Selesai Sampai di Sini

DI 09122023

Kisah Para Rasul 19:19
Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak.

Dosa itu nikmat, demikian istilah yang sering kita dengar utk menggambarkan betapa sulit dan perlu perjuangan utk bs lepas dr ikatan dosa yg selama ini membelenggu hidup.

Apa yg dilakukan oleh org-org yg dlm kisah ayat ini menggambarkan keseriusan mereka utk bertobat dan mau percaya pd Injil. Tanpa ragu mereka membakar kitab-kitab praktek sihir mereka yg setelah dijumlahkan ternyata lumayan mahal harganya. Penduduk Efesus yg awalnya sangat suka melakukan praktek sihir, setelah melihat kuasa Tuhan, dgn yakin membakar kitab-kitab sihir mereka. Kenapa hrs dibakar? Disimpan saja kan tdk apa-apa? Atau dijual saja pd mereka yg masih suka dg praktek sihir, kan lumayan uangnya. Pikiran spt itu kedengarannya rasional, toleransinya tinggi pd keyakinan lain, tp dlm keKristenan sudah jelas hukumnya: Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka (Matius 5:29). Jd kenapa hrs dimusnahkan? Supaya ke depannya, jgn ada yg menyesatkan lagi.

Hal spt ini kadang kita jumpai pd pelayanan pelepasan, biasanya timbul pertanyaan: mau diapakan semua yg berkaitan dgn keyakinan yg lama? Sebagian berpendapat bhw semua itu hrs dimusnahkan, ada jg yg berpendapat lebih baik diberikan pd org yang masih perlu barang tersebut, ada jg yg berpendapat lebih baik dijual saja, uangnya kan bs dipakai utk hal lain yg berguna. Mana yg kita pilih? Jika ingin dimusnahkan, lakukanlah di tempat yg tertutup, tdk terlihat org lain. Ini untuk sedikit menjaga ketenteraman bersama. Jgn sndri melakukannya, mintalah dilayani oleh orang yg memang ahli dlm pelayanan ini. Jika ingin memberikan pd org lain, pertimbangkan utk baik dan buruknya, positif dan negatifnya. Itu hal yg penting, jgn sampai justru org lain jadi berdosa karena pemberian kita kepadanya. Jika ingin dijual, uang hasil penjualannya itu lebih baik jgn dimasukkan sbg persembahan tapi mungkin bs digunakan utk hal lain, dgn menyumbang pd mereka yg membutuhkan.

Jgn biarkan yg dahulu kita puja puji kembali menggoda kita untuk terikat dengannya lagi. Lebih baik mencegah drpd ke depannya bisa timbul hal-hal yg tdk diinginkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Selesai Sampai di Sini

Kerasukan Iblis

DI 08122023

Yohanes 13:26-27 ILT3
YESHUA menjawab, “Ia adalah orang yang kepadanya Aku akan memberikan pecahan roti setelah mencelupkannya.” Dan setelah mencelupkannya, Dia memberikan pecahan roti itu kepada Yudas Iskariot, anak Simon.
Dan sesudah pecahan roti itu, kemudian Setan masuk ke dalam orang itu. Lalu YESHUA berkata kepadanya, “Apa yang engkau lakukan, lakukanlah segera!”

Dlm terjemahan LAI, disebutkan bhw Yudas Iskariot menerima roti yang dipecahkan dan sudah dicelupkan, ini tentu bs membuat org salah memahami bhw mgkin roti itu seperti roti perjamuan kudus.

Diberikan tp blm tentu menerima, jadi benar Yudas Iskariot diberikan oleh Yesus itu roti yg sdh dicelupkan, dan peristiwa ini terjadi di saat perjamuan malam sebelum Paskah, 1 hari sebelum penyaliban Yesus. Roti itu baru Yudas Iskariot terima setelah ia kerasukan iblis dan hendak pergi utk memberitahukan posisi Yesus saat itu. Jadi jgn kita berpikir bhw roti perjamuan kudus bs membuat org kerasukan iblis, itu pemikiran yg sesat. Jadi Yudas Iskariot kerasukan iblis lebih dahulu, barulah saat Yesus sdh mengatakan semua, dia mengambil pecahan roti itu, lalu pergi. Di kisah ini ternyata Yudas Iskariot kerasukan iblis tetapi tanpa manifestasi layaknya orang yg kerasukan setan. Ini yg bagi kaum orang yg terjun dlm dunia roh, kerasukan roh jahat kalau semakin tinggi kedudukannya, terlihat tenang saat kerasukan, bukan heboh seperti saat kerasukan roh jahat pangkat rendah. Di dlm kisah ini, para murid lainpun tidak tahu bhw saat itu iblis sudah merasuki Yudas.

Bermain-main dgn dunia roh memang harus berhati-hati, ini tentang menang atau kalah, dikuasai atau menguasai. Contoh di Alkitab bs kita lihat dlm peristiwa 7 anak Skewa yg menyumpahi roh jahat: Juga beberapa tukang jampi Yahudi, yang berjalan keliling di negeri itu, mencoba menyebut nama Tuhan Yesus atas mereka yang kerasukan roh jahat dengan berseru, katanya: “Aku menyumpahi kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus.” Mereka yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa. Tetapi roh jahat itu menjawab: “Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?” Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka (Kisah Para Rasul 19:13-16). Kalau bukan terlatih di bidang dunia roh, jgn iseng utk bertindak layaknya mereka yg memang punya pengetahuan dan otoritas dlm hal ini, akibatnya sangat parah dan memalukan.

Dunia roh itu ada, tapi Tuhan melindungi kita dari yg jahat, ada malaikat Tuhan yg selalu menjaga kita, namun jgn pernah mencobai Tuhan dengan sengaja berhubungan dengan dunia okultisme.

Posted in Renungan | Comments Off on Kerasukan Iblis

Merusak Jalan Hidupnya

DI 07122023

Kejadian 6:11-12 ILT3
Adapun bumi telah rusak di hadapan Elohim, bahkan bumi itu dipenuhi dengan kekerasan.
Maka Elohim menilik bumi, dan lihatlah, dia telah rusak, karena setiap manusia telah merusak jalan hidupnya di bumi.

Pemahaman bhw hidup manusia ditakdirkan oleh Tuhan, bs terbantahkan oleh ayat yang kita baca, ternyata manusia punya otoritas utk merusak jalan hidupnya sendiri.

Di sisi lain, Tuhan punya otoritas utk campur tangan dlm kehidupan manusia, misalnya di saat seharusnya terjd kecelakaan, Tuhan dg kuasa-Nya bs meluputkan. Pertanyaan yang selalu dimunculkan adalah: knpa Tuhan dgn sengaja membiarkan sesuatu yg buruk terjd? Kan Dia berdaulat dan bs bertindak? Jwban dr pertanyaan ini tentu tdk mudah krna ada 2 kuasa yg berbenturan dlm hidup manusia, yg pertama tentu saja adalah kuasa Tuhan, yg kedua adalah kuasa manusia. Sejak dr kisah kejatuhan manusia dlm dosa, pembunuhan Kain atas Habel, dstnya, terlihat bhw Tuhan diam dan membiarkan semuanya terjd. Tapi jgn lupa bhw Tuhan telah berusaha menjaga manusia karena Dia tahu bhw di depan bisa terjd bhw manusia melakukan dosa. Pernah berpikir knpa Tuhan mengeluarkan larangan utk makan buah dr pohon pengetahuan baik dan jahat? Itu utk mencegah manusia jatuh dlm dosa dan dikalahkan oleh iblis. Tuhan jg memperingatkan Kain sblum akhirnya Kain membunuh Habel.

Mau rusak atau baik hidup kita, diri kita yang paling menentukannya. Kita ingin berbuat ini dan itu, terserah pd kita. Kalau benar takdir itu ada, sungguh kasihan hidup org yg cacat fisiknya, org yg miskin seumur hidupnya, itu dianggap bhw ‘Tuhan’lah yg menentukannya. Jelas dlm Alkitab bhw perubahan hidup itu mungkin terjd: Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya (Amsal 10:4). Nasib orang itu ditentukan oleh dirinya sendiri, kecuali di dlm kasus tertentu, bila org itu melakukan 1 dosa yg sangat berat pd Tuhan, hukuman yg Tuhan berikan akan terlihat sangat sadis & bs mengubah nasib seseorg bahkan sampai berujung pd kematian. Jd bgmna setiap dari kita menentukan jalan hidup, itu akan sangat menentukan apa yg akan kita alami di masa depan. Nasib itu bukan takdir, tp hasil dr apa yg kita rencanakan utk masa depan, bs baik atau buruk hasilnya.

Jgn merusak jalan hidup kita, memang tidak selalu rata dan mulus, namun hrs kita coba utk meratakannya, caranya dgn hidup sesuai dgn firman Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Merusak Jalan Hidupnya

Menilai Diri Sendiri

DI 06122023

Galatia 6:4 ILT3
Namun hendaklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri dan pada waktunya dia akan memperoleh kemegahan hanya bagi dirinya sendiri dan bukannya bagi orang lain,

Sehebat apa sebenarnya diri kita? Terdengar spt sebuah pertanyaan bernada sombong, tp ini memang hrs kita pertanyakan pd diri kita sendiri, karena ini tentang kebanggaan, bkn kesombongan.

Gambar diri, sebuah topik yg biasanya ada di dlm sesi pemulihan saat kita mengikuti satu program pemulihan rohani. Spt apa kita dgn jelas melihat siapa kita sebenarnya, itu akan membuat kita bersemangat atau justru akan kehilangan percaya diri ketika menghadapi peristiwa demi peristiwa yg terjd dlm hidup kita. Salah mendapatkan gambar diri sangat mgkin membuat kita kehilangan moment yg luar biasa dlm kehidupan kita. Misalnya org yg sering gagal, dia mgkin berpikir bhw tidak mgkin dia bs berhasil, kalah sebelum perang dilakukan. Mentalnya bukan mental baja, tp mental kertas, mudah tersobek dan lecek. Jd yg hrs kita lakukan adalah kenali diri kita yg sbnarnya, bukan apa kata org atau fakta dari masa lalu yg kita percaya, jgn kubur potensi yg sbnarnya Tuhan berikan dalam kehidupan kita, karena tiap org itu Tuhan berikan suatu kesempatan yg sama utk menjd org bahagia dan sukses dlm hidupnya.

Bangga itu spt titik nol, bukan titik minus yg kita kenal sbg minder, bukan jg titik plus yg kita kenal sbg kesombongan. Kenapa harus bangga dgn gambar diri kita? Karena kita ini ciptaan Tuhan yg dibekali dgn bnyk potensi diri yg luar biasa. Bahkan dlm realita yg kita lihat, bnyk org yg cacat fisiknya namun bisa memunculkan potensi dirinya sehingga bisa tampil percaya diri dan berprestasi. Namun realita jg menyajikan fakta bhw org bertubuh sempurna namun terpuruk dlm kelemahan & ketakutan shga hidupnya tdk maksimal dan terasa jenuh. Ujilah pekerjaan kita, artinya dg sadar menilai diri sndri, apakah ini sdh yang maksimal bs kita lakukan, ataukah masih bs ditingkatkan lagi potensi kita shga prestasi & hasil yg kita peroleh itu sesuatu yg maksimal dan bs dijadikan kebanggaan untuk diri kita sendiri. Bangga karena ternyata kita bisa & memberikan dampak positif bagi org-org yg ada di sekitar kita.

Takut dinilai biasanya adalah tanda orang yg tidak percaya diri, biarkanlah org menilai diri kita, jadikan itu bahan evaluasi diri, suatu hal yg bs menaikkan nilai diri kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Menilai Diri Sendiri

Jangan Dihakimi Saja

DI 05122023

Galatia 6:1 ILT3
Hai saudara-saudara, bahkan jika seorang didapati dalam suatu kesalahan, hendaklah kamu yang rohani memperbaiki orang tersebut dalam roh kelemahlembutan, sambil memerhatikan dirimu sendiri supaya kamu jangan dicobai pula.

Melihat org lain berbuat salah, apa reaksi yg kita tunjukkan? Umumnya hanya melihat dan sedikit yg memberikan bimbingan, terbanyak adalah menghakimi dgn sadis.

Apalagi yg berbuat salah adalah org-org yg kita nilai sbg org yg suci, rohaniwan, atau yg kita kagumi, perbuatan salah mereka itu spt sebuah kepastian bhw nantinya akan masuk neraka. Padahal, setiap org punya pasti juga pernah berbuat salah, kalau org umum atau jemaat yg berbuat salah, itu dianggap suatu hal yg normal dan biasa, tak akan masuk ke neraka, pasti ada pengampunan, tp kalau yg berbuat salah itu pemimpin rohani, pendeta terkenal, rasanya 1 kesalahan saja cukup utk memastikan mereka masuk neraka. Sejahat itukah pikiran kita? Dlm ayat yg kita baca, bs terlihat bgmna org yg rohani seharusnya tdk menghakimi, tp berusaha memperbaiki org itu. Kesalahannya sdh terjd, tp orgnya harus diperbaiki. Bs disimpulkan bhw org berbuat kesalahan karena ada ‘kerusakan’ di dlm diri orang itu. Mungkin kasihnya pd Tuhan mulai tawar, kedagingannya lebih berpengaruh dan masih bnyk lagi kerusakan lainnya.

Setiap benda suatu saat bs rusak, bukan lalu hrs dibuang, kadang hanya perlu diperbaiki saja. Begitu jg dgn kita dan org lain, bs suatu saat ‘rusak’ dan berbuat salah. Yg perlu utk dicari ialah bagian mana yg rusak: hatinya? Pikirannya? Imannya? Atau bagian yang lain. Setelah ditemukan kerusakannya, akan jadi lebih mudah utk memperbaiki kerusakannya. Inilah yg sebenarnya hrs dilakukan sesuai dg ayat ini, bukannya menyebar luaskan berita ini dgn tujuan menjatuhkan mental orang itu, atau lebih parah lagi ‘main hakim sendiri’. Yg kita hrs sadari adalah bhw tdk ada satupun org yg kebal dosa, semua org mgkin saja bs berbuat dosa dan kesalahan, sekalipun pny disiplin rohani yg tinggi. Org yang sakit harus diobati, bukan dibiarkan mati! Penghakiman bs mendorong seseorg utk bunuh diri, ini yg bs kita lihat dr akhir hidup Yudas Iskariot, dia dihakimi oleh dirinya sndri dan perkataan dr para ahli Taurat yg bersekongkol dengan dia sebelumnya.

Bimbinglah org lain kembali pd Tuhan ketika mereka ketahuan berbuat salah, dengan roh kelemah lembutan, perbaiki mereka, kembali pd Tuhan dan diampuni kesalahannya.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Dihakimi Saja

Siapa Yang Menang?

DI 04122023

Galatia 5:17 ILT3
Sebab daging berhasrat melawan Roh, dan Roh melawan daging, dan hal ini berlawanan satu dengan yang lain, sehingga apa yang tidak kamu inginkan, itu yang kamu lakukan.

Menahan diri utk tdk berbuat dosa itu tdklah mudah, kadang kita gagal, itulah knpa menjd berbuat dosa, ada bnyk pertimbangan yang kadang kita jadikan alasan knpa kita berbuat demikian.

Orang yg dalam dirinya ada Roh Tuhan, jika diumpamakan spt tubuh yg memiliki sistem kekebalan atau imunitas, bisa saja sesuatu berusaha masuk dlm jaringan tubuh, tetapi ada perlawanan yg melindungi tubuh. Kalau imunitasnya kuat, mungkin cuma mengalami gejala ringan tp tdk sampai jatuh sakit, kalau imunitasnya rendah atau tidak ada imunitas sama sekali, orgnya akan mudah sakit dgn gejala yg cepat sekali berkembang. Org yang ada Roh Tuhan dlm hidupnya akan kuat dlm melawan keinginan daging, tp Ini tergantung pd banyak sebab, kalau kompromi dgn bnyk hal yg membuat celah terbuka sehingga roh jahat bs menggoda begitu kuat, seseorg yg rohanipun akhirnya bs berbuat dosa karena ini adalah perjuangan seumur hidup. Yg hrs diperhatikan adalah bgmna menguatkan sisi rohani kita shga kuasa Tuhan semakin besar kuasanya mencengkeram hidup kita.

Bgmna dgn org yg hidup di luar Tuhan? Pasti akan sangat sulit utk melawan kedagingan yg dia miliki, artinya akan lebih mudah untuk digiring berbuat dosa, kekuatan yabg dimiliki sangat lemah, inilah yg kita kenal dgn orang yg hidup dlm dosa, punya sih keinginan utk bertobat dan bebas dr keterikatan dosa, tapi tdk berdaya, jatuh dan jatuh lagi. Hrs dimulai dgn pertobatan, dibaptis sbg bukti bertobat, lalu dipenuhi dgn Roh Kudus. Tdk mudah utk menaklukkan keinginan daging, butuh kuasa Tuhan untuk menaklukkannya. Memperkuat sisi rohani kita dgn tekun membaca firman Tuhan setiap saat, karena firman Tuhan itu menjd ‘pedang’ bagi kita utk melawan nafsu dr kedagingan yg kita miliki. Doa menjd satu disiplin rohani kita karena dlm doa, kita juga berjaga-jaga, menguasai diri dan mematikan kedagingan kita. Yg paling utama adalah ttg kualitas kasih kita pd Tuhan, itu yg menjadi ukuran apakah kita taat pd Tuhan atau tdk.

Miliki kekuatan utk melawan kedagingan yg ada dlm diri kita, Roh Tuhan yabg menolong kita utk mampu melawan kedagingan shga kita bs menahan diri kita utk berbuat dosa.

Posted in Renungan | Comments Off on Siapa Yang Menang?

Jangan Salah Memilih

DI 02122023

Galatia 5:3, 6
Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat.
Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.

Pada awal-awal terbentuknya jemaat-jemaat Tuhan termasuk salah satunya di Galatia, bs kita dapati usaha bbrpa org yang menyusup masuk ke jemaat Tuhan untuk memaksakan org Kristen yg non Yahudi utk bersunat.

Dgn bersunat maka itu sama saja seseorang itu wajib melakukan Taurat, artinya menjadi penganut Yudaism, pdhal tujuan mereka itu adalah menjd Kristen. Inilah yg sangat rasul Paulus perhatikan, adanya kebingungan dlm jemaat mengenai keharusan bersunat untuk mereka yg non Yahudi. Penjelasan di dalam ayat yg kita baca sangat jelas bhw orang yg menyunatkan dirinya, wajib untuk melakukan seluruh isi hukum Taurat, pdhal sbg Kristen, hukum Taurat bukanlah suatu hukum wajib, karena memang, bagi yg non Yahudi, Taurat bukanlah hukum yg hrs dipatuhi. Taurat yang diberikan Tuhan sendiri dlm PL, ditujukan pd bangsa Israel saja, karena setelah keluar dr Mesir, bangsa Israel belum punya hukum utk mereka sendiri, karena selama di Mesir, yang dibebankan pd mereka adalah hukum Mesir, jadi butuh satu hukum baru dan itulah yang kita kenal sbg hukum Taurat. Selain itu, bagi org non Israel yg mau bergabung dg mereka, hrs disunat dan wajib melakukan Taurat.

Menjd Kristen itu harus tahu hukum apa saja yg hrs dilakukan. Dlm Taurat ada bbrpa yang baik, spt menghormati orgtua, tdk boleh ada berhala yg disembah, jgn mencuri, dsbnya. Jadi bgmna org Kristen memandang hukum Taurat? Apapun pendapat para pakar teologi yang tidak seragam, hrs kita akui bhw Taurat memang diberikan oleh Tuhan untuk bangsa Israel, Tuhan yg juga disembah oleh orang Kristen. Kalau ada pertanyaan, apakah yang disembah org Israel dgn org Kristen itu ialah Tuhan yg sama? Maka jawabannya: Ya! Lalu knpa ada Yudaism dan Kristen? Yudaism itu hanya mengakui Tuhan yang dikenal sebagai YHWH, tidak mengakui Yesus adalah Tuhan. Sedangkan dalam Kristen, Bapa, Yesus dan Roh Kudus diakui sebagai satu kesatuan, yg umumnya dikenal sbg konsep Tritunggal. Jd jgn kita salah dlm memandang kedudukan hukum Taurat, itu hukum yg Tuhan berikan, hanya saja kita sbg org Kristen tdk wajib utk melakukannya, namun hal-hal baik yg ada di dalamnya boleh dilakukan karena mgkin hal itu bermanfaat bagi kesehatan atau yg lain.

Ada bnyk peraturan yg Tuhan sampaikan pd kita melalui para rasul utk dijadikan sebuah hukum yg wajib dilakukan oleh org Kristen, selain itu ada jg perkataan Yesus dlm 4 kitab Injil yg menjd firman Tuhan yg hrs dilakukan.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Salah Memilih

Supaya Semuanya Tergenapi

DI 01122023

Matius 16:20 ILT3
Kemudian, Dia memberi perintah kepada para murid-Nya agar mereka tidak mengatakan kepada siapa pun, bahwa Dia adalah YESHUA, Sang Mesias.

Kenapa dilarang mengatakan Yesus adalah Mesias? Tentu kita jg hrs melihat dr sisi yg terjd saat itu, apa jadinya kalau itu dikatakan saat itu jg?

Mari kita gunakan sedikit logika, sesuatu yg dilarang utk dikatakan sekarang, bs berarti bhw itu berbahaya, mgkin jg berdampak utk jadi ricuh, atau memang blm saatnya untuk dinyatakan. Kalau kita melihat peristiwa yg terjd berikutnya, memang pernyataan ini pny dampak yg sangat brutal, Yesus dihakimi & hrs menghadapi pihak-pihak yg ingin Dia utk dihukum mati: Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.” Bagaimana pendapat kamu?” Mereka menjawab dan berkata: “Ia harus dihukum mati!” (Matius 26:63, 66). Memang saatnya itu dinyatakan supaya ada alasan mengapa Yesus hrs mati disalib. Kalau dinyatakan pd saat-saat Yesus masih melayani berkeliling, tentu bs terjd suatu gejolak politik karena di dalam pemahaman bangsa Israel, Mesias itu akan datang utk mengembalikan mereka pd posisi sbg sebuah bangsa yg berdaulat dan jaya, krna saat itu mereka dijajah Romawi.

Belajar utk berhikmat ketika ingin berkata ttg sesuatu, apakah skrg waktunya tepat, apa yg bs timbul jika itu dikatakan, dsbnya. Amarah yg meledak-ledak kadang memicu seseorg utk menyatakan apa yg sebenarnya hrs utk dirahasiakan, itulah sebabnya begitu penting utk setiap org memiliki pengendalian diri yg kuat serta kematangan dlm berpikir. Emosi jgn menguasai kita, karena biasanya itu bisa membuat satu situasi damai berubah menjd sebuah masalah baru yg sebenarnya tdk hrs ada. Jaga perkataan kita untuk bergosip dan menceritakan keburukan seseorg, apalagi dg sengaja dikatakan di depan bnyk org, itu bs membuat org menilai kita sbg org yg gemar menceritakan keburukan org lain, bisa saja suatu saat keburukan org yg lain diceritakan hanya utk kepuasan dirinya saja. Tiap orang punya kelebihan dan kekurangan, sifat buruk dan sifat baik, bahkan semua orang pernah berbuat dosa.

Katakanlah apa yg benar dan bermanfaat, yg hanya bergosip dan membongkar rahasia itu bukan ciri seseorg yg baik, karena kasih itu menutupi bnyk pelanggaran.

Posted in Renungan | Comments Off on Supaya Semuanya Tergenapi

Tuhan Yang Berkata

DI 30112023

Kisah Para Rasul 6:8-10
Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak.
Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini — anggota-anggota jemaat itu adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria — bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus,
tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara.

Stefanus bukan hanya hamba Tuhan ‘sakti’ karena dipakai Tuhan utk membuat mujizat dan tanda, tetapi dia jg punya hikmat serta ini yg paling khusus: Tuhan bicara memakai mulutnya.

Ini lebih dahsyat dibandingkan para dosen & doktor teologi yg pasti penuh pengetahuan ttg Alkitab dan kekristenan, mgkin berhikmat dan cerdas, tp belum tentu mulutnya dipakai Tuhan utk berkata-kata. Bayangkan, Tuhan yang tahu isi hati dan pikiran seseorg, dapat mengungkapkan apa yg dirahasiakan orang, Tuhan yg pasti sanggup menjawab apa yang tidak dapat ilmu teologia jelaskan, memakai mulut Stefanus utk berkhotbah. Zaman skrg banyak pengkhotbah yg bagus, khotbahnya sangat terstruktur sesuai dgn yang diajarkan dlm ilmu ‘homelitik’, cara menyusun khotbah dan menyampaikannya dgn cara yg menarik dan efektif, tetapi jarang ada yg mulutnya dg sengaja dipakai Tuhan utk berkata-kata. Ini beda dgn bernubuat, ini ttg bertanya jawab ttg firman Tuhan. Ini bukan spt ‘kesurupan’, tapi dgn masih tetap sadar, Tuhan melalui hikmat yg dimiliki Stefanus, bisa menjawab apapun yg ditanyakan kepadanya.

Bukan berarti belajar ilmu teologia itu kurang berguna, tentu banyak manfaatnya, tetapi yg Tuhan mau adalah jgn puas menjd spt para ahli Taurat saja, tetapi Dia ingin kita seperti Petrus yg Tuhan buka pemahamannya ketika ditanya Yesus ttg apa pendapatnya tentang Yesus, Petrus menjawab Yesus ialah Mesias (Matius 16:16). Itu karena Bapa menyatakan hal itu pd Petrus. Khotbah yg berisi ucapan dr Tuhan secara langsung tentu sangat ‘full of power’ atau penuh kuasa, sesuai dengan kebutuhan jemaat. Mgkin saja ada khotbah yg bagus, secara kronologis penyusunannya nyaris sempurna, tapi apakah itu menjawab yang menjd kebutuhan jemaat? Belum tentu! Khotbah terkadang mirip sebuah skripsi yg hrs disusun sempurna, tetapi belum tentu bs mendorong org yg mendengarnya utk punya semangat utk melakukan firman Tuhan dlm hidupnya, sekedar kagum karna khotbahnya bagus.

Sangat efektif ketika mulut setiap dr kita itu dipakai Tuhan utk menyatakan Firman-Nya, banyak org yg pasti bertobat dan pasti bisa membungkam pendapat yg salah ttg Tuhan dan firman-Nya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Yang Berkata

Jangan Cepat Bereaksi

DI 29112023

Kisah Para Rasul 5:38-39
Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap,
tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah.” Nasihat itu diterima.

Benar atau salah, harus diselidiki dgn benar dan seksama, walaupun menurut logika dan pandangan umum bhw hal itu mungkin saja salah, tetapi belum tentu hal itu benar-benar salah.

Dua rasul ditangkap dan dimintai keterangan sehubungan kegiatan mereka yg dianggap membuat keresahan di masyarakat, bahkan mereka hendak dibunuh, namun nasehat dr Gamaliel membuat usaha pembunuhan itu dihentikan. Menarik sekali alasan Gamaliel yg sepertinya masih relevan kita gunakan di zaman ini, yaitu bila sesuatu dianggap suatu hal yg belum bs dipastikan benar dari Tuhan atau tidak, jangan terlalu cepat utk memberi penilaian apalagi dihakimi secara brutal. Ini seringkali terjd di kalangan Kristen beraliran kharismatik, kadang org dgn mudah berkata bhw dia menyampaikan satu hal yg katanya itu dari Tuhan, Tuhan menyuruh dia, dapat dr Tuhan, dsbnya. Memang benar bhw ada org yg memiliki kepekaan khusus dlm dunia roh dan supranatural, namun sesuai dgn firman Tuhan bhw segala sesuatu itu harus diuji, jd sekalipun mengaku bhw itu dr Tuhan, harus jg terbuka utk diuji pernyataannya.

Pengujian ini yg kadang sulit dilakukan, kita bs melihat bgmna pads zaman nabi Yeremia hidup, dia ditentang oleh nabi-nabi lain yang berkata bhw Yeremia telah bernubuat palsu dan bukan menyampaikan pesan Tuhan. Hal inipun sering terjd di zaman sekarang, kalau ada yg menyampaikan nubuatan yg positif, biasanya langsung dipercaya bhw itu benar dari Tuhan, tp jika nubuatannya berisi hal yg negatif, langsung dinilai bhw itu bukan dari Tuhan. Jgn terlalu cepat memberi penilaian, tp ujilah dgn apa yg Alkitab ajarkan pd kita, konfirmasi bhw ada nubuatan yg serupa, itu tdk memastikan bhw itu benar-benar Tuhan yg menyatakannya. Nubuatan itu kalau dari Tuhan, pasti terjd sesuai dgn isi nubuatan yg telah dikatakan. Nubuatan tdk bs di-voting utk menentukan benar atau tidak sumbernya dr Tuhan. Jadi kadang kita hanya perlu untuk menunggu pembuktian dr nubuatan itu, apa terjd atau tidak.

Tuhan pasti menyertai org yang memang Dia suruh utk melakukan atau menyatakan suatu hal, jd jgn takut utk melakukan apa yg Tuhan ingin utk kita lakukan.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Cepat Bereaksi