Tujuan Bekerja

DI 06082025

Efesus 4:28
Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.

Tujuan bekerja pastinya untuk mendapatkan penghasilan guna memenuhi kebutuhan yg rutin ada, selain itu ternyata bekerja jg untuk bs berbagi pd yg membutuhkan.

Berbagi di sini tentu saja bisa banyak wujud, biasanya menolong org miskin, kekurangan uang, dan sejenisnya. Wujud lain dapat juga membuka lapangan pekerjaan bagi banyak org yg butuh pekerjaan ketika kita mulai utk berbisnis dgn membuka pabrik/perusahaan misalnya. Atau jg memberi bantuan material ketika ada perbaikan jalan yg rusak sekitar tempat kita tinggal misalnya. Suatu bentuk perubahan hidup, dari yg dulu mencuri, skrg malah memberi, inilah prinsip mulia seorg Kristen yang sudah bertobat: menghasilkan ‘buah’ pertobatannya yg dapat dinikmati oleh banyak org. Seringkali diilustrasikan dg satu perubahan 180° atau berbalik dr kehidupan lama. Bukan sekedar kembali ke titik nol, tp bergerak dari minus (-) ke plus (+), hidup yg awalnya merugikan org, sekarang justru jadi menguntungkan org banyak, inilah nilai dari sebuah pertobatan, peduli dgn sesama yang berkebutuhan.

Hidup seorg Kristen bukan lagi untuk dirinya sendiri, karena bersama dgn sdr seiman yg lainnya, kita menjd satu keluarga dlm Tuhan. Layaknya hidup sebuah keluarga, ada saling memperhatikan keadaan, kepedulian dan jg saling menjaga. Itulah mengapa kita diajari utk berbagi dgn sesama, karena keluarga yg kedua kita adalah keluarga dlm Tuhan, yang anggotanya adalah sesama tubuh Kristus. Jadi mulailah dan terus mempraktekkannya, sisihkan sebagian penghasilan kita utk kita berbagi dgn yg berkebutuhan, sesuai dengan apa yg ada pd kita. Tuhan tdk mengajar kita untuk memperkaya diri, tetapi menggunakan kekayaan itu utk memuliakan Tuhan. Harta bukan utk dipamerkan, tapi digunakan untuk menolong org banyak. Tentu saja harus lebih dahulu memenuhi kebutuhan hidup keluarga kita dahulu, barulah kemudian menolong org lain, perlu hikmat Tuhan untuk mengatur dan mengelola keuangan dgn benar.

Harta kita bukan hanya untuk dinikmati, tapi jg menolong org yg berkebutuhan, peduli dg keadaan sdr seiman dan jg siapapun yg dpt kita tolong dan berbagi.

Posted in Renungan | Comments Off on Tujuan Bekerja

Kemarahan

DI 05082025

Efesus 4:26 ILT3
Marahlah, tetapi janganlah berdosa, janganlah biarkan matahari terbenam dalam kemarahanmu,

Marah itu bukan dosa, tetapi marah bisa jadi pemicu org yg marah akhirnya berbuat dosa, jadi kita perlu waspada ketika kita marah, ini sesuatu yg perlu kita cermati.

Sekali lagi, marah itu diperbolehkan, bukan sesuatu yg terlarang, karena Tuhan jg dalam bbrpa peristiwa menjd murka, kemarahan yg tdk biasa. Marah diperlukan di saat yg tepat, tetapi bgmna kita menjaga diri dr pengaruh kemarahan, ini yg penting. Apa makna dari: janganlah biarkan matahari tenggelam dlm kemarahanmu? Sederhananya, bs diartikan bhw ketika matahari tenggelam, kita masih dlm keadaan marah, atau mengingat bahwa aturan waktu yaitu matahari tenggelam itu menandakan pergantian hari, beda dgn jam zaman sekarang, hari berganti tepat jam 00 atau 12 malam. Apakah maknanya marah itu hanya boleh 1 hari saja? Kalau mengartikan demikian, pd realitanya ada org yg marah itu sampai berminggu-minggu, apalagi kalau itu menjadi sebuah dendam, bs bertahun-tahun. Mgkin pengertiannya ialah bhw kemarahan yg tidak terkendali bisa membuat hari-hari di depan kita terkena dampaknya.

Kemarahan akan mengganggu konsentrasi kita dlm beraktivitas, sblum ada permintaan maaf, biasanya kemarahan itu belum surut & membuat hati jd ‘panas’. Kemarahan jangan dibuat berkepanjangan, itu akan melelahkan tubuh, menghilangkan damai sejahtera dan yg terpenting adalah mendorong kita menjd berbuat dosa. Misalnya ketika marah, terjadi sebuah perkataan kutuk dan kotor keluar dr mulut kita. Atau mgkin ada tindakan fisik yg tergolong kekerasan, jgn sampai kehilangan nyawa yg akhirnya membuat kita menyesal berkepanjangan. Utk hal-hal sepele, marah normal saja, kadang tak nyaman berurusan dgn org-org tertentu, apalagi kalau mrka itu punya kekuasaan, kita malah bs jadi korban padahal mereka yg salah. Menunjukkan hal kemarahan itu sesuatu yg baik, pertanda kita tdk nyaman dgn penyebab kemarahan, tapi pertimbangkanlah dampak yg akan kembali pd diri kita, jgn sampai kita yg dirugikan dan jadi korban.

Kemarahan hrs berhenti, itu tergantung pada seberapa kuat disiplin diri kita, jgn terbawa emosi berlebihan, justru dampaknya buruk bagi diri kita sendiri.

Posted in Renungan | Comments Off on Kemarahan

Bertindak Profetik

DI 04082025

1 Raja-raja 18:41, 44
Kemudian berkatalah Elia kepada Ahab: “Pergilah, makanlah dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran.”
Pada ketujuh kalinya berkatalah bujang itu: “Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut.” Lalu kata Elia: “Pergilah, katakan kepada Ahab: Pasang keretamu dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan.”

Belum ada awan tetapi derau hujan sdh Elia dengar, inilah kualitas seorg nabi yang sejati, bukan nabi asal-asalan yg ternyata hanya bs meramal masa depan tapi tdk terjadi sesuai dg ramalannya.

Apa itu profetik? Sesuai kata dasarnya, kata profetik berdasar pada kata bahasa Inggris yaitu prophet yang artinya nabi. Maka bicara profetik, ini bicara ttg kenabian, nabi itu org yg khusus dipilih Tuhan utk suatu tugas yang khusus. Nabi Samuel ditugaskan utk menjd hakim di Israel, nabi Elia & Elisa, ditugaskan khusus mendampingi umat Israel pd zaman raja-raja, dsbnya. Apakah masih ada nabi di zaman skrg? Dlm PB masih ada nabi-nabi yg tercatat: “Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus (Kisah Para Rasul 13:1). Tp permasalahannya, nabi yang tercatat dlm Alkitab itu sebagian besar ialah nabi khusus utk org Israel atau Yahudi, jadi apakah utk bangsa-bangsa Gentile yang non Yahudi ada jg para nabi?

Dlm Efesus 4:11 : Dan Ialah yg memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar. Jd memang ada org-org yg menjd nabi Tuhan di zaman awal gereja berdiri. Tp mengapa pd zaman ini dlm gereja kebanyakan, tdk ada yg menjabat sbg nabi dlm gereja? Struktur dlm gereja hanya mengakui gembala gereja sbg pemimpin. Jadi ke-5 fungsi jawatan itu jadi satu dlm diri seorg gembala jemaat di masa sekarang ini. Intinya: seorg nabi itu haruslah dipilih Tuhan sendiri, diberi tugas khusus, jg diberikan kuasa utk melakukan mujizat dan hal supranatural lainnya. Seorg nabi bs juga didirikan sbg seorg yg ‘sakti’, ini bs terlihat dr kisah-kisah hidup para nabi dlm Alkitab. Lalu bolehkah seseorg menyebut dirinya seorang nabi di zaman skrg? Hati-hati bahwa Yesus jg mengingatkan bhw di akhir zaman akan banyak muncul nabi palsu dan mesias yang palsu, jgn langsung percaya pd org yang dgn mudahnya menyebut dirinya seorg nabi.

Tdk semua tindakan bs digolongkan sebagai sebuah tindakan profetik, ada sebagian org yg sengaja mencari keuntungan pribadi dgn mengaku dirinya seorg nabi pilihan Tuhan. Waspadalah!

Posted in Renungan | Comments Off on Bertindak Profetik

Peranan Musik

DI 02082025

2 Raja-Raja 3:15 (ILT3)
Maka sekarang, jemputlah seorang pemetik harpa bagiku.” Maka terjadilah, pada waktu pemetik harpa itu memainkannya, tangan YAHWEH menguasainya.

Ada sesuatu peristiwa unik dlm ayat ini yaitu nabi Elisa dikuasai Tuhan ketika ada seseorg bermain kecapi, peristiwa serupa terjadi saat Daud bermain kecapi di hadapan raja Saul.

Ada apa dgn permainan kecapi? Mgkin bisa kita sederhanakan menjd musik saja. Hal yg mungkin bisa kita pahami secara sederhana ialah bhw ada pengaruh alunan nada-nada yg mempengaruhi ketenangan jiwa seseorg yg mendengarnya. Itu mgkin sebabnya bisa terjd keributan di saat konser musik tertentu dgn alunan musik tertentu jg, mempengaruhi psikologis seseorg utk bereaksi, apakah itu reaksinya normal artinya menikmati alunan musik atau menjd tdk terkendali. Musik yang sekuler saja bs menenangkan jiwa, apalagi musik yg dimainkan utk menyembah Tuhan, ini mgkin yang terjd dlm ayat ini: permainan musik utk menyembah Tuhan berakibat pd kehadiran Tuhan menguasai sedikit ataukah bnyk org, bs terjd keluarnya roh jahat dr org yg dirasukinya, dan masih bnyk lagi. Intinya adalah musik utk menyembah Tuhan dapat memungkinkan terjadinya hal supranatural yg asalnya dr Tuhan.

Gereja yg beraliran kharismatik percaya bhw musik berperan penting dlm penyembahan kepada Tuhan, karena itulah musik mendpt perhatian yg khusus, ad pembentukan team pujian penyembahan, edukasi kepada para team musik, wl dan singers, bahkan jg para soundman dan multi media dimaksimalkan peranannya. Namun juga jangan kebablasan yg berlebihan, penyembahan kepada Tuhan jgn diubah menjd sebuah tontonan seperti sebuah konser, penyembahan itu sebagian dr keintiman kita dgn Tuhan. Hal-hal yg intim tentunya bukan utk dipertontonkan, apalagi dipakai untuk mendapat keuntungan materi, bila itu terjadi, maka itu bukan lagi sebuah penyembahan kepada Tuhan, tetapi sebuah konser musik semata, yg diagungkan bukan Tuhan tetapi para pemain musik, wl, singers dan yg lainnya. Jgn sampai kita kehilangan kekhusyukan dalam penyembahan sebagai bagian dr sebuah ibadah yg kita lakukan.

Tuhan bekerja ketika musik dipakai utk kita menyembah Tuhan, sembahlah Dia dengan kesungguhan hati, percayalah tangan Tuhan akan menguasai diri kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Peranan Musik

Tidak Gila Hormat

DI 01082025

Wahyu 22:8-9
Dan aku, Yohanes, akulah yang telah mendengar dan melihat semuanya itu. Dan setelah aku mendengar dan melihatnya, aku tersungkur di depan kaki malaikat, yang telah menunjukkan semuanya itu kepadaku, untuk menyembahnya.
Tetapi ia berkata kepadaku: “Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. Sembahlah Allah!”

Malaikat yang hanya diutus Tuhan menolak disembah oleh rasul Yohanes Pembaptis, di sini tampak bhw malaikat ini menyadari hal yg seharusnya, Tuhan yg hrs disembah, bkn dirinya.

Mungkin masih sedikit pelayan Tuhan yang punya jiwa pelayan, makin tinggi jabatan dan pelayanannya, seorg pelayan Tuhan kadang justru minta diperlakukan istimewa layaknya seorg bangsawan atau raja. Lupa bhw dia itu diutus Tuhan utk melayani, sbg seorg hamba atau budaknya Tuhan, merasa amat dipakai Tuhan, jadi terkenal, diberikan kekuasaan di dlm gereja, maka kesombongannya timbul dan memandang dirinya terlalu tinggi. Tentu utk memperlakukan seorg pelayan Tuhan dg istimewa itu dipandang sesuatu yg baik, dlm Alkitab juga banyak contoh, bgmna seorang perempuan Sunem yg kaya memperlakukan nabi Elisa dgn sangat istimewa (2 Raja-Raja 4). Budaya zaman itu ialah memperlakukan utusan dgn baik spt memperlakukan tuan dr utusan itu dgn baik jg. Jadi memperlakukan istimewa seorg pelayan Tuhan itu suatu hal yg baik, tetapi jgn berlebihan sehingga seorg pelayan Tuhan merasa dirinya pantas untuk itu dan membuat dia jadi sombong.

Perkataan nabi Elisa ini patut direnungkan & dicontoh: “Berkatalah Elisa: “Demi TUHAN semesta alam yg hidup, yg di hadapan-Nya aku menjadi pelayan …” (2 Raja-Raja 3:14). Di hadapan manusia, kita juga hrs mengakui bhw kita ini hanya pelayan dari Tuhan, tidak perlu diperlakukan istimewa, lain kasusnya jika semua fasilitas dibiayai dr dana sendiri. Tapi kalau sampai memberatkan pihak yang dilayani, tentu ini bukan sesuatu yg baik. Dlm melayani, hrs diingat bhw tugas kita sebagai hamba dr Tuhan adalah bertanggung jawab mengerjakan tugas pelayanan yg Tuhan beri. Kalau mencari hormat manusia, kita dengan sengaja telah keluar dari batasan pelayanan, dihormati atau tdk dihormati manusia, yang terpenting adalah tugas sdh kita selesaikan dan Tuhan disenangkan. Menjd terkenal itu hanya efek, bukan tujuan, jangan gila hormat dan pujian, kalau kesombongan mulai timbul dalam diri kita, ini sdh berbahaya.

Tuhan ingin kita tetap menjd hamba, karena Dia ingin memelihara hidup kita, menjd setia dlm tugas pelayanan yg Tuhan berikan, jgn gila hormat dan pujian.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Gila Hormat

Tuhan Yang Jadikan

DI 31072025

Amsal 16:4
TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka.

Memahami ayat ini tdk mudah karena akan timbul pikiran liar: apakah org menjd orang jahat itu karena dibuat Tuhan spt itu? Kalau kita salah memahaminya, kita akan tersesat dlm pikiran kita.

Utk memahaminya, kita melihat dulu ayat ini: “Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yg cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yg benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!” “Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya (Wahyu 22:11-12). Di sini setiap org diberikan hak khusus utk dia boleh melakukan apapun, dg catatan bahwa suatu saat Tuhan sendiri akan memberikan upah sesuai dgn perbuatannya sepanjang hidupnya. Lebih mudahnya kita melihat satu contoh peristiwa yaitu antara Haman, Ester dan Mordekhai, Haman yg awalnya sangat bernafsu melenyapkan Mordekhai dan juga org-org Yahudi pd akhirnya dia sendiri yang dihukum sesuai dgn yg dia ingin lakukan pd Mordekhai. Campur tangan Tuhan ada dlm peristiwa ini, Haman dibuat Tuhan menjadi seorg terhina di hari penghukumannya. Saat yg tepat akhirnya Tuhan bertindak.

Lalu apakah pemikiran bhw sejak awal, ada satu penentuan Tuhan mengenai siapa saja yg diselamatkan dan yg tdk diselamatkan? Kalau memang benar begitu, apa gunanya penginjilan yg dilakukan? Hidup spt sebuah film yg sdh diskenariokan. Ingat bhw Tuhan memberi hak pd setiap manusia mengatur hidupnya, dlm hal keselamatan, Tuhan tidak memaksakan org utk percaya pada-Nya, jadi siapa yg percaya, dia yg diselamatkan. Bagi mereka yg tdk percaya, bukan Tuhan yg dgn sengaja membuatnya jadi menolak Injil, tapi akibat pilihan menolak Injil inilah, mereka ini yg pd akhirnya tdk diselamatkan. Tuhan yg buat aturan, kalau manusia melanggar, akan ada hukumannya. Utk org-org yang menolak Injil, maka kematian kekal yg menanti, karna Tuhan sudah menyiapkan tempat dan waktu utk itu, siapa saja yg dihukum Tuhan, pilihan org itu masing-masing yg menentukannya.

Tuhan tdk ingin kita mengalami hal yg buruk apalagi kebinasaan, jgn salah pilih mengatur hidup kita, jgn sampai kita menjd golongan org fasik yg akan mengalami penghukuman.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Yang Jadikan

Perkataan Tepat Waktu

DI 30072025

Amsal 15:23
Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya!

Kita memang punya hak penuh utk berkata apapun, kapanpun, tetapi ada bbrpa hal yang perlu dipertimbangkan yaitu dampak apakah dr perkataan itu yg kembali pd diri kita?

Amsal ini berkata bahwa seorg bersukacita karena jawaban yg diucapkannya, artinya yg kembali pd dirinya adalah dampak positif dr jawaban yg dia berikan. Menjawab apa yang ditanyakan pd kita tentunya beragam wujud: ditanya sbg saksi, maka kita harus memberi jawaban yg sebenar-benarnya, jika tdk, maka kita bs dituduh bersaksi dusta dan dapat dg segera dijadikan tersangka dan dipidana. Dg berkata jujur yg diperkuat dgn alat bukti yg ada, kita dalam posisi aman dan kebahagian kita tdk terganggu. Ditanya ttg sesuatu, jgn terpancing hingga membuka rahasia orang lain yg dipercayakannya pada kita. Biasanya diajak putar-putar, bicara sana sini, sehingga tanpa sadar kita membocorkan rahasia org lain, akhirnya persahabatan kita terganggu & malah berakhir. Tp kalau kita memberi jawab dgn tetap memegang rahasia org itu, situasi persahabatan akan tetap terjalin baik. Dalam memberi jawaban, perlu pengendalian diri yg kuat utk menjaga perkataan kita.

Perkataan yg diucapkan tepat pd waktunya, ini perlu suatu hikmat dr Tuhan. Memberikan kabar ttg sesuatu yang mengejutkan, kadang ini menjd suatu dilema, diberitahu sekarang takutnya tdk kuat mendengar kabar itu, lalu terjd hal yg tidak diinginkan, diberitahu nanti, pasti dia akan marah dan kecewa, jadi harus bagaimana? Di sinilah hikmat bekerja untuk mencerna kapan saat yg tepat memberitahu hal itu. Utk berkata ya atau tidak, kadang kita perlu menunggu sedikit waktu lagi, melihat perkembangan situasi, barulah di waktu yg kita nilai itulah saatnya, barulah kita berikan jawabannya. Kadang org menganggap sikap spt ini sbg suatu ketidak tegasan, tapi lebih baik dinilai begitu drpd terburu-buru dalam memberi jawaban, tapi ternyata dampaknya tdk spt yg diharapkan. Ada waktunya perlu mengabaikan apa kata org dan yakin kepada prinsip hidup kita, karena org lain pny prinsip hidup yg tdk sama shga pikirannya berbeda.

Pikirkan dampak apa yg ditimbulkan dr yang kita katakan sbg jawaban, kembali pada diri kita sbg dampak positif atau negatif, berikan jawaban yg tepat pd waktunya.

Posted in Renungan | Comments Off on Perkataan Tepat Waktu

Kendala Komunikasi

DI 29072025

Mazmur 139:4 ILT3
karena tidak ada perkataan pada lidahku, ya YAHWEH, lihatlah, Engkau telah mengetahui semuanya.

Tuhan tahu apa yg akan kita katakan sebelum itu terucap, itulah kemahatahuan Tuhan, beda dgn manusia yg baru tahu jika sesuatu telah diucapkan.

Kendala komunikasi yg umum terjd ialah org menganggap dgn memberikan suatu bahasa tubuh atau ekspresi, org lain pasti tahu yang ingin kita katakan. Menang benar bbrpa hal dpt dgn mudah diartikan, misalnya gelengan kepala berarti tidak, anggukan kepala berarti ya atau mau, gerakan tangan spt menahan, itu artinya jangan, dsbnya. Tetapi manusia itu bukan Tuhan, tdk tahu isi hati org lain, hanya bs menilai dr raut wajah atau gerak tubuh, itu jg kadang tertipu karna keduanya bs sengaja dibuat-buat atau pura-pura. Orang umumnya berpikir kalau sudah lama berteman, pastinya sudah mengenal dekat, tahu apa yg kita ingin, apa yg mau kita sampaikan, dsbnya. Pikiran spt inilah yg terkadang merusak pertemanan atau bahkan merusak hubungan pernikahan. Hidup bersama sekian lama bukan jaminan bhw pasti mengenal pasangannya 100%, ini sesuatu yg perlu kita pahami. Mengenal org lain itu seumur hidup, karena manusia punya kecenderungan berubah, beradaptasi dengan keadaan.

Katakan saja yg perlu org lain ketahui, ini cara berkomunikasi yg tepat. Jgn biarkan pikiran org lain menjadi liar, salah mengartikan gerak tubuh kita. Kalau tdk memungkinkan berkata langsung, bisa lewat tulisan jika itu dianggap hal yg rahasia. Mengatakan sesuatu tepat pd waktunya itu sesuatu hal yg baik: “Seseorang bersukacita karena jawaban dari mulutnya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya” (Amsal 15:23 ILT3). Katakan dengan tepat pd waktunya, ini salah satu hal yg menjd kunci keberhasilan komunikasi yg efektif. Ada sesuatu yang jangan diucapkan sekarang, tunggu waktu yg tepat, mgkin org itu belum siap utk mendengarnya, atau ada sesuatu yg blm selesai, dsbnya. Pilihan kata yg baik tentu akan memperjelas isi perkataan kita, org lain tdk salah mengertinya, sehingga percakapan menjd sesuatu yang tdk memicu salah pengertian bahkan perselisihan. Pakai kata-kata yg tdk bermakna ganda, yg mudah dipahami dan susunan kata yg benar, ini akan memperlancar komunikasi dan maksud yang ingin kita sampaikan akan mudah diketahui org lain.

Manusia bukan Tuhan, tdk mahatahu, karena itu ucapkanlah perkataan supaya org lain jadi tahu apa yg ada dlm hati dan pikiran kita, jgn timbulkan pertengkaran karena menganggap org lain paham tanpa kita berkata-kata.

Posted in Renungan | Comments Off on Kendala Komunikasi

Menyucikan Diri

DI 28072025

1 Yohanes 3:2-3
Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Kemana kita setelah kematian tubuh kita? Di dlm Alkitab jelas diberitahukan bhw sbg org yg percaya, memiliki keyakinan penuh bahwa kita nantinya akan menjadi sama spt Kristus.

Bukan berarti nanti kita berubah dr manusia menjd Tuhan, tapi roh kita keadaannya nanti akan sama spt Kristus. Maksudnya bhw kita nantinya setelah mati, tubuh memang akan mati, tetapi pd saatnya kita sama spt Kristus yg telah bangkit dari kematian, mengenakan tubuh yg biasa disebut dgn tubuh kemuliaan yg kekal sifatnya. Pengharapan ini ditemukan dlm: “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara (Roma 8:29). Jadi jelas ya, bukannya nanti kita berubah jadi Tuhan, itu penafsiran yg salah. Apa ciri org-org yg percaya dan dgn semangat menantikan pengharapan ini jadi kenyataan? Mereka menyucikan dirinya sama spt Kristus adalah suci. Menyucikan diri akan menjd tanda bagi org-org yg percaya tentang kemuliaan hidup setelah kematian tubuh, ada suatu keadaan yg mulia nantinya, penyucian diri menjadi suatu persiapan utk menghadapi ini semua.

Pikiran yg menghantui banyak org ialah suatu pertanyaan: bisakah seseorg itu hidup suci di zaman skrg ini? Hidup suci seringkali dicoba pahami sbg hidup tanpa dosa, tanpa cela dan sempurna. Kita akan punya kemungkinan utk berbuat dosa hingga nantinya kita meninggal dunia, lalu apakah itu berarti bhw kita menjd mustahil utk hidup suci? Kata suci dlm bhsa Yunani adalah hagnizō yang berarti membuat bersih, menguduskan baik secara seremonial atau moral. Mudahnya kita pahami sbg satu kehidupan yg dikhususkan bagi Tuhan. Kita hidup bukan utk mengejar yg duniawi, tetapi yg rohani, bukan berarti mengabaikan tubuh jasmani dan segala kebutuhannya, tapi fokus hidup bukan pd yg fana di dunia ini, tetapi pd yg kekal sesuai pengharapan kita pd Kristus. Dosa mgkin masih bs kita lakukan nantinya, tetapi bukan berarti bebas berbuat dosa, tapi memahami bhw dosa itu pelanggaran kepada perintah Tuhan dan dosa hrs diselesaikan dg pengampunan dosa yg Tuhan sediakan bagi mereka yg bertobat: “Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa” (1 Yohanes 1;7).

Kita yg percaya pd pengharapan kekal harus menyucikan diri kita, saat Tuhan menyatakan diri-Nya kelak, biarlah kita kedapatan sebagai org benar dan dimuliakan.

Posted in Renungan | Comments Off on Menyucikan Diri

Tersesat Oleh Diri Sendiri

DI 26072025

Matius 18:9
Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua.

Kita bisa tersesat karena diri sendiri, sesuatu yg jarang diperingatkan kepada kita, malahan yg sering dibahas justru ttg doktrin, ajaran yg menyimpang, dsbnya.

Ada 3 jenis anggota badan yg disinggung dlm ayat ini yaitu: tangan, kaki dan mata, dg tegas Yesus memerintahkan memisahkan anggota tubuh ini jika pd akhirnya justru membuat kita menjd sesat. Tentu ada makna rohani yg ada dlm kalimat yg Yesus katakan ini, kalau yang dipahami secara tertulis atau literal, mungkin semua org Kristen menjd cacat, tanpa tangan juga kaki, serta tanpa mata, karena 3 anggota tubuh ini seringkali membuat kita melakukan dosa. Tangan bicara ttg perbuatan kita, hasil kerja kita, jadi perhatikanlah apa yg kita buat dgn tangan kita, apa dampaknya bagi diri kita sendiri, baikkah utk keadaan sekarang dan jg utk masa depan kita? Membawa kita makin dekat Tuhan atau menjauh dr Tuhan? Contoh yg mudah spt ini: kalau coba-coba ikutan judi online, apakah itu baik dampaknya utk kita? Bisakah kaya dgn judi online? Pada realita yg kita lihat justru mereka yg terlibat judi online itu hidupnya jadi sengsara, tdk punya apapun lagi serta dililit hutang. Jd pertimbangkanlah sebelum kita melakukan sesuatu.

Kaki bicara ttg langkah hidup kita, pilihan yg kita ambil. Jgn salah dlm melangkah, pilihan yg kita pilih itu harusnya membawa kita ada dlm keadaan yang lebih baik, bukannya justru jadi terpuruk. Pilihan kita harusnya membawa suatu langkah maju, bukan kemunduran. Dlm hal ini: “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut (Amsal 14:12). Kemudian ada mata, mata itu punya sesuatu yg disebut keinginan: Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia (1 Yohanes 2:16). Begitu mata melihat sesuatu, bisa timbul sebuah keinginan, entah itu keinginan yg positif atau sebaliknya yang negatif, keinginan mata biasanya terhubung dgn keinginan daging, inilah yang diwaspadai oleh org-org berhikmat, melihat sekilas saja mgkin tdk terbersit hasrat, tapi melihat terus menerus, hasrat bs semakin besar. Waspada dgn apa yg kita lihat, karena itu memancing kedagingan kita.

Jangan biarkan kita tersesat oleh 3 anggota tubuh kita ini, bijaklah dlm melakukan apapun dan menentukan pilihan, waspadai yang kita lihat dengan mata kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tersesat Oleh Diri Sendiri