Akhirnya Menyesal

DI 28112023

Lukas 23:46, 48
Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.
Dan sesudah seluruh orang banyak, yang datang berkerumun di situ untuk tontonan itu, melihat apa yang terjadi itu, pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri.

Kadang kita mudah terbawa arus pemikiran yang salah, karena kita dijebak dgn pola pikir yg sengaja diarahkan seolah-olah bhw yang dipikirkan itu adalah kebenaran.

Kasus kematian Mirna Salihin dgn terdakwa Jessica Wongso, belakangan ini kembali jadi bahan pemikiran bnyk org, setelah ada pihak yg menemukan bnyk kejanggalan dlm kasus ini hingga vonis hukuman dijatuhkan, banyak org yg menyadari bhw dulu mereka salah dg menghendaki Jessica dihukum. Ini mirip dgn apa yg kita baca dlm ayat ini: banyak orang yg menyaksikan perjalanan bgmna akhirnya Yesus mati disalibkan, pulang memukul diri karena baru sadar bhw mereka salah menilai Yesus. Istilah di zaman sekarang itu sengaja ‘diframing’, artinya sengaja dibuat situasinya sesuai tujuannya, bisa positif atau negatif. Di saat itu Yesus dituduh sbg penista Tuhan yg menurut para ahli Taurat, Yesus menghujat Tuhan (Matius 26:25). Inilah bahaya dr yang sekarang dikenal sbg: ‘diframiing’, kalau dgn sengaja dilakukan utk tujuan yg negatif, bisa merugikan org lain hingga menggiring bnyk org utk melakukan ‘penghakiman’ atau main hakim sendiri.

Pendapat yg banyak didukung belum tentu itu suatu kebenaran. Budaya mengenal satu prinsip: berbohong demi kebaikan itu boleh dan tidak disalahkan. Padahal firman Tuhan dg tegas mengajarkan: Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat (Matius 5:37). Meskipun katanya utk kebaikan, berbohong itu tetaplah dosa, dan kebohongan itu terjadi karena dorongan dr si jahat. Satu perbuatan bs dianggap bukan dosa karena org banyak melakukannya, normal di mata manusia, tapi di mata Tuhan, dosa tetaplah dosa, jika tidak dibereskan, akan berujung pd maut. Apakah kita lebih mengikuti budaya ataukah firman Tuhan? Pilihan ada di tangan kita sendiri & setiap ketaatan akan bs memiliki resiko yg hrs ditanggung, sanksi dr manusia, tp kalau kita melanggar firman Tuhan, kita pasti akan dihukum Tuhan, lebih berat mana?

Kisah Para Rasul 5:29: Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.

Posted in Renungan | Comments Off on Akhirnya Menyesal

Lahir Untuk Mati

DI 27112023

Lukas 23:46
Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.

Tdk ada kematian tanpa kelahiran, ini hukum yg tdk bs dibantah oleh argumen apapun, jd yang terpenting adalah masa hidup seseorg, yg tentu saja berbeda jumlah tahunnya.

Membangun suatu gedung akan lebih jelas brpa waktu yg diperlukan hingga gedung itu selesai dibangun dan bisa mulai beroperasi, bs direncanakan dgn sempurna, tp kita yang masih hidup, tidak tahu pasti brpa sisa umur yg akan kita jalani, kapan kita meninggal, jd bisakah kita merencanakan masa hidup kita utk bs membawa kita melangkah di jalan yg menuju surga? Apa yg sdh kita rencanakan utk itu? Banyak beramal? Banyak beribadah? Banyak berdoa? Banyak berbuat baik? Yang tadi disebutkan jelas tdk akan bs menjamin kita bisa masuk surga! Saat kita meninggal, tdk ada lagi waktu dan kesempatan utk bisa memperbaiki hidup, spt kertas ujian yg harus diserahkan karna waktu ujiannya telah habis, dan kita tinggal menunggu hasilnya. Banyak pikiran yg ‘nyeleneh’, misalnya: menjelang hr pengumuman hasil ujian, kita berdoa supaya nilainya bagus, ya kalau waktu ujian tdk bisa menjawab soalnya, apakah dg berdoa, maka nilainya bs berubah jadi bagus?

Berdebat di hadapan Tuhan bhw kita sudah melakukan ini dan itu, menurut pikiran kita, sudah pantas utk masuk surga, itu sesuatu yg bodoh! Matius 7:21-23 jelas mengisahkan ttg mereka yg sdh banyak melakukan semua jenis pelayanan yg spektakuler, justru Tuhan berkata pada mereka bhw Dia tdk mengenal mereka. Jadi yg hrs kita rencanakan dalam hidup kita, yg utama adalah: usahakan agar kita dikenal oleh Tuhan! Tp bnyk org bahkan hamba Tuhan yg dlm hidupnya berusaha utk menarik simpati jemaat supaya dikenal dan banyak mendapatkan undangan pelayanan! Mgkin mereka bs mendapatkan semuanya itu, tp kehilangan waktu utk bs dikenal oleh Tuhan, mengerikan, bukan? Salah rencana bs membuat gagal mencapai target, hidup bs terasa hampa dan ketakutan saat waktu utk meninggal itu tiba, di saat itu barulah dg sadar, seseorg menganggap semuanya jadi sia-sia.

Masih belum buat rencana jg? Blm terlambat utk membuat perencanaan masa hidup kita, usahakan diri kita dikenal Tuhan, sambil dgn tekun terus beribadah dan berbuat yg baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Lahir Untuk Mati

Bagus Luarnya Saja

DI 25112023

Lukas 21:5-6
Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus:
“Apa yang kamu lihat di situ — akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.”

Mengagumi sebuah hasil karya, itu hal yang normal saja, tp dlm ayat ini, Bait Suci ini dari bangunannya secara fisik dan isi benda yang ada di dalamnya memang ‘mewah’, tapi …

Esensi sebuah rumah ibadah adalah bgmna kualitas hubungan antara jemaat dgn Tuhan, bukan megahnya gedung ibadahnya, karena megahnya sebuah gedung bisa direkayasa dgn teknologi dan arsitektur yg benar, tp ttg hubungan jemaat dgn Tuhan pastinya tidak bs direkayasa, Tuhan tdk bs ditipu oleh cara jemaat beribadah, karena Tuhan itu tahu isi dr hati dan pikiran manusia. Dlm ayat di atas jelas bhw org bnyk saat itu sdg mengagumi karya buatan tangan manusia, tp tentu bagi Tuhan yg paling disoroti adalah kualitas dari hubungan jemaat dgn Tuhan. 2 pandangan yg berbeda, jelas karena sebagus apapun yg terlihat dr bangunan di dunia, tidak mungkin dapat menyamai indahnya surga, sebagus apapun jalan yg dibuat manusia, tetap tidak dapat menyaingi jalannya surga. Jadi jelas bhw mata Tuhan melihat hati, tapi mata kita yg adalah mata jasmani, hanya bisa melihat bentuk fisik saja.

Demikian pula halnya dgn kualitas ibadah yg kita lakukan, seringkali kita menipu diri kita sendiri, kita berpikir sudah bagus kalau tiap hari punya waktu untuk berdoa, tiap Minggu rajin beribadah, aktif dlm pelayanan, sering berdonasi, menolong org susah, dsbnya. Itu semua kita anggap sbg acuan nilai kualitas dr hubungan kita dgn Tuhan. Tapi Tuhan yg melihat hati dan pikiran kita, sbrpa bnyk isi pikiran kita yg menyimpang dr firman Tuhan, seberapa kotornya hari kita karena rasa iri & dendam yg kita sengaja simpan? Bukankah ini sebuah kemunafikan dlm hal rohani? Dan masih bnyk org Kristen yg menipu dirinya dg menganggap dirinya seorg yg intim dengan Tuhan. Pujian dari manusia memang sedap utk didengar, tanpa sadar banyak org yg dgn sengaja mencari pujian dr manusia, tp jelas itu semua fana belaka, bgtu sifat asli kita itu kelihatan, pujian berubah menjd cacian yang berujung pd penghakiman.

Tentu kalau ‘luar dan dalam’ sama bagusnya itu yg ideal, jauhi pola hidup org munafik yg gila hormat dan pujian dr bnyk org, tetapi tdk punya kualitas dlm hubungannya dgn Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Bagus Luarnya Saja

Firman Tuhan Tidak Salah

DI 24112023

Matius 23:3-5
Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.
Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.
Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;

Kecewa dengan kelakuan hamba Tuhan dan org Kristen? Itu sdh bnyk terjd di sekitar kita dan tak sedikit kisah-kisah yg memalukan dr mereka yg terdengar dan itulah fakta yg ada.

Sejak zaman Yesus ada di dunia ini, sdh ada org-org yg spt itu, dlm ayat yg kita baca hari ini, Yesus menasehatkan bnyk org utk tetap fokus pd pengajaran para ahli Taurat, tp jgn turuti kelakuan mereka. Penghakiman untuk mereka adalah hak-Nya Tuhan, kita tidak pny hak utk menghakimi. Menilai tentu wajar dan itu hak kita, kecewa dan geram, itu wajar, tp masalah penghakiman, itu bukan hak kita & tetaplah fokus pd kewajiban kita utk selalu mempraktekkan firman Tuhan, karena Tuhan akan menghakimi hal itu pd kita sana seperti Dia akan menghakimi para hamba Tuhan yg mengajarkan firman Tuhan pd kita. Hal yang bodoh jika kita tersesat karena perbuatan yg org lain lakukan, jgn tiru perbuatannya, tapi fokus perhatikan firman Tuhan yg diajarkan mereka. Jadi ini ttg para hamba Tuhan yang pengajarannya tetap bersumber pd Alkitab, tp cara hidupnya tdk sesuai dgn Alkitab. Ini kita kenal dg istilah ‘omong doang, kelakuan nol’.

Firman Tuhan tdk salah walaupun org yang mengajarnya ternyata memiliki pola hidup yg salah. Spt air madu, walaupun dimasukkan ke dalam botol minuman dosa yg berwarna, rasanya tetap tdk berubah, walaupun terlihat berubah warnanya akibat dr warna botolnya. Air putih yg dimasukkan dlm botol Sprite tdk akan berubah rasanya menjd soda. Inilah yg harus kita pahami: firman Tuhan tetap benar sekalipun yg mengatakannya itu org yg tidak benar cara hidupnya. Tentu ini berbeda dgn pemahaman kita yg umum yaitu jika air yang mengalir dr pipa yg kotor, air itupun jd kotor juga, tp tdk demikian dgn firman Tuhan. Utk mengajarkan firman Tuhan memang perlu 1 keahlian khusus, tp ingat bhw yang diajarkan itu baru sebatas teori, pemahaman saja, tapi utk mempraktekkannya, kita sendirilah yang bertanggung jawab utk melakukannya. Jika mau disederhanakan, ini spt kita mengikuti suatu kursus membuat kue, pengajar hanya mengajarkan cara membuatnya, tp praktek pembuatannya, kita sendirilah yg harus bisa melakukannya, sehingga kita paham & bisa membuat kue itu sendiri.

Menghakimi para hamba Tuhan? Itu berarti mengambil porsi-Nya Tuhan, bagian kita itu adalah fokus pd melakukan firman Tuhan yg kita terima karena Tuhan akan menghakimi kita dlm hal ini.

Posted in Renungan | Comments Off on Firman Tuhan Tidak Salah

Berdosa Karena Perbuatan Baik

DI 23112023

Matius 22:21
Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

Setiap org berhak menerima apa yg adalah haknya, kalau tdk diberikan, maka ada bnyk respon yg mgkin timbul: marah, diam karena tak berdaya, sedih, dsbnya.

Ayat ini mengingatkan kita utk jgn memberi apa yg jadi hak dr seseorg kepada pihak lain, artinya berilah pada pihak yg menang punya hak utk menerimanya. Berilah pd Tuhan apa yg memang hak-Nya Tuhan, jgn diberikan pd yg lainnya. Beri pd pemerintah apa yg adalah hak dr pemerintah utk menerimanya. Jd jika persembahan utk Tuhan lalu kita berikan pd org yg membutuhkan, org miskin, atau justru kita nikmati sendiri, jelas ini adalah hal yang salah, sekalipun memberi pd org miskin dan yg membutuhkan itu adalah perbuatan yang baik, tp ketika itu dilakukan, justru kita telah melanggar aturan Tuhan melalui ayat ini. Ini yg hrs kita pahami bersama, jgn jadi berdosa justru karena kita berbuat baik. Mgkin suatu saat pernah kita berpikir: Tuhan tidak butuh uang, sedangkan ada org-org yg butuh uang, bukankah lebih berguna kalau uang itu kita berikan pd yg membutuhkan? Sekalipun hal ini mgkin terlihat baik, tp di sisi lain, kita sdg tdk memberikan apa yg menjd hak Tuhan.

Berdosa karena berbuat baik, mgkin ini satu hal yg tdk kita sadari, dan kita membenarkan itu dgn mengatas namakan kemanusiaan & adat istiadat. Contohnya: persembahan yang awalnya kita siapkan utk diberikan pd Tuhan kemudian kita berikan pd orgtua kita. Benar bhw memberi pd orgtua kira itu sesuatu yg baik dan sepatutnya dilakukan, dibenarkan oleh adat istiadat yg kita anut, tp melanggar aturan Tuhan kalau uang yg kita berikan pd orgtua kita itu awalnya adalah persembahan utk Tuhan. Knpa tdk dgn sengaja kita mulai menyisihkan sebagian pendapatan kita utk diberikan pd Tuhan berupa persembahan & kita sisihkan lagi utk pemberian pd orgtua? Ini berarti kita sengaja menciptakan konflik dlm pemahaman kita ttg firman Tuhan: bisa dilanggar asalkan utk berbuat baik. Tidaklah mengherankan kalau org pd umumnya akan membiarkan sebuah kebohongan diucapkan demi menjaga suasana hati.

Mulailah utk bersikap adil, persembahan utk Tuhan ya serahkanlah itu pd Tuhan, jgn kita berikan utk org lain, sekalipun itu kita beri pd org-org yg membutuhkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Berdosa Karena Perbuatan Baik

Bacalah Dengan Teliti

DI 22112023

1 Samuel 17:49-51 (ILT3)
Dan Daud menaruh tangan ke dalam kantung dan mengambil sebuah batu dari sana. Lalu ia mengayunkannya dan mengenai orang Filistin itu pada dahinya. Dan batu itu terbenam di dalam dahinya, lalu ia jatuh dengan mukanya ke tanah.
Demikianlah Daud lebih kuat daripada orang Filistin itu dengan umban dan dengan batu. Dan dia mengalahkan orang Filistin itu, serta membunuhnya. Dan tidak ada pedang di tangan Daud.
Lalu Daud berlari dan berdiri di atas orang Filistin itu, serta mengambil pedangnya; lalu ia mengeluarkannya dari sarungnya dan membunuhnya. Dan dia memenggal lehernya dengan pedang itu. Dan orang-orang Filistin melihat bahwa pahlawan mereka telah mati, dan mereka pun melarikan diri.

Dengan apakah Goliat terbunuh? Dengan yg selama ini kita pikirkan: umban batu yg kena dahi Goliat? Salah! Ayat 51 menjelaskan bhw Daud membunuh Goliat dgn pedang Goliat sendiri.

Umban batu itu memang berhasil membuat Goliat tumbang, namun belum mati. Yg hrs dilakukan ketika musuh yg kuat itu kalah itu adalah: membunuhnya! Maka Daud dengan pedang Goliat sendiri, membunuh dia, sorak sorai kemenangan terdengar dr kubu bangsa Israel. Ini pelajaran yg penting: terkadang yg kita kira masalah sdh selesai, ternyata hanya reda sementara. Spt Goliat yg jatuh terkena umban batu Daud, tp dia belum mati, kalau tdk segera dibunuh, mgkin sesuatu yg buruk akan terjd sekalipun saat itu Goliat jatuh dan lemah, kekuatan tangannya mungkin masih tersisa, dan dia bs lemparkan pedangnya ke arah Daud. Masalah itu hrs diselesaikan dan jgn hanya diminimalisir saja, artinya selesai dgn tuntas tanpa resiko apapun! Itulah knpa para petugas pemadam kebakaran dengan sengaja trs melakukan pendinginan dgn air yg disiramkan karena jgn sampai masih ada sisa-sisa api yg nantinya bs membesar kalau ada sesuatu yg masih bs terbakar.

Masa lalu bukan utk didamaikan, tapi harus diselesaikan bila terjadi konflik sebelumnya. Berdamai dgn masa lalu spt menyisakan api kecil yg kalau ada sesuatu yg bs dibakar api itu maka api ini akan membesar lagi. Jangan bermain dgn api, itu nasehat yang sering kita dengar, namun kadang kita remehkan. Dgn yakin kita anggap sdh selesai, ternyata suatu saat masalah itu timbul dgn skala yang lebih besar, shga kita terkejut dan tdk bs berbuat bnyk, dulu kita berpikir sudah menang, tetapi kita terkecoh dan sekarang kita mati langkah tanpa bs memberikan perlawanan yg cukup berarti. Goliat hrs dibunuh supaya nanti dia tdk menjd suatu masalah besar ke depannya dan merepotkan tentunya. Miliki pikiran yang jernih dlm melihat masalah yg terjd, tuntas & selesaikan seluruhnya, jgn ada yg tersisa. Ini yg hrs kita lakukan jika tdk ingin mengalami sesuatu yg tdk diinginkan ke depannya. Jgn kompromi dgn masalah kita.

‘Bunuh’ sumber dr masalah yg sedang terjadi dan jgn sisakan sedikitpun, bunuhlah ‘Goliat’ yang sedang berhadapan dgn kita, jgn hanya membuat ‘dia’ jatuh.

Posted in Renungan | Comments Off on Bacalah Dengan Teliti

Keterampilan Orang Yang Disertai Tuhan

DI 21112023

1 Samuel 16:23
Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya.

Daud pny keterampilan bermain alat musik, tp yg membedakan permainan kecapi atau harpa Daud dibandingkan dgn org lain ialah bhw mampu membuat roh jahat undur dari raja Saul.

Keterampilan yg dimiliki oleh org yg punya penyertaan Tuhan di dlm hidupnya ternyata sangat berbeda dibandingkan keterampilan yg dimiliki org lain. Tdk semua musik itu bs berdampak membuat roh jahat undur dr diri seseorg. Dlm ayat yang kita baca, setiap kali roh jahat berusaha mengganggu Saul, dapat dikatakan spt berusaha memasuki jiwa dan tubuh Saul, maka Daud memainkan kecapi & ketika Saul mendengarnya, dia merasakan 1 kelegaan dan jg kenyamanan. Jadi ternyata org yg kerasukan roh jahat itu jiwanya dalam keadaan tertekan, resah dan tdk nyaman. Ini sebabnya penting bagi setiap org utk mulai menyadari bhw tekanan hidup yg dia alami itu bs menyebabkan jiwanya resah gelisah & menjd celah bagi roh jahat utk merasuki dan menguasai jiwa dan tubuh seseorg. Musik yg dimainkan oleh org yg disertai Tuhan, pny dampak supranatural, menjd media yg bisa Tuhan pakai utk menyatakan kuasa-Nya.

Keterampilan apa yg kita miliki? Walaupun itu sesuatu keterampilan yg sederhana, tapi jika kita hidup dlm penyertaan Tuhan, yang sederhana bs Tuhan pakai menjd media yg menyalurkan kuasa Tuhan. Peningkatan dari kualitas keterampilan yg dimiliki memang 1 hal yg penting, tp hidup keseharian kita dgn Tuhan hrs mengalami peningkatan kualitas jg. Banyak org punya keahlian yg hebat, tapi jarang yg dilirik oleh Tuhan utk dipilih menjd org yg punya keterampilan yg berdampak pd kejiwaan dan roh seseorg. Musik di dlm satu penyembahan seringkali mempengaruhi yg kita rasakan dan terima, jadi memang perlu utk mengembangkan keterampilan yang kita miliki. Jgn sombong bila Tuhan pakai yang ada pd diri kita, itu satu anugerah, bukan kita sendiri saja yg dipakai Tuhan, bahkan mgkin saja org lain lebih terampil drpd kita. Rendah hati itu sikap yg Tuhan sukai, miliki itu dalam hidup kita.

Teruslah berkarya sesuai keahlian yg ada pd diri kita, tetap kejar perkenanan Tuhan dlm kehidupan kita, tetap rendah hati dan jangan sombong dan merasa paling ahli drpd orang lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Keterampilan Orang Yang Disertai Tuhan

Kasih Tuhan

DI 20112023

Yeremia 33:12
Beginilah firman TUHAN semesta alam: Di daerah ini, yang sudah menjadi reruntuhan, tanpa manusia dan tanpa hewan, dan di segala kotanya akan ada lagi padang rumput bagi gembala-gembala yang membaringkan kambing domba di situ.

Zaman nabi Yeremia hidup, bangsa Israel ini ada dlm masa yg menyedihkan, ditawan dan wilayahnya sebagian besar diruntuhkan oleh musuh, suatu keadaan yg tragis.

Tuhan memang murka akibat dosa yg telah dilakukan bangsa Israel, hukuman diberikan dan keadaan yg ada berubah menjd sangat menyedihkan, kemegahan yg pernah ada JD berubah, dulu yg terkenal sbg kerajaan yang sangat kuat, disegani, kini berubah menjadi kerajaan yg ditertawakan karena telah kalah dan ditaklukkan. Namun Tuhan mengasihani bangsa Israel dan berencana utk melakukan sebuah pemulihan, dan bila kita melihat apa yg terjd bertahun-tahun kemudian, apa yang Tuhan firmankan dlm ayat ini telah terjadi & keadaan bangsa Israel jauh lebih baik drpd sebelumnya. Itulah kasih Tuhan, murka tapi tidak seterusnya murka, Dia ingat perjanjian dg Abraham dan Daud, shga sisa dr bangsa Israel yg ada tdk turut dibinasakan. Janji ttg pemulihan dr Tuhan spt suatu jalan baru utk melihat masa depan yg lebih baik dan tanda bhw penghukuman Tuhan telah selesai dan Dia kembali mengingat ttg umat-Nya.

Bgmna dgn kita? Kalau sudah marah, terus marah atau berubah menjd mengasihi lagi? Lebih besar mana, kasih kita atau emosi kita yg meledak-ledak? Gambarannya spt orgtua yg meskipun marah karena anaknya berbuat salah, namun ujungnya adalah mengampuni dan memulihkan ketegangan yg ada kembali menjd cair dan penuh kasih. Mgkin org lain cenderung memanfaatkan posisinya sbg yg jadi korban, sehingga merasa wajar bila dia tetap dikendalikan oleh emosinya. Jgn kita bertindak didorong oleh emosi, tp bertindak sesuai dgn kasih yg kita miliki. Tetap tinggal di dlm pemikiran jangka panjang, mgkin satu saat kita butuh pertolongan dr org itu, kalau komunikasi sudah buruk, mgkinkah dia akan menolong kita? Jgn hanya melihat yg skrg, tp lihat bgmna di masa depan, jgn kerugian itu datang hanya karena emosi sesaat, sikap dan karakter kita hrs tetap dilandasi dengan kasih, sehingga ada damai dlm kehidupan kita.

Emosi memang harus diluapkan, tapi bukan utk menguasai diri kita, kasih yang kita miliki hrs lebih besar drpd kemarahan kita, damai itu lebih mulia drpd amarah yg benar.

Posted in Renungan | Comments Off on Kasih Tuhan

Meminta Dalam Doa

DI 18112023

Matius 21:22 ILT3
Dan segala sesuatu, seberapa yang kamu minta dalam doa dengan beriman, kamu akan menerimanya.”

Iman terkadang mengambil porsi fokus yang lebih besar ketika kita membandingkan dua hal tersebut, sehingga kita seringkali kecewa karena tdk mendapatkan apa yg kita imani.

Berdoa itu mudah, beriman itu susah, benar demikian? Mustahil kita beriman kalau doa kita ternyata salah! Seringkali doa kita coba pahami secara mudah sehingga kita dengan sengaja menghilangkan esensi dari doa. Kita sudah tahu teorinya: doa adalah komunikasi 2 arah dgn Tuhan, artinya ada saling dengar dan saling bicara. Namun apa yg terjadi pd doa-doa yg kita lakukan? Ternyata hanya 1 arah saja, kita yg bicara pd Tuhan, tetapi Dia tidak bicara pd kita. Atau kita yang menutup telinga dr suara Tuhan? Kita maunya Tuhan dengar permintaan kita, dikabulkan, dan kita siap menerimanya. Dari mana kita bs dengar suara Tuhan? Salah satunya dari membaca Alkitab secara rutin tiap hari, Dia bicara dgn menggunakan ayat-ayat Alkitab yg mengena di hati kita. Tetapi jika kita malas membaca Alkitab, bgmna bs mendengar suara Tuhan? Maka syarat dlm ayat ini blm kita penuhi.

Meminta dlm doa, berarti meminta dlm satu komunikasi dgn Tuhan, ingat ya: komunikasi dgn Tuhan. Artinya bukan cuma kita bicara & Tuhan cuma mendengarkan, itu bukan doa. Doa memang hal yg sederhana, tp tdk boleh meremehkan esensinya. Knpa kita tdk dapat menerima apa yg kita minta atau imani? Itu karena bukan hanya kurang imannya, tp doa kita yg hanya satu arah saja. Kita ingat saat Abraham tawar menawar dgn Tuhan ketika Sodom dan Gomora akan dihancurkan, inilah doa yg sebenarnya. Itu kan karena Tuhan dg sengaja menemui Abraham? Benar, Tuhan dtg menemui Abraham spya ada komunikasi yg terjd sehingga ada kesepakatan yg terjadi dan itulah yg berlaku antara kita dgn Tuhan. Jadi sebenarnya Tuhan ingin berkomunikasi dgn kita, tp kitalah yg sok sibuk dan sok jadi org penting yg tdk punya bnyk waktu untuk ‘ngobrol-ngobrol’ dgn Tuhan. Karena sok spt itu, akibatnya kita tdk menerima apa yg kita doakan dan imani.

Perbaiki kualitas doa kita, praktekkanlah doa yg benar, mintalah apapun pd Tuhan dengan kerendahan hati, dan jgn lupa beriman yang teguh, jgn bimbang.

Posted in Renungan | Comments Off on Meminta Dalam Doa

Mujizat Yang Tak Terduga

DI 17112023

Kisah Para Rasul 3:6-7
Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!”
Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.

Setiap hari org lumpuh ini meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Suci, mgkin dia sudah menganggap kelumpuhannya itu takkan bisa sembuh lagi, dia hanya berharap org-org dgn rela hati memberikan sedikit uang padanya.

Namun saat itu yg lewat ternyata org yg tdk punya banyak uang, Petrus dan Yohanes, yg saat itu hendak berdoa di Bait Suci, tapi yang Petrus berikan sangatlah ‘mahal’ yaitu suatu mujizat kesembuhan yg membuat si lumpuh ini akhirnya bs berjalan. Kalau dikalkulasi dg uang, berapa biaya yg diperlukan utk seorg yg lumpuh ini bs berjalan kembali? Di zaman ini mgkin biayanya bisa tembus ratusan juta atau bahkan milyaran rupiah! Org lumpuh ini awalnya hanya berharap menerima ‘recehan’ tp ternyata yg dia terima justru yg sangat dia butuhkan, yaitu kesembuhan. Agaknya saat itu si org lumpuh ini belum mengenal Petrus dan Yohanes, karena tiap hari hanya duduk saja di depan pintu gerbang Bait Suci, mgkin pernah dengar tp belum pernah melihat, dan ini sangat wajar, jika dia tidak berpikir untuk mengalami mujizat kesembuhan di hari itu, namun Tuhan mengasihani dia.

Apa yg sudah ‘lumpuh’ dr hidup kita? Mgkin kita sdh berpikir: Ah, mana mgkin bisa buat atau mengerjakan itu lagi? Jalannya tertutup dan mustahil bs terbuka lagi. Kita hanya bisa berharap masih ada ‘remah-remah’ berkat yg masih kita bs nikmati, tujuan hidup rasanya sudah tidak ada! Apakah kita punya harapan utk bs ‘bertemu dgn mujizat?’ Kadang waktu Tuhan itu tidak terduga, waktu yg biasa bisa menjd luar biasa kalau kita mengalami satu perjumpaan dgn Tuhan. Tuhan tdk memberi apa yg kita minta dlm doa, karena bagi Dia itu ‘recehan’, karena Dia mengasihi kita, yang Dia siapkan justru yg ‘milyaran’. Seandainya si org lumpuh ini saat itu tidak ada di depan pintu gerbang Bait Suci, dia tdk bertemu dgn Petrus dan Yohanes, dan masih lumpuh, hal inilah yg jg hrs kita mengerti: perjumpaan dg Tuhan bs terjd kalau kita ada di posisi yang benar di hadapan Tuhan. Butuh kesabaran utk menunggu perjumpaan dgn Tuhan pada saat yg Dia telah rencanakan.

Bagi Tuhan, tidak ada yang mustahil, tinggal bgmna kita tetap ada di posisi yang Tuhan inginkan kita ada di sana, alami perjumpaan dgn Tuhan dan mujizat-Nya terjd atas hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Mujizat Yang Tak Terduga