan adalah mengasihi yg sekandung, karena kelahiran itulah kedaulatan penuh yg Tuhan miliki, siapa yg jadi kakak atau adik adalah ketentuan Tuhan, atau mgkin menjd anak tunggal, itupun ketentuan Tuhan. Jika kita memiliki kakak atau adik, kasih kita pd mereka akan menjd pertanda apakah kita tinggal di dlm terang, di dalam Tuhan. Org terdekat yg selama hidupnya banyak menghabiskan waktu bersama biasanya adalah keluarga kandung, pasti pernah mengalami banyak gejolak dlm hubungan, karna org terdekatlah yg punya kemungkinan baik dan buruk perlakuannya terhadap kita, bisa sangat mengasihi, atau sebaliknya bs sangat membuat banyak masalah hingga tak jarang timbul suatu dendam yg berakhir dgn hilangnya nyawa. Itulah mengapa dlm kekristenan diajarkan untuk mau mengampuni trs menerus, karena pasti terjadi berkali-kali dlm kasus yg sama. Mengasihi hrs siap untuk mengampuni dan memaafkan, tidak mgkin mengasihi tapi tdk mengampuni, seperti Tuhan jg mengampuni kita berulang kali, harus bersabar sampai kita sungguh bertobat. Hal ini yg perlu jadi perhatian kita bersama, ada saling mengasihi dan saling mengampuni.

Tdk mengampuni menandakan seseorg punya sandungan bagi org lain, artinya org lain mgkin bs ‘jatuh’ akibat sikap kita yg keras dan tdk mau mengampuni. Ingat bhw seharusnya kita menjd ‘surat yg terbuka’, jgn ada yg buruk tersimpan di dlm diri kita, termasuk dendam dan niat buruk untuk membalas dendam. Kasih menginginkan suatu pemulihan hubungan melalui pendamaian yg terjadi, tapi manusia cenderung utk mencoba memaafkan tp menjaga jarak, hubungan belum mau dipulihkan karena trauma akan terulang lg kejadian yg sama karena manusia bs saja tidak sungguh bertobat, akan bisa ‘kumat’ suatu hari nanti. Dan pemikiran ini sangat manusiawi krna terbukti dlm realita kehidupan, dimaafkan lalu kembali mengulangi perbuatannya. Kasih seorg ibu atau ayah mgkin bs melakukannya, menanti anaknya bertobat, tapi kasih sesama saudara ini berbeda, belum tentu sanggup spt kasih orgtua terhadap anaknya, apalagi jika masing-masing sudah berkeluarga, pengaruh pasangan sangat besar menentukan kualitas hubungannya dgn saudara kandung, dan tak jarang tdk pernah lagi berhubungan dlm waktu panjang.

Tinggal di dlm terang berarti mengasihi saudara terutama yg sekandung, menyimpan dendam itu hanya menjd sandungan bagi org lain, jgn menjd contoh buruk dan menyesatkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengasihi Saudara

Ketaatan Sebagai Bukti

DI 08042025

1 Yohanes 2:5 ILT3
Tetapi siapa yang memelihara firman-Nya, sesungguhnya kasih Elohim telah disempurnakan di dalam dia. Dengan ini kita mengetahui bahwa kita ada di dalam Dia.

Bgmna kita tahu dlm diri seseorg memiliki kasih Tuhan? Dari ketaatannya pd Firman Tuhan karna dia memeliharanya. Artinya firman Tuhan itu dia masukkan dlm hidupnya.

Masalah yg sering terjd adalah firman Tuhan yg didengar seseorg itu hanya didengar tapi belum tentu org itu mau mentaatinya. Sebagian orang hanya ingin terlihat religius demi pencitraan diri utk tujuan tertentu. Supaya mendapat simpati supaya bs dipercaya, supaya terlihat rohani dan memperlancar bisnisnya, dsbnya. Karena itu jgn mudah percaya dgn apa yang terlihat saja, kasih Tuhan akan mendorong orang itu taat pd firman Tuhan, ini rumusannya. Kesempurnaan kasih di dlm diri seseorg terlihat dr bagaimana dia dgn begitu pahamnya mau memelihara firman-Nya. Apa makna memelihara firman Tuhan? Firman Tuhan itu dimasukkan dlm dirinya, dinilai suatu yg berharga, ‘dirawat’ supaya makin memahami firman itu dgn merenungkannya siang & malam, kemudian mempraktekannya dalam keseharian hidupnya. Jadi mudah utk menilai kerohanian seseorg: seberapa dia taat pd firman Tuhan dlm hidupnya. Firman Tuhan jgn dijadikan sekedar satu pengetahuan saja, banyak tahu ttg Alkitab tp belum jadi pelaku firman, ini sesuatu yg tidak boleh terjd dlm hidup org percaya, Tuhan tidak menghendaki kita menjd seorg yg munafik dlm hal mengasihi Dia.

Kalau hanya ingin mujizat dan pertolongan dari Tuhan saja, berarti hanya butuh Tuhan tapi tidak ingin menyembah Dia, spt sebuah toko yg kita datangi hanya jika sedang perlu sesuatu yg ada dlm toko itu, setelahnya pergi begitu saja. Kita hrs paham, perbedaan antara dikasihi Tuhan dg dikasihani Tuhan, walaupun keduanya terima pertolongan Tuhan, namun kalau dikasihi Tuhan, pertolongan yg kita terima bukan sekali dua kali saja, tetapi seumur hidup kita. Memang benar bhw Tuhan mengasihi seseorg bahkan di saat dia masih berdosa, tetapi kasih-Nya itu tujuan utamanya adalah supaya org itu bertobat, tapi kasih-Nya pd orang percaya, itu tujuan akhirnya ialah supaya kita menerima keselamatan yaitu hidup kekal bersama Tuhan. Dikasihani itu blm tentu didasari sebuah hubungan, tetapi dikasihi pasti karena ada hubungan. Kalau hubungan dg Tuhan itu kualitasnya baik, maka terjadi saling mengasihi antara kita dgn Tuhan. Kasihan tidak saling mengasihani, hanya satu pihak yg punya penilaian pantas dikasihani, sementara pihak yg lain menunjukkan belas kasihannya. Jadi bukan rasa senasib dan sama-sama meratapinya.

Bgmna kondisi kasih Tuhan di dlm diri kita? Ini sesuatu yg amat penting utk kita ketahui, yang menjadi acuan penilaiannya adalah seberapa ketaatan kita pd firman Tuhan dan memelihara firman itu dlm sepanjang hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Ketaatan Sebagai Bukti

Setelah Kematian

DI 07042025

Ibrani 9:27 ILT3
Dan sebagaimana ditetapkan atas manusia untuk mati satu kali saja, dan sesudah itu penghakiman;

Banyak orang ragu apa yg ada setelah kematian, ada yg tdk percaya surga dan neraka, bahkan yg tdk dipercayai juga yaitu keberadaan Tuhan, jadi bgmna dlm ajaran kekristenan?

Jawabannya ada dlm ayat ini, setelah kematian adalah penghakiman! Jika demikian, kita hidup di dunia ini spt hendak masuk dlm pengadilan, ada yg hrs dipersiapkan layaknya org akan hadir di sebuah pengadilan. Siapa yg dihakimi? Setiap manusia, siapa hakimnya? Tuhan. Kasusnya? Ini jawabannya sederhana: semua apa yg diperbuat dan dikatakan, artinya ada yg salah dlm segala perbuatan dan perkataan kita. Siapa manusia yg tdk pernah berdosa? Tidak ada! Dalam sebuah kasus dlm persidangan, kita perlu seorang yang membela, ibaratnya seorg pengacara handal yg bs meloloskan kita dr jeratan hukum. Perkata yg diadili adalah dosa-dosa kita, bisakah manusia membela dirinya sendiri dlm hal dosanya? Tidak satupun manusia akan lolos dari penghukuman karena semua manusia telah berdosa. Tapi kita yg di dalam Kristus, masalah dosa kita telah ada penyelesaiannya, yaitu melalui pengorbanan yg Yesus lakukan. Yesus mati utk menebus kita dr kuasa maut, yang harusnya kita dihukum, tetapi oleh kasih karunia maka kita diselamatkan. Yg dahulu adalah hamba dosa, kita dimerdekakan dan menjd milik Kristus.

“Dan mereka menyanyikan nyanyian baru sambil berkata, “Layaklah Engkau untuk mengambil kitab itu dan membuka meterai-meterainya, sebab Engkau sudah disembelih, dan dengan darah-Mu Engkau sudah membeli kami bagi Elohim, dari setiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa (Wahyu 5:9 ILT3). Ayat ini perlu utk kita ketahui: “Hai anak-anakku, aku menuliskan hal-hal ini kepada kamu, supaya kamu tidak berdosa, dan jika seseorang telah berdosa, kita memiliki pembela pada Bapa, yaitu YESHUA HaMashiakh yang adil (1 Yohanes 2:1 ILT3). Ini sebabnya org Kristen tdk perlu takut ketika akan menghadapi kematian tubuh, kepastiannya utk diselamatkan oleh Tuhan itu terjamin, wajahnya saat hendak meninggal terlihat damai, tdk takut dan tdk membuat keluarganya takut. Hidup dlm damai sejahtera, itu keinginan Tuhan atas kita, demikian jg mati dlm kedamaian, ini kehendak Tuhan juga. Selamat bukan hanya soal masuk surga, tp bagaimana hidup dan mati dlm damai, inilah yg Tuhan sediakan bagi mereka yg setia & percaya pd Yesus, tdk menyangkal dan beriman hingga waktunya menghadap Bapa di surga.

Persiapan apa yg sudah kita lakukan? Setiakah kita pd Tuhan? Jangan keluar dr keselamatan yg Tuhan berikan pd kita, tetap hidup benar & tidak meninggalkan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Setelah Kematian

Diperdamaikan Oleh Darah

DI 05042025

Kolose 1:20 ILT3
dan melalui Dia, untuk mendamaikan segala sesuatu kepada diri-Nya –dengan membuat pendamaian melalui darah salib-Nya– melalui Dia, baik hal-hal yang ada di atas bumi maupun hal-hal yang ada di dalam surga.

Mengapa Yesus harus menjd manusia? Jikalau mau mengampuni dosa ya cukup mengampuni saja, tak perlu jadi manusia? Pertanyaan yang sering diajukan utk menggoyahkan iman orang Kristen.

Jika kita tanyakan balik: kalau dosa diampuni, jd bs otomatis masuk surga? Di dunia saja, negara menyiapkan penjara utk para pembuat kriminal, walaupun terdakwa menyesal dan minta maaf, apakah bs lolos dr hukuman penjara? Dosa tdk sesederhana yg kita pikirkan, bobot dosa beda dgn bobot kesalahan biasa. Apa dampak dosa yg kita perbuat? Selain berdampak terhadap diri sendiri, jg berdampak buruk pd hubungan kita dgn Tuhan: “tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu (Yesaya 59:2). Yang hrs Tuhan bereskan adalah mengembalikan kedekatan diri-Nya dgn kita yg penuh dosa ini. Apa yg bisa memperdamaikan kita dgn Tuhan? Hanya darah Kristus! Itulah knp Yesus hrs lahir ke dunia utk mati menebus dosa kita semua: betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup (Ibrani 9:14).

Manusia cenderung menjauhi orang yg berbuat salah terhadapnya sekalipun telah memaafkan. Trauma dan tdk mau terulang lagi disakiti dan dijahati. Seandainya Tuhan spt itu, memaafkan tp tdk mau berhubungan dekat lagi dengan kita, bisakah kita masuk surga? Sesuatu yg luput dr pikiran kita karena kita berpikir bhw Tuhan sama dgn manusia, pdhal cara berpikir Tuhan dengan cara berpikir manusia sangat jauh berbeda. Ini yang membuat Tuhan Yesus mengorbankan diri supaya kita berkesempatan bersama dgn Dia di surga pd saat kekekalan nantinya. Dosa bs saja diampuni, tp rusaknya hubungan tdk bs dipakai cara memaafkan saja. Kasih Tuhan itu panjang dan tak terselami, maka Dia ingin dosa tdk lagi menghambat kedekatan-Nya dgn kita. Perlu utk kita trs meminta pengampunan dosa yg disertai pertobatan yg sungguh, bukan main-main dgn kasih karunia Tuhan. Berusaha untuk masuk ke dlm surga itu butuh perjuangan, kita sudah dgn mudah ditunjukkan jalan-Nya melalui Yesus, tp utk masuk ke sana, itu butuh perjuangan yang tdk mudah, karena itulah kita hrs menghargai pengorbanan Kristus utk mendamaikan kita dgn Bapa di surga.

Hiduplah dgn berbuah sesuai dgn pertobatan & tunjukkan bhw kita ini org-org yg menghargai pengorbanan Kristus disalib, hidup dgn serius & mengasihi Tuhan dgn sungguh.

Posted in Renungan | Comments Off on Diperdamaikan Oleh Darah

Tuhan Yang Menguatkanku

DI 04042025

Filipi 4:13 KJV
I can do all things through Christ which strengtheneth me.

Aku dapat melakukan semuanya melalui Kristus yang menguatkanku.

Ayat ini ditulis rasul Paulus setelah dia berkata bhw semua jenis penderitaan dan kenikmatan hidup sudah dia rasakan semuanya, dia ingat di dalam semuanya itu Tuhanlah yg menguatkan dan membuatnya bs merasakannya.

Waktu berlimpah maupun kurang, waktu lemah maupun kuat, ada peran Tuhan di sana. Sebagai org Kristen memang kita harus siap mengalami penderitaan, namun kita hrs paham bahwa ada 2 penyebab penderitaan: karena dosa kita atau karena menjd pengikut Kristus. Yg rasul Paulus maksudkan adalah penderitaannya sbg seorg rasul yg dahulu dirinya menjd pemburu jemaat mula-mula utk ditangkapi dan dimusnahkan. Jd ini sebuah penderitaan karena dia berbalik arah hidupnya menjd pengikut Kristus, hamba Tuhan yg melayani banyak org non Yahudi utk mereka mendengar Injil dan menjd percaya. Apakah bs dikatakan penderitaannya merupakan balasan dr perbuatannya sblum bertobat? Tentu tidak, karena org-org yg dulu diburunya, tdk membalas dendam, tetapi mengasihi rasul Paulus. Hal ini tentu membuat kita paham, apapun keadaan yg kita alami sblum menjd pengikut Kristus, bukan berlaku hukum tabur tuai, tetapi kasih karunia. Secara fisik, mungkin berlaku hukum tabur tuai, misalnya gaya hidup tdk sehat, setelah menjadi pengikut Kristus bukan berarti tdk berdampak lagi ke tubuh, itu tetap ada, ibarat tato tdk bisa hilang begitu saja setelah selesai dibaptis.

Tuhan yg menguatkan, berarti ada kekuatan yg Tuhan tambahkan pd kita utk kuat menanggung semuanya, ibarat mendapat bantuan saat akan mengangkat sebuah beban berat, yg kalau 1 org saja akan sangat sulit mengangkatnya, tapi jika dibantu org lain maka akan bs terangkat. Dalam hidup ini kita hrs sadar, ada situasi di mana kita tdk mampu menanggungnya sendirian, hrs ada Tuhan yang menguatkan kita, ini mengingatkan kita bhw kekuatan yg kita miliki ini terbatas, tdk sanggup menanggung yg melebihi kapasitas yg kita punya. Seseorg yg tegar dahulunya, bs saja nanti akan menangis karena yg ditanggungnya terlalu berat bagi dirinya. Ejekan org lain pd kita sbg pengikut Kristus, ini salah satu yg berat utk kita tanggung, belum lagi org mempersulit kita karena kita ini org Kristen, dsbnya. Penderitaan karena kita ini pengikut Kristus memang selalu bs timbul kapan saja, beragam bentuknya, beda level beratnya, tetapi jika Tuhan bersama kita, di dlm keadaan apapun, kita bisa tetap kuat, tidak mudah digoyahkan, bahkan akan tampil sebagai pemenang, karena Tuhan yang menguatkan dan memampukan kita.

Jgn andalkan kekuatan kita sendiri, hidup akan selalu bergejolak, ada saat kita merasa aman, tp ada saat kita merasa terancam, selama Tuhan yg menyertai, kita bs tetap kuat menghadapinya dan menang.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Yang Menguatkanku

Tunjukkan Lewat Hidup

DI 03042025

Filipi 4:5 ILT3
Biarlah kelembutan hatimu diketahui oleh semua orang, Tuhan itu dekat.

Apa yg harus ditunjukkan saat kita hidup dalam kedekatan tibanya waktu Tuhan? Dlm ayat yang ini, rasul Paulus menunjuk kelembutan hati yang hrs ditunjukkan.

Kelembutan hati, dlm bahasa aslinya epieikēs yg berarti pantas (approriate), lembut hati (mild), kesabaran yang lembut dan sederhana (gentle moderation patient). Jadi kita yg hidup di akhir zaman, meyakini bahwa kedatangan Yesus yang kedua kalinya sudah sangat dekat, hrs memiliki & menunjukkan kelembutan hati, kesabaran dan kesederhanaan diri kita. Kalau disederhanakan, kita bs memakai kata ‘tidak emosian dan tidak sombong’. Ini relevan dgn realita yg ada dalam keseharian hidup kita, banyak org sengaja untuk pamer apa yg dimiliki, sombong karena menjadi penguasa, menindas org dgn kekuasaan, tidak lagi mau sabar, maunya instant dan uang menjd pembuat yg sulit menjadi mudah. Tak salah jika kita diingatkan bhw bahaya kalau cinta uang, ini yg seringkali disangkali oleh org yg duniawi. Di dlm pikiran org banyak, uang bukan segalanya tp segalanya butuh uang, ini kebenaran yg tidak seluruhnya benar, benar bhw banyak hal dalam hidup di dunia ini butuh uang, tapi uang hanya bs memperpanjang umur dan menyembuhkan penyakit, tetapi uang tak punya kuasa menahan setiap org utk meninggal ketika waktunya tiba.

Kelembutan hati, artinya punya hati yang ‘sehat’, spt perut yg sehat itu lembut, tp perut yg punya kanker di dalamnya menjd tdk lembut lagi, tapi perut itu mengeras. Org yg lembut hati, belajar dr kehidupan dan mengujinya dgn firman Tuhan yg ada dlm Alkitab. Org biasanya bangga karena punya banyak pengalaman dan pengetahuan, tp seringkali apa yg dihadapi di depan nantinya tdk selalu sama dgn masa lalu, pengetahuan terus berkembang, artinya yg ada sekarang ini belum sempurna, akan terus disempurnakan. Hati yg lembut menyadarkan pemiliknya bhw dia belum sempurna, belum mencapai standart yg Tuhan tetapkan, karenanya butuh dinasehati, ditegur & terus belajar utk menjadi lebih baik di masa yg akan datang. Sadar bhw hidup dlm Tuhan butuh waktu dan kesabaran, tdk instant, proses yang dihadapi pasti tdk mudah tetapi bs utk dilewati dgn baik. Sulit tetapi bisa, inilah yg hrs ditanam dlm pikiran kita yg seringkali ditakut-takuti oleh pikiran kacau kita sendiri. Pikiran kacau timbul karena kita kehilangan ketenangan, tdk sabar, dan membuat kita ragu dgn potensi yg dimiliki. Kuasai diri supaya bs tenang, kalau tenang, bs utk berdoa, menerima pertolongan Tuhan.

Tunjukkan kelembutan hati kita di akhir zaman ini, jgn biarkan keduniawian menggoda nafsu duniawi kita, kuasai diri dan jadilah tenang, jgn menyerah pd keadaan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tunjukkan Lewat Hidup

Berani Membuang

DI 02042025

Kisah Para Rasul 19:19
Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak.

Ada hal baik yg patut dipertahankan ketika kita memilih percaya pd Tuhan Yesus, tetapi ada jg hal yg seharusnya dibuang ketika kita menjadi seorg Kristen.

Contoh bukti pertobatan terlihat dlm ayat yang kita baca, mereka mengumpulkan & membakar kitab-kitab sihir di depan umum. Sesuatu yang butuh keberanian karena mgkin saja masih ada org-org yg tetap bertahan tdk mau percaya pada Injil Kristus. Membakar kitab sihir tentu dilihat sbg suatu penistaan atau penghinaan bagi mrka yg teguh mempraktekkan sihirnya. Tetapi inilah karya Tuhan dlm diri org yg sungguh bertobat, selalu ada keberanian utk mengganggap suatu hal sbg ‘sampah’ yg hrs dibuang dan ditiadakan atau dimusnahkan. Memutuskan hubungan dgn yg lalu atau yg sebelumnya, mencerminkan bhw malu dgn masa lalu ketika mulai hidup sebagai seorg Kristen. Ada org yg justru menyimpan dgn rapat hal-hal yg seharusnya diputuskan dr hidup setelah menjd org Kristen. Jd sangat diragukan apakah bertobat atau tdk, karena pertobatan itu pasti ada resiko yg mgkin bs terjd, bahkan dapat saja nyawa terancam karena menjd org Kristen. Pertobatan hrs ‘radikal’, dlm pengertian tdk mau hidup sama spt waktu masih pendosa, hal yang dapat merangsang utk kembali pada dosa harus disingkirkan, jgn disimpan sehingga menjd jerat bagi masa depan.

Jadi memang jgn langsung percaya pd orang yg mengaku bertobat, jika hanya di mulut saja tapi tdk berani mewujudkan pertobatannya melalui perbuatan, ini patut diragukan pertobatannya. Di dlm realita yg ada, bbrpa org mengaku percaya Yesus dan bertobat, tapi mencari keuntungan dr kisah pertobatannya. Ingin menjd viral, bersaksi kesana kemari, dapat uang, ada jg yg karna mau menikah, menjd Kristen supaya bs menikah dgn pasangannya, dsbnya. Setelah terlaksana, hidup kembali ke masa lalu, malas ke gereja, kembali ke kebiasaan buruk, dsbnya. Petobat baru harus mendapat bimbingan ketat, bukan berarti karna seseorg menjd Kristen lalu otomatis gaya hidup dan karakternya berubah, tdk demikian. Untuk seorg petobat baru, jgn diberi ‘panggung’ dahulu karna: “bukan yang baru bertobat, agar jangan karena bermegah, dia jatuh ke dalam penghakiman si iblis. (1 Timotius 3:6 ILT3). Jadi butuh waktu utk melihat pertobatan seseorg, ini jg terlihat dr kisah pertobatan Paulus yang perlu waktu utk semua orang yakin bhw dia bertobat. Paulus berani menganggap semuanya sampah: Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus (Filipi 3:8).

Jangan masih punya ‘sampah’ yang kita simpan dlm kehidupan kita, sampah akan membusuk & baunya pasti menyebar dan tercium, jgn sampai Tuhan menyingkapkannya di depan bnyk orang sehingga kita menjd malu.

Posted in Renungan | Comments Off on Berani Membuang

Bukan Karena Perbuatan Benar

DI 01042025

Titus 3:5 ILT3
bukan atas dasar perbuatan-perbuatan yang ada dalam kebenaran yang telah kita lakukan, melainkan berdasarkan rahmat-Nya, Dia telah menyelamatkan kita melalui permandian kelahiran kembali dan pembaruan Roh Kudus,

Bgmna kita diselamatkan menurut iman seorg Kristen? Menurut paham non Kristen, mereka percaya perbuatan baik merekalah yg jadi satu penentu mereka selamat atau tdk.

Menurut ayat ini, bukan kesalehan kita yg dapat menyelamatkan kita, selamat di sini sederhana dlm arti masuk surga, tdk turut dihukum Tuhan. Jadi bahkan lebih dr perbuatan baik, perbuatan yg kita lakukan sebagai ketaatan pd Tuhan, ini yg dimaksud dlm perbuatan di dlm kebenaran, inipun tdk mgkin akan menyelamatkan kita. Jadi jelas ada perbedaan antara Kristen dan yg non Kristen: kalau non Kristen mengatakan bhw yg menentukan keselamatan mereka adakah diri mereka sendiri melalui kesalehan dan berbuat baik, tetapi dlm Kristen, kita diselamatkan oleh rahmat Tuhan melalui pembaptisan dan karya pembaharuan oleh Roh Kudus dlm diri kita. Ini tentu sesuatu yg secara logika pun bs dipahami: jika surga itu adalah rumah Tuhan, maka yang paling tahu apa yg hrs dipersiapkan utk masuk ke dalamnya adalah pemilik surga itu sendiri. Ini spt seorg tamu tdk mgkin bebas datang masuk dlm rumah seseorg, ada aturan dan perjanjian akan datang jam sekian, barulah dipersilahkan masuk, kalau bs masuk surga karna perbuatan baik, itu ibarat bs masuk rumah org kapan saja asalkan berpakaian rapi dan bersih. Padahal ini bukan ttg pakaiannya, tapi apakah sudah janji atau belum antara tamu dan pemilik rumah.

Bisa masuk rumah seseorg, itu bkn berpakaian rapinya, tp kenal tidaknya dgn tuan rumah. Jika kenal maka bs buat perjanjian kpn mau datang dan diperbolehkan masuk nantinya. Kita diajar utk punya hubungan yg intim dgn Tuhan 2 arah, artinya bukan hanya kita mengenal Tuhan, tapi apakah kita dikenal oleh Tuhan dan penghuni di surga, bahkan di alam roh jahat, seseorang yang saleh dikenali: “Tetapi roh jahat itu menjawab: “Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu? (Kisah Para Rasul 19:15) Tak mgkin diizinkan masuk rumah org jika tidak dikenal oleh pemilik rumah. Kita yg percaya pd Injil Yesus Kristus, menjd anak-anak Allah, anak tentu bisa bebas masuk bahkan tinggal dalam rumah bapanya. Dlm Kristen ada kepastian bisa masuk surga, tetapi apakah kita akan masuk di dalamnya, bergantung pd kesetiaan kita, setia beriman pd Kristus? Org yg meninggalkan iman pd Kristus justru menyulitkan diri mereka untuk masuk surga, karena perbuatan mereka tdk bisa menjamin mereka masuk surga. Pertanyaannya adalah mereka mgkin masuk surga versi lain & berbeda dgn surga dlm kekristenan. Walaupun nama mgkin sama yaitu surga, tapi isi di dalam bs sangat berbeda.

Sudah siapkah kita jadi penghuni surga? Ingat bhw masuk surga bukan otomatis karena jadi org Kristen, karena tdk semua org Kristen bisa masuk surga, tetapi yg namanya tercatat dalam kitab kehidupan, ingat itu!

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Karena Perbuatan Benar