Sampaikan Saja

DI 29082025

Yehezkiel 2:7 ILT3
Dan engkau akan menyampaikan firman-Ku kepada mereka, apakah mereka mau mendengarkan atau apakah mereka akan mengabaikan, karena mereka adalah pemberontak.

Nabi Yehezkiel diutus Tuhan menjadi nabi bagi bangsa Israel di mana saat itu moral bangsa Israel sangat rendah, mereka dgn sengaja memberontak pd Tuhan.

Hanya ada 2 kemungkinan saat firman dr Tuhan itu disampaikan: didengarkan atau diabaikan. Inilah tantangan yg hrs dengan mental yg kuat dihadapi para penyampai firman Tuhan. Jika didengarkan, tentunya itu suatu hal yg baik, tetapi jika diabaikan, ini sesuatu hal yg buruk, bs saja org akan marah dan menganiaya, nyawa terancam hingga menimbulkan ketakutan besar. Yg nabi Yehezkiel hadapi saat itu ialah suatu bangsa yg memberontak pd Tuhan, dalam arti firman Tuhan itu tdk dihormati dan jg tdk ditakuti. Biasanya seorang nabi diutus itu mendahului sblum hukuman Tuhan yg telah Dia rancangkan akan dilakukan-Nya, dgn harapan terjadinya pertobatan shga hukuman tdk perlu dijatuhkan. Ini jg yang Tuhan lakukan terhadap Niniwe, Yunus yg diutus utk menyampaikan peringatan dan berakhir dgn pertobatan Niniwe.

Bgmna respon kita saat membaca Alkitab lalu menemukan ayat-ayat yg bicara dgn jelas bhw apa yang kita lakukan itu dosa? Kita perhatikan atau kita abaikan? Kalau kita abaikan, ada kemungkinan kita akan lakukan ulang dosa yang sama, ujungnya adalah hukuman Tuhan ditimpakan atas kita. Keadaan kita menjd buruk, semuanya spt berubah menjd kutuk. Kalau keadaan kita spt itu, cepat bertobat dan memohon pengampunan Tuhan supaya hukuman itu segera berhenti. Tapi hrs bertobat dengan sungguh-sungguh, jgn cuma pertobatan palsu, takut hukuman Tuhan makin parah, ingat bhw Tuhan tdk mgkin ditipu, Tuhan tahu isi hati tiap org, tiada yg tersembunyi dr hadapan-Nya. Bertobat dan kembali ke jalan yg Tuhan ingin kita jalani, hidup dlm takut akan Tuhan, dan kembali menikmati kasih sayang Tuhan.

Jangan abaikan teguran & peringatan yg Tuhan sampaikan, bertobat dan lakukan apa yg menyenangkan hati Tuhan, jangan tantang Tuhan semakin murka.

Posted in Renungan | Comments Off on Sampaikan Saja

Tuhan Tetap Menyayangi

DI 28082025

Ratapan 3:32
Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya.

Kasih Tuhan tetap ada di saat susah, duka dan aniaya, inilah keadilan Tuhan yg nyata, sekalipun Dia menghukum kita, namun yg Dia lakukan adalah tetap menyayangi kita.

Gambaran yg mudah kita pahami adalah spt kasih orgtua pd anaknya, ada saatnya anak hrs dididik dgn hukuman fisik, ketika hukuman itu dilakukan, dasarnya itu kasih, menghukum tp tetap menyayangi. Tuhan jg demikian, saat menghukum kesalahan bangsa Israel, namun kasih setia-Nya yg berlimpah tetap ditunjukkan, yg Dia tidak suka adalah kesalahan dan dosa yg kita perbuat, namun pribadi kita tetap dikasihi dan tentu saja didikan-Nya akan berlanjut terus. Didikan yg keras memang sebagian dibutuhkan terhadap orang yg berkarakter keras kepala dan tegar tengkuk, sulit mau tunduk pd Tuhan dgn sukarela. Diberitahu yg baik, tetap saja diabaikan dan hidup dg semaunya. Biasanya Tuhan beri teguran dulu sebelum hukuman dilakukan, dengan harapan kita masih punya niat bertobat dg sungguh-sungguh.

Tuhan tdk ingin kita susah, tp kadang Dia perlu membuat kita susah supaya jera & kapok melawan perintah-Nya. Dlm Alkitab kita melihat bgmna pembangkangan yang dilakukan bangsa Israel terhadap perintah Tuhan, hukuman diberikan lalu mulailah bangsa Israel berseru pd Tuhan. Jd tujuan penghukuman Tuhan memang ujungnya adalah pertobatan kita, namun jika terjadi sebaliknya, kita tdk bertobat, hukuman itu bs saja diperpanjang, kalau tdk bertobat jg, kita pasti dibinasakan. Tuhan memberi harapan saat kita susah, berduka, dengan tujuan Dia ingin memulihkan hubungan yg kembali spt semula. Dia mengutus Yesus demi memperdamaikan kita dgn Bapa, ini supaya kita berkesempatan hidup kekal nantinya di surga. Tanpa inisiatif dr Tuhan maka nasib kita akan berakhir di kematian kekal selama-lamanya.

Jangan menganggap murah kasih sayang Tuhan, jangan mempermainkan perasaan Tuhan, tunjukkan pertobatan yg sungguh dan hasilkan buah dr pertobatan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Tetap Menyayangi

Tetap Mengikuti Tuhan

DI 27082025

Yosua 14:14
Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati.

Kenapa kadang kita gagal menerima bukti dr apa yg Tuhan janjikan? Kaleb menerima Hebron sesuai dgn yg Musa janjikan, dan itu karena dia tetap setia mengikut Tuhan.

Jangka wkt 45 tahun sejak janji Musa pd Kaleb, bukanlah waktu yg sebentar. Dalam hal kesetiaan, bukan prestasi yg jd ukuran, tapi apakah tetap berada di posisi semula hingga sekarang. Kaleb tetap mengikuti & setia pd posisinya yaitu mengikut Tuhan dgn segenap hati. Jadi menerima wujud janji Tuhan itu bukan sekedar percaya, tp juga hrs setia, karena kapan waktunya utk janji itu diwujudkan, hanya Tuhan yg tahu dan mengaturnya. Ibarat tetap berada dlm antrian, jgn keluar darinya, karena posisi kita akan digantikan oleh org di belakang kita. Jika kita ingin kembali, hrs rela untuk mengantri ulang di posisi paling belakang dan tentunya butuh waktu lama lagi untuk sampai di posisi paling depan. Hal ini yg terkadang tdk kita sadari, mgkin kita sdh merasa berbuat ini dan itu, tapi kita tidak setia sampai akhir.

Iman bisa melemah, tp iman akan menjadi kuat kalau kita setia, melewati segala yg terjadi dgn kesetiaan, itu akan membawa kita kepada moment menerima wujud dari janji Tuhan. Butuh 45 tahun bagi Kaleb utk menerima apa yang Musa janjikan, ini dgn kondisi Kaleb setia mengikut Tuhan. Tidak perlu kita pamer apa yg sdh kita perbuat, Tuhan melihat dan mengingatnya. Suatu hal yg tdk semua org dapat melakukannya adalah setia hingga waktu Tuhan tiba. Di dalam Alkitab, raja Saul gagal menunggu kedatangan Samuel hingga akhirnya dgn sembrono dia mempersembahkan korban yg harusnya bukan kewenangannya. Saul akhirnya ditolak Tuhan sbg raja, sungguh suatu akibat yg fatal. Belajar utk dengan sabar menunggu kapan waktu Tuhan itu tiba, sekalipun butuh penantian panjang, tp percayalah bhw Dia pasti menggenapi semua janji-Nya.

Setia mengikut Tuhan, bukan hanya skrg, tapi seumur hidup kita, percayakah bahwa kita akan terima apa yg Dia janjikan, karna Diapun setia menepati janji-Nya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tetap Mengikuti Tuhan

Jangan Sendirian

DI 26082025

Pengkhotbah 4:10 ILT3
Sebab jika mereka jatuh, yang seorang akan membangunkan temannya. Tetapi celakalah orang yang jatuh dan tak ada orang lain untuk membangunkan dia!

Pemikiran ini tampaknya didasari dr yang Tuhan katakan ketika baru hanya seorang Adam yg tercipta, tidak baik kalau seorang diri saja.

‘TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” (Kejadian 2:18). Dlm realita zaman sekarang ini, kita temui ada bbrpa kejadian ttg bgmna seorg lansia itu ditemukan meninggal setelah bbrpa hari, karena dia tinggal sendirian. Keluarganya di mana? Ada yg memang tdk punya anak, dan saudaranya tdk ada yg dekat, ada jg anak-anaknya jarang berkunjung, tinggal sendirian dlm rumah, malam hari pintu hrs dikunci, sehingga apa yg terjd saat malam itu, tdk ada yg tahu. Pentingnya perhatian pada orgtua dan para lansia, jgn dibiarkan hidup sendirian. Ada org yg berpikiran tdk ‘sehat’, orgtua yg lansia dianggap sebagai suatu beban, tp warisannya tetap diincar, memang sungguh tragis!

Sendirian memang tdk baik, walau bbrpa org terpaksa menjalaninya. Keterbatasan yg dimilikinya berakibat pd sedikitnya org yg mau berteman, atau karena orang tdk suka dgn karakternya, org yg tdk bergaul dgn semestinya sehingga semua menjauh dan menolak berteman. Bgmna berteman itu suatu seni dan ilmu yg harus dikuasai. Org bisnis pasti ingin mencari partner yg menguntungkan, bgmna menjalin sebuah kerjasama dlm waktu yg panjang memang butuh keahlian komunikasi yg baik. Intinya adalah kita hrs menjd pribadi yg baik dan disukai, bukan org yg pembuat masalah. Dlm ruang lingkup paling dekat, yaitu dgn pasangan hidup kita, yg menemani hingga maut memisahkan, bangunlah hubungan yg berkualitas, kita ini bukan manusia yg ‘super’, butuh org terdekat yg menolong & menopang kita saat suka maupun duka.

Jadilah pasangan yg sepadan dlm urusan apapun, apakah sbg pasangan hidup, sbg partner bisnis, sbg sahabat karib, dsbnya. Kita akan sulit jika terus sendirian.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Sendirian

Karena Berbuat Jahat

DI 25082025

Mikha 3:4
Mereka sendirilah nanti akan berseru-seru kepada TUHAN, tetapi Ia tidak akan menjawab mereka; Ia akan menyembunyikan wajah-Nya terhadap mereka pada waktu itu, sebab jahat perbuatan-perbuatan mereka.

Jika kita ingin bertemu seseorg, tetapi org itu menolak utk ditemui, pasti ada sesuatu yg telah terjadi, alasan kuat yg membuat kita tdk diizinkan menemuinya.

Berseru pd Tuhan tp Dia tdk menjawab, ini sesuatu level di mana kekecewaan sudah meningkat menjadi kemarahan besar dan berujung pd penolakan. Jadi kita hrs tahu bhw ada saat Tuhan menolak mendengar apalagi menjawab seruan seseorg, yang jadi alasannya adalah karena perbuatan jahat yg telah dilakukan. Perbuatan jahat di sini bukan sekedar dlm batasan hasil perbuatan kriminal, tapi pelanggaran pada hukum dan perintah Tuhan. Dlm konteks ayat ini, obyeknya adalah para pemimpin dan nabi palsu di Israel zaman itu. Dapat kita simpulkan yg Tuhan anggap sebuah kejahatan adalah tdk berperan sesuai dgn jabatan yg Tuhan percayai, menggunakan kekuasaan utk hal yg salah, utk menindas dan menguntungkan diri sendiri. Kita hrs paham bhw penyalah gunaan wewenang suatu jabatan atau profesi yg Tuhan beri pd kita, itulah sebuah kejahatan.

Apakah kita sdh berfungsi sesuai dengan peran yang Tuhan percayakan? Sudahkah kita menjd ayah yg baik? Sementara ada keluarga yg tdk dikaruniai anak, tapi kita malah tdk menghargai peran kita sebagai seorg ayah. Sudahkah kita menggunakan harta kita utk kemuliaan Tuhan? Sudahkah kita melayani sesuai dgn jawatan yg telah Tuhan percayakan? Kadang profesi yang kita jalani sekarang, kita anggap sbg satu prestasi milik kita sendiri, pencapaian dr kerja keras dan pengorbanan kita. Tetapi jika Tuhan tidak memberikannya, apakah kita bs memilikinya? Soal bs makan atau tdk, itu ditentukan oleh Tuhan: Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah (Pengkhotbah 3:13). Makan saja itu dapat izin dr Tuhan untuk menikmatinya, apalagi harta dan jabatan kita, itu juga pemberian dr Tuhan yg hrs dipertanggung jawabkan.

Yang Tuhan inginkan adalah kita tidak dgn sengaja menyalah gunakan kewenangan yg Dia berikan pd kita, gunakan itu untuk berbuat baik dan menguntungkan orang banyak.

Posted in Renungan | Comments Off on Karena Berbuat Jahat

Mengapa Tuhan Mengasihani?

DI 23082025

Yunus 4:11 (ILT3)
Maka Aku, tidak patutkah Aku mengasihani Niniwe, kota yang besar itu, yang di dalamnya ada lebih dari seratus dua puluh ribu orang yang tidak tahu membedakan antara tangan kanannya dengan tangan kirinya dan banyak ternak?”

Mengapa Niniwe dikasihani Tuhan? Di dlm ayat ini, Tuhan menjelaskannya pd Yunus dgn membeberkan beberapa hal yang jadi pertimbangan-Nya.

Mari kita sedikit melebarkan pikiran, yang jadi kesamaan dan perbedaan dari 2 kisah ttg rencana penghancuran kota, pertama yaitu kota Sodom dan Gomora, kedua yaitu kota Niniwe. Persamaannya adalah kedua kota ini kejahatan mereka telah sampai ke hadapan Tuhan, sudah sangat parah, layak dihukum Tuhan dgn menghancurkan kedua tempat ini. Perbedaannya adalah yang satu tdk mau bertobat, tp yg lainnya mau untuk bertobat, merendahkan diri. Tuhan adalah Mahatahu, Dia tahu ada kemungkinan utk bertobat, karena itulah Dia mengutus org utk memperingatkan sblum penghancuran dilakukan, Yunus diutus ke Niniwe, tp untuk Sodom dan Gomora, Tuhan tdk mengutus siapapun, Dia hanya menyampaikannya ke Abraham, itupun karena Lot, keponakan dr Abraham, tinggal dekat Sodom & Gomora, jadi ini alasan pertama knpa Niniwe dapat kasihan dr Tuhan, Dia melihat ada peluang Niniwe mau bertobat.

Alasan kedua, terlihat dari ayat ini, disebut mengenai profil Niniwe sbg kota besar dgn penduduk 120.000 jiwa. Jumlah yg cukup besar utk sebuah kota di zaman itu, hal ini masuk dalam pertimbangan Tuhan, akan sangat baik jika sebuah kota berpenduduk 120.000 org akhirnya bertobat, berharga di mata Tuhan sebuah pertobatan yg benar & sungguh-sungguh, Tuhan tak perlu dengan amarah-Nya menghancurkan kota Niniwe. Alasan ketiga, Tuhan menjelaskan tentang keadaan pola pikir dr penduduk Niniwe yg dikatakan tak sanggup untuk membedakan antara tangan kanan dgn tangan kiri. Tentu ini bukan tangan secara fisik, tetapi tangan dipakai utk menjelaskan ttg perbuatan, lalu kanan dan kiri itu bicara ttg mulia dan tidak mulianya sebuah perbuatan. Jd penduduk kota Niniwe berbuat semaunya tanpa dgn pertimbangan hati nurani, belum dpt untuk membedakan mana perbuatan yg mulia & mana perbuatan yg tercela, sebuah kota yg tanpa punya hukum Tuhan.

Siapa yg ingin dikasihani Tuhan, pasti ada sesuatu yg Tuhan lihat dan dinilai ada yang pantas utk diselamatkan, yg penting ialah Tuhan selalu menginginkan pertobatan yg sungguh-sungguh.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengapa Tuhan Mengasihani?

Pantaskah Kita Marah?

DI 22082025

Yunus 4:4 ILT3
Tetapi YAHWEH berfirman, “apakah pantas engkau marah kepada-Ku?”

Mengapa Yunus marah pd Tuhan? Bahkan dia meminta utk dicabut saja nyawanya, yg jd alasannya ternyata keputusan Tuhan yg membatalkan hukuman terhadap Niniwe.

Begini pemikiran Yunus: nanti jg akhirnya Tuhan membatalkan hukuman pd Niniwe, jadi buat apa aku diutus jauh-jauh ke sana? Bukannya lebih baik aku mengurusi urusan sendiri yg membawa manfaat utk hidupku sendiri? Ayat ini terjadi setelah Yunus telah dimuntahkan dr dlm perut ikan besar, lalu pergi memberitakan pesan Tuhan ttg yang akan Tuhan beri hukuman pd Niniwe. Hasil akhirnya ternyata Niniwe bertobat, Tuhan tdk jadi memberikan hukuman. 3 hari dlm perut ikan ternyata belum cukup membuat Yunus dgn rela hati kembali melakukan yg ditugaskan Tuhan. Seharusnya apapun yg jadi hasil akhirnya, apakah Tuhan jadi utk menghukum Niniwe atau hukuman itu pd akhirnya dibatalkan, yg penting adalah dia telah melaksanakan tugasnya. Yunus jadi marah karena merasa tugas yg diberikan kepadanya itu spt sebuah ‘permainan’, dan dirinyalah dilibatkan dlm permainan itu.

Tuhan punya kedaulatan, termasuk di dlm menentukan sesuatu, dan ini terkadang bs berbeda dgn perkiraan kita, berbeda dr apa yg kita inginkan. Bgmna jika Tuhan justru ‘memberkati’ org yg memusuhi kita? Orang lain malah duluan ditolong Tuhan, apakah masalah kita tdk penting bagi Tuhan? Jika ayat ini dipertanyakan pd diri kita: pantas atau tdk kita marah pd Tuhan, apa jawaban yg kita berikan? Di mulut mgkin kita tidak berani mengakui, tp dlm hati tetap kita tdk setuju dgn keputusan Tuhan. Ingatlah bhw Tuhan punya kedaulatan penuh, kita tidak boleh menyanggah atau tdk setuju, harus berpikir bhw Tuhan itu baik, keputusan yg Dia tentukan jg pasti baik, walaupun tidak spt yang kita harapkan. Dia menginginkan org berdosa utk bertobat, salahkah Tuhan berbuat baik bagi org berdosa? Berpikirlah yg jernih, siapa tahu melalui kebaikan yang Tuhan tunjukkan itu, org berdosa ini mulai tersentuh hatinya dan mau bertobat.

Marah pd Tuhan itu suatu hal yg tdk pantas kita tunjukkan, jadilah hamba yg baik, hrs setuju dgn apapun yg Tuhan tentukan, jgn protes dan marah.

Posted in Renungan | Comments Off on Pantaskah Kita Marah?

Bertolak Belakang Dengan Realita

DI 21082025

Yunus 1:9-10
Sahutnya kepada mereka: “Aku seorang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan.”
Orang-orang itu menjadi sangat takut, lalu berkata kepadanya: “Apa yang telah kauperbuat?” — sebab orang-orang itu mengetahui, bahwa ia melarikan diri, jauh dari hadapan TUHAN. Hal itu telah diberitahukannya kepada mereka.

Perkataan Yunus ini dikatakannya sblum akhirnya dia dicampakkan ke laut karena mengakui bhw dialah penyebab mengapa seisi kapal itu terkena badai.

Perhatikan kata: aku takut akan TUHAN”, bukankah seharusnya kalau takut Tuhan itu dia tdk melarikan diri dr tugas pergi ke Niniwe? Ini jg kenyataan yg banyak dapat kita jumpai ttg org Kristen: aku takut akan Tuhan, tetapi buktinya banyak melakukan dosa dan hidup semaunya sendiri. Tidak punya integritas diri, yg dikatakan beda dg yg dilakukan. Sederhana saja: kita sering berkata bhw percaya Tuhan, tapi benarkah sungguh kita percaya? Saat berhadapan dgn masalah kenapa kita mengandalkan kekuatan sendiri? Kenapa kita cepat untuk mencari cara alternatif? Di mana percaya dan iman kita pd Tuhan? Mengaku orang Kristen tapi kelakuan spt setan? Apa kita sudah kehilangan rasa malu, sudah tebal muka dan kebal rasa? Berusahalah untuk selalu menjaga perkataan selaras dengan perbuatan kita.

Jadi mulailah utk berbenah diri mulai dari sekarang, supaya nanti saat berhadapan dlm pengadilan Tuhan, kita semua dapat menunjukkan kesaksian hidup yg baik sbg seorg pengikut Kristus. Jgn tunggu nanti sdh tua mau bertobat sungguh-sungguh, umur tdk seorg manusiapun yg tahu, jika kita meninggal di usia muda, kesempatan utk melakukan bertobat di masa tua sdh tdk ada lagi. Apakah kita ingin hidup kita ini berakhir tragis di neraka? Saat terima tawaran utk percaya Yesus, kita menangis sesegukan, tp dlm hidup selanjutnya, kita malah tertawa-tawa dlm dosa, jgn anggap murah keselamatan yang Tuhan sediakan, jgn terlalu ‘pede’ pasti masuk surga! Yang menentukan masuk surga atau tidak ialah Tuhan, sang Pemilik Surga, ada syarat dan ketentuan yg hrs kita penuhi supaya layak utk menikmati kekekalan bersama Tuhan.

Jadilah org yg tdk munafik, yg dikatakan hrs selaras dgn kelakuan, benahi diri dan bertobat sungguh-sungguh, kita tdk tahu kapan kita menghadap Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Bertolak Belakang Dengan Realita

Pembawa Sial?

DI 20082025

Yunus 1:7
Lalu berkatalah mereka satu sama lain: “Marilah kita buang undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini.” Mereka membuang undi dan Yunuslah yang kena undi.

Sebagian kalangan menyakini adanya org yg membawa pengaruh, apakah pengaruh yg positif atau negatif, sebutannya adalah pembawa ‘hoki’/untung, tapi sebaliknya yg membawa rugi/kemalangan disebut org pembawa sial.

Misalnya apa yg terjadi dlm satu keluarga setelah kelahiran seorg anak, ekonomi yg makin meningkat, anak itu disebut sbg yg membawa ‘hoki’/keberuntungan. Tapi jika sebaliknya, sejak anak itu lahir, keluarga mengalami banyak kemalangan, anak ini disebut sbg pembawa sial. Apakah pikiran spt ini boleh dibenarkan? Kisah Yunus yg lari dr tugas yg diberikan Tuhan, akibatnya mereka yg sekapal dgn Yunus mengalami badai sehingga mengancam nyawa, ketika diundi didapatilah Yunus sbg yg pembawa sial, setelah Yunus dicampakkan ke dalam laut, maka badai itu berhenti. Jadi pikiran ttg pembawa hoki ataukah sial, ini pikiran yg hrs dimaklumi, bisa dikatakan benar, tp juga jgn dijadikan patokan, semua hrs kita lihat dulu kasusnya, dan kita hrs mengerti apa yg hrs kita lakukan terhadap org yang diberi label spt itu.

Tuhan mengajar kita hrs mengasihi orang lain, dampak apapun yg mereka timbulkan pd kita, hrs tetap dikasihi. Misalnya anak yg dianggap pembawa sial, jgn justru mau disingkirkan, anak adalah pemberian dari Tuhan utk kita rawat dan besarkan. Yg hrs dilakukan adalah memikirkan cara bgmna mengantisipasi ketika hal yg buruk terjadi, bawa anak itu konseling pd hamba Tuhan, jika perlu dilayani pelayanan pelepasan di gereja, supaya jika itu karena ada kutuk di dlm diri anak itu, kuasa Tuhan yg bekerja mematahkan kutuk itu. Karyawan yg kita anggap tdk membawa keuntungan, coba utk diajari lebih lagi, mgkin saja karyawan ini hanya kurang pengetahuan atau kurang percaya diri. Jadi dicari tahu dulu kenapa seseorg membawa pengaruh buruk, karna mereka jg hrs tetap dikasihi, kutuk diubah jadi berkat oleh kuasa Tuhan.

Kasihi sesama kita dengan tulus, jangan sampai mereka kecewa pd Tuhan karena tingkah laku kita, ajari mereka utk menjadi pribadi yg lebih baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Pembawa Sial?

Apakah Yunus Bangkit Dari Kematian?

DI 19082025

Yunus 2:2
katanya: “Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku.

Perkataan ‘dari tengah-tengah dunia orang mati’ dalam ayat ini apakah sebuah kiasan dr keadaan Yunus dalam perut ikan besar, ataukah itu kejadian yg sesungguhnya?

Kalau kita periksa kata dunia org mati dlm bahasa aslinya, jelas itu adalah sheol atau hades yaitu dunia org mati. Org yg masih hidup tentu saja tempatnya di dunia, bkn di dunia org mati. Jadi apakah Yunus itu mati saat ditelan ikan besar? Ada baiknya kita melihat ayat ini: “Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Angkatan yang jahat dan tdk setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus” (Matius 12:39). Yesus mati dan bangkit di hari ke-3, yang menarik adalah kematian dan kebangkitan Yesus, Dia mengutip ttg Yunus, dari 2 ayat ini maka sangat masuk logika apabila kita mendapat kesimpulan bhw Yunus mgkin saja benar-benar mati sehingga roh Yunus ada dlm dunia org mati, dan setelah 3 hari dlm perut ikan, dia dimuntahkan keluar dg tubuh yg masih utuh dlm keadaan hidup.

Memang tidak ada disebutkan bhw Yunus mati dlm perut ikan besar itu, namun jika kita menggunakan logika pengetahuan yg ada, mungkinkah bs seseorg tetap hidup dan bernafas selama 3 hari dlm tempat yg tertutup? Perut ikan tentunya tdk terbuka penuh oksigen, sulit utk bernafas. Sedikit masuk akal kalau Yunus mati dalam perut ikan besar itu dan rohnya ada dlm dunia org mati atau sheol/hades, tubuhnya tidak hancur itulah keajaiban Tuhan, kuasa-Nya yg sanggup melakukan apapun. Sekali lagi ini hanyalah sebuah kesimpulan pribadi yg kebenarannya hrs diuji kembali. Walaupun tdk terlalu penting apakah Yunus mati dlm perut ikan atau tidak, kita melihat dengan jelas bgmna kuasa Tuhan itu tak terbatas dan Dia ingin tugas yg Dia berikan kepada Yunus harus diselesaikan. Tuhan berikan kesempatan lagi pd Yunus utk melakukan tugas yg diberikan kepadanya.

Ketidak taatan akan membawa kita dalam masalah besar, bisa saja nyawa terenggut karenanya, selesaikanlah tugas yg Tuhan percayakan utk kita lakukan.

Posted in Renungan | Comments Off on Apakah Yunus Bangkit Dari Kematian?